Connect with us

Nasional

Soal ‘Mabes Polri Cabang Kuningan’, Firli Diklaim Profesional

Published

on


Polri mengatakan Komjen Firli Bahuri akan menjalankan tugasnya secara profesional saat memimpin KPK nanti meski masih berstatus anggota Polri.

“Tidak ada [intervensi], profesional, independen,” klaim Kepala Humas Polri Irjen Pol Muhammad Iqbal, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (21/11)

Firli sendiri baru diangkat sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Kemananan (Baharkam) Polri sekaligus dinaikkan pangkatnya jadi jenderal bintang tiga.

Sementara, dirinya akan dilantik jadi Ketua Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) periode tahun 2019-2024 bulan depan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Argo Yuwono mengatakan jabatan Firli menjadi pemimpin KPK tidak akan jadi masalah.

“Saya kira enggak ada masalah ya, yang namanya kewenangan dari pihak kepolisian dalam memberikan job untuk anggotanya. Enggak ada [konflik kepentingan]. Ya nyatanya lancar-lancar saja kan,” tutur Argo.

Sebelumnya Kapolri Jendral Idham Azis menegaskan Firli tak perlu menanggalkan statusnya sebagai anggota Polri saat resmi menjabat sebagai Ketua KPK.

Idham mengatakan Firli hanya akan diberhentikan dari jabatannya sebagai Kabaharkam sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Itu tidak harus mengundurkan diri sebagai anggota Polri, tapi harus diberhentikan dari jabatannya. Ini sesuai dengan ketentuan pasal 29 undang-undang nomor 19 tahun 2019 tentang perubahan atas undang-undang nomor 30 tahun 2002 tentang KPK,” kata Idham di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/11).

Firli diketahui telah dipilih oleh DPR sebagai Ketua KPK periode 2019-2023. Firli akan ditemani oleh empat pimpinan KPK laimnya yakni Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, Nawawi Pomolango dan, Nurul Ghufron.

Namun demikian, keterpilihan Firli menjadi sorotan publik. Dia dianggap memiliki rekam jejak bermasalah ketika menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang bahwa Firli Bahuri terbukti melakukan dugaan pelanggaran kode etik berat. Hal itu diperoleh setelah Direktorat Pengawasan Internal KPK merampungkan pemeriksaan yang dilakukan sejak 21 September 2018.

Warganet alias netizen pun menyuarakan soal ‘Mabes Polri cabang Kuningan’, merujuk pada status Firli sebagai anggota Polri aktif yang akan memimpin KPK. Hal itu dikhawatirkan akan membuat KPK dalam kendali Polri yang memiliki rantai komando.

Nasional

Kepala Dinas di Jabar Wafat Positif Corona, 134 PNS Tes PCR

Published

on

By

Finroll.com, Jakarta –  Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan tes swab polymerase chain reaction (PCR) terhadap 134 pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar. Tes ini dilakukan menyusul meninggalnya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar, Mochamad Solihin karena positif virus corona awal bulan ini.

“Jadi sekarang kita ada tes untuk ratusan pegawai. Untuk hasil swab belum bisa didapatkan hari ini, kemungkinan baru besok hasil swab perlahan didapatkan,” kata Eri, Senin (6/7).

Adapun pengetesan swab dilakukan oleh tim dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jabar.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Jabar Daud Achmad mengatakan, pihaknya juga sudah melakukan tes kepada anggota keluarga Solihin. Dari pengetesan tersebut hasilnya dua anggota keluarga almarhum turut positif Covid-19.

“Dua orang yang positif,” kata Daud.

Ia pun memastikan anggota keluarga yang positif telah diisolasi di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM). Sedangkan, anggota keluarga lainnya yang dites swab turut diisolasi namun di kediamannya masing-masing.

Saat ini, kata dia Gugu Tugas akan terus melakukan pelacakan kontak dalam kasus Solihin.

“Tracing terus dilakukan dan ditindaklanjuti dengan langkah yang diperlukan misalnya swab, isolasi, dan sebagainya,” ujar Daud.

Diketahui Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Mochamad Solihin meninggal dunia pada 1 Juli 2020 lalu. Ia sempat merasakan gejala demam pada 26 Juni lalu kemudian dirujuk ke rumah sakit sesuai prosedur penanganan Covid-19.

Sehari setelahnya, Solihin menjalani tes swab dan hasilnya keluar pada 29 Juni, yakni positif virus corona. Ia lalu menjalani isolasi di RS Santo Borromeus dan meninggal dunia pada 1 Juli.

Penjabat sementara Wali Kota Bandung pada 2018 itu kemudian dimakamkan dengan menggunakan protokol Covid-19.(cnnindonesia.com)

Continue Reading

Nasional

3.586 Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Sembuh

Published

on

By

Ilustrasi. Petugas medis bersiap di ruang perawatan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. (ANTARAFOTO/KOMPAS/HERU SRI KUMORO)

Finroll.com, Jakarta – Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, mencatat hingga 5 Juli 2020 sebanyak 3.586 orang pasien Covid-19 telah sembuh.

Kepala Penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Aris Mudian, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (5/7), mengatakan jumlah pasien sembuh merupakan akumulasi dari pencatatan sejak 23 Maret 2020.

“Sejak 23 Maret-5 Juli 2020, pasien terdaftar sebanyak 5.393 orang, pasien sembuh 3.586 orang,” katanya seperti yang dikutip dari Antara.

Pasien yang harus dirujuk ke RS lain sebanyak 148 orang, sedangkan tiga pasien meninggal dunia.

Data terbaru, jumlah pasien yang dirawat inap di RSD Wisma Atlet saat ini sebanyak 667 orang, terdiri atas 349 pria dan 318 wanita.

Pasien yang dinyatakan positif COVID-19 dari hasil swab sebanyak 648 orang dan 19 orang positif dari tes rapid, sementara pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) nihil.

Wisma Atlet Kemayoran resmi difungsikan sebagai RS Darurat COVID-19 oleh Presiden Joko Widodo pada Senin, 23 Maret 2020 yang memiliki total kapasitas untuk menampung 12 ribu orang.

Tak hanya di RSD Wisma Atlet, Aris juga menyampaikan data terbaru pasien sembuh COVID-19 yang dirawat di RS Khusus Infeksi di Pulau Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau.

RSKI Pulau Galang mencatat pasien rawat inap sebanyak 104 orang (72 pria dan 32 perempuan), terdiri atas 21 pasien positif COVID-19, 13 orang PDP, dan ODP sebanyak 70 orang.

Rekapitulasi mulai 12 April-5 Juli 2020, pasien terdaftar sebanyak 343 orang, dan 237 pasien sudah diperbolehkan pulang atau memilih isolasi mandiri.

Ada dua pasien yang memerlukan rujukan ke RS lain, sementara pasien yang meninggal dunia nihil.

RSKI Pulau Galang yang dibangun sejak 9 Maret 2020 untuk mengantisipasi melonjaknya pasien COVID-19 di Indonesia, telah diresmikan operasionalnya pada 6 April 2020.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan kasus COVID-19 pada Sabtu (4/7) bertambah 1.447 positif terinfeksi SARS-CoV-2, sedangkan 651 pasien sembuh.

“Sehingga total positif 62.142 dan 28.219 sembuh,” kata Yuri dalam jumpa pers daring.

Jumlah pasien yang meninggal karena COVID-19 menjadi 3.089 orang setelah bertambah 53 orang. Hingga saat ini, jangkauan diagnosis spesimen total diperiksa 894.428 sampel.

Sumber : Cnnindonesia.com

Continue Reading

Nasional

833 Pedagang Pasar Tradisional Positif Corona

Published

on

By

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mencatat 833 pedagang pasar terjangkit virus corona, 35 di antaranya meninggal dunia. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso).

Finroll.com, Jakarta – Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mencatat 833 pedagang pasar tradisional terinfeksi virus corona (covid-19) per Minggu (5/7) atau terjadi penambahan 65 kasus baru. Sebanyak 35 orang di antaranya meninggal dunia.

Berdasarkan data Ikappi, ratusan kasus positif tersebut tersebar di 164 pasar di 72 kabupaten/kota dan 24 provinsi di Indonesia. Kasus terbanyak masih di wilayah DKI, yaitu 217 kasus positif di 37 pasar.

“DPP Ikappi menilai banyak hal yang perlu di evalusi bersama. Bukan hanya pemerintah daerah tetapi juga kami para pedagang pasar, juga perlu mengevaluasi atas apa yang sudah kami lakukan beberapa saat terakhir,” ujar Ketua Bidang Organisasi DPP Ikappi Muhammad Ainun Najib dalam keterangan resminya.

Ikappi menilai peran pemerintah daerah atau pengelola pasar menjadi sangat penting untuk saat ini. Keberpihakan terhadap pasar tradisional dengan melakukan pencegahan terhadap covid-19 menjadi kunci penyebaran itu bisa di hentikan.

Menurut Ikappi, data 164 pasar dari total keseluruhan 14 ribu pasar di Indonesia, masih terlampau kecil. Memang hingga saat ini sudah lebih dari 500 pasar yang telah melakukan rapid test dan/atau swab test, tapi jika jumlahnya bisa diperbanyak upaya memangkas mata rantai penyebaran bisa lebih ditingkatkan.

Najib mengingatkan apabila pedagang sehat maka ekonomi daerah juga akan terus bangkit.

“Upaya-upaya seperti ini yang harus kita dorong bersama agar ada kesamaan pandangan dan visi bahwa kita harus menghentikan penyebaran covid-19 di pasar traditional,” imbuhnya.

Hal kedua yang tak kalah penting, menurut Ikappi, adalah sosialisasi penggunaan masker dan juga edukasi bahaya covid-19 bersama para pedagang.

“Libatkan pedagang dalam setiap kebijakan yang di ambil, sehingga itu dapat dijalankan secara bersama sama. Untuk terciptanya kesadaran diri dari pedagang yang dimulai dari keterlibatannya terhadap program yang di jalankan oleh pemerintah daerah,” tandas Najib.(cnnindonesia.com)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending