Connect with us

Pasar Modal

Seluruh Sektor Kerek IHSG, Properti Paling Kencang

Published

on


Finroll.com – Sektor properti memimpin penguatan seluruh sektor mengerek kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini, Jumat (19/7/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,49 persen atau 31,59 poin ke level 6.434,88 pada pukul 09.05 WIB, setelah dibuka naik 0,22 persen atau 14,15 poin di level 6.417,44.

Seluruh sembilan sektor saat itu bergerak positif, dipimpin sektor properti (+0,80 persen), tambang (+0,71 persen), dan barang konsumsi (+0,49 persen).

Kemudian pada pukul 09.23 WIB, pergerakan IHSG menguat 0,57 persen atau 36,53 poin ke level 6.439,82 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Kamis (18/7), IHSG berhasil rebound dan berakhir naik 0,14 persen atau 8,68 poin di level 6.403,29.

Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG konsisten bergerak positif di level 6.417,44 – 6.442,14.

Sektor properti yang menguat 0,85 persen tetap memimpin pergerakan sektor-sektor lainnya di zona hijau, diikuti finansial dan aneka industri yang masing-masing naik 0,77 persen dan 0,53 persen (lihat tabel).
Baca juga: BI Potong Bunga Acuan, IHSG & Rupiah Kompak Lanjut Menguat

Sementara itu, sebanyak 174 saham menguat, 68 saham melemah, dan 410 saham stagnan dari 652 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang masing-masing naik 0,73 persen dan 0,67 persen menjadi pendorong utama penguatan IHSG pada pukul 09.23 WIB.

Pasar Modal

Karena Kekhawatiran Kasus Covid-19 IHSG Berpotensi Lesu

Published

on

Finroll – Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melemah pada perdagangan Senin (29/6). Hal ini dikarenakan jumlah kasus infeksi covid-19 masih mengkhawatirkan.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan menyebut jumlah kasus harian virus corona yang masih tinggi menekan optimisme investor akan pemulihan perekonomian global dan dalam negeri.

“IHSG diprediksi melemah. Jumlah kasus harian covid-19 secara global yang semakin tinggi masih cukup mengkhawatirkan, sehingga perekonomian tidak akan bisa pulih dengan cepat,” katanya.

Senada, Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya menyebut pergerakan IHSG dibayangi sentimen negatif pasar global. Namun demikian, koreksi diprediksi terbatas.

Ia memproyeksi indeks saham bergerak di rentang support 4.850-4.877 dan resistance 4.936-4.968.

“Sentimen negatif dari pergerakan pasar dunia yang berada dalam tekanan masih membayangi pergerakan IHSG hingga saat ini,” jelasnya.

Ia memperkirakan IHSG melaju di rentang 4.789-4.971.

Dari bursa luar negeri, saham-saham utama Wall Street kompak ditutup melemah. Indeks Dow Jones terkoreksi 2,84 persen ke level 25.015, S&P 500 terjun 2,42 persen ke level 3.009, dan Nasdaq Composite turun 2,59 persen menjadi 9.757.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Pasar Modal

Jelang Rilis Suku Bunga BI IHSG Diramal Hijau

Published

on

Finroll – Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal menguat pada perdagangan Kamis (18/6) jelang rilis suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya menyebut investor akan mencermati rilis suku bunga acuan BI sebagai sinyal stabilitas perekonomian Indonesia. Suku bunga acuan yang diperkirakan tetap memberi sentimen positif akan stabilnya fundamental perekonomian dalam negeri.

“Kestabilan perekonomian yang terlihat dari data yang telah dilansir menunjukkan fundamental perekonomian yang cukup kuat,” katanya seperti dikutip dari risetnya, Kamis (18/6).

Ia memprediksi IHSG melaju di rentang 4.837 – 5.021.

Sepaham, analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan memperkirakan IHSG menguat didorong sentimen stimulus The Fed yang menyatakan akan meneruskan pembelian obligasi korporasi.

Namun, penguatan masih cukup terbatas dikarenakan masih ada kekhawatiran akan kelanjutan gelombang kedua wabah virus corona.

“IHSG diprediksi menguat. Pergerakan masih akan didorong sentimen atas stimulus The Fed,” katanya.

Menurut dia, indeks saham akan bergerak di rentang support 4.941-4.964 dan resistance 5.014-5.041.

Di sisi lain, saham-saham utama Wall Street ditutup bervariasi. Indeks Dow Jones merah 0,65 persen ke level 26.119, S&P 500 melemah 0,36 persen ke level 3.113, dan Nasdaq Composite menguat 0,15 persen menjadi 9.910.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Pasar Modal

Berkat Arus Masuk Modal Asing IHSG Diprediksi Menguat

Published

on

Finroll – Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal menguat pada perdagangan Kamis (4/6).

Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan kinerja indeks ditopang oleh arus modal masuk (capital inflow) investor asing yang mulai mendarat di pasar modal dalam negeri.

“Pola gerak IHSG ditopang oleh mulai kembalinya investor asing ke dalam pasar modal Indonesia,” ujarnya.

Ia memprediksi IHSG melaju di rentang 4.711 – 4.998.

Senada, analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan secara teknikal indeks mengindikasikan potensi penguatan. Optimisme investor juga datang dari sentimen positif kembali dibukanya perekonomian AS dan beberapa negara lainnya.

“Secara teknikal, candlestick higher high dan higher low mengindikasikan potensi penguatan,” katanya seperti dikutip dari risetnya, Kamis (4/6).

Menurut dia, indeks saham akan bergerak di rentang support 4.803-4.872 dan resistance 4.985-5.029.

Di sisi lain, saham-saham utama Wall Street kompak menguat. Indeks Dow Jones perkasa 2,05 persen ke level 26.269, S&P 500 menguat 1,36 persen ke level 3.122, dan Nasdaq Composite terapresiasi 0,78 persen menjadi 9.682.

Sumber : CNN Indonesia

 

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending