Connect with us

Keuangan

Mulai Hari Ini Iuran BPJS Kesehatan Naik

Published

on


Finroll – Jakarta, Pemerintah efektif memberlakukan kenaikan iuran BPJS Kesehatan bagi peserta mandiri atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) mulai Rabu (1/7) ini.

Berdasarkan Peraturan Presiden (PP) Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan besaran kenaikan dikenakan bervariasi.

Untuk peserta mandiri kelas I, iuran naik dari Rp80 ribu menjadi Rp150 ribu per peserta. Untuk peserta mandiri kelas II, iuran naik dari Rp51 ribu menjadi Rp100 ribu per peserta per bulan.

Sementara itu untuk peserta mandiri kelas III, iuran naik dari Rp25.500 per peserta per bulan menjadi Rp35 ribu per peserta per bulan.

Sedangkan peserta mandiri kelas III masih bisa menikmati tarif datar Rp25.500 per peserta per bulan. Peserta kelas ini baru membayar penuh iuran sebesar Rp35 ribu mulai 1 Januari 2021.

Pada 2021, iuran kepesertaan kelas mandiri III sebenarnya mencapai Rp42 ribu per peserta per orang. Namun, pemerintah memberi subsidi lagi sebesar Rp7.000 per peserta per bulan.

Kenaikan iuran tersebut sebenarnya merupakan lanjutan. Sebelumnya, Jokowi pernah menaikkan iuran BPJS Kesehatan mulai 1 Januari 2020.

Iuran yang berlaku yaitu, mandiri I Rp160 ribu, mandiri II Rp110 ribu, dan mandiri III Rp42 ribu per peserta per bulan.

Namun, kenaikan hanya berlangsung selama 3 bulan. Pasalnya, kenaikan tersebut dibatalkan MA.

Dalam putusan pembatalan saat itu, MA menilai bahwa masalah keuangan yang menimpa BPJS Kesehatan disebabkan salah satunya karena kesalahan dan kecurangan (fraud) dalam pengelolaan dan pelaksanaan program jaminan sosial yang dilaksanakan lembaga tersebut.

Oleh karenanya, menurut MA, defisit BPJS tidak boleh dibebankan kepada masyarakat, dengan menaikan iuran bagi Peserta PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah) dan Peserta BP (Bukan Pekerja).

Alhasil, iuran kepesertaan kembali ke awal, yakni Mandiri I Rp80 ribu, Mandiri II Rp51 ribu, dan Mandiri III Rp25.500 per peserta per bulan. Iuran ini berlaku dari April-Juni 2020. Kelebihan bayar peserta atas iuran sesudah kenaikan pada Januari-Maret akan dialih menjadi pembayaran iuran April-Juni 2020.

Sumber : CNN Indonesia

Advertisement Valbury

Keuangan

Rabu 22 Juli, Rupiah Unjuk Gigi ke Rp 14.607

Published

on

Finroll – Jakarta, Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.607 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Rabu (22/7) pagi. Mata uang Garuda menguat 0,91 persen dari Rp14.741 pada hari sebelumnya.

Rupiah menguat bersama mayoritas mata uang Asia. Won Korea Selatan menguat 0,34 persen, peso Filipina 0,14 persen, baht Thailand 0,16 persen, ringgit Malaysia 0,16 persen, yen Jepang 0,03 persen, dan yuan China 0,19 persen.

Hal yang sama juga terjadi pada mayoritas mata uang di negara maju. Tercatat, dolar Kanada menguat 0,07 persen, dolar Australia 0,13 persen, euro Eropa 0,1 persen, dan franc Swiss 0,11 persen.

Sementara, rubel Rusia minus 0,02 persen dan poundsterling Inggris minus 0,05 persen.

Analis Asia Valbury Futures Lukman Leong memprediksi rupiah kembali menguat hari ini. Optimisme pasar terhadap perkembangan vaksin virus corona memberikan sentimen positif bagi rupiah.

“Secara fundamental, rupiah berpotensi menguat dengan optimisme pasar terhadap vaksin virus corona serta pelemahan mata uang AS,” ungkap Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Ia optimistis rupiah tetap bergerak di bawah Rp15 ribu per dolar AS hingga sore nanti. Tepatnya, Lukman memproyeksi rupiah berada dalam rentang support Rp14.600-Rp14.700 per dolar AS dan resistance Rp14.900 per dolar AS.

“Saya kira rupiah akan berkonsolidasi di bawah Rp15 ribu per dolar AS,” imbuh Lukman.

Sebagai informasi, PT Bio Farma (Persero) akan melakukan uji klinis tahap ketiga pada vaksin virus corona. Tahapan uji klinis itu dijadwalkan mulai Agustus 2020 dan berjalan selama enam bulan.

Jika sesuai target, uji klinis tahap ketiga akan selesai pada Januari 2021. Kemudian, Bio Farma akan mulai memproduksi vaksin tersebut pada kuartal I 2021.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Keuangan

Pupuk Indonesia Rilis Surat Utang Rp2,5 T

Published

on

By

Pupuk Indonesia menerbitkan surat utang Rp2,5 triliun untuk refinancing obligasi di Petrokimia Gresik. Selain itu, surat tang juga dirilis untuk modal kerja. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).

Finroll.com, Jakarta – PT Pupuk Indonesia (Persero) menerbitkan surat utang (obligasi) senilai Rp2,5 triliun. Penerbitan melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) obligasi berkelanjutan II tahap I 2020, yang merupakan bagian dari PUB II senilai Rp8 triliun.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat mengatakan tujuan penerbitan surat utang untuk refinancing atau pembiayaan utang kembali, baik utang induk maupun entitas anak. Namun, ia tidak merincikan total refinancing tersebut.

“Dana ini digunakan untuk refinancing obligasi di Petrokimia Gresik, untuk menutup sebagian kredit investasi dan Pupuk Iskandar Muda terkait dengan modal kerja,” ujarnya dalam paparan virtual, Senin (20/7).

Perseroan menerbitkan obligasi dalam tiga seri. Pertama, seri A memiliki tenor 3 tahun dengan kupon 6,25 persen-7,5 persen. Kedua, seri B memiliki tenor 5 tahun dengan kupon 7 persen-8,3 persen.

Ketiga, seri C memiliki tenor 7 tahun dengan kupon 7,5 persen-8,75 persen. Sementara itu, pembayaran bunga dilakukan setiap kuartal.

Aas menuturkan perseroan berharap kupon dalam obligasi ini lebih murah, sehingga perusahaan pelat merah itu bisa melakukan efisiensi pembiayaan.

“Kami harapkan bunga yang diperoleh di sini relatif lebih murah, sehingga kami ada efisiensi dalam pembayaran bunga di Pupuk Indonesia Group,” katanya.

Masa penawaran awal obligasi berlangsung pada 16-30 Juli 2020. Sedangkan penawaran umum dijadwalkan pada 14-18 Agustus 2020.

Dalam hajatan ini, perseroan menunjuk PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas sebagai Joint Lead Underwriters (JLU). Semantara itu, PT Bank Mega Tbk bertindak sebagai wali amanat.

Obligasi berkelanjutan Pupuk Indonesia mendapat peringkat AAA dari PT Fitch Ratings Indonesia.

Kinerja Kinclong

Selama masa pandemi Covid-19, Aas mengklaim Pupuk Indonesia tetap membukukan kinerja yang baik. Bahkan, cenderung mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kalau kita lihat performa produksi, penjualan, dan laba ini terpengaruhnya tidak terlalu besar. Performa penjualan, produksi, dan laba Januari-Mei 2020 dibandingkan 2019 periode yang sama ini relatif lebih bagus,” ucapnya.

Data perseroan menyebutkan, penjualan pupuk PSO pada Januari-Mei 2020 sebesar 3,93 juta ton. Sedangkan volume penjualan pupuk komersil melonjak 47,45 persen dari 1,37 juta ton pada periode yang sama tahun lalu, menjadi 2,01 juta ton.

Secara pendapatan, penjualan pupuk komersial meningkat 38,35 persen Rp5,45 triliun menjadi Rp7,54 triliun dari. Sementara itu, laba tahun berjalan tumbuh 11,7 persen dari Rp1,43 triliun menjadi Rp1,6 triliun dari triliun.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Keuangan

Rupiah Melemah Tipis ke Rp14.453 per Dolar AS

Published

on

Finroll – Jakarta, Nilai tukar rupiah berada di level Rp14.453 per dolar AS pada Rabu (15/7) pagi. Posisi tersebut melemah 0,02 persen dibandingkan perdagangan Selasa (14/7) sore di level Rp14.450 per dolar AS.

Pagi ini, mata uang di kawasan Asia terpantau terpantau menguat terhadap dolar AS. Dolar Taiwan menguat 0,23 persen, dolar Singapura menguat 0,09 persen, won Korea Selatan menguat 0,42 persen, peso Filipina menguat 0,17 persen, dan ringgit Malaysia menguat 0,17 persen. Sementara, Yen Jepang terkoreksi 0,01 persen.

Hal yang sama juga terjadi pada mayoritas mata uang di negara maju yang terlihat perkasa terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,2 persen, dolar Kanada menguat 0,15 persen, dolar Australia menguat 0,42 persen. Namun, franc Swiss terpantau minus 0,03 persen.

Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan rupiah berpotensi melaju di zona hijau hari ini. Pasar merespons positif perkembangan penelitian vaksin virus corona.

“Perusahaan Bioteknologi AS, Moderna, melaporkan hasil pengujian vaksin yang sukses memproduksi antibodi di tubuh manusia subjek penelitian. Vaksin merupakan solusi untuk menghentikan penyebaran virus corona,” ungkap Ariston kepada CNNIndonesia.com, Rabu (15/7).

Selain vaksin, pasar juga akan memperhatikan data neraca perdagangan Indonesia periode Juni 2020. Data itu akan dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pukul 11.00 WIB.

“Pasar akan memperhatikan data neraca perdagangan Juni 2020 yang diperkirakan surplus. Hasil yang surplus bisa mendukung penguatan nilai tukar rupiah,” terang Ariston.

Untuk itu, ia optimistis rupiah terus menguat hingga sore ini. Ariston memproyeksi rupiah bergerak dalam rentang support Rp14.350 per dolar AS dan resistance Rp14.500 per dolar AS.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending