Connect with us

Business

Pekerja informal merana karena virus corona

Published

on


Finroll – Jakarta, Achmad Syarif hanya bisa pasrah meratapi nasib periuk nasinya. Maklum, setelah virus corona (covid-19) mewabah di dalam negeri, kerjaannya menjadi seret.

Arie, sapaan akrabnya, merupakan personal trainer yang biasa mencari nafkah melatih orang-orang di pusat kebugaran. Setelah virus corona mewabah, ia tak bisa lagi menjalankan pekerjaannya secara normal sehari-hari.

Kebijakan pemerintah untuk menutup beberapa bisnis, termasuk pusat kebugaran demi meminimalisir penyebaran wabah tersebut telah memberikan pukulan telah bagi pendapatan Arief sebagai personal trainer. Tidak tanggung-tanggung, karena kebijakan tersebut pendapatannya terjun bebas sampai dengan 60 persen.

“Sangat terpukul, terutama pendapatan saya mungkin sekitar 60 persen sudah turun. Karena gym (pusat kebugaran) tutup, otomatis pendapatan dari klien-klien saya itu hilang semua,” katanya saat dihubungi CNNIndonesia.com Jumat (27/3).

Arief menjelaskan semenjak tempat kerjanya tutup, ia hanya menggantungkan penghasilannya pada klien-klien yang berminat untuk dilatihnya secara langsung di rumah. Akan tetapi, jumlah klien tersebut sangat sedikit dibandingkan jumlah yang biasa ditangani Arief pada kondisi normal.

“Sekarang saya latih home to home bagi yang minat. Tapi itu pun sedikit sekali, dulu saya bisa dapat 11 orang, termasuk kelas-kelas di gym. Kalau sekarang paling banyak 4 orang,” ungkap pria berumur 39 tahun itu.

Permasalahan Arief tak terhenti disitu. Arief menyebut dirinya kini merasa semakin was-was lantaran jumlah kliennya semakin berkurang. Ia mengatakan, beberapa kliennya memutuskan membatalkan sesi latihan di rumah karena semakin waspada terhadap ancaman virus corona.

“Udah gitu semakin lama juga klien turun, Kemarin saja hanya dua orang. Saya hanya bisa pasrah sekarang,” jelasnya.

Ia menyebut penghasilannya untuk dua kliennya saat ini hanya dapat menghasilkan Rp400 ribu per sesi latihan. Dengan penghasilan tersebut, Pria jangkung berkulit putih itu merasa bingung mencari cara untuk mencari tambahan guna memenuhi kebutuhan keluarga serta membayar cicilan rumahnya yang masih berjalan.

“Pusing banget sekarang, saya udah enggak tahu bulan depan bagaimana caranya. Apalagi anak sudah mau kuliah.Cicilan rumah 14 tahun juga masih jalan,” jelasnya.

Segendang sepenarian dengan Arief, Annesyifa Khairunnisa juga mengalami nasib serupa. Anne yang merupakan seorang guru les di suatu lembaga kursus mengaku penghasilannya anjlok akibat virus corona.

Ia menyebut, penutupan sekolah-sekolah membuat beberapa lembaga kursus, termasuk tempatnya mengajar terpaksa menghentikan aktivitas selama virus corona mewabah di tanah Air.

“Selama virus corona ini saya sangat rugi, soalnya karena saya ini guru les gak tetap, jadi kalau tidak ada kelas, ya tidak ada yang masuk (pendapatan),” ungkapnya.

Annes sebenarnya tak mau menerima nasib. Ia berusaha mencari penghasilan tambahan dengan membuka tawaran les privat kepada beberapa murid-murid serta kerabatnya setelah aktivitas sekolah dihentikan.

Namun, ia mengaku tak ada satu pun murid yang berminat untuk mengambil les tersebut. “Saya sempat nawarin untuk les privat, tapi orang tua murid gak ada yang mau, karena takut corona juga,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, ibu tiga anak itu kini hanya bergantung pada penghasilan suaminya yang merupakan seorang pegawai swasta untuk membayar kebutuhan, dan kontrakan tempat tinggal keluarganya.

Ia mengaku pesimis gaji suaminya yang sebesar Rp4 juta rupiah dapat memenuhi seluruh kebutuhan rumah tangganya ke depan. Tak menyerah mencari pekerjaan, Anne akhirnya berencana untuk membantu suaminya dengan menjadi reseller dari toko baju online .

“Rencananya saya mau mencoba bantu jualan baju-baju online, jadi reseller,” tutur wanita berumur 36 tahun itu.

Anne berharap pemerintah segera turun tangan mengatasi masalah yang ia hadapi tersebut. Uluran tangan ia minta diberikan pemerintah dengan membantu para masyarakat yang terkena dampak besar dari virus corona, terutama pekerja informal seperti dirinya.

Ia merasa, kesejahteraan rakyat terutama seluruh pekerja menjadi tanggung jawab pemerintah di tengah wabah virus corona. “Kalau begini terus bisa kacau, mungkin makin banyak dari kami yang nganggur. Harapannya saya, pemerintah bisa bantu kami semua, untuk semakin cepat tangani virus corona, karena kondisi saat ini sangat sulit bagi kami,” pungkasnya.

 

Sumber : CNN Indonesia

Business

Tahun Ini Pemerintah Taksir Kebutuhan Garam 4,5 Juta Ton

Published

on

Finroll – Jakarta, Pemerintah menengarai kebutuhan garam terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun ini, kebutuhan garam diperkirakan mencapai 4,5 juta ton atau lebih tinggi dari tahun lalu di kisaran 3 juta ton.

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Maritim dan Investasi Safri Burhanuddin mengungkapkan Indonesia sebenarnya telah mencapai swasembada garam karena sudah bisa memproduksi hingga 3,5 juta ton garam, tapi kebutuhan komoditas tersebut terus meningkat.

Menurut Safri, peningkatan kebutuhan garam sejalan dengan terus meningkatnya kebutuhan industri.

Untuk itu, upaya untuk meningkatkan produksi garam juga terus dilakukan. Dengan luas lahan yang meningkat hampir 30 ribu hektare lebih, ia mengatakan pemerintah juga terus mendorong intensifikasi lahan garam.

Pemerintah juga telah meminta PT Garam (Persero) untuk mendorong metode pergaraman yang lebih modern sehingga produktivitas bisa meningkat.

“Kami sudah sampaikan ke PT Garam, umur mereka sudah lebih dari 75 tahun, kami minta pergaraman tidak lagi dilakukan secara tradisional,” ujar Safri seperti dikutip dari Antara, Minggu (31/5).

Ia mengungkapkan, dengan proses tradisional hasilnya 50-60 ton per ha per tahun. Kalau intensif, bisa 100-150 ton per ha.

“Kalau punya 30 ribu ha, dengan produksi 100-150 ton, seharusnya kita bisa swasembada,” jelasnya.

Lebih lanjut, meski kebutuhannya cukup tinggi, pemerintah tetap memasang target produksi di kisaran 3,5 juta ton hingga 4 juta ton tahun ini.

Pemerintah juga terus berupaya untuk menekan impor garam dengan mendorong produksi tanpa lahan garam seperti dengan metode memanfaatkan PLTU batu bara di Cilegon, Banten.

“Semua cara mengurangi impor, bagaimana mengurangi seoptimal mungkin, kami lakukan,” pungkasnya.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Makro Ekonomi

Mulai Agustus Pemerintah Targetkan Pungut Pajak Netflix dkk

Published

on

Finroll – Jakarta, Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) akan efektif memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) mulai Agustus bagi perusahaan jasa dan produk layanan digital di luar negeri yang berbisnis di Indonesia seperti Netflix, Spotify, hingga Zoom.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Kemenkeu Hestu Yoga Saksama mengatakan saat ini aturan pungutan pajak tengah dipersiapkan. Aturan itu ditargetkan terbit pada 1 Juli 2020.

Setelah itu, sambungnya, DJP akan menetapkan soal kriteria pelaku usaha yang wajib menjadi pemungut PPN produk digital. Begitu pula dengan daftar pelaku usaha yang ditunjuk menjadi pemungut.

“Pemungutan PPN paling cepat akan dimulai pada bulan Agustus, sehingga diharapkan memberi cukup waktu agar dapat mempersiapkan sistem pemungutan, pembayaran, dan pelaporan yang mudah, sederhana, dan efisien,” ucap Hestu dalam keterangan tertulis, Minggu (31/5).

Hestu menekankan bila aturan sudah berlaku maka produk digital seperti langganan streaming musik, streaming film, aplikasi dan gim digital, serta jasa online dari luar negeri akan dikenai pajak. Hal ini serupa dengan berbagai produk digital di dalam negeri yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari.

Pungutan pajak, kata Hestu, akan dikenakan kepada penjual berupa pedagang atau penyedia jasa luar negeri, baik secara langsung maupun melalui platform marketplace. Bersamaan dengan aturan ini, pemerintah pun sudah melancarkan program sosialisasi kepada beberapa pihak terkait.

Teranyar, DJP menggelar sosialisasi kepada 290 perwakilan usaha dan konsultan pajak dari beberapa negara secara virtual. Mulai dari Amerika Serikat, Australia, China, Hong Kong, India, Inggris, Jepang, Singapura, Swedia, hingga Thailand.

Misalnya, American Chamber of Commerce in Indonesia, European Business Chamber of Commerce in Indonesia, dan US-Asean Business Council. Harapannya, aturan ini bisa diterima dan cepat diimplementasikan.

Selain itu, aturan ini juga bermaksud untuk melahirkan kesamaan perlakuan bagi seluruh pelaku usaha di Indonesia. Di sisi lain, kebijakan ini bisa menopang penerimaan pajak negara ke depan.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Makro Ekonomi

Bank Dunia Kucurkan Utang Rp3,6 T ke Indonesia Lawan Corona

Published

on

By

Bank Dunia menyetujui pinjaman tanggap darurat ke Indonesia senilai US$250 juta atau sekitar Rp3,67 triliun untuk penanganan corona.

Dalam rilisnya, lembaga multilateral itu menyatakan pendanaan akan digunakan untuk mengurangi risiko penyebaran, meningkatkan kapasitas deteksi dan respons atas pandemi tersebut.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan Pemerintah Indonesia menggunakan pelbagai cara untuk mengurangi dampak corona di sektor kesehatan, sosial dan ekonomi.

Dia menuturkan pihaknya berkomitmen untuk memperkuat kapasitas pencegahan, pengujian, perawatan serta sistem informasi terkait corona.

Selain itu, Indonesia juga mendapatkan dukungan pendanaan paralel dari Islamic Development Bank sebesar US$200 juta.

“Kami juga menyambut baik upaya mitra pembangunan dalam memberikan dukungan pendanaan yang terkoordinasi serta kerja sama Bank Dunia dengan Asian Infrastructure Investment Bank dan Islamic Development Bank untuk program ini,” kata Sri Mulyani, dalam keterangannya, Jumat (29/5).

Pendanaan itu akan difokuskan untuk memperkuat aspek-aspek utama tanggap darurat Indonesia terhadap pandemi Covid-19. Hal itu terkait dengan fasilitas rujukan Covid-19 di bawah Kementerian Kesehatan, meningkatkan persediaan APD, memperkuat jaringan laboratorium dan sistem pengawasan, serta mendukung pengembangan dan penggunaan protokol untuk memastikan layanan yang berkualitas.

Bank Dunia menyatakan program itu akan mencakup di seluruh Indonesia, di antaranya untuk pasien yang mengunjungi rumah sakit, khususnya penduduk rentan dan berisiko tinggi seperti orang tua dan mereka yang memiliki kondisi kronis serta para tenaga kesehatan.

Satu Kahkonen, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, menuturkan upaya dukungan itu merupakan sebuah kehormatan bagi pihaknya membantu Pemerintah Indonesia.

“Merupakan sebuah kehormatan bagi kami untuk mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam menghadapi COVID-19 dan mengurangi dampak pandemik ini pada sektor kesehatan, ekonomi dan sosial,” kata Kahkonen.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan pinjaman dari Bank Dunia di antaranya akan digunakan untuk sejumlah hal.

Selain untuk peningkatan kapasitas kesehatan, kementerian itu juga menyatakan dana tersebut digunakan untuk memperluas ukuran, jangkauan, produk keuangan, dan memobilisasi tabungan jangka panjang.

Caranya, dengan meningkatkan ketersediaan dana dan akses bagi masyarakat dan perusahaan. (CNNIndonesia)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending