Connect with us

Ekonomi Global

Tol Trans Jawa Diproyeksikan Mampu Meningkatkan Perekoniam Global

Published

on


Tol Trans Jawa

Tersambungnya Tol Trans Jawa dari Merak – Grati, Pasuruan sepanjang 933 Km secara umum turut memperlancar arus mudik Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Finroll.com – Pembangunan jalan tol trans jawa juga mengakomodasi pengembangan dan pemasaran produk-produk lokal di rest area tol. Sehingga, tidak hanya diisi oleh produk-produk asing. Contohnya di rest area KM 538 Tol Sragen-Ngawi yang diidominasi kuliner lokal seperti Soto Kwali, Lontong Opor, Soto Madura, Baso Malang dan kopi lokal.

Dengan waktu tempuh lebih singkat serta berkurangnya biaya operasional angkutan logistik dapat mempertahankan industri tidak terpusat di kawasan industri seperti Karawang dan Cikarang namun bisa tersebar di daerah seperti Kabupaten Pemalang, Semarang, Kendal, Klaten dan Sidoarjo.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, manfaat dari terbangunnya tol Trans Jawa ini tidak hanya menjadi jalur penghubung transportasi antar kota, tetapi dapat di integrasikan dengan kawasan industri. Sehingga mendukung peningkatan daya saing produk Indonesia di pasar global.

“Tol Trans Jawa akan memperlancar jalur logistik. Sehingga vendor, misalnya di Sidoarjo tidak perlu mendirikan pabrik di Karawang supaya bisa dekat dengan pabrik utama,” katanya melalui keterangan tertulis, Rabu (2/1).

Ia bercerita, pernah mendapatkan laporan dari salah satu rekannya yang merupakan pengusaha di bidang logistik bertempat tinggal di wilayah Jawa Timur, bahwa sebelum Tol Trans Jawa tersambung hingga Jawa Timur, pengiriman logistik hanya dilakukan satu hari sekali. Setelah adanya tol ini dapat melakukan pengiriman barang sebanyak tiga kali per hari.

Baca Juga: Rini Soemarno Sebut Tol Trans Jawa Dibuka Untuk Umum Besok

“Tol Trans Jawa oleh seluruh rakyat Indonesia khususnya di Pulau Jawa karena akan memangkas biaya angkutan logistik dan mengurangi waktu tempuh pengiriman barang (delivery time). Dengan kepastian waktu tempuh, investor dapat membuat perhitungan business plan lebih matang sehingga terbuka lapangan pekerjaan di sekitar pusat perindustrian di setiap daerah,” ujar Basuki.

Para pemudik mendapatkan manfaat dari berkurangnya waktu tempuh serta biaya operasional kendaraan seperti bahan bakar kendaraan maupun biaya penyusutan suku cadang kendaraan.

Beberapa pemudik melalui akun media sosialnya menyampaikan testimoninya di akun instagram Kementerian PUPR @kemenpu. Seperti yang disampaikan pemilik akun @permakpojokjahit_id.

Ntapplah..pagi ini baru saja mamaku sampai dari surabaya-jogja hanya butuh waktu 4 jam saja include istirahat, matur nuwun sanget Pak Basuki dan seluruh team, sangat menyatukan Indonesia”.

Pemilik akun lainnya @lendrasupardi memberikan komentar “Mantap saya on the way Bekasi-Jepara hanya 7 jam lancar jaya. Kerja keras memang tidak mengecewakan hasilnya”.

Ekonomi Global

Harga Emas Hari Ini 4 Agustus, Naik ke Rp1,029 Juta per Gram

Published

on

By

Finroll.com, Jakarta – Harga emas PT Aneka Tambang (Persero) atau Antam berada di level Rp1,029 juta per gram pada Selasa (4/8). Posisi itu naik Rp1.000 dari Rp1,028 juta per gram pada Senin (3/8).

Sementara harga pembelian kembali (buyback) naik Rp2.000 per gram dari Rp927 ribu menjadi Rp929 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp544,5 ribu, 2 gram Rp1,99 juta, 3 gram Rp2,97 juta, 5 gram Rp4,92 juta, 10 gram Rp9,78 juta, 25 gram Rp24,33 juta, dan 50 gram Rp48,59 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp97,11 juta, 250 gram Rp242,51 juta, 500 gram Rp484,82 juta, dan 1 kilogram Rp968,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.994,1 per troy ons atau naik 0,39 persen. Sedangkan harga emas di perdagangan spot justru terkoreksi 0,03 persen ke US$1.976,44 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memperkirakan harga emas di pasar internasional bergerak di kisaran US$1.960 sampai US$1.990 per troy ons pada hari ini. Harga emas masih berpotensi meningkat, meski tren pemulihan ekonomi global mulai muncul.

Tren pemulihan berasal dari membaiknya indeks manufaktur di beberapa negara menurut survei Markit. Mulai dari AS, Jepang, China, Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, Inggris, dan negara-negara kawasan Uni Eropa lainnya, serta Indonesia.

“Data indeks manufaktur beberapa negara mengalami perbaikan yang mengindikasikan pemulihan ekonomi. Tapi harga emas masih dalam tren penguatan karena kondisi pandemi covid-19 belum membaik,” ujar Ariston kepada CNNIndonesia.com, Selasa (4/8).

Hal ini, sambungnya, masih memberi sentimen kekhawatiran bagi pelaku pasar keuangan. Selain itu, prospek stimulus fiskal senilai US$1 triliun dari pemerintah AS juga menambah dukungan bagi penguatan harga emas.

Pasalnya, investor masih gencar menempatkan dana ke instrumen investasi aman alias safe haven, seperti emas. Dengan begitu, harga emas masih bisa meningkat.

Sumber : CNN INdonesia

Continue Reading

Ekonomi Global

Ditopang Perbaikan Data Ekonomi Harga Minyak Menguat

Published

on

Finroll – Jakarta, Harga minyak mentah global menguat tipis pada akhir perdagangan Jumat (24/7) lalu. Kenaikan harga minyak ditopang perbaikan data ekonomi.

Mengutip Antara, Senin (27/7), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September naik tiga sen menjadi US$43,34 per barel. Sedangkan, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk penyerahan September bertambah 22 sen menjadi US$41,29 per barel.

Dalam sepekan, minyak Brent naik 0,5 persen, sedangkan minyak mentah AS, WTI naik 1,7 persen.

Berdasarkan Indeks Manajer Pembelian (PMI) IHS Markit, aktivitas bisnis di zona Euro tumbuh pada Juli untuk pertama kalinya sejak pandemi virus corona. Kondisi ini menjadi katalis positif di pasar.

“Data ekonomi di Eropa jauh lebih baik daripada yang diperkirakan, menunjukkan bahwa kehancuran permintaan dalam beberapa bulan terakhir karena Covid-19 mungkin tidak seburuk yang dipikirkan orang,” kata Analis Senior Price Futures Phil Flynn.

Sementara itu, aktivitas bisnis AS meningkat ke level tertinggi dalam enam bulan pada Juli. Namun, perusahaan-perusahaan AS melaporkan penurunan pesanan baru karena kasus baru Covid-19 masih meningkat.

Tambahan kasus baru telah membuat suram prospek ekonomi AS. Beberapa negara bagian memberlakukan kembali pembatasan sosial sehingga mengurangi konsumsi bahan bakar.

Di sisi lain, jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran mencapai 1,416 juta pada minggu lalu. Jumlah ini naik tidak terduga naik untuk pertama kalinya dalam hampir empat bulan.

Namun, penguatan harga minyak dibayangi sentimen perseteruan AS-China. Seperti diketahui, China memerintahkan AS untuk menutup konsulatnya di kota Chengdu, sebagai respons permintaan AS minggu bahwa bahwa China harus menutup konsulatnya di Houston.

Ketegangan terbaru dua konsumen minyak terbesar dunia itu memicu kekhawatiran tentang permintaan bahan bakar.

“Hubungan perdagangan internasional yang lancar diperlukan agar permintaan minyak tetap tidak terganggu dalam jangka panjang, sehingga ketegangan antara AS dan China bukan merupakan pertanda baik,” kata Kepala Pasar Minyak Rystad Energy Bjornar Tonhaugen.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Ekonomi Global

Harga Minyak Dunia Melemah Akibat Lonjakan Kasus Baru Covid-19

Published

on

Finroll – Jakarta, Harga minyak mentah dunia melemah pada perdagangan akhir pekan lalu. Hal ini terjadi karena peningkatan jumlah kasus baru virus corona (covid-19) di dunia.

Dikutip dari Antara, Senin (20/7), minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus turun 26 sen menjadi US$40,59 per barel.

Sementara, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September turun 23 sen menjadi US$43,14 per barel.

Lonjakan jumlah kasus virus corona membuat pasar khawatir akan permintaan minyak dunia kembali turun. Pemerintah AS mencatatkan ada 75 ribu kasus penularan virus corona baru pada Kamis (16/7). Ini merupakan rekor baru di AS.

Sementara, Australia dan Spanyol melaporkan kenaikan penularan virus corona secara harian yang cukup signifikan. Peningkatan jumlah kasus corona juga terus terjadi di India dan Brazil.

Hal ini membuat pembelian bahan bakar kembali turun. Anggota parlemen di Amerika Serikat dan Uni Eropa akan membahas sejumlah stimulus lebih banyak dalam beberapa hari mendatang.

Sebelumnya, harga minyak mentah dunia turun satu persen pada perdagangan Kamis (16/7). Pelemahan terjadi setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu-sekutunya yang dikenal dengan OPEC+ memutuskan mengurangi pemangkasan pasokan mulai Agustus.

Tercatat, minyak mentah berjangka WTI untuk pengiriman Agustus turun 45 sen atau 1,1 persen ke US$40,75 per barel.

Sementara minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September turun 42 sen atau 1,0 persen ke US$43,37 per barel.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending