Connect with us

Business

Rupiah Lemas ke Rp13.873 Karna Virus Corona

Published

on


Finroll – Jakarta,  Nilai tukar rupiah melemah ke Rp13.873 per dolar AS atau sebesar 0,01 persen pada perdagangan pasar spot, Selasa (25/2) pagi. Sebelumnya, mata uang rupiah berada di Rp13.872 per dolar AS pada penutupan pasar, Senin (24/2).

Pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Terpantau, won Korea menguat 0,66 persen, dolar Singapura 0,19 persen, dan dolar Taiwan 0,18 persen.

Selanjutnya, ringgit Malaysia juga menguat 0,18 persen, diikuti baht Thailand 0,16 persen, dan dolar Hong Kong 0,01 persen. Di sisi lain, pelemahan terjadi pada yen Jepang sebesar 0,23 persen, peso Filipina 0,18 persen, yuan China 0,04 persen, serta lira Turki 0,03 persen.

Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar juga melemah terhadap dolar AS. poundsterling Inggris dan euro sama-sama melemah dengan nilai 0,03 persen. Sementara, dolar Australia menguat 0,14 persen, dan dolar Kanada di posisi stagnan terhadap dolar AS.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai pelemahan rupiah masih disebabkan oleh sentimen negatif wabah virus corona.

“Sepekan terakhir, kekhawatiran pasar kembali meningkat karena penyebaran virus corona menunjukkan kenaikan di beberapa lokasi atau negara di luar pusat wabah, provinsi Hubei China, seperti di Korea, Jepang, Iran, Italia,” ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (25/2).

Menurut Ariston, kekhawatiran tersebut mendorong pasar masuk ke aset safe haven, seperti emas dan obligasi pemerintah AS, sehingga harga emas melejit dan terus naik.

Selain itu, yield obligasi pemerintah AS yang tenor 10 tahun terus turun ke area 1,47 persen setelah sebelumnya berkonsolidasi di kisaran 1,6 persen juga turut menjadi sentimen negatif.

“Harga aset berisiko bisa lanjut tertekan, termasuk rupiah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ariston berpendapat rupiah bergerak di kisaran Rp13.760 hingga Rp13.900 per dolar AS pada hari ini.

Sumber : CNN Indonesia

Business

Jokowi Gratiskan Listrik Orang Miskin Selama 3 Bulan, Corona

Published

on

By

Finroll – Jakarta, Presiden Joko Widodo menangguhkan alias menggratiskan pembayaran listrik 24 juta masyarakat miskin. Penangguhan bagi pelanggan berdaya listrik 450 VA itu diberikan untuk menekan dampak ekonomi pandemi virus corona.

Jokowi mengungkapkan membebaskan biaya listrik selama 3 bulan, yakni April, Mei dan Juni 2020. 
Selain itu, untuk pelanggan listrik dengan daya 900 VA bersubsidi akan diberikan diskon 50 persen.

Artinya hanya bayar separo untuk April Mei dan Juni 2020″ ujarnya, Selasa (31/3).

Selain insentif listrik, Jokowi pun mengumumkan beberapa stimulus ekonomi lainnya untuk meredam dampak virus corona. Seperti, menambah jumlah penerima PKH dari 9,2 juta menjadi 10 juta keluarga.

Selain itu, manfaat yang diterima pun dinaikkan sebesar 25 persen. Pemerintah pun menaikkan anggaran kartu pra kerja dari Rp10 triliun menjadi Rp20 triliun.

Sebelumnya, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengusulkan penurunan tarif listrik minimal Rp100 per kWh selama 3 hingga 6 bulan ke depan. Hal itu dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat rentan miskin yang berpendapatan harian selama pandemi corona.

“YLKI mengusulkan agar struktur tarif listrik diturunkan, khususnya untuk golongan 900 VA. Bahkan, kalau perlu golongan 1.300 VA,” ujar Ketua Harian YLKI Tulus Abadi dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (26/3).

Saat ini, sambung Tulus, tarif listrik non-subsidi berkisar Rp1.352 per kWh. Apabila usulan itu diterima maka tarif listrik selama wabah virus corona turun menjadi Rp1.252 per kWh.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Business

Pertamina Rogoh Kocek Rp5 M Renovasi RS Rujukan Corona

Published

on

By

Finroll – Jakarta, PT Pertamina (Persero) mengucurkan dana bantuan senilai Rp5 miliar untuk merenovasi gedung pagai RSAL Dr Mintohardjo. RS ini merupakan salah satu rujukan Kementerian Kesehatan untuk penanganan pasien terinfeksi virus corona.

Renovasi gedung akan dilakukan dengan cepat untuk memenuhi aturan ruang isolasi sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan bantuan diberikan untuk mendukung penyediaan fasiltias pelayanan kesehatan bagi pasien covid-19.

Renovasi diperlukan mengingat gedung pagai selama ini tidak digunakan. Renovasi akan dilakukan selama sepekan ke depan untuk gedung bangsal. Kemudian, dua pekan untuk gedung standar CDC dengan kapasitas satu ruangan satu tempat tidur.

“Pertamina terus mendukung penyediaan ruang perawatan bagi pasien covid-19 agar semaksimal mungkin bisa menyelamatkan masyarakat terdampak,” terang dia, dikutip Antara, Selasa (31/3).

Selain RSAL Mintohardjo, Pertamina juga menyiapkan bantuan untuk alih fungsi RSPJ menjadi RS penanganan corona, semi menambah fasilitas kesehatan.

Pertamina, kata Fajriyah, juga telah menyalurkan bantuan masker, alat pelindung diri (APD), sarung tangan, penyemprotan disinfektan, hand sanitizer, wastafel portable, termasuk paket makanan dan sembako.

Kepala Rumkital RSAL Mintohardjo Kolonel (AL) dr Wiweka bantuan dari BUMN migas itu akan digunakan untuk menjadikan gedung pagai sebagai ruang isolasi penderita corona. Percepatan renovasi akan dilakukan nonstop 24 jam.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Business

Corona, Harga Minyak Dunia Catat Rekor Terendah

Published

on

By

Finroll – Jakarta, Harga minyak mentah dunia kembali merosot. Penurunan harga minyak dikarenakan kekhawatiran investor terhadap pelemahan permintaan di tengah meningkatnya penyebaran virus corona di berbagai belahan dunia.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei dipatok US$20,09 per barel atau turun US$1,42 di New York Mercantile Exchange. Ini merupakan kontrak harga terendah sejak 2002 silam.

Sementara, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei turun US$2,17 menjadi US$22,76 per barel di London ICE Futures Exchange.

“Perkiraan dari sisi permintaan sedang direvisi turun hampir setiap hari. Sedangkan, di sisi pasokan masih belum ada tanda-tanda rekonsiliasi antara Arab Saudi dan Rusia,” tutur Analis Energi Commerzbank Research Eugen Weinberg, dilansir Antara, Selasa (31/3).

Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol sempat memperingatkan bahwa permintaan minyak dapat turun sebanyak 20 juta barel per hari atau 20 persen pada tahun ini.

Penurunan permintaan minyak tak lain karena lebih dari 3 miliar orang di dunia mengunci diri mereka di dalam rumah demi menekan risiko penularan penyakit covid-19.

Sekadar mengingatkan, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya yang dipimpin oleh Rusia gagal untuk mencapai kesepakatan mengurangi produksi. Akibatnya, pasar minyak mentah dunia terperangkap antara jatuhnya permintaan dan perang harga minyak antara Arab Saudi dan Rusia.

Arab Saudi, anggota utama OPEC, dan Rusia mengumumkan untuk mendongkrak produksi minyak mereka, sehingga membanjiri pasar yang saat ini kelebihan pasokan.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending