Connect with us

INTERNATIONAL

Pelemahan Dolar, Harga Emas Berpeluang Menguat

Published

on

FOTO | ISTIMEWA

FINROLL.COM, JAKARTA—Kembali meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan melemahnya nilai mata uang dolar Amerika Serikat, memicu pelaku pasar untuk meningkatkan kembali permintaan aset lindung nilai. Pada perdagangan Selasa (10/10/2017) pukul 8.24 WIB, harga emas spot naik 2,53 poin atau 0,20% menuju US$1.286,57 per troy ounce. Sepanjang 2017 harga meningkat 12,12%. Asia Trade Point Futures dalam publikasi risetnya menyampaikan, peningkatan harga emas terjadi setelah penyataan Presiden Trump melalui media sosial diperkirakan akan memicu ketegangan dengan Korea Utara. Pada Senin (9/10) melalui akun Twitter @realDonaldTrump menulis, "Our country has been unsuccessfully dealing with North Korea for 25 years, giving billions of dollars & getting nothing. Policy didnt work!" Sebelumnya diberitakan Korut sedang menyiapkan uji coba rudal terbaru yang dapat mencapai wilayah pantai barat AS. “Namun, kenaikan harga emas ini masih cenderung terbatas di tengah tingginya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada akhir tahun 2017,” paparnya. Selain itu, tampaknya pelaku pasar akan menanti notulensi rapat FOMC pada Rabu (11/10) dan data ekonomi AS lainnya seperti data inflasi dan penjualan ritel pada Jumat (13/10). Kemarin, tercatat harga emas ditutup dilevel US$1.283,81 atau menguat 0,59%. Berikut analisis teknikal pergerakan emas pada hari ini. Support: US$1.277,53; US$1.271,24; US$1.267,37. Pivot : US$1.281,40 Resistan : US$1.287,69; US$1.291,56; US$1.297,85. Sementara itu, Valbury Asia Futures dalam riset berbeda menyatakan, rebound emas akan menghadapi resistan di sekitar US$1.313. Adapun support penting ialah US$1.251. Secara RSI harian, harga batu kuning cenderung naik. Berikut analisis teknikalnya. Support: US$1.275,01; US$1.267,23; US$1.260,56; US$1.251,01 Resistan: US$1.290,12; US$1.296,13; US$1.313,54; US$1.334,36 Rekomendasi Beli: US$1.281 Jual: - Stop loss: US$1.272 Target: US$1.291—US$1.296.

Dia adalah jurnalis senior khusus di bidang polhukam dan ekonomi

Trending Stories