Connect with us

Traveling

Pulau Angsa Duo, Wisata Tersembunyi di Sumatera Barat

Published

on


Finroll.com – Mungkin banyak yang belum tahu, namun Sumatra Barat menyimpan banyak potensi wisata yang luar biasa. Ada banyak pulau dan pantai indah yang sangat layak dikunjungi. Salah satunya adalah Pulau Angso Duo.

Pulau Angso Duo merupakan bagian dari Pariaman dan menawarkan banyak pesona menarik untuk para penggemar wisata bahari. Tertarik? Yuk kita simak pemaparan lengkap soal destinasi satu ini dari kontributor Travelingyuk, Blue Oceantourisland.

Hamparan pasir putih yang halus, serta deretan pohon kelapa, menambah sejuk suasana. Ini yang menjadikan wisatawan domestik dan mancanegara banyak berlibur ke Pulau Angso Duo.

Dari pusat kota Pariaman, Angso Duo sebenarnya hanya berjarak kurang lebih 15 menit. Namun demikian, keindahan yang ditawarkan sungguh mempesona. Hamparan pasir putih yang halus, serta deretan pohon kelapa, menambah sejuk suasana di siang hari.

Selain itu, fasilitas yang ada di Angso Duo pun terbilang lengkap. Selain penginapan, ada juga mushola, tempat bilas, kamar mandi, dan beragam wahana permainan air. Pengunjung bisa coba menaiki donat (tiket 30 ribu rupiah), banana boat (25 ribu rupiah).

Bagi mereka yang piawai berenang atau menyelam, perairan Pulau Angso Duo sangat pas dijadikan lokasi snorkeling. Cukup membayar 25 ribu rupiah untuk menyewa peralatan yang disediakan pihak pengelola.

Perairan dan terumbu karang yang masih bagus memang menjadi salah satu penunjung wisata di pulau ini. Sangat direkomendasikan melakukan snorkeling di kala hari cerah dan matahari bersinar terang.

ika tidak ingin repot, ada beberapa penyedia jasa paket wisata di Pariaman yang menawarkan servis perjalanan ke Pulau Angso Duo. Pengunjung tak perlu repot memikirkan transportasi, makan, dan wahana, karena semuanya sudah diatur sedemikian rupa oleh pihak travel.

Itulah tadi gambaran singkat mengenai daya tarik dan pesona wisata Pulau Angso Duo. Bagaimana, sudah ada yang tertarik berkunjung ke sini?

Traveling

Kembali Dibuka Objek Wisata Air di Cipanas

Published

on

Finroll – Jakarta, Objek wisata air di Cipanas, Kabupaten Garut, Jawa Barat, kembali dibuka untuk umum sesuai keputusan pemerintah daerah dengan syarat tetap mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran wabah COVID-19 di kawasan wisata itu.

Salah satu objek wisata air panas alami yang sudah buka pada Sabtu (4/7) yakni Cipanas Indah, dengan sejumlah pengunjung sudah mulai berdatangan untuk menikmati fasilitas pemandian air hangat.

“Sekarang sudah mulai banyak tamu atau wisatawan yang datang ke tempat kami, kebanyakan mereka berendam dan berenang saja,” kata Humas Cipanas Indah Garut Deni Rinjani, seperti yang dikutip dari Antara.

Ia menuturkan manajemen Cipanas Indah siap menerapkan protokol kesehatan bagi seluruh petugas dengan selalu menggunakan masker dan bagi pengunjung wajib diukur suhu tubuhnya dan cuci tangan sebelum masuk area kolam air panas.

Ia turut menyampaikan semua pihak harus bersama-sama menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari wabah COVID-19 yang saat ini masih perlu diwaspadai.

“Kami mengimbau agar para pengunjung yang akan berkunjung ke Cipanas Indah baik yang ke hotel maupun kolam renang agar selalu menjaga diri dengan melakukan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah,” kata anggota Badan Promosi Pariwisata Daerah Garut itu.

Selain Cipanas Indah, objek wisata ternama lain dan terbesar di kawasan Cipanas Garut yakni Taman Air Sabda Alam juga telah resmi dibuka.

“Setelah tiga bulan ditutup operasionalnya sekarang Alhamdulilah oleh pemerintah sudah diperbolehkan kembali dibuka,” kata Komisaris PT Taman Air Sabda Alam Amung Mamun.

Ia menyampaikan Taman Air Sabda Alam berani membuka untuk umum karena kondisi pandemi COVID-19 di Kabupaten Garut mulai membaik, bahkan kegiatan masyarakat sudah mulai normal.

Meski demikian, kata dia, penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19 tetap dilakukan manajemen Taman Air Sabda Alam seperti memeriksa suhu tubuh untuk seluruh pengunjung.

“Kami menyiapkan hand sanitizer, tempat cuci tangan dan tempat disinfektan, kami juga menyiagakan tenaga kesehatan di lokasi wisata, jumlah pengunjung juga dibatasi,” katanya.

Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, Pemkab Garut sebelumnya sudah terlebih dahulu membuka objek wisata alam, saat ini telah dibuka wisata air Sabda Alam di Cipanas Garut.

Ia menambahkan selain Sabda Alam, wisata air di Gunung Papandayan juga sudah dibuka dengan persyaratan wajib mematuhi protokol kesehatan.

“Sabda Alam telah dibuka karena sudah menerapkan protokol kesehatan, Gunung Papandayan juga sudah buka,” katanya.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Traveling

Wajib Punya Membership Untuk Masuk ke Pulau Komodo & Pulau Padar

Published

on

Finroll – Jakarta, Pulau Komodo dan Pulau Padar di Taman Nasional Komodo ditetapkan sebagai lokasi wisata yang bersifat eksklusif dan pengunjungnya dibatasi hanya untuk yang telah memiliki tanda keanggotaan (membership).

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Wayan Darmawa, menjelaskan, nantinya ada pengaturan kunjungan ke Taman Nasional Komodo, sehingga tidak semua lokasi menjadi bisa dikunjungi secara massal.

“Untuk kunjungan massal bisa di Pulau Rinca, sementara Pulau Padar dan Pulau Komodo sifatnya eksklusif,” katanya seperti yang dikutip dari Antara pada Selasa (30/6).



Wayan Darmawa menjelaskan sistem membership berkaitan dengan Pemerintah Provinsi NTT yang telah mendapat kebijakan konkuren dari Pusat untuk ikut mengelola kawasan wisata yang terkenal sebagai habitat satwa purba Komodo (Varanus komodoensis) itu.

Kebijakan konkuren artinya urusan pengelolaan Taman Nasional Komodo dibagi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.

Kebijakan ini disebutnya istimewa, karena tidak diperoleh provinsi lain di Tanah Air, di mana pemerintah daerah dilibatkan dalam mengelola sebuah taman nasional.

“Ini untuk pertama kalinya kebijakan nasional memberikan ruang kepada Provinsi NTT, dan saya pikir ini pertama kali di Indonesia dalam rangka membangun destinasi super prioritas,” ujarnya.

Sementara Balai Taman Nasional Komodo fokus pada fungsi konservasi dan pengawasan, Pemerintah Provinsi NTT, melalui PT Flobamor, mengelola dari sisi bisnis.

Untuk pengelolaan dari sisi bisnis, pemerintah provinsi akan menggandeng perusahaan dari Singapura yang bergerak di bidang informasi teknologi yang bekerjasama dengan perusahaan nasional.

Pendapatan dari hasil pengelolaan bisnis ini, lanjut Wayan Darmawa, akan dimanfaatkan untuk kepentingan berbagai aspek seperti konservasi, perawatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pemasukan untuk pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat.



“Jadi dari sisi bisnis baik itu baik itu wisata di pulau-pulau yang ada dalam kawasan termasuk wisata laut, pengelolaannya akan melibatkan pemerintah provinsi,” pungkasnya.

Hingga saat ini belum diketahui lebih lanjut mengenai cara pendaftaran membership, berikut langkah konservasi terbaru setelah adanya pembatasan jumlah pengunjung dengan sistem membership itu dari pengelola Taman Nasional Komodo.

Sempat ramai diberitakan pada tahun 2018, taman nasional yang juga terkenal dengan Pantai Pink-nya ini sempat menjadi perhatian dunia setelah UNESCO menyoroti masalah sampah yang menumpuk.

Jumlah timbunan sampah di Taman Nasional Komodo rata-rata mencapai 650 Kg per hari.

Timbunan sampah terbanyak terdapat di Pulau Komodo, yaitu Desa Komodo dan Wisata Loh Liang serta Pulau Rinca di Desa Pasir Panjang dan Wisata Loh Buaya.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Traveling

Pantai Liman Menjadi Tujuan Baru Wisata Bahari di Kupang

Published

on

Finroll – Jakarta, Bertambah lagi satu objek wisata bahari di Nusa Tenggara Timur, yakni Pantai Liman yang berada di Pulau Semau, Kabupaten Kupang.

Pantai Liman saat ini sudah dilengkapi dengan 16 kamar homestay yang disediakan untuk pengunjung, kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT Wayan Darmawa.

“Selain homestay, di Pantai Liman juga sudah disediakan cottage dan rumah makan yang dibangun dalam rangka pembenahan aspek akomodasi pada destinasi wisata unggulan baru,” katanya, seperti yang dikutip dari Antara pada Rabu (1/7).

Ia menjelaskan pembangunan fasilitas akomodasi di kawasan pantai berpasir putih ini sudah diselesaikan dan akan diresmikan pemerintah provinsi pada 3 Juli 2020 mendatang.

Wayan Darmawa mengatakan, pihaknya juga sedang menjajaki desa-desa di sekitar objek wisata tersebut untuk penambahan rumah inap.

“Karena kalau dengan yang ada sekarang maka wisatawan yang datang 200 orang, misalnya maka akomodasi masih perlu diperbanyak,” ujarnya.

Pantai Liman merupakan salah satu dari tujuh destinasi unggulan baru yang dibangun dengan pendekatan berbasis masyarakat (tourism estate) melalui dukungan APBD provinsi.

Enam destinasi lainnya yaitu Mulut Seribu di Kabupaten Rote Ndao, Fatumnasi di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Wolwal di Kabupaten Alor, Koanara di Kabupaten Ende, Praimadita di Kabupaten Sumba Timur dan Lamalera di Kabupaten Lembata.

“Tujuh kawasan wisata unggulan baru ini yang untuk tahap awal betul-betul didorong terutama kelengkapan aspek akomodasinya,” katanya.

Wayan Darmawa menambahkan destinasi wisata Pantai Liman merupakan lokasi kedua yang akan diresmikan pemerintah provinsi pada masa pandemi COVID-19 ini, setelah sebelumnya dilakukan di Mulut Seribu Kabupaten Rote Ndao pada 15 Juni lalu.

“Fasilitas akomodasi ini sangat penting dilengkapi ke depan sehingga wisatawan yang mau berkunjung juga ada kepastian nginapnya di mana dan makan minumnya di mana,” pungkasnya.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending