Connect with us
[adrotate group="1"]

Entertainment

Taylor Swift Rilis Album Baru ‘folklore’

Published

on


Finroll – Jakarta, Taylor Swift mengumumkan akan merilis album baru berjudul ‘folklore’ pada Kamis (23/7) tengah malam waktu Amerika atau Jumat (24/7) waktu Indonesia.

“Kejutan. Tengah malam ini [waktu Amerika Serikat] saya akan merilis album yang sepenuhnya baru yang saya curahkan dengan semua keinginan, impian, ketakutan, dan renungan saya,” tulisnya dalam pernyataan yang diunggah ke media sosial miliknya, Kamis (23/7).

Swift mengatakan bahwa album ini digarap di tengah pandemi Covid-19, yang membuat tur konser Lover Fest penyanyi tersebut ditunda hingga tahun depan.

“Banyak hal yang telah saya rencanakan pada musim panas ini batal terjadi, tapi ada sesuatu yang tidak saya rencanakan terjadi. Dan hal itu adalah album ke-8 saya, folklore,” katanya.

Swift juga mengatakan bahwa sebelum ini, ia sempat berpikir untuk merilis album di waktu yang sempurna. Namun, karena merasa tak ada yang bisa menjamin yang terjadi ke depan, dia memilih untuk merilisnya dalam waktu dekat.

“Naluri saya mengatakan kepada diri saya bahwa jika kau membuat sesuatu yang kau sukai, maka kau harus mengungkapnya ke dunia. Itulah sisi ketidakpastian yang saya rasakan. Mencintai kalian semua,” tulis Swift.

View this post on Instagram

Most of the things I had planned this summer didn’t end up happening, but there is something I hadn’t planned on that DID happen. And that thing is my 8th studio album, folklore. Surprise 🤗Tonight at midnight I’ll be releasing my entire brand new album of songs I’ve poured all of my whims, dreams, fears, and musings into. I wrote and recorded this music in isolation but got to collaborate with some musical heroes of mine; @aarondessner (who has co-written or produced 11 of the 16 songs), @boniver (who co-wrote and was kind enough to sing on one with me), William Bowery (who co-wrote two with me) and @jackantonoff (who is basically musical family at this point). Engineered by Laura Sisk and Jon Low, mixed by Serban Ghenea & Jon Low. The album photos were shot by the amazing @bethgarrabrant. Before this year I probably would’ve overthought when to release this music at the ‘perfect’ time, but the times we’re living in keep reminding me that nothing is guaranteed. My gut is telling me that if you make something you love, you should just put it out into the world. That’s the side of uncertainty I can get on board with. Love you guys so much ♥️

A post shared by Taylor Swift (@taylorswift) on

Dalam memproduksi album ini, Swift dibantu oleh Aaron Dessner yang ikut menulis dalam 11 dari 16 lagu. Bon Iver juga ikut menulis satu lagu dan bernyanyi bersama Swift. Selain itu, William Bowery dan Jack Antonoff juga ikut memproduseri album ini.

Album folklore akan berisi 16 lagu baru yang tersedia dalam edisi standar. Swift akan menambahkan satu lagu lagi untuk edisi album deluxe. Nantinya, edisi deluxe ini dirilis dalam delapan versi CD dan vinyl.

“Setiap edisi deluxe akan memiliki sampul, foto-foto, serta karya seni yang unik,” kata Swift.

Bertepatan dengan perilisan album ini, Swift juga akan melepas lagu berjudul ‘cardigan’ beserta video musik yang disutradarai dirinya sendiri.

Sebelum merilis folklore, Swift telah memiliki tujuh album studio, yakni Taylor Swift (2006), Fearless (2008), Speak Now (2010), Red (2012), 1989 (2014), Reputation (2017), dan Lover (2019).

Sumber : CNN Indonesia

Entertainment

20 Besar Peserta “Semua Bisa Berubah Maju” Cover Song Competition Sudah Terpilih Dan Masuk Tahap final

Published

on

Finroll.com – Gaung dan gema campaign besar dari Indihome yang bertema  #SemuaBisaBerubahMaju pada bulan Agustus 2020 lalu semakin besar dan sudah berhasil ikut menyebarkan semangat ke semua masyarakat luas di seluruh Indonesia

Kompetisi Cover Song Competition yang dibuka pada tanggal 28 September 2020 Peserta Cover Song Competition Semua Bisa Berubah Maju berhasil mengumpulkan banyak sekali peserta yang sudah ikut berpartisipasi dan berkreativitas selama masa pandemic sekarang ini.

Babak pertama pembukaan Penyariangan Cover Song Competition akhirnya sudah di tutup pada tanggal 14 Oktober 2020 Kemarin, antusias peserta yang sangat besar untuk ikut memeriahkan semangat semua bisa berubah maju yang di adakan oleh Indihome membuahkan hasil yang cukup baik bagi masyarakat.

Total peserta yang ikut memeriahkan acara Cover song competition ini sudah mencapai kurang lebih 1000 peserta. Yang dimana para peserta sudah ikut mengupload video mereka melalui channel youtube mereka masing-masing.

Tepat di tanggal 21 Oktober 2020 kemarin Babak penyisihan pertama sudah dilakukan dan babak penjurian pertama pun sudah mengeluarkan 20 nama peserta yang lolos untuk mengikuti babak penyisihan selanjutnya.

Tahap eliminasi pertama akan ditayangkan di channel youtube Indihome pada tanggal 28 Oktober 2020 nanti. Agar kompetisi ini melahirkan putera puteri Indonesia yang berbakat dan mampu membawa perubahan dengan menyebarkan semangat lewat musik dan lagu, IndiHome menggandeng beberapa artis ternama untuk terlibat dalam SBBM Competition ini, yaitu: Melly Goeslaw, Tantri Kotak dan Ari Tulang sebagai Tim Juri, Sandy Canester & Danny Heyho sebagai Coach dan Indra Bekti sebagai Host.

Continue Reading

Entertainment

Nikmat Group Gandeng Jovi Adhiguna Launching Gildak

Published

on

Finroll.com — Sukses dengan brand kedai kopi Lain Hati dan Street Boba, kini Nikmat Group kerja sama dengan Influencer papan atas Tanah Air, Jovi Adhiguna kembali menghadirkan brand terbarunya Gildak K – Street Snack.

Deo Cardi Nathanael, selaku Vice President of Marketing Nikmat Group mengatakan, Kali ini Nikmat Group luncurkan Brand yang berbeda, kalau sebelumnya kita buat brand dengan konsepnya jepang, kali ini kita luncurkan produk dengan konsepnya Korea,” katanya saat Grand Launching Gildak di Krekot Bundar Pasar Baru Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2020).

Deo menjelaskan bahwa Nikmat Group terus berusaha untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. “Kita tau bahwa banyak masyarakat yang suka dengan jajanan snack Korea, hanya mereka tidak tau mau belinya dimana?. Gildak adalah merupakan brand makanan dengan konsep menu Korea, dengan bumbu – bumbu rasa nasional dan Korea. Kita hadir disini,” jelasnya.

“Konsep ini berawal dari Street Boba yang sudah mencapai Store yang ke 43, dimana para pelanggan banyak yang menanyakan kenapa kok tidak ada makanan yang asin -asin, disinilah awalnya tercetus ide ini,” ungkap Jovi Adhiguna.

Saat ini lanjut Jovi, Gildak telah menyajikan 10 varian menu seperti nasi, kulit ayam, ayam goreng dengan bumbu – bumbu dari rasa nasional sampai rasa Korea, dan tingkat kepedesannya pun bisa dipilih sesuai selera.

“Sampai hari ini kita baru menghidangkan sampai 10 menu saja, mudah – mudahan kedepannya kita sudah banyak menu korea lainnya,” lanjut Jovi.

“Gildak artinya ayam jalanan, sama seperti Street Boba pinggir jalan sehingga ditempat ini lengkap sudah, kita mau makan bisa, mau minum juga bisa, tempat nongkrongnya pun enak dan banyak tempat photo – photonya,” tambahnya.

Harga yang ditawarkan dari Gildak ini mulai dari harga 18ribu hingga 30ribuan. Gildak juga mempunyai makanan favorit yaitu Itawoen cryspy chiken yaitu ayam yang diberikan bumbu dan mozarela serta menu favorit lainnya.

Khusus besok pada 12 September 2020 Gildak juga akan memberikan promo spesial dengan By One Get One, Selain itu Gildak juga melakukan promo secara online melalui Grab dan Gojek yang sudah mulai Aktif Sore ini.

Dalam waktu dekat Gildak juga akan segera membuka cabang diseluruh kota – kota besar di Indonesia dan akan membuka lapangan pekerjaan.

Selain itu dalam lima hari kedepan Gildak juga akan membuka store keduanya yang berlokasi di seputaran Rawamangun,” Pungkas Deo

Continue Reading

Entertainment

Duo Delima Rilis Single Kedua “Bocah Tua Nakal”

Published

on

Finroll.com — Sukses dalam album pertamanya yang berjudul ‘Goyang Dari Samping’ yang diproduksi oleh label CMP Record, Kini penyanyi dangdut cantik, Elma Fee dan Diana Putri, yang tergabung dalam grup Duo Delima, merilis single terbaru yang berjudul Bocah Tua Nakal (BTN).

Lagu karya Don Kinol tersebut, mengisahkan tentang curahan hati (curhat) para wanita dan remaja yang kerap menjadi sasaran modus atau tingkah kurang ajar para ‘om-om nakal’ atau pria hidung belang.

“Lagu Bocah Tua Nakal ini tuh mewakili perasaan aku, Diana dan mungkin sebagian remaja-remaja wanita lain yang sering kali menjadi korban tingkah kurang ajar para om-om nakal,” ungkap Elma Fee dalam jumpa pers yang digelar di Kantor CMP Record, Jakarta Timur, Rabu (29/7/2020).

Elma menyadari betul, profesinya sebagai penyanyi dangdut menuntut dirinya untuk berinteraksi dan menghibur para penggemar maupun penonton. Namun, dirinya sangat menyayangkan jika ada penonton yang kebablasan dan bertingkah kurang ajar.

“Aku pernah saat manggung off air ada penonton yang naik ke atas panggung bernyanyi dan berjoget bersama, tapi lama-kelamaan kok tangannya mulai kemana-mana, rasanya pengen aku tonjok,” lanjut Elma.

Senada dengan Elma, Diana juga mengisahkan, dirinya pernah mendapat pesan (DM) Instagram dari salah seorang pria yang menanyakan hal yang menurutnya sangat merendahkan dirinya.

“Pernah aku di DM sama om-om nakal yang nanya tarif. Awalnya aku pikir tarif manggung, tapi rupanya dia menanyakan tarif temenin dia tidur, jijik banget kan?” kata Diana.

Sementara itu, owner CMP Record, Maulina Silaen, menyampaikan, pihaknya berharap kehadiran single Bocah Tua Nakal dari Duo Delima ini bisa diterima masyarakat dan mengobati rasa rindu para pecinta musik dangdut tanah air.

“Kami berharap kehadiran single  terbaru Bocah Tua Nakal dari Duo Delima ini bisa menghibur dan diterima masyarakat, khususnya para pecinta dangdut tanah air di masa pandemi saat ini,” ujar Maulina.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending