Connect with us

Sepakbola

Thomas Muller Ingin Hengkang dari Bayern Munchen

Published

on


Finroll.com, Jakarta— Pemain Bayern Munchen, Thomas Muller, dikabarkan berencana hengkang dari klub tersebut pada Januari 2020. Muller merasa sudah tak memiliki tempat di Bayern Munchen.

Thomas Muller tak puas dengan kesempatan bermain yang diberikan Niko Kovac. Muller baru tampil sebagai starter sebanyak tiga kali pada musim 2019-20.

BACA JUGA : 

Saat ini, Kovac lebih memilih untuk memainkan Serge Gnabry, Kingsley Coman dan Philippe Coutinho untuk bermain di belakang striker. Muller hanya menjadi pelapis di skuat Bayern Munchen.

Kondisi itu membuat pemain berusia 30 tahun itu meminta untuk hengkang pada Januari 2020. Muller merasa masih bisa bersaing dan memberikan kontribusi jika dipercaya tampil secara reguler.

Tahun 2019 menjadi tahun yang kurang bersahabat dengan Muller. Selain terdepak dari skuat Bayern Munchen, Muller juga tidak lagi dipercaya untuk membela timnas Jerman karena Joachim Low ingin melakukan regenerasi pemain.

Selama membela Bayern Munchen, Muller telah mempersembahkan delapan gelar Bundesliga dan satu gelar Liga Champions.

Manchester United Berpeluang Amankan Thomas Muller

Striker Bayern Munchen, Thomas Muller. (AP Photo/Matthias Schrader)

Manchester United disebut sebagai satu di antara klub yang berpeluang mengamankan jasa Muller pada Januari 2020. Pemain berpengalaman itu dinilai bisa membantu lini depan Manchester United yang mengalami kebuntuan.

Muller pernah menolak untuk bergabung ke Manchester United pada 2014. Ia memutuskan untuk setia bersama Bayern Munchen, hingga akhirnya terdepak dari skuat utama.

Muller bisa menjadi solusi jangka pendek untuk Manchester United agar bisa berjuang finis di posisi empat besar.(bola.com)

Sepakbola

Alasan Klopp Tak Puas Sekadar Lihat Liverpool Juara Liga

Published

on

Finroll – Jakarta, Liverpool hanya tinggal butuh enam poin untuk jadi juara Liga Inggris musim ini. Namun Juergen Klopp tak akan puas hanya sekadar melihat Liverpool juara.

Musim ini Liverpool hanya tinggal memperjuangkan satu gelar juara setelah mereka tersingkir dari Liga Champions dan Piala FA sebelum pandemi corona terjadi. Namun Klopp tak menganggap perjalanan di sisa musim hanya merupakan misi meraih enam poin untuk mengunci gelar Liga Inggris.

“Kami tak ingin berpikir gelar juara bakal selesai dipastikan dalam satu pekan. Laga pertama, laga kedua. Kami ingin bersiap untuk segalanya. Kami ingin mencapai poin maksimal, itulah cara kami melihat sisa musim ini.”

“Musim ini bisa jadi musim paling spesial, entah ada atau tidaknya COVID. Kami harus memastikan kami berada di jalur yang tepat karena musim depan akan segera tiba dan kami juga harus bersiap dengan baik,” ujar Klopp pada The Anfield Wrap, dikutip dari Mirror.

Liverpool's manager Jurgen Klopp greets supporters after the English Premier League soccer match between Liverpool and Southampton at Anfield Stadium, Liverpool, England, Saturday, February 1, 2020. (AP Photo/Jon Super)
Juergen Klopp tak mau Liverpool hanya sekadar memburu misi enam poin untuk mengunci gelar Liga Inggris. (AP Photo/Jon Super)

Dengan pergeseran waktu selesai Liga Inggris, otomatis jeda menuju musim depan bakal jauh lebih singkat. Hal itu yang coba diantisipasi oleh Klopp dan Liverpool.

“Awal musim mungkin ada di September, namun yang jelas tidak akan banyak waktu. Mayoritas dari kita akan memiliki waktu istirahat yang kita butuhkan, namun tentu bukan waktu yang diharapkan untuk bisa berlibur [seperti musim-musim sebelumnya].”

“Tidak banyak waktu jeda antarmusim. Kami juga akan bersiap untuk masa depan, baik masa depan tentang sisa kompetisi musim ini maupun Liga Inggris musim depan. Kami ingin memastikan bahwa kami siap karena dunia saat ini tidak seperti sebelumnya,” kata Klopp.

Liverpool memiliki keunggulan 25 poin atas Manchester City sebelum pandemi corona terjadi. ‘The Reds’ hanya butuh tambahan enam poin di sisa sembilan laga untuk memastikan gelar Liga Inggris.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Sepakbola

Liga Inggris Berencana Gunakan Suara Penonton Video Game

Published

on

Finroll – Jakarta,  Liga Inggris berencana menggunakan suara penonton dari video game FIFA 2020 untuk menjaga atmosfer pertandingan sisa musim di masa pandemi virus corona.

Premier League rencananya akan bergulir tanpa penonton pada 17 Juni mendatang. Suara suporter dari video game akan menjadi opsi untuk memeriahkan stadion yang tak akan melibatkan suporter.

Suara bising dari tribune diharapkan bisa jadi penyemangat pemain di lapangan sekaligus menjadi tontonan menarik bagi penggemar yang terpaksa menyaksikan pertandingan di rumah.

Suara tambahan dari video game bakal jadi salah satu usulan yang akan dikemukakan pada rapat lanjutan klub Liga Premier, Kamis mendatang.

Sebelumnya, sejumlah gagasan untuk menjaga atmosfer pertandingan juga bermunculan. Termasuk mosaik atau poster fan yang mewakili klub yang terlibat duel, tayangan replay 360′ serta kamera taktis yang dioperasikan penyedia analisis, Second Spectrum.

Premier League rencananya bakal kembali bergulir pada 17 Juni setelah terhenti sejak Maret karena pandemi Covid-19. Sejumlah klub kontestan sudah kembali berlatih meski tetap melakukan protokol kesehatan yang ketat.

Seluruh pemain, pelatih, maupun staf diwajibkan melakukan tes Covid-19 secara bertahap sejak pertengahan Mei. Tes kesehatan dilakukan untuk mencegah penyebaran corona saat kompetisi Premier League resmi digelar.

Total 92 pertandingan sisa akan disiarkan langsung di media partner seperti Sky Sports dan BT Sports. Selain itu Amazon Prime dan BBC juga mendapat jatah hak siar di sejumlah pertandingan.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Sepakbola

Virus Corona Buat Pendapatan Ronaldo dan Messi Merosot

Published

on

By

FINROLL.COM — Pendapatan dua megabintang sepak bola, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi masih kalah dari petenis berperingkat empat dunia, Roger Federer, gara-gara pandemi virus corona.

Dikutip dari Mirror, Federer merupakan atlet dengan pendapatan paling tinggi dalam satu tahun terakhir. Dengan total bayaran mencapai 86,2 juta poundsterling atau setara dengan 1,5 triliun selama 12 bulan belakangan, Federer berada di posisi puncak.

Angka 86,2 juta poundsterling yang diraih Federer pada tahun ini didapat dari pensponsoran. Pada tahun lalu, pendapatan petenis asal Swiss tersebut 81 juta poundsterling.

Dengan rekor itu, Federer menjadi petenis pertama yang bisa berada di posisi teratas dalam daftar tahunan versi Forbes. Prestasi tersebut membuat Federer naik tiga peringkat dari tahun lalu (posisi keempat) di mana Lionel Messi menjadi pemuncak daftar.

Pada tahun ini, La Pulga, julukan Messi harus puas berada di peringkat ketiga dengan total pendapatan 84 juta poundsterling.

Pemasukan Messi itu masih kalah dari pesaingnya, Cristiano Ronaldo, Striker Juventus itu hanya unggul sedikit atas Messi setelah memiliki pendapatan 85 juta poundsterling.

“Pandemi virus corona memicu pemotongan gaji untuk bintang sepak bola, Messi dan Ronaldo, membuka jalan bagi pemain tenis untuk naik peringkat sebagai atlet dengan bayaran tertinggi di dunia untuk pertama kalinya,” kata Editor Senior Forbes, Kurt Badenhausen.

“Federer adalah orang lapangan yang sempurna bagi perusahaan, menghasilkan portofolio pensponsoran yang tidak tertandingi dari merek-merek chip biru bernilai US$100 juta setahun untuk tenis yang hebat,” tutur Badenhausen.

Di bawah Federer, Ronaldo, dan Messi secara berurutan ada Neymar, trio pebasket LeBron James, Stephen Curry, dan Kevin Durant. Dari posisi kedelapan hingga 10 menjadi milik pegolf Tiger Woods serta dua pemain american football Kirk Cousins dan Carson Wentz.

Tyson Fury yang berada di peringkat ke-11 jadi petinju dengan bayaran tertinggi. Sementara itu, Naomi Osaka yang berada di posisi ke-29 menjadi atlet wanita dengan bayaran tertinggi. (sry)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending