Connect with us

News

Transjakarta Tak Terima Tunai, Penumpang Wajib Punya e-Money

Published

on


Finroll.com  – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memastikan tidak lagi menerima pembayaran tunai di seluruh armadanya. Pasalnya, perusahaan menargetkan pemasangan mesin pembaca (reader) Tap on Bus (TOB) untuk rute non Bus Rapid Transit (BRT) rampung pada akhir 2019.

“Jadi, tak ada lagi ketergantungan pada mesin Electronic Data Capture (EDC) dari bank. Tak ada lagi pembayaran tunai dengan tiket kertas, yang artinya semua pelanggan Transjakarta juga harus punya kartu bank,” ujar Direktur Utama Transjakarta Agung Wicaksono dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (31/9).

Agung mengungkapkan sistem pembayaran yang digunakan di bus Transjakarta sejak dulu hanya menggunakan tiket melalui tapping di gerbang (gate) halte dengan menggunakan Kartu Uang Elektronik (KUE) dari bank. Skema pembayaran itu digunakan untuk rute BRT di dalam koridor atau yang lebih sering disebut busway.

Namun, sambung ia, armada perusahaan saat ini lebih banyak melintasi rute yang non BRT. Hal itu dilakukan agar lebih banyak kawasan yang bisa dijangkau. Saat ini, hampir 900 bus non BRT dioperasikan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta ini.

“Nah, untuk rute non BRT ini, haltenya tidak di tengah koridor, jadi pembayarannya tidak bisa tapping di halte, melainkan di dalam bus,” tuturnya.

Saat ini, pembayaran pada armada non BRT masih menggunakan EDC. Pasalnya, perusahaan dulu tidak melakukan investasi sendiri untuk sistem pembayarannnya dan masih bergantung dari bank. Sementara, satu mesin EDC hanya bisa membaca satu jenis kartu bank tertentu.

“Semua pembayaran pakai KUE dari Bank. Semua sistem yang menginstalasi dari bank. Akibatnya, Transjakarta jadi tergantung dengan bank. Termasuk dalam kesediaan mesin EDC,” ujarnya.

Mengingat pasokan mesin EDC ini bergantung dari bank terkait, sebagai cadangan perusahaan menyediakan tiket kertas untuk bukti pembayaran.

Padahal, mekanisme pembayaran yang paling memungkinkan untuk dilakukan pelanggan saat di dalam bus adalah dengan TOB, tidak lagi menggunakan EDC. Di saat yang sama, perusahaan ingin terlepas dari ketergantungan pada bank dalam hal penyediaan EDC.

Karenanya, semua armada bus non BRT saat ini dalam proses pemasangan mesin pembaca untuk TOB. Peralihan dari EDC ke TOB ini, lanjut Agus, semata-mata untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

Ke depan, ia berharap Transjakarta menjadi angkutan modern yang terus berkembang.

“Kita semua terus bersama-sama membuat layanan Transjakarta lebih baik. Dari yang dulunya selalu pakai tiket kertas dan EDC untuk non BRT, ke depannya menjadi dengan Tap On Bus. Biar kayak orang-orang di angkutan modern kota-kota lain di dunia,” pungkasnya.

International

26 Ribu Sehari, Brasil Capai Rekor Tertinggi Kasus Corona

Published

on

Finroll – Jakarta, Brasil pada Kamis (28/5) mencatatkan rekor tertinggi kasus baru virus corona sebanyak 26.417.

Dikutip dari CNN, Kementerian Kesehatan Brasil mengatakan dengan penambahan tersebut maka total kasus Covid-19 di negara itu menjadi 438.238.

Sementara jumlah kematian baru mencapai 1.156 sehingga total keseluruhan mencapai 26.754. Brasil selama tiga hari berturut-turut mencatat lebih dari 1.000 kematian dalam sehari.

Meski tingkat infeksi dan kematian corona masih tinggi, Wali Kota Sao Paulo Bruno Covas mengumumkan pedoman baru untuk secara bertahap membuka kembali kota.

Sao Paulo merupakan salah satu wilayah di Brasil yang terpapar parah virus corona.

Pada Rabu, Sao Paulo melaporkan 129 kematian baru dan 3.096 kasus baru, yang merupakan 15 persen dari total keseluruhan di Brasil. Kota ini mencatat 54.948 kasus Covid-19.

Bruno Covas dalam konferensi pers mengatakan bahwa beberapa sektor di kota itu diminta untuk menyusun rencana pembukaan kembali. Setelah rencana ini disetujui oleh pemerintah kota, maka dapat dibuka kembali.

Sejumlah bisnis yang diizinkan untuk mengajukan rencana pembukaan kembali yakni kantor, toko ritel, dealer mobil, agen properti dan pusat perbelanjaan. Tempat makan dan gym tidak termasuk. Sementara belum ada rencana untuk pembukaan kembali sekolah dan taman bermain.

Rencana datang setelah para ahli memperingatkan bahwa Amerika Latin menjadi pusat krisis baru corona. Brasil terpapar parah virus corona dan menjadikannya sebagai negara dengan kasus corona terbanyak kedua di dunia setelah AS.

Bahkan pada Senin dan Selasa lalu, Brasil mencatatkan angka kematian harian lebih tinggi daripada AS.

Sejumlah pihak menilai lonjakan kasus Covid-19 Brasil terjadi lantaran buruknya penanganan pemerintah, terutama respons Presiden Jair Messias Bolsonaro dalam menanggapi pandemi. Kebijakannya dianggap kontroversial.

Lihat juga: Kasus Corona Naik Lagi, Korsel Kembali Terapkan Pembatasan

Seperti halnya Presiden AS Donald Trump, sejak awal penyebaran, Bolsonaro kerap menganggap virus corona tak ubahnya flu biasa.

Akibat Covid-19, Brasil mengalami krisis kesehatan masyarakat terburuk sejak wabah virus Zika pada tahun 2015. (dea)

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

International

China Setujui UU Keamanan Hong Kong, Ini Reaksi Trump

Published

on

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dirinya akan menggelar konferensi pers soal China pada Jumat (29/5/2020). Langkah tersebut diumumkannya di tengah meningkatnya ketegangan antara AS-China akibat perseteruan soal Hong Kong dan wabah virus corona (COVID-19).

FINROLL.COM — Hal itu juga disampaikan setelah sebelumnya Trump mengancam bakal menerapkan sejumlah hukuman pada China terkait masalah-masalah tersebut.

“Kami akan mengumumkan besok apa yang kami lakukan sehubungan dengan China,” katanya kepada wartawan pada pertemuan di Oval Office, Kamis. “Kami tidak senang dengan China.”

Hong Kong Episentrum Konflik AS-China, Wall Street Merana

Namun demikian, presiden ke-45 AS itu tidak memberikan rincian spesifik tentang rencananya, sebagaimana dilaporkan AFP.

Pasca pengumuman Trump, Wall Street ditutup melemah, melanjutkan penurunan untuk hari ketiga berturut-turut.

Panasnya hubungan AS-China baru-baru ini awalnya dipicu oleh masalah COVID-19. Trump telah dengan tegas menyatakan bahwa AS akan meminta China bertanggung jawab karena gagal menekan penyebaran wabah mematikan asal Wuhan, China itu hingga menyebar ke ratusan negara termasuk AS.

Trump juga mencurigai asal sebenarnya dari virus yang telah menginfeksi hampir enam juta orang di seluruh dunia itu dari sebuah laboratorium virologi di Wuhan. Menurut Worldometers, saat ini ada 5.904.658 kasus corona yang sudah dikonfirmasi di seluruh dunia. Di mana 362.010 orang telah meninggal dunia dan 2.579.629 sembuh.

Sekitar sepertiga kasus global atau 1.768.461 kasus ada di Amerika Serikat. Dari total itu 103.330 orang telah meninggal dan 498.725 sembuh.

Terkait Hong Kong, perselisihan kedua ekonomi terbesar di dunia itu dipicu oleh kekhawatiran bahwa China akan menggunakan undang-undang baru untuk mengakhiri kebebasan Hong Kong sebagai wilayah semi-otonom.

Sebagaimana diketahui, baru-baru ini pemerintah Hong Kong mengeluarkan Undang-undang yang dianggap banyak pihak mencerminkan keinginan China untuk memperkuat cengkeramannya atas Hong Kong. UU itu adalah undang-undang keamanan nasional Hong Kong.

UU yang berisi tujuh pasal tersebut dipandang bakal memberi jalan bagi China untuk memperkuat kendalinya atas kota administrasinya itu. Aturan itu dianggap salah oleh banyak pihak lantaran saat ini kebebasan Hong Kong dari China telah dijamin.

Jaminan bagi Hong Kong memperoleh kebebasan telah disepakati oleh China dan Inggris dalam aturan “satu negara, dua sistem” setelah Hong Kong diserahkan oleh Inggris kembali ke China pada tahun 1997.

Menurut beberapa sumber diplomatik, konferensi pers Trump akan digelar pada hari yang sama ketika Inggris dan Amerika Serikat mengajak Dewan Keamanan PBB bertemu secara tidak resmi untuk membahas situasi di Hong Kong.

Menurut The New York Times, salah satu langkah yang dipertimbangkan AS sebagai hukuman untuk China atas kesalahan-kesalahannya adalah pembatalan visa bagi ribuan mahasiswa pascasarjana China di universitas AS yang memiliki ikatan dengan lembaga pendidikan di negara asal dan yang memiliki hubungan dengan militer China.

Continue Reading

International

Klaster Baru Terdeteksi, Kasus Corona di Korsel Melonjak Lagi

Published

on

Finroll – Jakarta, Korea Selatan melaporkan kembali terjadi lonjakan kasus baru virus corona, Kamis (28/5). Penambahan kasus harian itu merupakan yang terbesar hampir dua bulan terakhir.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel mengumumkan 79 kasus baru pada Kamis menjadikan totalnya 11.344, dan 269 kematian.

Sebagian besar infeksi baru berasal dari kawasan metropolitan Seoul yang padat penduduk. Itu adalah peningkatan terbesar sejak 81 kasus diumumkan pada 5 April.

Dikutip dari AFP, dari 79 kasus baru, 69 di antaranya terjadi di gudang perusahaan e-commerce Coupang di Bucheon, sebelah barat Seoul.

Wakil menteri kesehatan Kim Gang-lip mengatakan sekitar 4.100 pekerja dan orang yang pernah masuk ke gedung itu kini diisolasi. Lebih dari 80 persen dari mereka telah diuji virus corona.

“Kami perkirakan jumlah kasus baru yang terkait dengan gudang terus bertambah hingga kami menyelesaikan tes har ini,” ujarnya.

Lonjakan ini terjadi ketika para pejabat berusaha menangani klaster baru di kelab malam dan mengantisipasi ancama gelombang kedua infeksi Covid-19.

Korsel yang dianggap menjadi salah satu contoh sukses mengatasi pandemi saat ini telah melakukan berbagai pelonggaran pembatasan dan memasuki kehidupan normal baru atau new normal. Bahkan para pelajar telah kembali ke sekolah.

Fasilitas umum seperti museum dan gereja telah dibuka kembali. Beberapa pertandingan olahraga, termasuk bisbol dan sepak bola memulai musim baru awal bulan ini, meski tanpa penonton.

Korsel sempat menjadi salah satu negara yang terdampak parah di masa awal penyebaran pandemi itu. Korsel pernah menjadi negara dengan kasus corona tertinggi di luar China, tempat virus Covid-19 pertama kali terdeteksi dan menyebar.

Namun, pemerintahan Presiden Moon dianggap cepat dan tepat menanggulangi penyebaran virus serupa SARS tersebut bahkan tanpa menerapkan penguncian wilayah atau lockdown.

Kebijakan penanganan Korea Selatan pun banyak dipuji dan dicontoh negara lain.

Sumber : CNN Indonesia
Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending