Connect with us

Business

Menteri BUMN Mengumpulkan 143 CEO BUMN Jelang Akhir Masa Jabatannya

Published

on


Finroll.com, Labuan Bajo — 143 CEO BUMN dikumpulkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (7/10).

Hal itu dilakukan dalam rangka rapat koordinasi perusahaan-perusahaan BUMN. Rapat yang digelar tertutup itu juga dilalukan dua minggu sebelum Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo akan berakhir.

Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik dan Perhubungan Edwin Hidayat Abdullah mengatakan, rapat ini untuk memantapkan langkah menghadapi tantangan di 2020,” ujarnya dilansir dari Kontan, Selasa (8/10/2019).(red)

Advertisement

Business

Festival Musik Ornaments Sajikan Line-Up Musik Internasional

Published

on

Finroll.com — Setelah sukses besar mendatangkan musisi internasional asal Amerika Serikat yakni Japanese Breakfast (Jbrekkie) di Jakarta pada Mei 2019 lalu, promotor musik dan event organiser Studiorama kini kembali menghentak jagad musik ibukota dengan menggelar Festival Musik Ornaments.

Festival ini akan digelar pada Jumat, 15 November 2019, di Ballroom, Kuningan City, Jakarta Selatan. Sejumlah musisi internasional dipastikan akan hadir dalam festival musik rock ini. Acara ini akan menampilkan musisi yang masih fresh bagi publik Indonesia.

Diantara yang bakal tampil adalah band rock asal Amerika Serikat, King Gizzard & The Lizzard Wizard, dan grup band asal Toronto, Kanada, BadBadNotGood. Kedua grup rock ini akan menjadi bintang utama Festival Musik Ornaments. Kemudian ada grup band dan solo lain diantaranya These New Puritans (Inggris), Gabber Modus Operandi (Indonesia), Project Pablo, dan Tzusing. Selain itu, masih banyak grup band yang akan diumumkan menyusul.

“Ini acara bagus. Karena tiket presale saja sudah langsung ludes sejak line-up pertama diumumkan. Festival Musik Ornaments ini jadi magnet bagi penggemar musik rock eksperimental dan hip hop yang sebagian besar dari kalangan milenial,” ujar Andhika Soetalaksana (15/10), Vice President Sales dan Partnership KiosTix, penyedia tiket event ini.

Bagi para penggemar musik rock eksperimental, kehadiran band King Gizzard & The Lizard Wizard memang sudah lama dinantikan debutnya untuk tampil di panggung Indonesia.

Apalagi band rock yang sedang hit ini baru saja merilis dua albumnya, yakni Infest The Rats Nest (2019) yang kental dengan unsur musik trash metal, dan Fishing for Fisher (2019).

Kedua album ini cukup sukses di pasar dan melambungkan namanya di belantika musik dunia. Selain grup-grup musik dari manca negara, dalam Festival Musik Ornaments juga akan tampil band-band lokal Indonesia yang akan adu skill mendampingi penampilan bintang utama.

Tiket Festival Ornaments saat ini dijual pada harga Rp 500 ribu per tiket yang bisa dibeli melalui www.kiostix.com. “Tiket saat ini sudah bisa dibeli di KiosTix. Ini merupakan penjualan tiket bach kedua,” tambah Andhika.

Selain penampilan band utama, di lokasi acara juga akan diramaikan dengan berbagai kegiatan dan asesoris acara lain, yang akan membuat festival lebih semarak dan menarik. Acara ini menjadi ajang reunian komunitas-komunitas penggemar musik rock alternatif.

Selain Festival Musik Ornaments, di website KiosTix saat ini juga tersedia banyak event musik, olahraga, dan paket wisata.

KiosTix, bagian dari KiosGroup, adalah perusahaan spesialis manajemen tiket pertunjukan musik dan event-event olahraga di Indonesia. Beberapa event besar yang pernah digarap oleh KiosTix diantaranya tiket Asian Games 2018, Soundrenaline, Wave of Tomorrow, Asean Football Champions (AFC), Kenny G Concert, Soundsations, Raisa Intimate Concert, Konser Iwan Fals, Festival Meranoia, dan tiket manajemen PSM Makassar.(red)

Continue Reading

Business

Permintaan Membludak, FanGir Gandeng 5 Mitra Jualan Merchandise PSM Makassar

Published

on

Finroll.com — Online shop FanGir, www.fangir.com, mengumumkan telah menggandeng 5 mitra baru toko dan komunitas di Makassar, untuk memperluas konter dan etalase penjualan Official Merchandise PSM Makassar.

“Ini untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat, dan mempermudah para suporter klub untuk mendapatkan merchandise klub yang asli.

Juga sebagai upaya untuk menjadikan Official Merchandise PSM Makassar sebagai item souvernir khas-nya kota Makassar yang dipajang dan bisa dibeli di banyak lokasi di kota Makassar sendiri,” ujar Mihra Dildari, Project Manager FanGir.

Kelima mitra baru di Makassar itu adalah Info psm, kopi pojok 47, bjs sport, doctor barber, dan iye’-iye’ clothing sebagai official reseller dari FanGir.

Di kelima tempat dan toko online itu, kini fans klub dan wisatawan kota Makassar dapat membeli berbagai cinderamata klub sepakbola PSM Makassar dan berbagai produk merchandise branded dari FanGir yang lain.

Menurut Mihra Dildari sejak di launching pada Juni 2019 lalu, kaos t-shirt Jersey Home Pro PSM Makassar 2019 warna merah saat ini yang paling banyak diburu pembeli.

Selain itu juga t-shirt Champions Piala Indonesia 2018, t-shirt Ramang’s Troops (merah dan hitam), t-shirt Give It All, berbagai macam sticker klub, dan lain-lain.

Merah sebagai warna identitas klub berjuluk Juku Eja ini mendominasi berbagai warna merchandise klub PSM Makassar. Yang diharapkan bisa dipakai semua suporter dan pencinta PSM Makassar di kala bertanding.

“Idenya kami ingin membuat suasana pertandingan di Stadion Andi Mattoangin menjadi lebih meriah dengan suporter yang serba warna merah ketika PSM Makassar bertanding.

Seperti di Stadion Anfield. Juga kalau kita berkunjung ke kota-kota besar seperti Kuala Lumpur misalnya, kaos klub bola kesayangan selalu dipakai di kala weekend oleh anak-anak mudanya, ini membuat kota menjadi lebih semarak dan aura bola menyebar seluruh kota,” ujar Andhika

Soetalaksana, Vice President Sales dan Partnership KiosTix, induk grup FanGir.
Spesifikasi dan kualitas Official Jersey Home Pro PSM Makassar ini sengaja dibuat sama dengan kaos yang dipakai para pemain PSM Makassar ketika bertanding di lapangan.

Sehingga sangat nyaman dan bagus sekali. Membuat para pemakainya mendapatkan sensasi yang dekat dengan para pemain dan klub.

Bahannya terbuat dari 100% Polyester Embosses daengan materi logo terbuat dari Rubber Patch. Berkualitas sama dengan kaos yang dipakai para pemain di klub-klub Eropa.

Jersey berwarna merah marun dikombinasikan dengan pernak-pernik dan detail warna emas, yang merupakan warna dan simbol karakter PSM Makassar. Bahan jersey asli dari Umbro.

Selain menampilkan logo PSM Makassar, juga diwarnai logo sponsor klub seperti Bosowa Semen, Umbro, Kuku Bima Ener-G!, dan Honda.
Selain memasarkan produk-produk official merchandise PSM Makassar, online shop FanGir juga menjual cinderamata klub olahraga terkenal lain dan merchandise artis.

Salah satu produk terbaru yang diminati yaitu merchandise artis Raisa yang merupakan produk keluaran Juni Goods, label merchandise dari Juni Records.

Menurut Andhika Soetalaksana, semua produk-produk merchandise yang dijual secara online di FanGir semuanya asli.

FanGir merupakan startup penjualan merchandise artis dan klub olahraga. Perusahaan ini merupakan satu grup dengan KiosTix, yaitu perusahaan start-up digital spesialis penjualan tiket pertunjukan dan management event di Indonesia.

Selain menangani penjualan tiket pertandingan PSM Makassar, KiosTix saat ini juga menangani manajemen tiket event-event besar lain seperti konser musik, pertandingan olahraga, dan paket wisata.

Beberapa event besar yang pernah digarap oleh KiosTix diantaranya penjualan tiket Asian Games 2018, Soundrenaline, Wave of Tomorrow, Asean Football Champions (AFC), Kenny G Concert, Soundsations, Raisa Intimade Concert, Konser Iwan Fals, Festival Meranoia, dan lain-lain.

Menurut Andhika Soetalaksana, Kiostix merupakan pionir start-up tiket hiburan di Indonesia. Sampai kini sudah menangani lebih 900 event dan menjual lebih 10 juta tiket.

Dengan menggunakan teknologi sistem tiket paling mutakhir seperti tiket thermal, wristband, dan penjualan online lewat www.kiostix.com maupun tiket box.(red)

Continue Reading

Ekonomi Global

Ketika Bayang-Bayang Resesi Ekonomi Kini Menghantui Dunia

Published

on

By

“Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi lebih lambat di hampir 90 persen dunia pada 2019,” ucap Direktur Pelaksana International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva, dalam pertemuan tahunan IMF pada Selasa (8/10/2019).

Dalam pidato perdana pasca pengukuhannya di lembaga pemberi pinjaman krisis global itu, Georgieva menyatakan ekonomi global saat ini berada dalam kondisi perlambatan yang tersinkronisasi. Perlambatan yang meluas ini dapat diartikan bahwa pertumbuhan ekonomi tahun ini akan turun ke tingkat terendah sejak awal dekade.

Karena itu, IMF merevisi ke bawah pertumbuhan ekonomi dunia 2019 dan 2020 dalam laporan “Global Economic Outlook” yang akan dirilis pekan depan. “Angka-angka utama (dalam laporan tersebut) mencerminkan situasi yang kompleks,” imbuh Georgieva.

Analisis terbaru IMF juga menunjukkan bahwa efek kumulatif dari perang dagang dapat mengurangi output produk domestik bruto (PDB) global sebesar USD700 miliar atau sekitar 0,8 persen tahun depan. Angka ini, dalam hitungan IMF, sekitar ukuran seluruh perekonomian negara Swiss.

Bank Dunia (PDF) juga telah merevisi ke bawah pertumbuhan ekonomi global menjadi 2,6 persen dari sebelumnya 2,9 persen.

Jurang Resesi di Berbagai Negara
Resesi merupakan periode jatuhnya seluruh kegiatan ekonomi secara signifikan dan berlangsung lebih dari beberapa bulan, yang tampak melalui penurunan produk domestik bruto (PDB) riil, pendapatan riil, lapangan kerja, produksi industri, dan penjualan grosir maupun eceran, sebagaimana definisi dari National Bureau of Economic Research (NBER).

Penurunan PDB riil menjadi indikator paling penting dan menjadi bobot penentu yang cukup besar saat resesi terjadi.

Dalam dua tahun terakhir, eskalasi perang dagang yang semakin meningkat antara Amerika Serikat (AS) dan Cina mengakibatkan aktivitas manufaktur dan investasi di seluruh dunia melemah secara substansial. Dampaknya, pelbagai data yang dibeberkan kementerian keuangan dan badan statistik sejumlah negara memperlihatkan pelemahan ekonomi dan ancaman resesi.

Jepang, misalnya, menunjukkan tanda-tanda perlambatan di Kuartal II/2019, terlihat dari pertumbuhan ekonomi April-Juni 2019 hanya 1,3 persen secara tahunan atau melambat dibanding proyeksi awal yang mencapai 1,8 persen.

Ekonomi Jepang diperkirakan memburuk seiring minimnya ekspor, belanja modal, dan konsumsi rumah tangga. Tekanan meluas di sektor manufaktur, berkurangnya produksi besi dan baja, produksi peralatan pabrik dan kendaraan bermotor, dan juga bahan kimia.

“Kurangnya pertumbuhan ekspor karena perlambatan global berdampak besar,” sebut Ekonom Senior Shinkin Central Bank Research Institute Takumi Tsunoda, sebagaimana dilansir Reuters.

Jepang bisa sedikit bernapas lega sebab Presiden AS Donald Trump sepakat untuk memangkas tarif impor bagi peralatan mesin Jepang dan produk lainnya. Ini artinya ancaman terhadap ekspor mobil Jepang ke AS bisa dihindari karena AS tidak akan mengenakan tarif keamanan nasional ‘Section 232’ terhadap kendaraan impor asal Jepang.

Namun hal ini tidak serta merta bisa menyelamatkan kinerja ekspor Jepang. Sebab, para pembuat kebijakan di Negeri Sakura itu tetap khawatir tentang prospek ekonomi Jepang yang semakin gelap mengingat lemahnya permintaan eksternal dan risiko resesi global.

Ekonomi Inggris pun tidak menggembirakan. Pada Kuartal II/2019, Negeri Ratu Elizabeth ini hanya mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 1,2 persen, melambat dibanding kuartal sebelumnya yang menyentuh 1,8 persen. Capaian ini sekaligus menjadi angka terendah sejak 2018.

Sektor konstruksi dan manufaktur Inggris mengalami kontrasi dengan skor indeks masing-masing 49,7 poin. Ini sekaligus menandakan kontraksi ke dua dalam tiga bulan. Sebagai catatan, angka indeks di bawah 50 menandakan kontraksi.

Dilansir BBC, Ekonom HIS Markit Chris Williamson mengatakan ketidakpastian tentang keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau British Exit (Brexit) dan biaya bisnis yang tinggi menjadi biang keladi dari pelemahan pertumbuhan ekonomi Inggris. Dilaporkan Guardian, akhir Oktober menjadi penentuan untuk Brexit dan diperkirakan hal ini akan memberikan dampak yang nyata terhadap perekonomian Inggris, Uni Eropa, dan seluruh dunia.

“Kurangnya pertumbuhan berarti meningkatkan kemungkinan ekonomi Inggris tergelincir ke dalam resesi,” kata Williamson, masih dari BBC.

Ekonomi Jerman pun berada di lampu merah dengan anjloknya produksi manufaktur dalam negeri. New York Times melaporkan, ekspor produksi mesin Jerman ke Cina susut signifikan sejak perang dagang terjadi. Indeks PMI manufaktur Jeman yang menyumbang seperlima pertumbuhan ekonomi Jerman turun menjadi 41,7 poin pada September dibanding 43,5 poin pada Agustus 2019, dilansir Reuters.

Indeks tersebut merupakan angka terendah yang pernah dicapai Jerman sejak 2009 saat terjadi krisis keuangan global. “Tren penurunan pesanan baru, yang merupakan pelemahan terburuk selama lebih dari 10 tahun terakhir, sangat mengkhawatirkan, dan terus menyumbang penurunan produksi, lapangan kerja, serta harga,” ucap Ekonom HIS Markit, Phill Smith, masih dari Reuters.

Masih dari Guardian, merosotnya kinerja ekspor membuat PDB Jerman turun 0,1 persen pada Kuartal II/2019. Perusahaan-perusahaan Jerman enggan berinvestasi karena ancaman Trump untuk memperluas jangkauan perang dagang dengan mengenakan tarif pada mobil-mobil pabrikan Jerman yang dijual di AS, masih dari New York Times.

Akibatnya, dilansir Guardian, banyak perusahaan Jerman yang mengurangi produksi dan memangkas ekspor. Tak sedikit pula perusahaan yang memangkas jumlah karyawan. Indeks kepercayaan bisnis di Jerman pun turun drastis dan mencapai level terendah sejak resesi pada 2008.

Ekonomi Singapura terpangkas jadi minus 3,3 persen secara triwulanan. Angka itu turun dari pertumbuhan 3,8 persen pada kuartal I/2019. Menurunnya wisatawan asal Cina juga menekan perdagangan grosir dan eceran Singapura.

“Dengan segala sesuatu yang kita lihat, sangat mungkin akan ada resesi pada Kuartal III/2019 ini,” kata Ekonom Coface, Carlos Casanova, dikutip dari SCMP.

Amerika Semi-Resesi
CNBC melaporkan, Credit Suisse, manajemen sekaligus bank investasi terkemuka di dunia, menilai AS sudah memasuki masa semi-resesi. Melemahnya manufaktur AS menjadi alasan, dengan indeks PMI hanya 47,8 poin pada September yang merupakan level terendah sejak Juni 2019.

“Risiko resesi jelas meningkat,” ungkap Kepala Strategis Ekuitas Credit Suisse AS Jonathan Golub, masih dari CNBC. “Indikator-indikator resesi telah melemah tapi tidak menunjukkan kecenderungan penurunan yang besar.”

Sebelumnya, Nouriel Roubini, professor di NYU Stern School of Business sekaligus ekonom senior urusan internasional di Dewan Penasihat Ekonomi Gedung Putih era Clinton, mengidentifikasi 10 risiko penurunan potensial yang dapat memicu resesi di AS dan juga global tahun 2020 mendatang.

Dilansir Guardian, menurut Roubini, perang dagang yang melibatkan AS dan Cina turut menyeret negara-negara lain yang ‘tidak berdosa.’ Sebab, perang dagang dan larangan dalam foreign direct investment (FDI), migrasi dan transfer teknologi dapat memberikan implikasi mendalam pada rantai pasokan global dan meningkatnya ancaman stagflasi (melambatnya pertumbuhan ekonomi seiring dengan peningkatan inflasi).

“Lebih buruk lagi, di negara maju, kebijakan untuk merespons krisis masih terbatas. Intervensi moneter dan fiskal di sektor swasta yang digunakan setelah krisis keuangan pada 2008 tidak bisa digunakan untuk mengatasi efek resesi yang sama saat ini,” tulis Roubini.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending