Connect with us

Sepakbola

Paul Scholes Desak Manajemen Manchester United Datangkan Bruno Fernandes

Published

on


MU incar Fernandes. (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

Finroll.com, Jakarta – Legenda Manchester United, Paul Scholes, mendesak manajemen The Red Devils untuk menggelontorkan banyak uang pada bursa transfer Januari. Scholes menilai skuat Manchester United yang ada saat ini belum cukup untuk terus bersaing di papan atas.

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, telah meminta manajemen untuk mendatangkan Bruno Fernandes. Namun, hingga sekarang negosiasi belum juga menemui titik temu.

Scholes pun mendesak manajemen segera turun tangan dengan lebih aktif. Apalagi, dua laga terakhir Manchester United berakhir dengan kekalahan.

“Klub harus segera menolongnya. Saya takut dalam beberapa pekan ke depan pemain yang absen belum bisa kembali,” kata Scholes seperti dilansir Metro.

“Solskjaer sepertinya terpaku dengan pemain yang ada sekarang, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dia butuh pemain baru seperti Bruno untuk membantu tim ini secepatnya,” kata legenda Manchester United itu.

Sumber: Metro

Disadur dari: Liputan6 (Adyaksa Vidi/Thomas, published 23/1/2020)

Jadwal Premier League

Jumat, 24 Januari 2020

03.00 WIB, Wolverhampton Vs Liverpool

(bola.com)

Sepakbola

Lionel Messi Dukung Barcelona Datangkan Lautaro Martinez

Published

on

By

Striker Inter Milan, Lautaro Martinez, melepaskan tendangan ke gawang Barcelona pada laga Liga Champions di Stadion San Siro, Milan, Selasa (10/12). Inter kalah 1-2 dari Barcelona. (AFP/Miguel Medina)

Finroll.com, Jakarta – Barcelona kerap dikabarkan ingin mendatangkan penyerang Inter Milan, Lautaro Martinez, pada bursa transfer musim panas mendatang. Lionel Messi mendukung penuh rencana Barca menggaet Martinez.

Bomber berusia 22 tahun itu tampil impresif pada musim ini. Lautaro Martinez berhasil mendulang 16 gol dan empat assist dari 29 pertandingan di seluruh ajang bersama Inter Milan.

Performa penyerang asal Argentina tersebut membuat sejumlah klub Eropa tertarik memakai jasanya, mulai dari Manchester United, Manchester City, Chelsea, dan Barcelona.

Seperti dilansir Mundo Deportivo, Blaugrana serius ingin mendapatkan servis sang pemain. Selain untuk menggantikan Ousmane Dembele yang kerap dihantam cedera, Martinez disiapkan sebagai suksesor Luis Suarez yang mulai menua.

Akan tetapi, Barcelona tidak akan begitu saja mudah mendapatkan tanda tangan Lautaro Martinez. Pasalnya, klausul pelepasan Martinez di Inter Milan mencapai angka 111 juta euro (Rp 1,5 miliar).

Nilai tersebut juga membuat Los Cules berpotensi terkena sanksi Financial Fair Play. Alhasil, Barcelona bakal menawarkan uang plus pemain kepada Inter agar mau melepas Martinez.

Pemain Berkualitas

Striker Inter Milan, Lautaro Martinez, melepaskan tendangan ke gawang Barcelona pada laga Liga Champions, di Stadion Camp Nou, Rabu (24/10/2018). Barcelona menang 2-0 atas Inter Milan. (AP/Manu Fernandez)

Lionel Messi memuji Lautaro Martinez sebagai pemain berkualitas dan memiliki kemampuan mengolah bola yang lengkap. Dia pun berharap Martinez bisa bergabung ke Barcelona pada musim depan.

“Lautaro Martinez spektakuler. Dia memiliki banyak kualitas yang mengesankan. Saya bisa melihat dia akan menjadi pemain hebat, dia semakin berkembang dan menunjukkan apa yang dia mampu,” ujar Messi.

“Dia sangat kuat, mengalahkan pemain lawan dan mencetak gol. Dia bisa bertarung dengan siapa pun di dalam kotak penalti, memegang bola, dan dapat menghasilkan momen sendiri. Dia pemain berkualitas dan pemain yang sangat lengkap,” lanjut La Pulga.

“Akan luar biasa untuk semua bermain bersama. Saya berharap mereka semua bisa datang ke sini dan kami bisa berjuang untuk semuanya, termasuk Liga Champions.”

“Lautaro memiliki banyak kesamaan dengan Luis Suarez, keduanya benar-benar kuat dan menggunakan tubuh mereka dengan baik, menguasai bola. Mereka berdua juga mencetak gol. Mereka sangat mirip,” tutur Lionel Messi.(bola.com)

Sumber: SPORT

Continue Reading

Sepakbola

Lionel Messi Terkesiap Manchester City Dihukum Larangan Tampil di Liga Champions

Published

on

By

Finroll.com, Jakarta – Barcelona, Lionel Messi, mengaku terkejut Manchester City dijatuhi larangan tampil di Liga Champions. Menurut Messi, absennya The Citizens di turnamen elite antarklub Eropa tersebut bakal terasa aneh.

UEFA mengganjar Man City hukuman larangan bermain di kompetisi Eropa (Liga Champions dan Liga Europa) selama dua musim. Hal itu karena klub milik Sheikh Mansour tersebut melanggar aturan Financial Fair Play.

Manchester City melebih-lebihkan pendapatan sponsor agar bisa belanja pemain bintang secara jor-joran. Aksi penipuan itu kabarnya dilakukan The Citizens selama periode 2012 hingga 2016.

Saat ini, City berada di posisi runner-up klasemen sementara Premier League dengan nilai 54. Andai Manchester City menyudahi musim ini di urutan kedua, maka jatah tampil di Liga Champions bakal diberikan kepada klub di peringkat kelima.

Bukan hanya larangan berlaga di turnamen Eropa, Manchester City juga dijatuhi denda 30 juta euro (Rp 445 miliar), dan kemungkinan besar bakal mendapat sanksi tambahan berupa pengurangan poin.

Hukuman tersebut diyakini bakal berdampak besar untuk Man City. Pasalnya, sejumlah pemain bintang Manchester City kerap dikabarkan bakal hengkang ke klub lain, beberapa di antaranya adalah Sergio Aguero, Leroy Sane, dan Raheem Sterling.

Lionel Messi Terkesiap

Gelandang Barcelona, Lionel Messi, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Granada pada laga La Liga di Stadion Camp Nou, Barcelona, Minggu (19/1). Barcelona menang 1-0 atas Granada. (AFP/Lluis Gene)

Hukuman yang diterima Manchester City membuat Lionel Messi terkejut. Kapten Timnas Argentina itu mengaku tak menduga klub asuhan Pep Guardiola tersebut mendapat hukuman yang cukup berat dari UEFA.

“Hukuman ini mengejutkan, karena tidak ada yang menduga hal seperti itu bisa terjadi, begitu kuat. Paris Saint-Germain membayar denda atau saya tidak tahu bagaimana kelanjutan permasalahannya,” ujar Messi.

“Jika pada akhirnya City tidak bermain di Liga Champions seperti yang telah ditetapkan, dengan para pemain, klub, dan uang yang dihabiskannya, itu akan terasa aneh,” lanjutnya.

“Jika City tidak lolos ke Liga Champions, ada banyak pemain yang mungkin mencari jalan keluar, atau mungkin tidak. Liga Champions sangat menarik, sehingga dua tahun tanpa bermain itu bisa kacau,” tutur La Pulga.(bola.com)

Sumber: Sportskeeda

Continue Reading

Sepakbola

Musim Depan, Serie A Akan Terapkan Sistem VAR Seperti pada Piala Dunia 2018

Published

on

By

Wasit Nestor Pitana memeriksa VAR pada laga Copa America 2019 antara Brasil dan Bolivia. (AFP/Pedro Ugarte)

Finroll.com, Jakarta – Serie A musim 2020-2021 tetap akan menggunakan teknologi VAR. Bedanya, penerapan sistemnya mundur dua tahun, yakni sama seperti Piala Dunia 2018.

FIGC, PSSI-nya Italia, bersama AIA mengonfirmasi bahwa Serie A akan menerapkan ruangan VAR yang terpusat. Nantinya akan ada satu booth VAR, antara di dalam atau di luar stadion.

Ruangan VAR terpusat akan diletakkan di Coverciano, markas latihan Timnas Italia, tempat di mana Gli Azzurri menyiapkan laga internasional, pelatih-pelatih mendapatkan lisensi, dan wasit menjalani kursus.

Sejauh ini memang ruangan tersebut sudah ada untuk membantu wasit mengoperasikan VAR, tapi musim depan, semua itu akan terpusat.

Wasit Serie A tetap akan bisa menyimak setiap insiden yang berpotensi membuat wasit keliru mengeluarkan keputusan lewat booth, tetapi pada praktiknya, mereka akan berkomunikasi melalui VAR Hub.

Sering Menuai Kontroversi

Wasit Jerman, Deniz Aytekin, mengecek layar VAR (Video Assistant Referee) pada laga persahabatan antara Inggris versus Italia di London, 27 Maret 2018. (AFP/Ian Kington)

Kompetisi sepakbola di Eropa kini sudah mulai menggunakan Video Assistant Referee (VAR). Ini adalah asisten wasit sepakbola yang bertugas meninjau keputusan wasit kepala dengan melihat rekaman video instan

Seperti diketahui, VAR sudah banyak digunakan di berbagai kompetisi. Di Serie A dan La Liga, teknologi itu sudah diterapkan. Demikian juga di Bundesliga serta di Liga Champions.

Kini, alat ini telah menjadi pokok pembicaraan sepanjang musim 2019-20 di Liga Premier. Pasalnya, hampir setiap gameweek menampilkan setidaknya satu atau dua putusan kontroversial dari VAR. Dan, ini terkadang membuat pendukung klub kecewa dan marah.

Terkait dengan itu, pejabat Liga Premier yang sekarang lebih akrab dengan sistem – mungkin saatnya untuk berpikir ulang lagi. Sejak awal 2020, semakin banyak keputusan VAR yang dipertanyakan, beberapa bahkan lebih membingungkan daripada yang terburuk di 2019.(bola.com)

Sumber: Football Italia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending