Connect with us

MotoGP

Misteri Kekalahan Top Speed Motor Fabio Quartararo dari Maverick Vinales dan Valentino Rossi

Published

on


Pembalap Petronas Yamaha Fabio Quartararo berkuasa pada tes MotoGP di Sirkuit Sepang, Malaysia. (AFP/Mohd Rasfan)

Finroll.com, Jakarta – Pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo menguasai tiga hari sesi tes pramusim MotoGP 2020 di Sirkuit Sepang, Malaysia, Jumat-Minggu (7-9/02/2020).

Selama tiga hari itu, Quartararo selalu finis pertama. Namun meski begitu, pembalap asal Prancis itu tidak serta merta semringah.

Menurutnya motor Yamaha YZR-M1 spesifikasi 2020 geberannya hanya cepat ketika melahap lap tunggal, tapi masih payah pada race pace.

Tidak hanya itu, jika membandingkan top speed motor Quartararo dengan duet tim Monster Yamaha MotoGP: Maverick Vinales dan Valentino Rossi, Rookie of The Year 2019 itu juga kalah.

Padahal motor YZR-M1 2020 milik Quartararo sama dengan Rossi maupun Vinales. Ini tentu sebuah misteri.

Berbeda Cukup Jauh

Fabio Quartararo saat mengikuti sesi tes pramusim MotoGP 2020 di Sirkuit Sepang, Malaysia (Twitter/Petronas Yamaha SRT)

Data statistik menunjukkan, top speed motor Quartararo pada tes pramusim di Sepang adalah 323,3 km/jam. Angka tersebut sama dengan rekan setimnya, Franco Morbidelli.

Tapi top speed motor Vinales dan Rossi lebih tinggi. Tepatnya 327,2 km/jam milik Vinales dan 326,2 km/jam punya Rossi.

“Kami melihat pembalap tim pabrikan dan top speed kami masih sangat jauh. Ini sesuatu yang harus kami cari tahu jawabannya di Qatar (tes pramusim MotoGP 2020 berikutnya),” Quartararo menerangkan.

“Tapi saya pikir, dibandingkan top speed musim 2019, kami sudah lebih cepat sekitar 0,1 detik,” lanjut pembalap berusia 20 tahun itu.(bola.com)

Sumber: Crash.net

Advertisement

MotoGP

Jorge Lorenzo Mengakui Sebuah Kesalahan Tinggalkan Yamaha Tahun 2016

Published

on

By

Pembalap Repsol Honda, Jorge Lorenzo, memutuskan pensiun dan menjalani balapan terakhirnya di MotoGP yang berlangsung di Sirkuit Ricardo Tormo, Minggu (17/11/2019) malam WIB. (AFP/PIERRE-PHILIPPE MARCOU)

Finroll.com, Jakarta – Jorge Lorenzo adalah seorang juara dunia MotoGP tiga kali yang merasakan semua titel ketika mengendarai motor Yamaha YZR-M1.

Namun usai juara tahun 2010, 2012, dan 2015, Lorenzo membuat kejutan besar dengan meninggalkan Yamaha penghujung musim 2016 dan memilih Ducati pada MotoGP 2017.

Dua musim di Ducati, Lorenzo bisa dibilang gagal lantaran hanya merasakan tiga kemenangan dengan hasil terbaik hanya finis ketujuh di klasemen.

Urung merasakan titel juara dunia bersama Ducati, Lorenzo pun hengkang ke Repsol Honda musim 2019. Kali ini, ia bahkan gagal untuk sekadar merasakan finis 10 besar.

Muaranya ia pensiun penghujung MotoGP 2019 dan awal tahun ini, ia menerima tawaran Yamaha sebagai test rider atau pembalap penguji.

Menyesal Tinggalkan Yamaha

Keberadana Jorge Lorenzo sebagai pembalap penguji Yamaha akan membantu Maverick Vinales dan Valentino Rossi (Twitter/Yamaha)

Usai menuntaskan tugasnya sebagai pembalap penguji Yamaha pada sesi tes pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (09/02) lalu, Jorge Lorenzo pun kembali menceritakan penyesalan meninggalkan Yamaha pada tahun 2016.

“Saya bukan tipe orang yang mengeluhkan soal keputusan yang telah dibuat pada masa lalu. Karena hidup tapa kesalahan hampir tidak mungkin,” jawab Lorenzo ketika ditanya apakah menyesal meninggalkan Yamaha.

“Kami harus membuat keputusan. Persentasenya 50 persen bisa berhasil dan sisanya sebuah kesalahan,” tambahnya.

Lorenzo pun menegaskan meski gagal merasakan titel juara dunia bersama Honda dan Ducati, pengalamannya berlomba untuk dua pabrikan itu tetap meninggalkan kesan baik.

“Pengalaman bersama Ducati sangat intens dan bersama Honda tidak berjalan baik. Tapi kami masih membuat beberapa momen baik,” tegas Lorenzo.(bola.com)

Sumber: gpone.com

Continue Reading

MotoGP

Repsol Honda Puas dengan Aksi Alex Marquez pada Tes MotoGP

Published

on

By

Rider Repsol Honda Alex Marquez (AFP/Jose Jordan)

Finroll.com, Jakarta – Manajer Repsol Honda, Alberto Puig, mengaku puas dengan aksi Alex Marquez pada tes MotoGP di Sirkuit Sepang, Malaysia. Puig tak menyangka aksi Alex melebihi ekspektasi.

Alex Marquez mengikuti jejak sang kakak dengan bergabung ke Repsol Honda di MotoGP 2020. Alex sudah menjajal motor RC213V musim lalu pada tes di Valencia dan Jerez.

Dia baru menggeber motor RC213V 2020 dalam tes MotoGP di Sirkuit Sepang dari 7 sampai 9 Februari 2020. Hasilnya, pembalap berusia 23 tahun itu menjadi rookie terbaik, dengan meraih posisi ke-18 dalam catatan waktu.

Berdasarkan hasil, Alex tertinggal 0,693 detik dari Fabio Quartararo yang menjadi tercepat dalam tiga hari tes MotoGP Sepang.

“Alex sudah melakukan tes yang bagus karena Sabtu (9/2/2020) kemarin, dia baru melakukan simulasi balap,” ujar Puig seperti dikutip Motorsport.

“Jujur, dia lebih baik dari yang kami kira. MotoGP itu sulit dan tes pertama di Sepang itu rumit. Namun, dia punya metode, sangat terstruktur,” lanjutnya.

Berbeda

Marc Marquez tampak dibuntuti sang adik, Alex Marquez pada sesi tes pramusim MotoGP 2020 di Sirkuit Sepang, Malaysia (Twitter/Repsol Honda)

Puig menjelaskan Alex punya gaya yang berbeda dengan Marquez. Apa saja perbedaan itu?

“Dia sangat berbeda dari kakaknya dalam hal bagaimana mengenal motor. Namun secara dasar, keduanya sangat sama. Kekuatan mental mereka sama, itu terlihat dari mereka bicara, analisa dan persiapan sebelum tes,” ujar Puig.

Alex pun merasa lebih baik dengan tes MotoGP. Dia mengaku cukup puas dengan apa yang dilakukannya di Sepang.

“Saya merasa semakin baik di setiap harinya, setiap hari jadi lebih kencang. Saya membaik di setiap hari, itu penting. Itu yang paling penting buat saya. Kita tahu di pramusim hanya punya tiga hari lebih,” kata Alex.

Sumber: Motorsport

Disadur dari: Liputan6.com (Penulis: Defri Saefullah/Editor: Windi Wicaksono/Published: 10/2/2020)

Continue Reading

MotoGP

Melihat Rekam Jejak Fabio Quartararo, Pebalap yang Lengserkan Valentino Rossi

Published

on

By

Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, berusaha mengejar Fabio Quartararo, pada MotoGP Thailand di Sirkuit Buriram, Minggu (6/10). Pembalap asal Spanyol itu menyudahi balapan 26 lap dengan catatan waktu 39 menit 36,223 detik. (AP/Gemunu Amarasinghe)

Finroll.com, Jakarta – Hanya tiga bulan sebelum ulang tahun yang ke-21, Fabio Quartararo bak mendapat durian runtuh. Dia direkrut tim pabrikan Yamaha terhitung sejak MotoGP 2021.

Keputusan Yamaha ini jadi sorotan banyak pihak. Pasalnya keberadaan Quartararo mendepak juara dunia sembilan kali, Valentino Rossi.

Hanya saja jika melihat prestasi Quartararo musim lalu, pebalap yang berstatus rookie itu sukses membuat banyak catatan gemilang.

Total, Quartararo merasakan enam pole position dan tujuh podium. Pebalap asal Prancis ini bahkan mengakhiri kompetisi di urutan lima klasemen atau lebih baik dari Rossi, posisi tujuh.

Jika merunut ke belakang, rekam jejak karier Quartararo memang luar biasa. Namanya sudah meroket ketika berusia masih sangat muda.

Usia 14 Tahun Sudah Juara CEV Moto3

Ekspresi pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, dan rider Petronas Yamaga SET, Fabioa Quartararo, setelah kualifikasi MotoGP Jerez, Sabtu (4/5/2019). (AFP/Jorge Guerrero)

Pada tahun 2013, Quartararo sebagai debutan mengikuti kelas Moto3 ajang CEV yang berstatus Kejuaraan Dunia Balap Motor Junior. CEV sendiri sejatinya didominasi pebalap Spanyol.

Namun di usia 14 tahun, 218 hari, Quartararo mencetak sejarah sebagai juara termuda di kelas CEV Moto3. Dia mempertajam rekor milik Aleix Espargaro.

Kala itu, Quartararo juga jadi pebalap non Spanyol pertama sejak Stefan Bradl tahun 2007 yang sukses keluar sebagai juara kelas CEV Moto3.

Sempat Terbentur Regulasi untuk Tampil di Kejuaraan Dunia Balap Motor

Dengan status juara CEV Moto3, sejatinya Quartararo naik kelas ke Kejuaraan Dunia Balap Motor pada musim 2014. Namun ia terbentur regulasi lantaran usianya yang masih sangat muda.

Seorang pebalap harus berusia 16 tahun jika ingin mentas di Kejuaraan Dunia Balap Motor. Alhasil ia memutuskan kembali mengikuti CEV Moto3.

Hebatnya Quartararo kembali keluar sebagai juara. Total ia mengemas sembilan kemenangan dari total sebelas lomba. Dia juara dengan selisih poin mencapai 127 dari Jorge Navarro.

Andil Herve Poncharal

Pemilik tim Tech 3, Herve Poncharal

Karier Quartararo di kelas Moto3 Kejuaraan Dunia Balap Motor pada musim 2015 dan 2016 memang tidak menjanjikan. Performanya mulai mencuri perhatian ketika mengikuti kelas Moto2 pada musim 2018.

Dia merasakan kemenangan perdana di kelas Moto2 setelah finis pertama pada lomba di Sirkuit Katalunya, Spanyol. Satu lomba berikutnya di Assen, Belanda, pemilik tim Tech 3, Herve Poncharal memberikan saran kepada pemilik tim Petronas Yamaha, Razlan Razali untuk merekrut Quartararo.

“Saya bersama Razlan di Assen tahun 2018 dan kami menyaksikan balapan Moto2. Saya bilang kepadanya, ‘lihat pria itu (Quartararo). Anda harus merekrutnya’,” Poncharal mengenang ucapannya kepada Razali.

Kemudian Razali benar-benar menjadikan Quartararo sebagai pebalap Petronas Yamaha di MotoGP 2019. Sebuah keputusan tepat.

Karena sang pebalap tampil bersinar dan akhirnya direkrut tim pabrikan Yamaha terhitung mulai musim 2021.(bola.com)

Sumber: Berbagai sumber

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending