Connect with us

Sepakbola

Pelatih Timnas Inggris: Mencoret Raheem Sterling adalah Keputusan Tepat

Published

on


Finroll.com — Pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate menganggap keputusannya mencoret Raheem Sterling adalah langkah tepat meski menurutnya sulit untuk membat keputusan tersebut.

Keputusan ini diambil setelah Raheem Sterling terlibat percekcokan dengan Joe Gomez di area kantin St Goerge’s Park. Awalnya para skuat The Three Lions mengira mereka sedang bercanda.

Sterling dikabarkan mencekik leher Gomez. Awalnya, para pemain lainnya mengira kedua pemain hanya bercanda, sampai kejadian tersebut menjadi sangat intens.

Satu di antara pemain Timnas Inggris bahkan sampai harus melompati meja untuk mengakhiri perseteruan meraka. Melihat hal ini, Southgate kesal dan harus melakukan tindakan lebih lanjut.

Southgate memutuskan untuk mencoret Sterling pada pertandingan Kualifikasi Euro 2020 kontra Montenegro. Ia merasa itu adalah keputusan yang perlu dan tepat.

“Saya harus membuat keputusan. Prioritas saya adalah memastikan mental dan fisik pemain dalam kondisi terbaik. Tidak memasukkan nama Raheem Sterling adalah keputusan saya, dan itu adalah keputusan terbaik,” kata Southgate.

“Mohon maaf, saya tidak berhak untuk menjelaskan detail insiden tersebut. Sudah banyak gosip yang bertebaran di sana. Yang penting semua orang sudah move on.”

“Pada akhirnya, saya harus membuat keputusan. Ini tidak mudah, saya harus sebijak mungkin kepada anak-anak. Mungkin saya tidak selalu benar, tapi saya adalah manajernya. Raheem Sterling adalah pemain penting buat saya, tapi saya merasa saya telah melakukan keputusan tepat,” tambah Southgate.

Permintaan Maaf Raheem Sterling

Menyadari kesalahan yang dibuatnya, Raheem Sterling pun menuliskan permintaan maaf di akun media sosialnya.

“Pertama dan terpenting semua orang tahu apa arti permainan itu bagi saya. Semua orang tahu saya cenderung tidak seperti itu,” tulis Sterling.

“Baik Joe dan aku sudah bicara dan memikirkan semuanya dan melupakannya. Kami berada dalam olahraga di mana emosi berjalan tinggi dan saya cukup jantan mengakui emosi berhasil membutakan saya.”

“Kami bergerak maju, inilah mengapa kami memainkan olahraga ini karena kecintaan kami. Saya dan @JoeGomez5, kami berdua mengerti itu adalah 5-10 detik untuk bergerak maju dan tidak memperbesar masalah itu.”

“Mari kita fokus pada permainan kita pada hari Kamis.”

Advertisement

Sepakbola

Gabriel Martinelli Jadi Bomber Baru, Arsenal Tidak Akan Beri Tekanan Berlebihan

Published

on

By

Pemain Arsenal Gabriel Martinelli (kiri) merayakan golnya ke gawang Sheffield United bersama rekan setimnya Nicolas Pepe pada pertandingan Liga Inggris di Emirates Stadium, London, Inggris, Sabtu (18/1/2020). (Adam Davy/PA via AP)

Finroll.com, Jakarta – Manajer Arsenal, Mikel Arteta, tidak mau memberi tekanan berlebihan kepada Gabriel Martinelli. Ia ingin sang bomber muda fokus kepada perkembangannya sebagai pemain.

Arsenal menahan imbang tuan rumah Chelsea dengan skor 2-2 pada lanjutan pertandingan Premier League di Stamford Bridge, Rabu (22/1/2020) dini hari WIB. Martinelli menyumbang satu gol untuk The Gunners dalam laga tersebut.

Gol tersebut menjadi yang ke-10 dicetak oleh Martinelli bersama Arsenal musim ini. Ia jadi remaja pertama di Arsenal yang mencatatkan hal tersebut setelah Nicolas Anelka.

Berkat kegemilangan bersama Arsenal, Martinelli mendapatkan banyak pujian. Namun, Arteta berharap pemain berusia 18 tahun itu tidak besar kepala.

Komentar Arteta

(AFP/Daniel Leal-Olivas)

“Saya ingin berbicara mengenai potensi, lebih dari apa yang terjadi saat ini, karena baginya masih ada jalan panjang. Saya ingin Martinelli berlatih dengan kepala tertunduk setiap hari dan perlahan dia akan mulai mendapatkan pujian jika melakukan apa yang perlu dia lakukan setiap hari. Namun, ini bukan tentang satu atau dua hari,” kata Arteta di Soccerway.

“Cara Martinelli bersaing dan betapa beraninya dia dalam setiap keputusan di lapangan itu sangat tidak biasa bagi anak berusia 18 tahun. Kami harus mendukung sekaligus melindunginya. Kami tidak bisa hanya memberinya lisensi untuk berpikir dia bisa melakukan itu setiap hari dan menempatkan dirinya di bawah tekanan.”

“Ini benar-benar kebalikannya. Dia perlu bermain dengan kebebasan itu, di mana dia memiliki lisensi untuk melakukan apa yang dia ingin lakukan di lapangan,” Arteta menambahkan.

Arsenal kini berada di posisi 10 klasemen Premier League. The Gunners mengoleksi 30 poin dari 24 pertandingan.

Sumber: Soccerway

Disadur dari: Liputan6 (Jonathan Pandapotan Purba/Defri Saefullah, published 26/1/2020)

Continue Reading

Sepakbola

Menang Besar Vs Tranmere, Manchester United Pecahkan Rekor Berusia 125 Tahun

Published

on

By

Selebrasi bek MU, Phil Jones (kedua dari kanan) usai mencetak gol ke gawang Tranmere. (Twitter MU)

Finroll.com, Jakarta – Manchester United pesta gol ke gawang tim kasta ketiga kompetisi sepak bola Inggris, League One, Tranmere Rovers. Bermain di Prenton Park, Minggu (26/1/2020) malam WIB, The Red Devils menang enam gol tanpa balas.

Gol-gol Manchester United dicetak oleh Harry Maguire, Diogo Dalot, Jesse Lingard, Phil Jones, Anthony Martial, dan Mason Greenwood.

Selain menang dengan skor besar, The Red Devils juga memecahkan rekor mencetak enam gol dengan pemain yang berbeda setelah 125 tahun. Saat itu, mereka memiliki enam pencetak gol yang berbeda pada kemenangan 10-1 atas Wolverhampton Wanderers, Oktober 1892.

Pemain yang mencetak gol saat itu yakni William Stewart, Alfred Farman, Robert Donaldson, Adam Carson, William Hood, dan James Hendry.

Ini juga menjadi kemenangan dengan enam gol atau lebih pertama Manchester United setelah Agustus 2011. Saat itu Setan Merah membantai Arsenal 8-2 di Old Trafford. Namun, pada laga tersebut, gol-gol The Red Devils hanya dicetak lima orang.

Solskjaer Sangat Emosional

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer. (Paul Ellis/AFP)

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, begitu emosinal setelah tim asuhannya menang dengan skor besar. Kemenangan tersebut juga menjadi sindiran untuk fans yang ingin melihat Setan Merah kalah.

Sepanjang pertandingan Solskjaer mendengar nyanyian suporter untuk mengejek keluarga Glazer sebagai pemilik Manchester United. Mereka juga menyindir wakil ketua eksekutif, Ed Woodward, yang dianggap sebagai biang hancurnya dominasi Setan Merah dalam beberapa tahun terakhir.

“Buat kami sekarang yang terpenting adalah bekerja keras dan melakukan semuanya bersama-sama. Kami harus terus meraih kemenangan agar pemain kembali mendapat kepercayaan,” kata Solskjaer.

“Anda bisa lihat, semua orang ingin Manchester United kalah, tapi itu tak mengganggu kami,” ujarnya.

Sumber: The Sun

Continue Reading

Sepakbola

Liverpool Ogah Turunkan Tim Utama pada Laga Ulang Piala FA, Alasan Klopp Menohok

Published

on

By

Pelatih Liverpool Jurgen Klopp (tengah) melambaikan tangan kepada para suporter ketika mereka merayakan kemenangan atas Leicester City pada pertandingan Liga Inggris di King Power Stadium, Leicester, Inggris, Kamis (26/12/2019). Liverpool menang 4-0. (Oli SCARFF/AFP)

Finroll.com, Jakarta – Liverpool ditahan 2-2 oleh Shrewsbury pada babak keempat Piala FA, Senin (27/1/2020) dini hari WIB. Hasil tersebut memaksa The Reds memainkan laga ulangan di Anfield pada 4 atau 5 Februari 2020.

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, ogah memainkan skuat utama pada laga ulangan tersebut. Ia mengatakan akan memainkan skuat U-23.

“Kami tidak akan berada di sana dan itu akan menjadi laga pemain muda. Saya tahu itu tidak terlalu populer,” kata Klopp dikutip The Sun.

“Premier League meminta kami untuk menghormati liburan musim dingin dan itulah yang akan kami lakukan. Kami harus menghormati kesejahteaan para pemain,” imbuhnya.

“Mereka butuh istirahat, istirahat mental dan istirahat fisik,” lanjut Klopp. “Tentang liburan musim dingin, Kami terpaksa membuat keputusan ini sebelumnya karena pemain memiliki keluarga,” tutur manajer Liverpool itu.

Sebelum pertandingan melawan Shrewsbury, Liverpool akan memainkan dua laga terlebih dahulu. Mereka akan bertamu ke Markas West Ham pada 30 Januari dan menjamu Southampton di Anfield, 1 Februari 2020.

Bukan Kali Pertama

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, memeluk para pemain nya usai melawan Wolverhampton Wanderers pada laga Premier League di Stadion Molineux, Kamis (23/01/2020). Liverpool menang dengan skor 2-1. (AP/Rui Vieira)

Jurgen Klopp akan menyerahkan kendali kepada manajer U-23 Liverpool, Neil Critchley, untuk laga ulangan. Ini bukan kali pertama manajer berpaspor Jerman itu melimpahkan kekuasaannya.

Critchley pernah menjalankan tugas tersebut pada perempat final Carabao Cup. Saat itu muda Liverpool babak belur dihajar Aston Villa 0-5.

Sementara tim utama Liverpool berada di Qatar untuk Piala Dunia Antarklub. Hasilnya Liverpool menjadi jawara pada ajang tersebut.

Sumber: The Sun

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending