Connect with us

NATIONAL

Pengamat Militer: Pemilihan Hadi Karena Sejalan dengan Visi Poros Maritim

Published

on

FINROLL.COM, Marsekal Hadi Tjahjanto selangkah lagi akan menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo. Komitmen menjaga netralitas TNI akan menjadi sorotan publik di tengah kedekatan Hadi dengan Presiden Joko Widodo. Saat ini Hadi menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), dimana ia merupakan calon tunggal yang dipilih langsung oleh Jokowi. Penunjukan Hadi sebagai calon panglima TNI oleh Presiden Jokowi bukan hal yang mengejutkan. Secara tersirat, Jokowi menginginkan Hadi sebagai panglima TNI. Banyak pihak menilai, moncernya karier Hadi tak lepas dari kedekatannya dengan Jokowi. Keduanya pernah bertugas pada wilayah yang sama sebelumnya. Pada kurun 2010-2011, Hadi menjabat Komandan Lanud Adi Sumarmo saat Jokowi menjadi wali kota Solo. Namun di sisi lain, penunjukan Hadi dinilai juga untuk muatan politik. Hal tersebut mengingat potensi Jokowi akan mencalonkan diri lagi sebagai presiden pada pilpres 2019. Sementara dalam pengamat Militer Connie Rahakundini Bakrie mengatakan penunjukan Marsekal Hadi sebagai calon panglima TNI adalah hal yang tepat. Salah satunya adalah karena sejalan dengan visi poros maritim Jokowi. Poros maritim dunia yang dicanangkan Presiden Jokowi pada 2014 lalu, kata Connie, membutuhkan tentara yang punya visi menghadapi dunia luar. "Saya berharap Pak Hadi punya visi outward looking ke depan," ujar Connie sebagaimana dikutip BBC, Rabu (6/12). Perkembangan dunia, terutama dunia kemiliteran saat ini juga sangat bergantung dengan kemajuan teknologi. Penunjukan Marsekal Hadi dari Angkatan Udara dinilai sejalan dengan hal tersebut. Pasalnya teknologi kedirgantaraan adalah salah satu teknologi yang bekembang pesat. "Saya kira Pak Hadi cocok dengan hal-hal terkait teknologi seperti itu," pungkas Connie.

Trending Stories