Connect with us

Sepakbola

Prediksi Posisi Akhir Finis MU, Chelsea, dan Arsenal Menurut Legenda MU

Published

on


Finroll.com – Gary Neville, mantan bintang Manchester United yang kini menjadi pengamat pertandingan, meyakini Arsenal akan finis di urutan keenam Liga Primer Inggris. Hal itu akan membuat Manchester United dan Chelsea berebut posisi keempat.

Arsenal berjuluk Gunners asuhan pelatih kepala Unai Emery terpeleset dua tingkat dalam pekan ini, setelah dikalahkan Manchester City serta Manchester United dan Chelsea masing-masing menang.

Dengan 13 pertandingan tersisa dalam musim ini, 2018-2019, Arsenal berada satu poin di belakang  Manchester United dan tiga angka dari peringkat keempat Chelsea.

Pada Minggu lalu, Emery mengatakan Arsenal butuh pertolongan besar untuk finis dalam empat posisi teratas dan Neville tak yakin the Gunners bisa menyaingi United atau  Chelsea.

“Unai Emery sudah melakukan hal terbaik yang bisa dilakukannya. Tapi, skuadnya butuh tambahan dan perlu perubahan,” kata Neville.

Matteo Guendouzi yang baru berusia 19 tahun dinilai Neville bermain cemerlang melawan Manchester City. “Emery bisa membangun tim baru dengan pemain seperti dia. “

Adapun penyerang Pierre-Emerick Aubameyang disebutnya selalu tampil membahayakan lawan. Tapi, pemain Arsenal lainnya dikatakannya masih harus bekerja keras meningkatkan performanya.

Adapun Manchester United ketika tampil di kandang Leicester dinilai Neville kelihatan lebih kuat. “Anda lihat lini depan Manchester United, dengan Marcus Rashford, Alexis Sanchez, Romelu Lukaku, dan  Anthony Martial. Itulah yang tak dipunyai Arsenal.” Paul Pogba, Nemanja Matic, dan  Ander Herrera, menurut Neville, juga membuat lini tengah dan belakang lebih baik.

Sepakbola

4 Alasan Sesungguhnya Repsol Honda Geser Alex Marquez ke LCR, Bukan karena Tak Peduli

Published

on

By

Alex Marquez. (TOSHIFUMI KITAMURA / AFP)

Finroll.com, Jakarta – Keputusan Repsol Honda menggaet Pol Espargaro untuk MotoGP 2021 dan menggeser Alex Marquez ke tim LCR Honda memicu polemik. Namun, manajer Repsol Honda, Alberto Puig, menyatakan keputusan menggeser Alex Marquez ke LCR Honda bukan langkah mengabaikan talenta dan potensinya di MotoGP.

Honda Racing Coorperation sejatinya telah membuat kontroversi pada akhir tahun lalu, ketika menggaet Alex Marquez sebagai pengganti Jorge Lorenzo di Repsol Honda. Tetapi HRC justru hanya memberikan kontrak berdurasi satu tahun kepada Alex Marquez meski merupakan juara dunia Moto3 2014 dan Moto2 2019.

Kini, Alex malah dipastikan terdepak dari Repsol Honda dan dipindahkan ke LCR tahun depan, bahkan saat musim 2020 belum dimulai. Tempatnya akan diambil alih Pol Espargaro, yang telah turun di MotoGP sejak 2014, serta berpengalaman tiga musim di Yamaha dan empat musim di KTM.

Meski begitu, Puig menyatakan pemindahan Alex ke LCR justru demi kebaikan masa depan rider berusia 24 tahun tersebut. Ia akan tetap mendapatkan motor RC213V spek pabrikan dengan perangkat baru seiring berjalannya musim, dan bisa mengasah kemampuan lebih rileks di tim satelit.

Selain itu ada tiga alasan lain, yaitu Honda butuh pembalap yang lebih berpengalaman, pembalap yang lebih dewasa, dan rider yang lebih ahli sehingga langsung bisa bertarung dalam pacuan gelar.

“Kami sangat peduli masa depan Alex, dan itulah alasan kami tetap menjadikannya pebalap pabrikan. Alex Marquez akan mengendarai motor yang sama. Membela tim satelit takkan bikin santai, karena di MotoGP Anda tak bisa santai, namun ini akan membuatnya lebih rileks ketimbang membela Repsol Honda,” ujar Puig, seperti dilansir Motorsport, Selasa (14/7/2020).

Pol Espargaro Langsung Bisa Bertarung

Seperti kakaknya, Marc Marquez, El Pistolas dikenal dengan gaya balapnya yang agresif dan diyakini bakal cocok dengan RC213V. Namun, Puig bersikeras HRC membutuhkan rider berpengalaman seperti Espargaro agar tak hanya bergantung pada Marc dalam meraih hasil baik.

“Kami telah mempertimbangkan, dengan usianya, Alex bisa latihan lebih dulu dan kami akan memperhatikannya, karena ia rider yang menarik. Tapi kami juga butuh rider berpengalaman, yang sudah lama di MotoGP, seperti Pol, yang bisa langsung bertarung tahun depan, lebih dewasa dan ahli,” lanjut Puig.

Rider kedua LCR belum ditentukan, namun kemungkinan besar Takaaki Nakagami akan dipertahankan. Dengan line up yang dipenuhi empat rider kuat, HRC diyakini Puig bisa jauh lebih sukses di semua sektor dalam waktu dekat.

“Kami telah mempertimbangkan line up kami dengan baik, dan yakin bahwa langkah ini menguntungkan semua pihak yang terlibat. Kami merasa ini adalah keputusan yang logis, dan inilah yang akan kami lakukan,” pungkas eks manajer pribadi Dani Pedrosa ini. (bola.com)(GE)

Continue Reading

Sepakbola

Jadwal Pertandingan Premier League: Ada Partai Big Match

Published

on

By

Logo Premier League. (EPL)

Finroll.com, Jakarta –  Jangan lewatkan laga pekan ke-36 Premier League 2019-20 yang berlangsung, Kamis (16/7/2020) dini hari WIB. Pasalnya ada laga big match yang dimainkan.

Adalah Arsenal yang akan menjamu Liverpool di Emirates Stadium. Laga ini bisa dibilang mempertemukan dua tim yang sedang tidak menunjukkan performa apik beberapa laga terakhir.

Liverpool sepert terlena usai mengunci titel juara Premier League. Sementara Arsenal, usai kompetisi bergulir lagi, belum juga menunjukkan grafik penampilan konsisten.

Selain laga ini, ada beberapa pertandingan lainnya yang patut disaksikan. Seperti Manchester City kontra Bournemouth. Kemudian Newcastle United versus Tottenham Hotspur.

Berikut jadwal lengkap pertadingan Premier League yang bermain, Kamis (15/7/2020) dini hari WIB.

Jadwal Pertandingan

Kamis, 16 Juli

00:00 WIB Burnley vs Wolverhampton Wanderers

00:00 WIB Manchester City vs AFC Bournemouth

00:00 WIB Newcastle United vs Tottenham Hotspur

02:15 WIB Arsenal vs Liverpool (Bola.com)(GE)

Continue Reading

Sepakbola

Luis Suarez: Barcelona Hampir Mustahil Kejar Real Madrid

Published

on

By

Striker Barcelona, Luis Suarez, melepaskan tendangan ke gawang Athletic Bilbao pada laga La Liga di Stadion Camp Nou, Selasa (23/6/2020). Barcelona menang 1-0 atas Athletic Bilbao. (AP/Joan Monfort)

Finroll.com, Jakarta –  Bomber Barcelona Luis Suarez memberi sinyal telah menyerah dalam perburuan gelar La Liga musim ini. Suarez mengatakan hampir mustahil bagi Barcelona untuk mengejar sang rival Real Madrid.

Barcelona saat ini bertengger di posisi kedua klasemen sementara La Liga. Mereka berada di sana dengan koleksi 79 poin dari 36 pertandingan.

Tim asuhan Quique Setien itu masih terus menguntit sang rival Real Madrid di puncak klasemen. Blaugrana tertinggal empat angka dari Los Blancos yang mengumpulkan 83 poin.

Kompetisi La Liga 2019/2020 tinggal menyisakan dua pertandingan lagi. Madrid akan menjadi juara jika berhasil mengalahkan Villarreal, Jumat (17/7/2020) dinihari WIB.

Di atas kertas, Barcelona masih peluang untuk menggagalkan Madrid untuk menjadi juara musim ini. Namun, Suarez mengatakan sudah hampir mustahil bagi Barcelona untuk meraih gelar La Liga musim ini.

“Jika saya harus jujur, gelar juara liga tampak hampir mustahil,” kata Luis Suarez kepada Sport.

Penyesalan Suarez

Barcelona meraih hasil imbang tiga kali dari sembilan laga terakhirnya. Itu terjadi saat melawan Sevilla, Celta Vigo, dan Atletico Madrid.

Hal itu membuat Barcelona kehilangan banyak poin penting. Namun, hasil imbang yang sangat disesali Suarez adalah saat melawan Celta.

“Ini jelas bahwa laga melawan Sevilla adalah pertandingan yang membuat segalanya sangat sulit. Kami punya opsi untuk memimpin. Hari itu terbilang penting namun di Vigo adalah kunci. Kami kehilangan kesempatan emas,” lanjutnya.

“Seandainya saja kami mengalahkan Celta, kami akan punya kesempatan lebih baik melawan Atletico. Pukulan telaknya terjadi di Vigo, gol di menit terakhir dari [Iago] Aspas. Itu menyakitkan. Sekarang kami harus mengakhiri musim dengan baik dan pergi ke Liga Champions.” (Bola.com)(GE)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending