Connect with us

Business

Putaran Bisnis Startup Lokal Saat Pandemi Virus Corona

Published

on


Finroll – Jakarta, Dampak pandemi Covid-19 akibat virus corona SARS-Cov-2 sangat berpengaruh terhadap putaran ekonomi khususnya terhadap perusahaan teknologi.

Beberapa waktu lalu, salah satu perusahaan layanan raksasa media sosial, Twitter sempat mengeluarkan pernyataan bahwa mereka memprediksikan pendapatan kuartal pertama 2020 mereka bakal turun.

Menurut Chief Financial Officer Twitter, Ned Segal mengatakan bahwa wabah virus corona telah mempengaruhi pendapatan iklan mereka secara global.

“Wabah telah memengaruhi pendapatan iklan Twitter secara global dalam beberapa minggu terakhir ini. Perusahaan memperkirakan pendapatan kuartal pertama akan turun sedikit,” kata dia dikutip Variety.

Sebagai perbandingan, pada kuartal pertama 2019, pendapatan iklan Twitter mencapai US$787 juta. Perusahaan yang berkantor pusat di San Fransisco ini berencana untuk merilis pendapatan kuartal pertama 2020 mereka bulan April ini.

Lalu, bagaimana dengan perusahaan rintisan (startup) di Indonesia?

CNNIndonesia.com pun memetakan data dari startup lokal berdasarkan kategori yaitu perusahaan e-commerce, e-learning, dan startup yang bergerak di bidang pemesanan tiket transportasi dan penginapan.

Traveloka

Menurut data internal Traveloka yang diterima CNNIndonesia.com, hari ini (2/4), tercatat sejak Februari 2020 Traveloka mengalami peningkatan drastis untuk permintaan refund (pengembalian uang) dan reschedule (perubahan jadwal).

Sebab, banyak masyarakat yang membatalkan perjalanan karena takut terjangkit virus Covid-19.

Permintaan refund dan reschedule meningkat sampai 10 kali lipat. Adapun kebijakan yang telah ditetapkan oleh partner menurut Traveloka merupakan dasar utama perusahaan dalam prosedur refund atau reschedule sebelum dapat memproses lebih lanjut permintaan pengguna.

Sementara itu, untuk pengajuan permintaan bantuan dengan situasi dan kondisi khusus, Traveloka akan mengirimkan eskalasi terpisah kepada partner terkait untuk kemudian dievaluasi dan dipertimbangkan lebih lanjut secara bersama.

“Kami ingin menyampaikan permintaan maaf kepada para pengguna atas ketidaknyamanan yang dialami saat melakukan permintaan bantuan kepada Traveloka. Saat ini, kami tengah memperkuat layanan konsumen agar dapat melayani pengguna dengan lebih baik,” kata Chief Marketing Officer Traveloka, Dionisius Nathaniel dikutip dari keterangan rilis.

“Kami juga meminta kesediaan pengguna untuk mengirimkan informasi tertulis dari pihak maskapai maupun hotel apabila informasi yang diterima berbeda dari yang kami sampaikan, agar situasi tersebut juga memungkinkan kami untuk bekerja lebih efektif dan lebih cepat dalam memenuhi permintaan pengguna,” sambungnya.

Shopee dan Bukalapak

Menurut data internal Shopee, selama kebijakan bekerja, belajar, dan berdiam diri rumah untuk mencegah penyebaran Covid-19 tidak menunjukkan perubahan yang signifikan.

Menurut Public Relations Lead Shopee, Aditya Maulana Noverdi, transaksi dan jumlah kunjungan pengguna tetap tinggi.

Namun, Shopee belum dapat merilis persentase tersebut sebab bakal dirangkum secara per kuartal.

“Yang bisa kami sampaikan pada kesempatan ini adalah adanya peningkatan terhadap pencarian barang-barang kebutuhan esensial di kategori kesehatan dan barang-barang kebutuhan sehari-hari. Melihat ini, Shopee berkomitmen untuk semaksimal mungkin agar pengguna selalu bisa mendapatkan akses kebutuhan-kebutuhan utama tersebut,” kata Aditya.

Senada dengan Shopee, menurut data internal Bukalapak, saat ini produk yang paling laris dicari masyarakat di dalam platformnya ialah produk-produk kesehatan yang dapat menunjang pencegahan dini virus corona Covid-19.

Namun, lagi-lagi Bukalapak tidak memberikan angka pasti.

“Sebelumnya barang – barang elektronik dan rumah tangga merupakan produk – produk yang paling dicari di Bukalapak. Namun seiring dengan tingginya kesadaran masyarakat akan perlindungan kesehatan, maka kami juga mencatat kenaikan para produk kesehatan dan alat penunjang kesehatan, bahan pokok, serta alat pendukung bekerja dari rumah,” kata Head of Corporate Communications Bukalapak, Intan Wibisiono.

Zenius

Menurut CEO Zenius, Rohan Monga, data internal Zenius menunjukkan bahwa ada kenaikan akses aplikasi yang cukup signifikan semenjak adanya himbauan pemerintah untuk melakukan aktivitas belajar dari rumah.

Guna menanggulangi kenaikan trafik, Zenius pun mengerahkan tim IT mereka untuk bekerja setiap hari agar tidak membebani kinerja platform mereka.

“Zenius juga menggandeng provider Telkomsel, XL, dan juga dengan beberapa provider lainnya untuk menghadirkan paket data gratis yang dapat digunakan untuk mengakses platform Zenius, sehingga akses ke Zenius benar-benar gratis total,” kata Rohan.

Sumber : CNN Indonesia

Advertisement Valbury

Makro Ekonomi

Mulai Agustus Pemerintah Targetkan Pungut Pajak Netflix dkk

Published

on

Finroll – Jakarta, Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) akan efektif memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) mulai Agustus bagi perusahaan jasa dan produk layanan digital di luar negeri yang berbisnis di Indonesia seperti Netflix, Spotify, hingga Zoom.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Kemenkeu Hestu Yoga Saksama mengatakan saat ini aturan pungutan pajak tengah dipersiapkan. Aturan itu ditargetkan terbit pada 1 Juli 2020.

Setelah itu, sambungnya, DJP akan menetapkan soal kriteria pelaku usaha yang wajib menjadi pemungut PPN produk digital. Begitu pula dengan daftar pelaku usaha yang ditunjuk menjadi pemungut.

“Pemungutan PPN paling cepat akan dimulai pada bulan Agustus, sehingga diharapkan memberi cukup waktu agar dapat mempersiapkan sistem pemungutan, pembayaran, dan pelaporan yang mudah, sederhana, dan efisien,” ucap Hestu dalam keterangan tertulis, Minggu (31/5).

Hestu menekankan bila aturan sudah berlaku maka produk digital seperti langganan streaming musik, streaming film, aplikasi dan gim digital, serta jasa online dari luar negeri akan dikenai pajak. Hal ini serupa dengan berbagai produk digital di dalam negeri yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari.

Pungutan pajak, kata Hestu, akan dikenakan kepada penjual berupa pedagang atau penyedia jasa luar negeri, baik secara langsung maupun melalui platform marketplace. Bersamaan dengan aturan ini, pemerintah pun sudah melancarkan program sosialisasi kepada beberapa pihak terkait.

Teranyar, DJP menggelar sosialisasi kepada 290 perwakilan usaha dan konsultan pajak dari beberapa negara secara virtual. Mulai dari Amerika Serikat, Australia, China, Hong Kong, India, Inggris, Jepang, Singapura, Swedia, hingga Thailand.

Misalnya, American Chamber of Commerce in Indonesia, European Business Chamber of Commerce in Indonesia, dan US-Asean Business Council. Harapannya, aturan ini bisa diterima dan cepat diimplementasikan.

Selain itu, aturan ini juga bermaksud untuk melahirkan kesamaan perlakuan bagi seluruh pelaku usaha di Indonesia. Di sisi lain, kebijakan ini bisa menopang penerimaan pajak negara ke depan.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Makro Ekonomi

Bank Dunia Kucurkan Utang Rp3,6 T ke Indonesia Lawan Corona

Published

on

By

Bank Dunia menyetujui pinjaman tanggap darurat ke Indonesia senilai US$250 juta atau sekitar Rp3,67 triliun untuk penanganan corona.

Dalam rilisnya, lembaga multilateral itu menyatakan pendanaan akan digunakan untuk mengurangi risiko penyebaran, meningkatkan kapasitas deteksi dan respons atas pandemi tersebut.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan Pemerintah Indonesia menggunakan pelbagai cara untuk mengurangi dampak corona di sektor kesehatan, sosial dan ekonomi.

Dia menuturkan pihaknya berkomitmen untuk memperkuat kapasitas pencegahan, pengujian, perawatan serta sistem informasi terkait corona.

Selain itu, Indonesia juga mendapatkan dukungan pendanaan paralel dari Islamic Development Bank sebesar US$200 juta.

“Kami juga menyambut baik upaya mitra pembangunan dalam memberikan dukungan pendanaan yang terkoordinasi serta kerja sama Bank Dunia dengan Asian Infrastructure Investment Bank dan Islamic Development Bank untuk program ini,” kata Sri Mulyani, dalam keterangannya, Jumat (29/5).

Pendanaan itu akan difokuskan untuk memperkuat aspek-aspek utama tanggap darurat Indonesia terhadap pandemi Covid-19. Hal itu terkait dengan fasilitas rujukan Covid-19 di bawah Kementerian Kesehatan, meningkatkan persediaan APD, memperkuat jaringan laboratorium dan sistem pengawasan, serta mendukung pengembangan dan penggunaan protokol untuk memastikan layanan yang berkualitas.

Bank Dunia menyatakan program itu akan mencakup di seluruh Indonesia, di antaranya untuk pasien yang mengunjungi rumah sakit, khususnya penduduk rentan dan berisiko tinggi seperti orang tua dan mereka yang memiliki kondisi kronis serta para tenaga kesehatan.

Satu Kahkonen, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, menuturkan upaya dukungan itu merupakan sebuah kehormatan bagi pihaknya membantu Pemerintah Indonesia.

“Merupakan sebuah kehormatan bagi kami untuk mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam menghadapi COVID-19 dan mengurangi dampak pandemik ini pada sektor kesehatan, ekonomi dan sosial,” kata Kahkonen.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan pinjaman dari Bank Dunia di antaranya akan digunakan untuk sejumlah hal.

Selain untuk peningkatan kapasitas kesehatan, kementerian itu juga menyatakan dana tersebut digunakan untuk memperluas ukuran, jangkauan, produk keuangan, dan memobilisasi tabungan jangka panjang.

Caranya, dengan meningkatkan ketersediaan dana dan akses bagi masyarakat dan perusahaan. (CNNIndonesia)

Continue Reading

Property

Program Sejuta Rumah Terealisasi 215 Ribu Unit per 11 Mei

Published

on

By

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat realisasi Program Sejuta Rumah mencapai 215.662 unit per 11 Mei 2020.

Direktur Jenderal Perumahan Khalawi Abdul Habid mengungkapkan capaian Program Sejuta Rumah masih diprioritaskan untuk pembangunan rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yakni 79 persen. Sementara, 21 persen sisanya disalurkan untuk masyarakat non-MBR.

“Total capaian pembangunan rumah untuk MBR sebanyak 169.317 unit dan rumah untuk non MBR sebanyak 46.345 unit,” ujar Khalawi dalam keterangan resmi dikutip Jumat (29/5).

Khusus MBR, realisasi pembangunan rumah berasal dari kementerian/ lembaga di luar Kementerian PUPR sebanyak 50.863 unit, Pemerintah daerah sebanyak 1.521 unit, rumah tapak yang dibangun oleh pengembang sebanyak 116.933 unit.

Sedangkan untuk non MBR terdiri dari pembangunan rumah tapak oleh pengembang sebanyak 42.884 unit dan rumah susun sebanyak 3.461 unit.

Khalawi mengungkapkan pelaksanaan Program Sejuta Rumah di lapangan turut terpengaruh oleh pandemi virus corona. Meskipun demikian, pihaknya telah menyusun pedoman bagi para pekerja untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan di lapangan.

Hal itu sesuai protokol kesehatan dan berdasarkan Surat Edaran Dirjen Perumahan No.03/SE/Dr/2020 tentang Pedoman pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Pada Direktorat Teknis Di lingkungan Jenderal Perumahan selama Masa Pandemik Covid -19.

“Kami tetap mengupayakan agar di akhir tahun capaian Program Sejuta Rumah bisa menembus 1.000.000 unit. Sedangkan target konservatif keseluruhan hingga akhir tahun sebesar 900.000 unit mengingat adanya pandemi Covid -19,” terangnya.

Dalam keterangan resmi terpisah yang dikutip dari Antara, Khalawi menilai pelaksanaan tatanan normal baru (new normal) akan mendorong pelaksanaan program sejuta rumah.

“Kami berharap dengan new normal ini pelaksanaan pembangunan perumahan dalam Program Sejuta Rumah dapat berjalan kembali,” ujarnya.

Khalawi menambahkan, para pegawai Ditjen perumahan baik di pusat dan daerah akan mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) dan protokol kesehatan dalam kegiatan Normal Baru.

Guna mendukung pelaksanaan normal baru di sektor perumahan, imbuh Khalawi, Ditjen Perumahan akan mengoptimalkan Program Padat Karya yakni melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya dan bantuan Prasarana, Sarana dan Utilitas untuk perumahan bersubsidi.

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending