Connect with us

Business

Negara Suntik Rp. 105 T ke BUMN

Published

on


Finroll.com, Jakarta, CNBC Indonesia- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan selama 4 tahun terakhir negara telah menyuntik modal sejumlah Rp 105,5 triliun ke BUMN. Dari jumlah tersebut, paling banyak disedot oleh PLN dan Hutama Karya.

“Sekitar 50% dari dana tersebut lebih banyak terserap di dua perusahaan yaitu PLN dan Hutama Karya,” ujar Menteri Erick dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI, Senin (2/12/2019).

Ia menjabarkan selama 2015 hingga 2019, PLN menyedot Penyertaan Modal Negara (PMN) sebanyak Rp 35,1 triliun atau 33%. Sementara Hutama Karya Rp 16,1 triliuun atau 15%.

“Tentu penggunaan dana PLN itu sendiri berkaitan dengan penugasan pemerintah untuk pemerataan listrik dan HK untuk tol trans Sumatera, yang antara lain sudah diresmikan 400 Kilometer,” jelasnya.

Untuk tahun ini, kata dia, PLN butuh PMN sebanyak Rp 6,5 triliun di mana sudah dikucurkan Rp 2,5 triliun untuk pelayanan listrik masuk desa. Sementara Hutama Karya sudah disuntik Rp 10,5 triliun untuk pembangunan 7 ruas tol Sumatera.

Selain untuk BUMN, ada juga suntikan modal untuk program Mekaar (Membina Ekonomo Keluarga Sejahtera) yang tercatat sudah menjangkau 5,7 juta nasabah. (CNBC)

Iwan Hidayat Bergabung Dengan Finroll Media Group Tahun 2012

Makro Ekonomi

Erick Thohir Tunjuk Fuad Rizal Jadi Plt. Dirut Garuda

Published

on

By

FINROLL.com, Jakarta — Kementerian BUMN membenarkan menunjuk Direktur Keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Fuad Rizal menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama maskapai penerbangan pelat merah tersebut.

Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengungkapkan salah satu alasan penunjukan Fuad ialah karena yang bersangkutan tak ikut dalam penerbangan dari Prancis ke Indonesia bersama empat direksi lainnya.

“Yang pasti Pak Fuad tidak ada di penerbangan,” ucap Staff Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga, Jumat (6/12).

Seperti diketahui penerbangan dari Prancis ke Indonesia yang membawa direksi Garuda Indonesia untuk membeli sekaligus membawa pulang pesawat pesanan jenis Airbus A330-900.

Alasan lainnya, perusahaan butuh Plt direktur utama sesegera mungkin lantaran operasional perusahaan tetap harus berjalan setelah Menteri BUMN Erick Thohir memecat Ari Askhara dari jabatannya.

“Kami kan ingin operasional jalan juga, kemudian dia (Fuad) orang keuangan juga,” ujar Arya.

Menurutnya, penunjukan plt direktur utama ini dilakukan melalui rapat dewan komisaris. Hanya saja, Arya menyebut jabatan itu hanya sementara sampai menunggu jadwal rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB).

“Mengenai Plt kan hanya sampai RUPSLB. Supaya tetap berjalan dengan baik, maka keputusan diambil internal,” terang dia.

Sementara, total direksi yang ikut dalam penerbangan sebanyak empat orang. Selain Ari, ada pula Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Mohammad Iqbal, Direktur Human Capital Heri Akhyar, serta Direktur Teknik dan Layanan Iwan Joeniarto.

Arya menyatakan seluruh direksi Garuda Indonesia yang berada dalam penerbangan dari Prancis ke Indonesia sebenarnya tak mendapatkan izin dinas dari Kementerian BUMN. Maka itu, seluruh komisaris pun mengklaim empat direksi ini melanggar aturan.

“Kalau menurut komisaris ini melanggar surat edaran menteri BUMN se08/mbu/12/2015 tentang Perjalanan Dinas ke Luar Negeri bagi Direksi dan Dewan Komisaris/Dewan Pengawas BUMN,” jelas Arya.

Selain itu, pesawat yang membawa direksi Garuda Indonesia ini juga merupakan pesawat baru. Bila sesuai aturan, kata Arya, pesawat baru tidak diperkenankan membawa kargo.

Ditambah, pesawat itu langsung mendarat di hanggar milik di Garuda Maintenance Facilities (GMF) demi menghindari pemeriksaan oleh pihak bea dan cukai. Arya menyatakan hal itu bisa melanggar pidana dan perdata.

“Dari situ makanya dewan komisaris merekomendasikan ke Kementerian BUMN untuk ambil tindakan ke direksi dan staf Garuda Indonesia yang ditandatangani seluruh komisaris,” pungkas Arya.

Komisaris yang dimaksud, yakni Sahala Lumban Gaol, Chairal Tanjung, Eddy Porwanto Poo, Insmerda Lebang, dan Herbert Timbo Parluhutan Siahaan.

Sumber Berita : CNN INDONESIA

Continue Reading

Makro Ekonomi

DPR Setuju RI Setop Ekspor Gas Bumi ke Singapura pada 2023

Published

on

By

FINROLL.com. Jakarta — Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui rencana Kementerian ESDM untuk menghentikan ekspor gas bumi ke Singapura. Selanjutnya, ketersediaan gas bumi akan dialihkan untuk memenuhi kebutuhan domestik.

“Komisi VII DPR mendukung pemerintah untuk mengkaji pengalihan alokasi gas ekspor ke Singapura untuk pemenuhan kebutuhan domestik pasca berakhirnya Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) pada 2023,” kata Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto dalam rapat dengar pendapat (RDP) pada Kamis (5/12).

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi VII Falah Amru justru meminta penghentian pasokan gas bumi dilakukan lebih cepat tanpa menunggu 2023. Ia menilai industri dalam negeri masih membutuhkan pasokan gas bumi.

“Saya juga mengucap syukur kalau pasokan gas disetop ke Singapura di 2023. Kalau 2023 kelamaan kenapa tidak disetop lebih cepat atau ada alternatif lain (untuk industri dalam negeri)?” ujarnya.

Untuk diketahui, Indonesia mengalirkan gas ke Singapura dari Lapangan Suban Blok Corridor yang digarap ConocoPhillips.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengaku terdapat permasalahan selisih harga dari gas ekspor ke Singapura dibandingkan penggunaan gas untuk kebutuhan domestik.

Ia menuturkan ekspor gas bumi dihargai sebesar US$10 per MMBTU. Sedangkan jika dilepas kepada industri pupuk, harga gas bumi dipatok sebesar US$6 per MMBTU sesuai dengan ketentuan undang-undang.

“Sehingga kami perlu pikirkan apakah kami ingin gunakan gas sebagai penerimaan negara atau pupuk. Ini harus dipikirkan bersama,” ujarnya.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menambahkan besaran pengalihan gas bumi dari Singapura ke dalam negeri akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur gas bumi dan kebutuhan industri dalam negeri. Karenanya, dalam sisa waktu tiga tahun ini, ia bilang pemerintah akan mempersiapkan infrastruktur tersebut.

“Agar surplus di satu tempat bisa dialihkan ke tempat lain dan ditambah investasi industri di daerah-daerah tersebut penggunaannya,” katanya. (CNN INDONESIA)

Continue Reading

Business

Ini 5 Wajah Baru Crazy Rich RI

Published

on

By

Media internasional Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia (crazy rich) periode Desember 2019. Total aset gabungan 50 orang terkaya di Indonesia ternyata terus meningkat tahun ini. Kenaikan tersebut didorong oleh kenaikan kekayaan dari 24 orang dalam daftar 50 orang terkaya Indonesia.

Jika dilihat dari daftar 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes, setidaknya ada lima pendatang baru yang masuk dalam daftar tersebut.

Kelima taipan itu yakni Winarko Sulistyo di urutan 27 dengan kekayaan US$ 1,2 miliar atau setara dengan Rp 16,8 triliun (asumsi kurs Rp 14.000?SU$). Kekayaannya melonjak setelah menjual 45% saham produsen kertas kemasan PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) ke Siam Cement Thailand pada bulan Mei seharga US$ 557 juta.

Berikutnya ada penggemar mobil Ferrari yang juga pengusaha konstruksi Donald Sihombing (nomor 34) dengan kekayaan US$ 970 juta atau Rp 13,58 triliun.

Donald merupakan pendiri dan presiden direktur PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS), perusahaan konstruksi yang membangun hotel Four Seasons di Jakarta.

Dua pendatang lainnya, Keluarga Ciputra (nomor 25) yang mewarisi kekayaan taipan properti Ciputra senilai US$ 1,3 miliar atau Rp 18,2 triliun, setelah sepeninggalan Ciputra pada bulan November pada usia 88 tahun.

Keluarga Hamami berada di nomor 46, dengan kekayaan US$660 juta atau Rp 9,2 triliun, menggantikan almarhum Achmad Hamami, mantan pilot jet yang mendirikan Tiara Marga Trakindo yang merupakan distributor alat berat merek Caterpillar.

Terakhir, Iwan Lukminto, pengusaha tekstil kembali masuk dalam daftar Forbes di nomor 50 dengan US$ 585 juta atau Rp 8,19 triliun, setelah satu tahun absen. Iwan mewarisi perusahaan tekstil yang dibangun ayahnya, HM Lukminto, PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL).

Selain itu, pada tahun ini, total kekayaan bersih para pengusaha Indonesia naik US$ 5,6 miliar atau setara dengan Rp 78,40 triliun dari tahun sebelumnya, menjadi US$ 134,6 miliar atau Rp 1.884 triliun.

Hartono bersaudara masih menempati urutan teratas selama 11 tahun berturut-turut, dengan nilai kekayaan bersih sebesar US$ 37,3 miliar, seiring dengan naiknya harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Di tempat kedua adalah keluarga Widjaja, yang terdiri dari beberapa pewaris Grup Sinar Mas, dengan total kekayaan bersih US$ 9,6 miliar. Pendiri Grup Sinar Mas Eka Tjipta Widjaja meninggal di bulan Januari lalu. Tahun lalu, Eka Tjipta menempati peringkat ketiga dengan kekayaan sebesar US$8,6 miliar.

Taipan dengan kenaikan aset terbesar tahun ini adalah Prajogo Pangestu yang memiliki bisnis utama di bidang petrokimia dan energi.

Prajogo melonjak tujuh peringkat ke urutan ketiga dengan kekayaan bersih US $7,6 miliar, dari US $3 miliar tahun lalu. Kenaikan aset tersebut seiring dengan optimisme investor pada prospek perusahaan yang mengerek harga saham Barito Pacific.

Pengusaha lain yang kekayaannya melonjak signifikan adalah Boenjamin Setiawan (nomor 8). Nilai aset bersih pendiri Kalbe tersebut naik 36% menjadi US$4,35 miliar.

Meskipun nilai tukar rupiah dan pasar saham Indonesia masing-masing naik tipis sebesar 1,5% dan 1,6% dibanding tahun lalu, sebanyak 20 pengusaha dalam daftar Forbes mengalami penurunan nilai aset bersih, di antara mereka adalah Susilo Wonowidjojo yang kekayaannya turun $2,6 miliar dan tergelincir ke No. 4 dari No. 2.

Harga saham Gudang Garam milik Susilo turun setelah di bulan September lalu pemerintah mengumumkan akan menaikkan cukai rokok sebesar 23% tahun depan.

10 orang terkaya di Indonesia versi Forbes adalah:

1. R. Budi & Michael Hartono; US$37,3 miliar
2. Widjaja family; US$ 9,6 miliar
3. Prajogo Pangestu; US$ 7,6 miliar
4. Susilo Wonowidjojo; US$ 6,6 miliar
5. Sri Prakash Lohia; US $5,6 miliar
6. Anthoni Salim; US$5,5 miliar
7. Tahir; US$4,8 miliar
8. Boenjamin Setiawan; US$ 4,35 miliar
9. Chairul Tanjung; US$ 3,6 miliar
10. Jogi Hendra Atmadja; US$ 3 miliar

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Asco Global

Trending