Connect with us

Sepakbola

Peluang Liverpool Tersingkir dari Champions League Sangat Besar

Published

on


Pemain Liverpool Mohamed Salah (tengah) merayakan golnya ke gawang Red Bull Salzburg bersama Sadio Mane (kanan) dan Roberto Firmino (kiri) pada lanjutan Liga Champions di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Rabu (2/10/2019). The Reds menang tipis 4-3 atas Salzburg. (AP Photo/Jon Super)

Finroll.com, Jakarta – Kekalahan pada laga tandang kontra Red Bull Salzburg Rabu (11/12/2019) dini hari nanti bisa berakibat fatal buat Liverpool. Tersingkir dari Champions League adalah ancaman nyata.

Liverpool memang berjaya di ajang Premier League. Akan tetapi, di panggung Champions League, posisi mereka sangat rentan.

The Reds sebetulnya memimpin klasemen sementara Champions League Grup E berkat tiga kemenangan, satu kekalahan, dan satu hasil imbang. Kendati demikian, Napoli dan Salzburg masih berpeluang besar untuk menggeser Liverpool.

Salzburg yang akan menjadi lawan Liverpool mengoleksi tujuh poin dengan agresivitas gol +5. Dibandingkan dengan Liverpool yang memiliki agresivitas gol +3, kemenangan 1-0 saja sudah cukup buat wakil Austria tersebut menyingkirkan Mohamed Salah dkk.

Itu terjadi Napoli sanggup meraih minimal imbang pada laga lainnya. Persoalannya buat Liverpool, Napoli hanya menghadapi Genk, tim terbawah Grup E dengan satu poin. Artinya, di atas kertas Napoli seharusnya bisa dengan mudah meraih kemenangan.

Oleh karena itu, Liverpool wajib terhindar dari kekalahan saat bertamu ke Red Bull Arena. Minimal, anak asuh Jurgen Klopp itu sanggup meraih satu poin untuk lolos ke 16 besar Champions League.

Situasi Berat Buat Liverpool

Pemain Liverpool Sadio Mane (kanan) mencetak gol ke gawang Red Bull Salzburg pada lanjutan Liga Champions di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Rabu (2/10/2019). The Reds menang tipis 4-3 atas Salzburg. (AP Photo/Jon Super)

Liverpool menelan kekalahan pada laga perdana kontra Napoli. Setelah itu, tiga kemenangan dan satu kali imbang berhasil diraih.

Hanya saja, Napoli dan Salzburg juga meraih hasil yang bagus sehingga kondisinya tidak membuat Liverpool bisa bernapas lega. Kini, kemenangan dan harga diri dipertaruhkan.

Jika tersingkir dari Champions League, Liverpool masih bisa bertarung di pentas Europa League. Hanya saja, ini bukan satu hal yang bagus buat juara bertahan.

Gagal melaju ke babak 16 besar bakal menobatkan Liverpool sebagai juara bertahan pertama yang tersingkir di babak grup sejak musim 2012-2013. Saat itu, Chelsea yang gagal.(bola.com)

 

Sepakbola

Kalah dari Burnley, Solskjaer Ingin Manchester United Sibuk di Bursa Transfer

Published

on

By

Bek Manchester United, Aaron Wan-Bissaka (kiri) gagal melakukan tendangan dari titik penalti ke gawang Burnley dalam pertandingan pekan ke-24 kompetisi Liga Inggris 2019-2020 di Old Trafford, Rabu (23/1/2020). MU tidak berdaya di kandang sendiri usai takluk 0-2 dari Burnley. (Paul ELLIS/AFP)

Finroll.com, Jakarta – Manchester United menelan pil pahit di markas sendiri setelah takluk 0-2 dari Burnley dalam laga pekan ke-24 Premier League, Kamis (23/1/2020) dini hari WIB. Setelah kekalahan tersebut, desakan untuk membeli pemain baru untuk kembali mengemuka.

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, menegaskan timnya berusaha keras memperbaiki tim demi sisa musim ini.

“Bursa transfer selalu menjadi pembicaraan dalam momen seperti saat ini,” kata Solskjaer seperti dilansir Sportskeeda.

“Kami telah memulai itu. Sekarang adalah bursa transfer dan saya akan menjawab pertanyaan terkait hal itu sampai bursa ditutup. Kami sedang bekerja keras,” ujar Solskjaer menambahkan.

Manchester United sebetulnya tampil menyerang saat menghadapi Burnley, terutama pada awal babak pertama. Beberapa peluang pun dipetik anak asuh Ole gunnar Solskjaer.

Namun, nasib baik tampaknya belum menaungi Setan Merah. Alih-alih mencetak gol, gawang David de Gea justru harus kebobolan pada menit ke-39.

Chris Wood menyambut bola dengan tendangan kaki kiri yang keras hasil umpan Ben Mee untuk membuat MU tertinggal 0-1. Gol tersebut bertahan hingga turun minum.

Tertinggal 0-1, Manchester United mencoba lebih agresif di babak kedua. Sayangnya, gawang mereka kembali kebobolan.

Kombinasi umpan satu-dua mengecoh pemain belakang Manchester United, hingga akhirnya Jay Rodriguez menembak bola ke gawang tim tuan rumah yang dikawal De Gea untuk mengubah skor menjadi 0-2.

Belum Berubah

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer bersama timnya, Daniel James, Phil Jones dan Aaron Wan-Bissaka meninggalkan lapangan setelah laga lanjutan Liga Inggris kontra Burnley di Old Trafford, Rabu (23/1/2020). MU tidak berdaya di kandang sendiri usai takluk 0-2 dari Burnley. (Paul ELLIS/AFP)

Terkait jalannya pertandingan, Solskjaer mengatakan Manchester United belum berkembang sejak kekalahan pertama laga kandang pada musim ini. Ia pun tak segan menyebut penampilan timnya kurang bagus.

“Ini adalah kekalahan kedua kami di kandang dan yang pertama sejak Agustus. Saya pikir kami telah berubah untuk dapat memenangkan pertandingan seperti ini. Tapi, ternyata belum,” kata Solskjaer.

“Hari ini, permainan tidak bagus untuk Manchester United,” ujarnya mengakhiri.

Sumber: Sportskeeda

Disadur dari: Liputan6 (Luthfie Febrianto/Adyaksa Vidi, published 23/1/2020)

Continue Reading

Sepakbola

Legenda Manchester United Kagumi Kebijakan Transfer Liverpool, Dinilai Inspiratif

Published

on

By

Striker Liverpool, Sadio Mane (kiri) berselebrasi dengan Virgil van Dijk (tengah) dan Jordan Henderson pada laga kontra Wolverhampton Wanderers, Minggu (29/12/2019). (AFP/Paul Ellis)

Finroll.com, Jakarta – Mantan bek tangguh Manchester United, Rio Ferdinand, mengkritik kebijakan transfer Setan Merah yang dinilai gagal total. Bahkan, Ferdinand malah memuji manuver transfer Liverpool yang menurutnya brilian.

Kritikan Ferdinand dilontarkan setelah Manchester United kalah memalukan 0-2 dari Burnley di Old Trafford pada lanjutan Premier League, Kamis (23/1/2020) dini hari WIB.

Menurut Ferdinand, transfer Manchester United yang dalam beberapa tahun terakhir menghabiskan 600 juta pounds tapi tidak berefek positif di lapangan. Selain sulit bersaing dalam perburuan gelar Premier League, Manchester United juga gagal membangun skuat tangguh untuk masa mendatang.

Ferdinand menilai manuver transfer MU kalah jauh dari Liverpool yang kini menempati puncak klasemen Premier League. The Reds bahkan unggul 20 poin atas Manchester United.

“Lihat lah Liverpool dan mereka yang menginspirasi setiap tim saat ini,” kata Ferdinand, seperti dilansir Manchester Evening News.

“Klub tersebut tidak membeli pemain karena mereka merupakan yang terbaik di posisi tertentu. Mereka membeli pemain yang cocok dalam sistem tim dan jelas tetap berada dalam sistem itu dalam beberapa tahun,” imbuh Rio Ferdinand, yang dulu menjadi bek tangguh Manchester United bersama Nemanja Vidic.

Cari Solusi Jangka Panjang

Alexis Sanchez (AP)

Ferdinand mengatakan Liverpool tidak mencari solusi jangka pendek ketika membeli pemain. The Reds lebih memikirkan solusi jangka panjang.

Kebijakan itu kontras dengan Setan Merah, yang dinilai Ferdinand kerap berorientasi dengan solusi jangka pendek.

“Mereka bukan mencari solusi cepat, tapi mereka mencari solusi untuk jangka panjang. Tapi, di Manchester United malah mencari sebaliknya dan Alexis Sanchez contoh yang tepat. Mereka berusaha memecahkan masalah dengan cepat, tapi tidak bekerja dengan baik,” sergah Rio Ferdinand. (bola.com)

Sumber: Manchester Evening News

Continue Reading

Sepakbola

Jadwal 4 Pertandingan Liverpool dalam 10 Hari ke Depan

Published

on

By

Duo pemain Liverpool, Trent Alexander-Arnold (kanan) dan Xherdan Shaqiri, berselebrasi setelah mengalahkan Barcelona pada leg kedua semifinal Liga Champions, di Stadion Anfield, Rabu (8/5/2019). (AFP/Paul Ellis)

Finroll.com, Jakarta – Liverpool belum terkalahkan di Premier League musim ini. Namun, tim asuhan Jurgen Klopp tersebut harus waspada. Dalam 10 hari ke depan, Liverpool harus menjalani empat pertandingan, tiga laga Premier League dan satu laga di Piala FA.

Padatnya jadwal yang harus dijalani Liverpool dalam 10 hari ini akan menjadi ancaman bagi kesuksesan Liverpool yang belum terkalahkan di Premier League musim ini.

Namun, bukan tidak mungkin juga, Liverpool yang menyapu bersih kemenangan dalam delapan laga terakhirnya, dan 13 laga terakhir khusus Premier League, masih bisa melanjutkan tren positif yang luar biasa itu.

Sayangnya, tiga laga pertama dari empat pertandingan yang dijalani Liverpool pada 10 hari ke depan ini merupakan laga tandang, mulai dari bertamu ke markas Wolverhampton Wanderers pada Jumat (24/1/2020) dini hari WIB, bertandang ke markas Shrewsbury Town di Piala FA, serta ke London untuk menghadapi West Ham United.

Laga kandang kontra Southampton pada Sabtu (1/2/2020) akan menjadi penutup padatnya jadwal yang harus dijalani Liverpool dalam 10 hari tersebut.

Tentu patut dinantikan, apakah jadwal padat tersebut akan mampu menghentikan Liverpool yang sejauh ini sangat superior pada musim ini.

Jadwal Liverpool

Striker Liverpool, Roberto Firmino, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Tottenham pada laga Premier League di Stadion Tottenham, London, Sabtu (11/1). Tottenham kalah 0-1 dari Liverpool. (AFP/Glyn Kirk)

Jumat (24/1/2020)

03.00 WIB: Wolverhampton Wanderers vs Liverpool

Senin (27/1/2020)

01.00 WIB: Shrewsbury Town vs Liverpool

Kamis (30/1/2020)

02.45 WIB: West Ham United vs Liverpool

Sabtu (1/2/2020)

22.00 WIB: Liverpool vs Southampton

(bola.com)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Asco Global

Trending