Connect with us

Sepakbola

Posisi Manchester United di Premier League Jika Hanya Dihitung Laga pada 2020, Masuk Zona Degradasi

Published

on


Para suporter Cardiff merayakan kemenangan atas Manchester United pada laga Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Manchester, Minggu (12/5). MU kalah 0-2 dari Cardiff. (AFP/Oli Scarff)

Finroll.com, Jakarta – Manchester United baru meraih satu kemenangan dari lima pertandingan sepanjang 2020 di Premier League.

Manchester United juga tertinggal enam poin dari Chelsea yang duduk di peringkat keempat. Armada Ole Gunnar Solskjaer hanya menargetkan finis di zona Liga Champions akhir musim nanti.

Dilansir Give Me Sport, Selasa (4/2/2020), satu fakta mengejutkan ini perlu diperhatikan oleh Solskjaer. Manchester United ternyata terlempar ke jurang degradasi jika klasemen berdasarkan hasil laga sepanjaag 2020 saja.

The Red Devils hanya mengantongi empat poin pada 2020. Hasil itu membuat Setan Merah menempati urutan ke-18, unggul atas Brighton dan Crystal Palace.

MU mengawali 2020 dengan kekalahan 0-2 dari Arsenal pada pertandingan Tahun Baru. Kemudian Harry Maguire dan kawan-kawan menang 4-0 atas Norwich City pada 11 Januari.

Lalu, Manchester United mengalami kekalahan 0-2 berturut-turut dari Liverpool dan Burnley. Terakhir mereka ditahan 0-0 Wolverhampton Wanderers.

Jadi dalam lima pertandingan, Manchester United hanya menghasilkan satu kemenangan, satu imbang, dan tiga kekalahan. Ini hasil yang tidak bagus untuk tim sekelas The Red Devils.

Klasemen Premier League Jika Dilihat dari Hasil Laga 2020

Logo Premier League. (Footyheadline).

Seperti apa penampakan tabel klasemen Premier League jika hanya menghitung laga sepanjang 2020? Begini hasilnya:

  1. Liverpool  (18 poin)
  2. Manchester City  (10 poin)
  3. Southampton (9 poin)
  4. Everton (8 poin)
  5. Leicester City (7 poin)
  6. Watford (7 poin)
  7. Arsenal (7 poin)
  8. Tottenham Hotspurs (7 poin)
  9. Burnley (7 poin)
  10. Sheffield United (7 poin)
  11. Aston Villa (7 poin)
  12. Chelsea (6 poin)
  13. Newcastle United (6 poin)
  14. Bournemouth (6 poin)
  15. Wolverhampton Wanderers (5 poin)
  16. West Ham (5 poin)
  17. Norwich City (5 poin)
  18. Manchester United (4 poin)
  19. Brighton & Hove Albion (3 poin)
  20. Crystal Palace (3 poin)

Sumber: Give Me Sports

(bola.com)

Sepakbola

Barcelona Banding Kartu Merah Koeman Demi Juara La Liga

Published

on

Barcelona mengajukan banding atas kartu merah yang didapat Ronald Koeman saat melawan Granada ke Pengadilan Administratif Olahraga Spanyol.

Tim Catalan akan mengajukan banding atas larangan dua pertandingan untuk Ronald Koeman menyusul kartu merah yang didapatnya saat Barcelona melawan Granada di Liga Spanyol, pekan lalu.

Pelatih asal Belanda itu mendapatkan kartu merah di pertengahan babak kedua dalam kekalahan 1-2 Barcelona dari Granada.

Koeman mendapatkan kartu merah karena diduga mengeluarkan kata-kata tidak pantas saat melakukan protes berlebihan kepada ofisial keempat.

Akibat kartu merah itu, Koeman mendapatkan hukuman larangan mendampingi Barcelona pada dua laga. Koeman sudah tidak mendampingi Barcelona saat menghadapi Valencia Senin lalu.

Tetapi Barcelona tak ingin Koeman absen pada laga krusial melawan Atletico Madrid, Sabtu (8/5).

Dengan diajukannya banding ke Pengadilan Administratif Olahraga, Barcelona berharap Koeman dapat terbebas dari hukuman dan bisa mendampingi tim melawan Atletico Madrid.

Laga melawan Atletico Madrid sangat penting bagi Barcelona karena bisa menentukan gelar juara Liga Spanyol musim ini.

Barcelona saat ini berada di posisi ketiga dengan perolehan 74 poin sama dengan poin Real Madrid di urutan kedua. Mereka tertinggal dua angka dari Atletico Madrid di puncak klasemen.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Sepakbola

Fakta Unik Chelsea ke Final: Selalu di Musim Ganti Pelatih

Published

on

Sukses Chelsea ke final Liga Champions 2021 memunculkan fakta unik. Tiga kesempatan lolos ke final terjadi di musim saat Chelsea melakukan pergantian pelatih ketika musim berjalan.

Chelsea sukses melangkah ke final Liga Champions musim ini setelah menang 2-0 atas Real Madrid pada leg kedua semifinal yang berlangsung di Stamford Bridge, Kamis (6/5). Chelsea akan bertemu Manchester City pada final di Istanbul, 29 Mei mendatang.

Ini adalah kali ketiga Chelsea lolos ke final Liga Champions. Dua sukses sebelumnya terjadi pada musim 2007/2008 ketika Chelsea dikalahkan Manchester United di final, dan pada musim 2011/2012 saat mereka mengalahkan Bayern Munchen.

Menariknya dalam tiga sukses ke final Liga Champions, Chelsea selalu melakukannya di musim ketika terjadi pergantian pelatih saat musim berjalan.

Pada musim 2007/2008, Jose Mourinho diganti Avram Grant pada September 2007. Sementara pada musim 2011/2012, Roberto Di Matteo menggantikan posisi Andre Villas Boas pada Maret 2012.

Musim ini Chelsea juga melakukan pergantian pelatih dari Frank Lampard ke Thomas Tuchel. Pelatih asal Jerman itu menggantikan posisi Lampard pada 26 Januari 2021. Tuchel pun sukses membawa Chelsea ke final meski masuk menangani tim di musim berjalan.

Tuchel sendiri untuk kali kedua beruntun lolos ke final Liga Champions. Musim lalu mantan pelatih Borussia Dortmund itu membawa Paris Saint-Germain ke final Liga Champions sebelum dikalahkan Bayern Munchen 0-1.

PSG, yang awal musim ini dilatih Tuchel, kalah di semifinal Liga Champions musim ini setelah ditekuk Man City dengan agregat 1-4.

3 Final Chelsea Terjadi pada Musim Pergantian Pelatih:

2007-08 Jose Mourinho digantikan Avram Grant
2011-12 Andre Villas-Boas digantikan Roberto Di Matteo
2020-21 Frank Lampard digantikan Thomas Tuchel

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Sepakbola

‘Tangan Emas’ Edouard Mendy Selevel Edwin van der Sar dan Oliver Kahn di Liga Champions

Published

on

Ada banyak keraguan ketika Chelsea membeli Edouard Mendy pada awal musim 2020/2021. Dia tidak punya reputasi yang meyakinkan. Namun, Mendy kini layak menjadi idola baru.

Chelsea membeli Mendy dari Rennais dengan harga 28 juta euro. Harga itu dinilai terlalu mahal. Sebab, Mendy baru punya pengalaman dua musim bermain di Ligue 1 bersama Rennais.

Lima tahun sebelum dibeli Chelsea, Mendy masih bermain untuk klub Divisi Keempat kompetisi di Prancis. Namun, Mendy mengalami lesatan karir yang luar biasa dan kini berada di top level.

11 Laga, 3 Kali Kebobolan

Edouard Mendy segera menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang Chelsea. Dia menggusur posisi Kepa, kiper paling mahal dunia. Posisi Mendy tidak goyah ketika Frank Lampard diganti Thomas Tuchel.

Mendy menjadi andalan Chelsea, bukan hanya di Premier League tapi juga di Liga Champions. Kiper 28 tahun punya andil besar di balik sukses Chelsea lolos ke final Liga Champions 2020/2021 ini.

Mendy sejauh ini telah tampil pada 11 laga Chelsea di Liga Champions. Dari laga tersebut, Mendy hanya kebobolan tiga gol dan mampu mencatatkan delapan kali nirbobol. Dia tidak pernah kebobolan lebih dari satu gol per laga.

Mendy juga hanya sekali kalah bersama Chelsea. Pemain asal Senegal ini benar-benar menjadi bagian penting dari sukses Chelsea musim ini dengan ‘tangan emas’ yang berulang kali menyelamatkan gawang dari kebobolan.

Selevel Edwin van der Saar dan Oliver Kahn

Nama Edouard Mendy kini resmi masuk daftar penjaga gawang elit di Liga Champions. Sebab, dia punya catatan nirbobol yang sama dengan dua nama legendaris yakni Edwin van der Saar dan Oliver Kahn.

Keduanya pernah mencatatkan delapan kali nirbobol di Liga Champions. Van der Saar bahkan melakukannya dua kali. Mereka juga pernah merasakan gelar juara Liga Champions.

Mendy punya peluang untuk melewati catatan apik Van der Saar dan Kahn. Sebab, dia masih punya satu laga yakni final. Jika mencatat sembilan nirbobol dalam semusim, Mendy akan menyamai catatan Keylor Navas, Sebastiano Rossi, dan Santi Canizares.

Pujian dari Thomas Tuchel

Performa Mendy sangat bagus pada duel lawan Real Madrid. Pada babak pertama, dia membuat dua penyelamatan penting dari peluang Karim Benzema. Mendy kemudian juga mengagalkan peluang Luka Modric dan Toni Kroos.

Manajer Chelsea, Thomas Tuchel, sangat puas dengan performa kiper asal Senegal itu. Namun, Tuchel tidak pernah merasa kaget. Sebab, Mendy selalu tampil bagus siapa pun lawan yang dihadapi.

“Bahkan melawan Fulham, itu sama saja: dia solid dan memang begitu, sangat kuat, tangan yang kuat, cerdas, dan dia meraih clean sheet lagi,” puji Thomas Tuchel.

Sumber: Squawka, BBC Sport, Bola

Continue Reading

Trending