Connect with us

Ragam

Planet Nine, Objek Misterius di Sabuk Luar Tata Surya

Published

on


Para ilmuwan selama bertahun-tahun ini menduga terdapat objek misterius yang diduga merupakan planet besar yang mengorbit di sekitar Sabuk Kuiper.

Sabuk kuiper adalah gugusan asteroid yang sangat luas yang mengorbit setelah planet Neptunus. Mereka menyebut objek misterius ini sebagai Planet 9. Namun, hingga kini belum ada yang dapat membuktikan keberadaan planet tersebut.

Planet 9 atau Planet X ini terletak di sebuah wilayah di tata surya yang ada di luar delapan planet utama atau di luar Neptunus yang disebut Sabuk Kuiper.

Sabuk Kuiper membentang dari orbit Neptunus hingga sekitar 50 Unit Astronomi (AU) dari Matahari (1 AU setara dengan jarak Bumi ke Mahatahari atau sekitar 150 juta kilometer). Dengan menggunakan sistem komputer, diperkirakan Planet 9 memiliki massa 5 hingga 10 kali Bumi.

Di dalam Sabuk Kuiper terdapat bebatuan, es, komet, dan planet kerdil seperti Pluto atau yang disebut Objek Sabuk Kuiper (KBO).

Awal munculnya isu Planet 9

Lantas bagaimana isu mengenai keberadaan Planet 9 ini muncul pertama kali? Hal ini bermula pada 2016 ketika pemburu planet asal California Institute of Technology (Caltech) Konstantin Batygin dan Mike Brown menemukan keanehan pada objek trans-Neptunus yang sangat jauh.

Dilansir dari Space, Batygin dan Brown awalnya meneliti orbit berbentuk elips dari enam objek di Sabuk Kuiper. Dari hasil penelitian tersebut ditemukan bahwa semua objek Sabuk Kuiper punya orbit elips yang sama dan kemiringannya 30 derajat di bandingkan kedelapan planet yang mengelilingi matahari.

Kemiringan orbital mereka juga menunjukkan hal yang tak biasa. Gerakan mereka seperti dikendalikan oleh interaksi gravitasi yang lebih besar.

Teori tersebut memang tidak secara langsung menunjukkan keberadaan Planet 9. Pun mereka belum berhasil menemukan planet itu.Tetapi, “… itu menunjukkan bahwa hipotesis bersandar pada landasan yang kuat,” kata Brown, dilansir EarthSky.

Adanya gravitasi yang mengikat dan membuat orbital enam objek ini membuat Batygin dan Brown berhipotesis ada planet yang belum ditemukan setelah Neptunus. Dari hipotesis inilah, perburuan para ilmuwan untuk menemukan planet 9 pun dimulai.

Lubang hitam

Namun, penelitian teranyar diumumkan astronom Jakub Scholtz dari Universitas Durham dan James Unwin dari Universitas Illinois di Chicago pada 24 September 2019. Menurut mereka Planet 9 sebenarnya adalah sebuah lubang hitam purba. Karena itulah, sampai saat ini belum ada peneliti yang berhasil menemukan planet 9.

Ke depannya, para peneliti masih akan terus mengupayakan pencarian Planet 9. Diperkirakan keberadaan planet itu akan segera ditemukan dalam satu dekade ke depan. Jika selama ini para ilmuwan gagal menemukan Planet 9 menggunakan Panoramic Survey Telescope dan Rapid Response System (Pan-STARRS), maka Teleskop Large Synoptic Survey akan siap digunakan pada 2020 mendatang.

Advertisement Valbury

Ragam

Arab Saudi Mulai Pendaftaran Haji Bagi Warga Asing

Published

on

FINROLL.COM. Pemerintah Arab Saudi memulai proses pendaftaran calon jemaah haji bagi warga asing yang bermukim di sana mulai hari ini, Senin (6/7).

Mereka memperkirakan persentase warga asing yang beribadah haji pada tahun ini mencapai 70 persen dari total keseluruhan jemaah, setelah pemerintah setempat memutuskan menggelar ibadah tahunan itu secara terbatas akibat pandemi virus corona.

Seperti dilansir AFP, Arab Saudi hanya mengizinkan sekitar seribu warga asing yang sudah berada di sana untuk menunaikan ibadah haji tahun ini. Mereka akan memulai rangkaian ibadah pada akhir bulan ini.

Menurut keterangan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, proses pendaftaran calon haji bagi warga asing akan digelar sampai Jumat (10/7) mendatang. Mereka harus mendaftar melalui situs kementerian di https://localhaj.haj.gov.sa.

Warga asing yang diizinkan beribadah haji hanya yang berusia 20 sampai 65 tahun. Mereka juga harus dinyatakan tidak memiliki penyakit bawaan seperti diabetes atau jantung.

Sedangkan warga Saudi yang diizinkan melakukan ibadah haji kemungkinan besar hanya mencapai 30 persen dari jumlah keseluruhan jemaah. Para tenaga medis dan keamanan yang baru sembuh dari Covid-19 diperkenankan menunaikan ibadah haji.

“Mereka akan diseleksi berdasarkan basis data siapa saja yang sembuh dari infeksi virus,” demikian keterangan Kementerian Haji dan Umrah seperti dikutip dari kantor berita Arab Saudi, Saudi Press Agency.

Seluruh calon jemaah haji wajib menjalani pemeriksaan virus corona sebelum diizinkan memasuki Mekah. Setelah beribadah haji, mereka juga harus menjalani karantina.

Keputusan Arab Saudi menggelar haji terbatas menuai beragam tanggapan. Sebagian memuji langkah itu, tetapi pihak lainnya menyatakan kecewa karena Saudi tidak melakukan dialog dan menetapkan keputusan sepihak.

Di sisi lain, kasus infeksi virus corona di Arab Saudi sampai saat ini tercatat mencapai lebih dari 213 ribu orang, dengan hampir 2.000 pasien di antaranya meninggal.

Continue Reading

Ragam

Syarat Rapid Test Digugat, Gugas Covid Diadukan ke Ombudsman

Published

on

FINROLL.COM.Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dilaporkan ke Ombudsman RI terkait syarat rapid test bagi penumpang yang akan bepergian menggunakan transportasi publik di tengah pandemi virus corona (covid-19). Sebelumnya ia telah menggugat aturan syarat rapid test tersebut ke Mahkamah Agung.

Syarat rapid test ini tertuang dalam Surat Edaran Gugus Tugas Nomor 9 Tahun 2020 bagi penumpang yang akan bepergian menggunakan pesawat, kereta api, maupun kapal laut.

“Kami mengadukan Gugus Tugas ke Ombudsman terkait aturan perubahan kewajiban rapid test bagi penumpang transportasi umum seperti diatur dalam SE Nomor 9 Gugus Tugas,” ujar pelapor, Muhammad Sholeh, melalui keterangan tertulis yang diterima, Selasa (7/7)

Diketahui, ketentuan dalam Surat Edaran tersebut mengubah masa berlaku rapid test yang semula tiga hari menjadi 14 hari. Ketentuan ini berlaku pula untuk masa berlaku tes PCR yang semula tujuh hari menjadi 14 hari.

“Meski sudah diubah dari tiga hari menjadi 14 hari tetap menyusahkan penumpang. Kami menuntut dihapus kewajiban rapid test, bukan diubah masa berlakunya,” katanya.Sholeh tak mempermasalahkan masa berlaku tes tersebut. Namun menurutnya kewajiban rapid test itu menyusahkan penumpang yang akan bepergian.

Sholeh menilai, Gugus Tugas tak berwenang mengatur syarat penumpang. Menurutnya, ketentuan tentang penumpang yang akan bepergian di tengah pandemi menjadi kewenangan Kementerian Perhubungan.

“Kebijakan rapid test berbiaya mahal ini sangat merugikan calon penumpang. Sebab tidak semua penumpang orang kaya,” ucap Sholeh.

Ia juga mengkritik pihak maskapai penerbangan yang saat ini mengadakan rapid test dengan biaya murah. Sholeh khawatir rapid test itu sekadar menjadi kepentingan bisnis alih-alih kesehatan.

“Ini sangat berbahaya sebab maskapai bukan rumah sakit, bukan lab kesehatan, sehingga tidak berwenang menggelar rapid test,” tuturnya. Sholeh sebelumnya telah menggugat kewajiban rapid test ke Mahkamah Agung (MA) dengan berpedoman pada SE Gugus Tugas Nomor 7 Tahun 2020. Dalam Surat Edaran tersebut masih mengatur masa berlaku hasil rapid test negatif tiga hari dan tes PCR tujuh hari.Laporan ini disampaikan Sholeh pada Senin (6/7) sore secara daring. Ia meminta Ombudsman segera menginvestigasi syarat wajib rapid test bagi penumpang agar dihapus.

Tak lama muncul Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2020 yang mengubah masa berlaku hasil rapid test dan tes PCR menjadi 14 hari.

 

 

Continue Reading

Ragam

Cara Menggunakan Google Classroom untuk Guru dan Murid

Published

on

By

Fitur dan pola kerja Google Classroom sangat cocok diterapkan di masa pandemi. Berikut cara menggunakan Google Classroom untuk guru dan murid. (Foto: iStockphoto/KeremYucel)

Finroll.com, Jakarta – Google Classroom didesain untuk mempermudah interaksi proses belajar-mengajar antara guru dengan anak didiknya.

Seiring bergesernya cara pengajaran konvensional menuju pengajaran digital, cara menggunakan Google Classroom untuk guru patut dikuasai tenaga pengajar di era milenial seperti saat ini.

Dalam cara kerjanya, Google Classroom memungkinkan Guru untuk membuat kelas, mendistribusikan tugas, berdiskusi terkait materi, hingga pemberian skor atau nilai secara online.

Pola kerja Google Classroom untuk guru sangat cocok diterapkan di tengah masa pandemi virus corona (Covid-19) yang menyebabkan kegiatan belajar mengajar tatap muka, terpaksa beralih menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Cara Membuat Kelas di Google Classroom untuk Guru

1. Unduh aplikasi Google Classroom di smartphone tipe android maupun iOS, atau buka melalui personal computer (PC) di alamat situs https://classroom.google.com/ di kolom pencarian alamat browser masing-masing. Kemudian akan ada dua pilihan sebagai murid atau guru. Maka klik menu ‘I am a teacher’

2. Setelah masuk ke halaman baru, pergi ke sisi kanan atas, klik ikon (+) dan pilih menu ‘create class’ atau ‘buat kelas’

3. Ada empat kolom isian yang perlu diisi yang meliputi nama kelas, sesi pelajaran, mata pelajaran dan ruangan kelas. Setelah itu klik tombol ‘create’ atau ‘buat’

4. Setelah kelas dibuat, guru dapat membagikan kode kelas kepada para murid agar segera ‘join class’. Setelah murid yang diundang tergabung, deretan nama murid akan muncul di dalam kelas Google Classroom

5. Lakukan langkah selanjutnya dengan klik menu ‘Classwork’, dalam fitur ini, guru disediakan platform untuk mengunggah materi, memberikan tugas, atau mengadakan ulangan

6. Guru dapat mengisi pertanyaan secara manual satu per satu, namun ada baiknya langsung pilih opsi ‘material’ untuk mengunggah dokumen materi berupa PDF, foto atau berbentuk video.

7. Guru juga bisa memberikan ketetapan nilai maksimum yang bisa didapat murid, dan jangan lupa tambahkan tenggat waktu (due). Jika sudah yakin, lalu klik tombol ‘assign’.

Cara Menggunakan Google Classroom untuk Murid

Selain memberikan fasilitas bahan ajaran kepada guru, Google Classroom juga memberikan beberapa kemudahan bagi para murid untuk mengikuti materi pelajaran dengan mudah dan efektif.

Berikut adalah beberapa panduan atau cara menggunakan Google Classroom bagi para murid di tengah masa pandemi virus corona:

1. Unduh aplikasi Google Classroom di smartphone tipe android maupun iOS, atau buka melalui personal computer (PC) di alamat situs https://classroom.google.com/ di kolom pencarian alamat browser masing-masing, kemudian akan ada dua pilihan sebagai murid atau guru. Maka klik menu ‘i am a student’

2. Terdapat dua cara untuk menggunakan Google Classroom sebagai murid.

  • Menggunakan Kode kelas

Setelah masuk ke halaman baru, Para murid perlu pergi ke sisi kanan atas, klik ikon (+) dan pilih menu ‘join class’ atau ‘gabung kelas’. Setelah itu ada kolom kosong untuk isian kode kelas, isikan digit kode kelas sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh Guru.

  • Menggunakan Invite Student atau undangan.

Tak banyak pula Guru yang memilih mengundang satu persatu muridnya melalui alamat undangan dengan email. Selanjutnya, murid hanya perlu klik menu ‘join’ atau ‘gabung’ pada alamat yang tertaut di badan email.

3. Di dalam Google Classroom terdapat tiga menu andalan, yakni stream, classmates, dan about

  • Stream adalah halaman aktivitas ajaran yang menampilkan pengunguman, pertanyaan kuis, tugas dan ujian oleh Guru
  • Classmates adalah halaman untuk melihat daftar teman yang berada di dalam satu kelas online
  • About adalah halaman yang menampilkan materi, navigasi tugas murid, Google Drive murid, hingga kalender kelas

4. Lanjutkan dengan klik menu ‘your work’ untuk mulai mengerjakan kuis, tugas dan ujian yang diberikan oleh guru. Klik judul tugas atau pertanyaan, selanjutnya klik menu ‘view detail’. Setelah itu, akan muncul beragam pertanyaan yang perlu dikerjakan.

5. Jawaban dapat diisi dengan tulisan biasa di dalam kolom untuk menjawab pertanyaan hingga jawaban dengan format lampiran file dari Google Drive baik berupa file PDF, gambar hingga video.

Setelah mengetahui cara menggunakan Google Classroom untuk guru dan murid, maka diharapkan penyampaian materi dan pemberian tugas dapat terus efektif.

Selain itu, PJJ juga mengharuskan guru dan murid memiliki koneksi internet yang stabil demi memberikan hasil yang maksimal. Oleh sebab itu, jangan lupa periksa koneksi pengguna sebelum memutuskan membuka Google Classroom.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending