Connect with us

Nasional

Sah! RI Lacak & Pantau Pasien Positif Corona via Smartphone

Published

on


Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Plate mengikuti langkah beberapa negara yang melacak penyebaran virus corona COVID-19 via nomor ponsel. Kominfo mengeluarkan aturan Keputusan Menteri Kominfo No. 159 tahun 2020 tentang upaya penanganan coronavirus disiease Covid-19 melalui dukungan sektor produk informatika.

FINROLL.COM — Bersama dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta seluruh operator telekomunikasi berkoordinasi secara terpadu berupa pelacakan, penelusuran dan isolasi pasien Covid-19 melalui aplikasi.

“Upaya ini menggunakan aplikasi “trace together” yang dikembangkan oleh operator telekomunikasi dan akan terpasang pada smartphone pasien positif Covid-19, untuk memberikan penanganan darurat,” ujar Johnny.

Johnny menjelaskan kalau aplikasi ini nantinya juga dapat memberikan peringatan bilamana pasien melewati lokasi isolasinya.

Selain itu aplikasi ini berfungsi untuk memetakan pergerakkan pasien selama 14 hari atau saat masa isolasi berlangsung. “Aplikasi ini juga dapat terhubung dengan operator seluler lainnya untuk menghasilkan visualisasi yang baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, berdasarkan hasil pelacakan dan penelusuran lewat nomor ponsel ini, pasien dengan kasus Covid-19 yang terdeteksi akan diberikan peringatan dari aplikasi untuk segera menjalankan protokol ODP atau orang dalam pengawasan.

Denny Abidin, selaku Vice President Corporate Communications Telkomsel, menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dan siap untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam memberantas Covid-19 dengan bantuan opsi aplikasi tersebut.

“Saat ini kami akan terus berkoordinasi dengan Kemenkominfo RI dan ATSI untuk keseluruhan dukungan yang dibutuhkan dari seluruh operator telekomunikasi, sesuai dengan kapasitas teknis Telkomsel sebagai penyedia layanan telekomunikasi, serta mengacu pada peraturan dan perundangan yang berlaku,” kata Denny kepada CNBC Indonesia, (26/3/2020).

Serupa, Merza Fachys, Direktur Smartfren juga menjelaskan kalau Smartfren terus berkomunikasi dengan pemerintah dalam hal ini Kominfo dalam upaya menangani antisipasi penyebaran virus corona.

“Saat ini masih intens kita diskusikan, tujuan program ini adalah agar antisipasi terhadap penyebaran virus dapat lebih fokus dan efektif. Hal-hal teknis sedang dikoordinasikan baik dengan penyelenggara telekomunikasi maupun dengan K/L terkait,” ujar Merza kepada CNBC Indonesia, (26/3/2020). (CNBC/GPH)

 

Iwan Hidayat Bergabung Dengan Finroll Media Group Tahun 2012

Nasional

HUT ke-21, JICT Salurkan Bantuan Bagi Warga dan Tenaga Medis

Published

on

Finroll.com — Dalam rangka hari jadi ke-21, PT Jakarta International Container Terminal (JICT), menyalurkan sejumlah bantuan berbentuk peralatan mesin disinfektan, portable Washtafel, masker dan Alat Pelindung Diri untuk warga dan Tenaga kesehatan.

Melalui program tanggung jawab sosial (CSR) perusahaan, JICT tidak tinggal diam menghadapi wabah ini. Perusahaan berusaha memberikan bantuan secara berkesinambungan agar pandemi ini tidak semakin meluas, khususnya di wilayah di sekitar perusahaan.

Berkaitan dengan usia operasional JICT yang ke 21, JICT menyalurkan 21 sprayer desinfektan untuk kecamatan dan 26 untuk warga lainnya. JICT juga menyediakan 500 liter cairan desinfektan untuk warga, 2100 masker kain dan 13 unit portable washtafel untuk diberikan kepada beberapa puskesmas, pasar, kelurahan dan kecamatan untuk dibagikan di titik keramaian di Jakarta Utara.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Administrasi PT. JICT, Reini Delfianti didampingi oleh Corporate Affairs Manger, Indhira Gita.
Selain alat penyemprot dan cairannya serta portable washtafel, JICT juga membagikan 2100 masker untuk masyarakat karena saat ini setiap orang wajib melindungi diri dengan mengenakan masker untuk menutup hidung dan mulut. Menurut Reini berbagai kebutuhan tersebut disalurkan sebagai bentuk kepedulian JICT, untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

“Kami membeli mesin disinfektan dan portable hand washer untuk didistribusikan wilayah Jakarta Utara, karena ini adalah wilayah terdekat dengan perusahaan. Alat-alat itu selanjutnya dapat digunakan untuk kebutuhan masyarakat. Kemudian, untuk hand washer, juga dilakukan pendistribusiannya kepada lokasi lokasi yang dikunjugi banyak orang yang membutuhkan,” ujar Reini, Kamis (9/4/2020).

“Harapan di hari jadi JICT ke-21 ini, kami berdoa dan berupaya pandemi Covid-19 ini segera berakhir dan aktivitas pelabuhan serta perekonomian segera pulih ,” katanya.

Reini menambahkan, bantuan CSR perusahaan akan terus digulirkan, untuk dapat membantu masyarakat dalam menghadapi musibah Covid-19 ini. Kami masih terus berupaya meningkatkan bantuan untuk masyarakat. Saat ini karena keterbatasan stok di pasar. Tapi begitu barang tersedia, kami akan segera membagikannya.

“Segenap elemen perusahaan bersama-sama berusaha dan terus mengajak peran semua pihak agar kita bisa melawan dan mengakhiri pandemi (Covid-19) dan masyarakat kembali hidup normal. Itu harapan kita di HUT JICT tahun ini,” tutur Reini.

Continue Reading

Nasional

58 Jemaah Umrah Pulang, 4 Orang Masih Dirawat di Arab Saudi

Published

on

By

Finroll – Jakarta, Kementerian Agama (Kemenag) mengatakan 58 orang jemaah umrah asal Indonesia yang sempat tertahan karena kebijakan karantina wilayah alias lockdown di Arab Saudi terkait virus corona (Covid-19) akan pulang hari ini, Kamis (9/4).

Konsul Haji Konsulat jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah Endang Jumali mengatakan 58 jemaah akan terbang pukul 08.35 waktu Saudi dengan menggunakan Saudia Airlines dari Bandara Internasional King Abdul Aziz.

“Semua biaya pemulangan ditanggung oleh pemerintah Arab Saudi,” kata Endang dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4) malam.

Namun, kata Endang, masih terdapat empat jemaah asal Indonesia yang tertahan di Saudi. Mereka belum bisa dipulangkan karena masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Endang menyatakan pemerintah akan menerapkan protokol kesehatan terhadap 58 jemaah umrah itu. Mereka akan menjalani pemeriksaan mulai di Saudi hingga sampai ke Tanah Air.

“Sebelum terbang, mereka akan ditransitkan terlebih dahulu oleh Muassasah Travel untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.

Saat tiba di Tanah Air, jemaah umrah itu akan diperiksa oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta. Jika ditemukan gejala, mereka akan dibawa ke rumah sakit rujukan.

Sementara jika lolos pengecekan kesehatan di Soekarno-Hatta, jemaah diminta melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah masing-masing. KKP akan meminta dinas kesehatan setempat melakukan pengawasan.

Sebelumnya, Arab Saudi memutuskan untuk menghentikan layanan umrah hingga waktu yang belum ditentukan. Kebijakan itu diambil untuk mencegah penularan virus corona yang telah masuk ke kategori pandemi.

Ribuan jemaah umrah asal Indonesia batal berangkat. Sebagian dari mereka bahkan telah berada di pesawat saat penghentian umrah diberlakukan. Sebagian lagi berhasil berangkat, tapi kemudian dipulangkan kembali.

Tak sedikit juga yang berhasil terbang dan menjalankan ibadah umrah. Namun mereka harus tertahan di Tanah Suci usai kegiatan umrah karena kebijakan karantina yang ditetapkan Saudi.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Nasional

Sepuluh Pasien Positif Corona di Semarang Sembuh

Published

on

By

Finroll – Semarang, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam menyatakan 10 pasien positif terinfeksi virus corona (Covid-19) yang dirawat di sejumlah rumah sakit (RS) di Kota Semarang, Jawa Tengah, telah sembuh

Para pasien yang sembuh itu dirawat di RS Tentara Bhakti Wira Tamtama 1 orang, RS Tugurejo 2 orang, RS Karyadi 3 orang dan RS St. Elisabeth 4 orang.

“Awalnya tadi pagi, yang dinyatakan sembuh tiga orang. Kemudian sore ini tadi, menyusul tujuh orang pasien. Kesepuluhnya ada di empat rumah sakit di Semarang,” kata Hakam, Rabu (8/4).

Dengan demikian, kata Hakam, sampai saat ini pasien positif virus corona yang berhasil sembuh di Kota Semarang menjadi 17 orang.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan tambahan 10 pasien positif virus corona yang sembuh menjadi tren positif karena berlangsung dalam kurun waktu delapan hari.

“Tentunya kita bersyukur bila semua elemen dan lapisan masyarakat bergerak, penanganan wabah Covid-19 di Semarang membuahkan hasil”, kata Hendrar.

Hendrar meminta masyarakat tetap mematuhi imbauan pemerintah untuk selalu memakai masker, menjaga kebersihan, mencuci tangan hingga tak berkerumun dan keluar rumah jika tak ada urusan penting.

“Kalau kita semua kompak, guyub, pasti kita di Semarang ini bisa memutus rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Sampai saat ini jumlah pasien positif di Semarang secara kumulatif sebanyak 61 orang. Sementara terdapat 177 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 1.358 orang dalam pemantauan (ODP). Sedangkan pasien positif corona di Jawa Tengah mencapai 140 orang.

Sementara hingga Rabu (8/4), jumlah pasien positif di Indonesia secara kumulatif mencapai 2.956. Dari jumlah itu, 240 meninggal dunia dan 222 sembuh.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending