Connect with us

Kuliner

Ternyata Makanan Khas Italia Pasta Warisan Peradaban Islam

Published

on


Selama ini hidangan pasta identik dengan bangsa Eropa, terutama Italia. Siapa sangka, makanan tersebut justru berasal dari peradaban Islam. Pada 827 Masehi, panglima Islam bernama Asad Ibnu al-Furat bersama pasukannya mendarat di Pulau Sisilia yang terletak di selatan Italia. Sang Panglima kemudian memerintahkan juru masak menyediakan makanan untuk seluruh pasukannya.

Melihat sumber makanan dari alam sekitar, para juru masak lalu menangkap beberapa ikan sardin di sekitar pelabuhan. Mereka juga memetik kacang pinus, buah-buahan, dan lainnya di sebuah perbukitan. Berbagai bahan makanan tersebut kemudian mereka campur dengan bahan makanan yang mereka bawa dari Arab, yaitu pasta. Kala itu, masyarakat di kawasan Eropa belum mengenal pasta.

Penulis makanan Italia Oretta Zanini De Vitta dalam bukunya, Encyclopedia of Pasta, menulis, terdapat lebih dari 300 bentuk pasta beragam rasa. Hanya saja, apa pun bentuknya, kata dia, pada dasarnya pasta terbuat dari adonan tepung gandum dan air yang dicampur, digulung- gulung, dipotong-potong, kemudian direbus. Secara umum, pasta terbagi dua jenis, pertama pasta fresca, yakni berbentuk mi, lentur, dan tidak kaku. Kedua, pasta secca, yaitu pasta kering yang awet disimpan lama.

Biasanya pasta dibuat dari tepung gandum durum karena lebih kenyal serta banyak mengandung gluten. Pejabat Mamluk, al-Umari, lewat catatannya mengatakan, gandum durum asal Afrika Utara bisa disimpan di dalam gudang hingga 80 tahun.

Tanaman gandum jenis durum diperkirakan sudah ada sejak 7000 Sebelum Masehi (SM). Tepatnya di daerah Fertile Cresent, yaitu daerah berbentuk bulan sabit dari Mesir Bawah dan Mesir Atas di sepanjang Sungai Nil sampai ke Palestina, Suriah, Lebanon, serta di sekitar Sungai Eufrat dan Tigris yang bermata air di Turki, juga bermuara di Teluk Arab atau Persia.

Pendiri bidang kajian Cina di Universitas Munich, Herbert Franke, turut menyebut mi berasal dari Turki. Maka dipastikan, asal usul mi dan pasta bukan dari Cina.Terkait sejarah mi yang kabarnya dibuat pertama kali ketika masa Dinasti Han pada akhir abad ke-3 SM, ternyata adalah pasta fresca. Waktu itu, bangsa Cina tidak mengenal pasta secca.

Itu membuat petualang asal Cina bernama Chau Ju Kua yang mengunjungi Andalusia pada abad ke-12 merasa heran. Pasalnya, ia melihat Muslim di Spanyol bisa menyimpan pasta puluhan tahun tanpa membusuk, sementara mi di negerinya tidak bisa bertahan lama. Penjelajah al-Bakri pada abad ke11 M ikut menyatakan, pasta dibuat dari gandum durum. Jenis gandum tersebut diperkenalkan orang Muslim ke Sisilia dan Spanyol pada abad ke-10 M.

Business

Dalam 6 Bulan Pertama Tahun 2019, 50.000 Ton Kentang Beku Diekspor Ke Asia Tenggara

Published

on

Finroll.com — Selama enam bulan pertama tahun 2019, pemasok kentang Belgia mengirimkan 50.000 ton kentang beku, kentang goreng, dan produk terkait kentang lainnya ke Asia Tenggara.

Untuk Indonesia sendiri, lebih dari 10.000 ton kentang diekspor ke Indonesia. Ekspor ke Indonesia sendiri meningkat pesat terhitung hingga 15.000% selama 10 tahun terakhir.

Wilayah ASEAN menjadi target pasar yang besar untuk kentang Belgia selama dekade terakhir.

“Thailand, Malaysia, Indonesia, Vietnam, dan Filipina adalah pasar yang berkembang untuk produk kentang dari Eropa ini,” kata Hartwig Moyaert – Project Coordinator Promotion Vlam dalam keterangannya, Rabu (27/11/2019).

Pada 2010, pemasok Belgia hanya mengekspor 120 ton produk terkait kentang ke Indonesia. Pada 2018, jumlah ini naik menjadi 15.548 ton, meningkat hingga 15.000% dalam jangka waktu 10 tahun.

Dalam enam bulan pertama tahun 2019, pemasok kentang Belgia mengekspor lebih dari 10.000 ton kentang ke Indonesia.

Lima pemasok kentang Belgia terbesar adalah Agristo, Bart’s Potato Company, Clarebout Potatoes, Ecofrost dan Mydibel. Bisnis milik keluarga ini mengirimkan produk kentang bersertifikat halal di seluruh dunia.

Untuk mempromosikan kentang goreng Belgia di ASEAN, Original Belgian Fries turut berpatisipasi dalam Thaifex 2019 yang diadakan di Thailand dan telah diselenggarakan pada 26 Mei – 1 Juni 2019 di Bangkok, Thailand.

Selama 5 hari, lebih dari 1.300 koki berkompetisi dalam acara ini.

Setiap koki harus menyiapkan dua topping dan dua saus untuk dipadukan dengan kentang goreng bergaya Belgia.

Koki asal Korea, Hong Seongyun (A Chef Culinary Academy) memenangkan kompetisi dengan medali emas (skor di atas 89,99) dengan skor 90,00 yang terhitung sempurna. Hong Seongyum menyiapkan saus tomat (topping Western), saus keju (saus Western), bugogi gaya Korea (topping Asia), dan saus mayo lada hijau (saus Asia).(red)

Continue Reading

Kuliner

Hadir Di Kawasan Kemang Jaksel, Kedai kopi Lain Hati Resmikan Kedai Yang Ke-222

Published

on

Finroll.com — Kedai Kopi Lain Hati sebuah brand waralaba kopi kekinian kerjasama dengan artis cantik sekaligus presenter Ririn Ekawati melaunching kedai kopinya yang ke 222, dibilangan Kemang Jakarta Selatan.

Deo Cardi Nathanael selaku Manager Marketing kedai Kopi Lain Hati menyampaikan, “ Puji Syukur hari ini kedai Lain Hati mengumumkan kehadiran kedai ke 222 kami selama 8 bulan sejak grand opening 15 April 2019 lalu.

“Selain kerjasama kemitraan, kerjasama dengan sosok Ririn Ekawati juga mencakup penunjukan Ririn sebagai brand ambassador Lain Hati, serta kolaborasi kehadiran empat menu racikan artis cantik yang menjadi menu baru di kedai Lain Hati,” ungkap Deo Cardi Nathanael saat launching Kedai Kopi Lain Hati di Kemang Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Deo menjelaskan, kerjasama dengan sosok Ririn Ekawati ini bukan yang pertama bagi Lain Hati, sebelumnya kami juga bekerjasama memperkenalkan 4 produk racikan Ririn dan juga terkait pemilihan Ririn sebagai brand ambassador Lain Hati,” jelas Deo.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Ririn Ekawati menyampaikan bahwa memiliki kedai kopi merupakan impiannya sejak lama. Hal tersebut terlaksana melalui kolaborasi dengan pihak Lain Hati,” imbuhnya.

“Awalnya boleh dibilang hanya ikut-ikutan, tapi gak tahu kenapa dikasih jalannya, terus sama kopi Lain Hati diajak kerjasama menjadi BA (Brand Ambassador) mereka,” ungkap Ririn.

Selain Kopi Lain Hati kita juga memperkenalkan 2 varian produk terbaru Lain Hati, yang berkolaborasi dengan brand cokelat Cadbury yakni Es Cucok Cadbury dan Es Kopi Jatuh Cinta Cadbury,” sambung Deo.

Kedua minuman tersebut menggunakan powder coklat Cadburry. “Kami ingin eksistensi di industri ini. Kalau brand lain menawarkan “Kenangan” dan Janji, kami justru menawarkan pindah ke Lain Hati, atau selingkuh,” pungkas Deo.(red)

Continue Reading

Kuliner

Buat Makan Siang, Ini 5 Tempat Makan Legendaris Jakarta yang Hits

Published

on

By

Bicara tempat makan legendaris, hampir semua orang pasti percaya kalau kulinernya memiliki citarasa lezat yang enggak perlu dipertanyakan lagi. Puluhan tahun didirikan secara turun-temurun, membuat menu makanannya memiliki rasa yang otentik.

Jadi, enggak salah jika makanan legendaris selalu diburu banyak pembeli. Jika kamu juga sedang ngidam makanan legendaris di sekitaran Jakarta, VIVA.co.id sudah merangkum lima di antaranya buat kamu. Intip yuk!

Bubur Kwang Tung

Kuliner legendaris ini terletak di sekitaran Pecenongan. Di sini, kamu bisa mencicipi bubur ala Hong Kong. Buat kamu yang muslim enggak perlu takut, meski berlabel kuliner Tionghoa, restoran ini memberikan jaminan makanan halal. Ditambah, restoran ini buka 24 jam penuh. Kalau mau ke sini jangan sendirian ya, karena dalam setiap penyajiannya, bubur ini bisa dimakan untuk 3-5 orang.

Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih
Jangan ngaku pecinta kuliner kalau belum mencicipi nasi goreng satu ini. Nasi goreng Kebon Sirih sudah jadi langganan orang-orang Jakarta sejak 1958. Meski terletak di pinggir jalan, warung nasi goreng ini enggak pernah sepi pengunjung.

Nasi goreng di sini disajikan secara spesial menggunakan resep turun-temurun. Potongan daging menjadi ciri khas dari setiap sajian nasi goreng di sini. Sebagai tambahan, ada juga menu sate kambing, ayam, dan sate hati kambing. Sesuai namanya, warung nasi goreng ini terletak di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Soto Betawi H. Husein
Ingin makan yang kuah-kuah, coba mampir ke Soto Betawi H. Husein. Tempat makan yang berada di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, ini sudah ada sejak 1988. Warung soto ini sudah terkenal akan kelezatannya, enggak heran kalau tempat ini selalu ramai pengunjung. Uniknya, kuah soto Betawi yang terkenal dibuat dengan santan dicampur dengan susu, sehingga terasa gurih. Ada berbagai menu yang disajikan, antara lain soto daging, soto paru, atau soto campuran daging dan jeroan.

Alamat: Jl. Padang Panjang No. 6C Pasar Manggis Setiabudi Jakarta Selatan DKI Jakarta 8 8, RT.8/RW.8, Ps. Manggis, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12850

Restoran Trio

Restoran Trio berdiri sejak 1957. Bangunannya identik dengan cat berwarna hijau. Menu di sini sangat beragam, total ada 200 makanan. Namun yang paling banyak dipesan pengunjung ada sekitar 40-an makanan. Sebagian besar menu-menunya adalah makanan ala Tiongkok, seperti lumpia udang ala Shanghai, sapi cah kalian, ayam nanking, dan lain-lain.

Warung Tinggi Coffee

Kalau makan beratnya sudah, sekarang giliran ngopi biar enggak ngantuk. Tinggi Coffee dikenal sebagai warung kopi tertua di Jakarta yang didirikan pada 1878. Untuk menemani secangkir kopimu, kamu bisa memesan kue cubit atau kue tradisional lainnya. Tinggi Coffee berada di Mall Grand Indonesia, Jakarta Pusat.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Asco Global

Trending