Connect with us

Property

Senilai Rp2 Triliun, 4 Korporasi Pelat Merah Garap Proyek BUMN Center

Published

on


Finroll.com — 4 korporasi pelat merah yaitu PT PP (Persero) Tbk (PTPP) bersama dengan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM PT Danareksa (Persero), dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menjalin sinergi dalam pembangunan dan pengembangan BUMN Center.

Adapun BUMN Center adalah suatu kawasan perkantoran yang terintegrasi, agile dan modern yang didesain oleh Kementerian BUMN untuk meningkatkan efisiensi dan sinergi antara perusahaan milik negara.

Sementara luas lahan yang akan dibangun dan dikembangkan sekitar 24.694 m2 dengan rincian seluas 9.300 m2 dimiliki Danareksa, seluas 11.439 m2 dimiliki oleh Telkom, dan seluas 3.955 m2 dimiliki oleh Garuda Indonesia.

Direktur Utama PT PP Lukman Hidayat di Kementerian BUMN mengatakan, “BUMN Center terletak di lokasi yang strategis, berada di kawasan pemerintahan pusat di tengah kota Jakarta dan akan didukung dengan berbagai fasilitas yang memadai,” ujarnya, Kamis (3/10/2019).

Nilai investasi untuk pembangunan ini disebutkan Lukman lebih dari Rp2 triliun dan diproyeksikan rampung pada 2024.

Saat ini, perseroan sedang memproses izin kawasan secara keseluruhan dan masing-masing bangunan yang dimiliki oleh Danareksa, Telkom, dan Garuda Indonesia agar sesuai dengan konsepnya.

Fasilitas yang akan dibangun antara lain  modern agile office, communal outdoor space, indoor communal space, green open space, healthcare facilities, leisure area, main lobby, food court, meeting room, ballroom, dan lainnya.
Kawasan ini juga dibangun dengan konsep green building yang ditargetkan akan mendapat predikat Gold setelah disertifikasi oleh lembaga Green Building Council Indonesia.

BUMN Center mengusung konsep desain Burung Garuda di mana kepak kedua sayapnya merupakan gedung kembar yang menyerupai sayap burung Garuda yang berada di sebelah kanan dan kiri Gedung Kementerian BUMN,sedangkan kepala dari burung Garuda diwakili oleh Gedung Kementerian BUMN.(red)

Pembangunan BUMN Center dilakukan dengan pendayagunaan aset antara Kementerian BUMN, Telkom, Danareksa dan Garuda Indonesia untuk menghadapi persaingan global.

Kementerian BUMN bersama perusahaan-perusahaan BUMN membutuhkan suatu sarana untuk berkomunikasi dengan cepat yang diwujudkan dalam bentuk fisik berupa  working space yang nyaman.

Penyelarasan Gedung Kementerian BUMN dan gedung milik BUMN di sekitarnya diharapkan dapat menjadi simbol keterikatan dan keterpaduan seluruh komponen BUMN sebagai sebuah keluarga besar.(red)

Advertisement Valbury

Property

Program Sejuta Rumah Terealisasi 215 Ribu Unit per 11 Mei

Published

on

By

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat realisasi Program Sejuta Rumah mencapai 215.662 unit per 11 Mei 2020.

Direktur Jenderal Perumahan Khalawi Abdul Habid mengungkapkan capaian Program Sejuta Rumah masih diprioritaskan untuk pembangunan rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yakni 79 persen. Sementara, 21 persen sisanya disalurkan untuk masyarakat non-MBR.

“Total capaian pembangunan rumah untuk MBR sebanyak 169.317 unit dan rumah untuk non MBR sebanyak 46.345 unit,” ujar Khalawi dalam keterangan resmi dikutip Jumat (29/5).

Khusus MBR, realisasi pembangunan rumah berasal dari kementerian/ lembaga di luar Kementerian PUPR sebanyak 50.863 unit, Pemerintah daerah sebanyak 1.521 unit, rumah tapak yang dibangun oleh pengembang sebanyak 116.933 unit.

Sedangkan untuk non MBR terdiri dari pembangunan rumah tapak oleh pengembang sebanyak 42.884 unit dan rumah susun sebanyak 3.461 unit.

Khalawi mengungkapkan pelaksanaan Program Sejuta Rumah di lapangan turut terpengaruh oleh pandemi virus corona. Meskipun demikian, pihaknya telah menyusun pedoman bagi para pekerja untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan di lapangan.

Hal itu sesuai protokol kesehatan dan berdasarkan Surat Edaran Dirjen Perumahan No.03/SE/Dr/2020 tentang Pedoman pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Pada Direktorat Teknis Di lingkungan Jenderal Perumahan selama Masa Pandemik Covid -19.

“Kami tetap mengupayakan agar di akhir tahun capaian Program Sejuta Rumah bisa menembus 1.000.000 unit. Sedangkan target konservatif keseluruhan hingga akhir tahun sebesar 900.000 unit mengingat adanya pandemi Covid -19,” terangnya.

Dalam keterangan resmi terpisah yang dikutip dari Antara, Khalawi menilai pelaksanaan tatanan normal baru (new normal) akan mendorong pelaksanaan program sejuta rumah.

“Kami berharap dengan new normal ini pelaksanaan pembangunan perumahan dalam Program Sejuta Rumah dapat berjalan kembali,” ujarnya.

Khalawi menambahkan, para pegawai Ditjen perumahan baik di pusat dan daerah akan mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) dan protokol kesehatan dalam kegiatan Normal Baru.

Guna mendukung pelaksanaan normal baru di sektor perumahan, imbuh Khalawi, Ditjen Perumahan akan mengoptimalkan Program Padat Karya yakni melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya dan bantuan Prasarana, Sarana dan Utilitas untuk perumahan bersubsidi.

Continue Reading

Property

Mulai 31 Mei, Airy Tutup Operasional

Published

on

Finroll – Jakarta, Startup jaringan hotel murah Airy Rooms akan menutup operasional mereka karena terdampak pandemi virus corona. Airy akan menutup seluruh rekanannya pada 31 Mei 2020 mendatang.

Dilansir Tech in Asia, informasi ini diketahui dari surat elektronik Airy kepada para mitra mereka. Dalam surat tersebut, pihak Airy menyatakan akan melakukan pemutusan kontrak kerja sama dengan rekanan seiring rencana mereka menutup usaha secara permanen.

Pihak Airy menjelaskan pandemi virus covid-19 telah mengancam seluruh sektor bisnis, khususnya pariwisata.

“Kami telah melakukan upaya terbaik untuk mengatasi dampak dari bencana ini. Namun, mengingat penurunan teknis yang signifikan dan pengurangan sumber daya manusia yang kami miliki. Kami telah memutuskan untuk menghentikan bisnis kami secara permanen,” bunyi pernyataan platform penyedia hotel murah tersebut.

Alasan tersebut membuat Airy tidak akan menyediakan layanan lagi untuk mitra kami.

Dalam wawancara dengan Tech in Asia pada Maret lalu, CEO Airy Lous Alfonso Kodoatie tak memungkiri pandemi covid-19 telah memengaruhi tingkat hunian. Namun, ia optimistis pandemi bisa segera teratasi dan sektor pariwisata bisa segera pulih.

“Dengan teknologi yang tepat dan pelayanan berkualitas, kami yakin Airy bisa bangkit lebih cepat dan memulihkan bisnis kami seperti sebelumnya,” ucapnya.

Namun, faktanya April lalu Airy dilaporkan memberhentikan 70 persen pegawai mereka. Airy sendiri didirikan pada 2015 lalu dan memiliki dua ribu jaringan properti dengan total 30 ribu unit kamar.

 

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Property

Pasca Diberlakukanya Work From Home, Kaun Milenial Pilih Sewa Apartemen untuk Self-Quarantine 

Published

on

Finroll.com — Upaya Pemerintah mencegah penyebarannya virus corona,  menghimbau dan meminta masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meminta warga untuk belajar, bekerja, dan ibadah di rumah. Sejak hari Senin, 16 Maret 2020, setidaknya 220 perusahaan telah memberlakukan work from home untuk mendukung keputusan Pemerintah tersebut.

Apa itu work from home? Work from home merupakan suatu konsep di mana seseorang bisa melakukan pekerjaannya di rumah. Work from home dinilai efektif untuk menekan angka penyebaran virus corona karena masyarakat tidak perlu melakukan kontak fisik satu sama lain. Namun, menurut beberapa pekerja yang didominasi oleh kaum milenial ini, berbagai kondisi membuat mereka tidak merasa nyaman untuk melakukan work from home dan memutuskan untuk menyewa apartemen untuk self-quarantine. Keputusan tersebut didasari atas beberapa alasan, salah satunya adalah fasilitas dapur dan akses ke berbagai kebutuhan pokok menjadi lebih mudah.

Ditemui di Jakarta 19 Maret 2020, Hendry Rusli selaku CEO Travelio selaku situs dan Property Management terbesar di Indonesia mengklarifikasi kebenaran adanya kenaikan permintaan masyarakat atas penyewaan hunian secara Mid-Term Rental (1–3 bulan). Beliau juga menambahkan bahwa Infrastruktur pemesanan melalui website Travelio yang memungkinkan konsumen untuk melakukan pemesanan secara contactless menjadi sebuah kemudahan. Konsumen dapat menggunakan Fitur kamera 360 yang tersedia di website dan aplikasi Travelio untuk melihat unit secara lebih real tanpa harus bertemu langsung mengunjungi satu apartemen ke apartemen lainnya.

Hendry juga menyatakan bahwa dalam situasi sulit seperti ini, pihaknya dihadapkan pada pertanyaan bagaimana Travelio dapat berperan membantu lebih banyak masyarakat Indonesia untuk mendapatkan akomodasi yang menunjang untuk pencegahan penyebaran COVID-19. Dan Travelio telah menerapkan tiga komitmen Affordability, Quality of Service dan Sanitizing.

Untuk menunjang Affordability masyarakat pada masa dua bulan kedepan, Travelio akan memastikan hunian apartemen terjangkau dengan memberikan subsidi mulai dari Rp. 500.000 – 1 juta Rupiah untuk pemesanan bulanan di semua jenis apartemen yang dikelola oleh Travelio. Peningkatan Quality of service dengan membantu mengurus segala jenis izin pindah, dimulai dari daftar huni, pengurusan izin parkir, memastikan koneksi internet dan lainnya agar konsumen tidak diperlukan untuk mengantri dan melakukan kontak dengan instansi terkait.

“Sejak World Health Organisation (WHO) mengklaim COVID-19 sebagai pandemi Global, kami juga melakukan Sanitasi dengan desinfektan setiap perpindahan tenant, Penyediaan hand-sanitizer di setiap unit, serta memastikan kesehatan karyawan kami dengan pengecekan suhu badan dan penggunaan sarung tangan dan masker,” Imbuhnya.

Travelio hadir dengan menawarkan penyewaan apartemen secara short to long term Apartemen dengan standarisasi fully furnished dan fasilitas lengkap seperti WIFI dan peralatan dapur. Dengan adanya fasilitas dapur di unit apartemen, Konsumen dapat memasak makanan sendiri sehingga tidak perlu khawatir akan kebersihannya. Pemesanan dapat dilakukan secara online melalui situs www.travelio.com atau melalui aplikasi travelio.

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending