Connect with us

News

Viral Gaji 8 Juta Ditolak, Pengusaha Ini Tantang Gaji 30 Juta

Published

on


Finroll.com –  Pengusaha lulusan Universitas Indonesia, Fithor Muhammad, menantang beri gaji Rp 20-30 juta bagi lulusan baru (freshgraduate) di perusahaannya. Tantangan itu terkait kabar penolakan gaji 8 juta rupiah oleh seseorang yang mengaku lulusan baru dari almamaternya.

“Sah-sah saja seseorang menghargai dirinya dengan gaji yang besar, masalahnya yang bersangkutan capable atau nggak?” kata Fithor lewat keterangan tertulis akhir pekan lalu.

Menurut Fithor, seseorang boleh menghargai dirinya dengan meminta gaji yang besar asalkan berkapasitas. Di perusahaannya yang bergerak di bidang properti, ratusan aplikasi lamaran kerja masuk setiap minggu. Tapi kebanyakan ditolak termasuk pelamar dari lulusan UI.

“Karena banyak pelamar yang belum bisa memenuhi kriteria posisi yang dibutuhkan perusahaan,” ujarnya.

Dia lalu menantang pelamar dengan memberi gaji tinggi di perusahaannya. “Silakan saja kalau mau daftar di Harmony Land, saya bisa kasih gaji 20 atau 30 juta, asalkan memang kapasitasnya mumpuni dengan gaji tersebut,” kata dia.

Media sosial sempat diramaikan tagar #gaji8juta. Sebuah tangkapan layar instastory seseorang mengaku sarjana baru lulus (freshgraduate) dari Universitas Indonesia (UI). Ia berkomentar soal sebuah perusahaan lokal yang menawarinya gaji Rp8 juta dalam sebuah wawancara pekerjaan.

“Helloo meskipun gue fresh graduate gue lulusan UI pak!! Universitas Indonesia. Level UI mah udah perusahaan LN , kalo lokal mah oke aja asal harga cucok,”

Advertisement Valbury

International

Protes Hagia Sophia Jadi Masjid, Warga Israel Kecam Turki

Published

on

Finroll – Jakarta, Sekelompok warga Israel memprotes keputusan Turki mengembalikan situs bersejarah Hagia Sophia di Istanbul sebagai masjid. Massa membakar bendera Turki.

Pembakaran bendera itu dilakukan setidaknya sembilan warga Israel di depan kantor konsulat Turki di Yerusalem Timur, Seni (13/7) waktu setempat.

Sembilan Warga Israel itu tergabung dalam organisasi Jerusalem Initiative beranggotakan sekelompok umat Kristen dan Yahudi. Organisasi itu dipimpin anggota militer Israel, Elias Zarina.

Selain memprotes perubahan status Hagia Sophia, Zarina menuturkan kelompoknya juga mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mendukung dan melindungi umat Kristen di seluruh dunia.

Kelompok itu turut mengibarkan bendera Yunani, Kekaisaran Bizantium, hingga slogan anti-Turki di depan gedung konsulat Turki tersebut.

Dikutip kantor berita Anadolu, kepolisian Israel tak lama menangkap seorang pemrotes yang membakar bendera Turki dalam demo tersebut.

Hagia Sophia dibangun pada tahun 537-1435 M. Di zaman Kekaisaran Byzantium,bangunan yang terkenal akan arsitektur dan kubah besarnya itu merupakan sebuah gereja.

Ketika Sultan Muhammad al Fatih (Mehmed II) merebut Konstantinopel (Istanbul) dari kekuasaan Kekaisaran Byzantium pada 1453, dia mengubah bangunan itu menjadi masjid.

Akan tetapi, pemerintah Turki di bawah kepemimpinan mendiang Presiden Mustafa Kemal yang beraliran nasionalis sekuler memutuskan menjadikan Hagia Sophia sebagai museum.

Upaya Turki untuk kembali memfungsikan Hagia Sophia menjadi masjid sebenarnya sudah dilakukan sejak 2005. Dua tahun lalu Mahkamah Konstitusional Turki sempat menolak usulan tersebut.

Namun, langkah tersebut benar-benar dilakukan Turki di bawah kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan pada pekan lalu setelah Majelis Negara Turki membatalkan keputusan kabinet 1934 soal status situs bersejarah itu pada Jumat (10/7).

Langkah Turki tersebut memicu protes dari sejumlah negara hingga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) karena dinilai merusak nilai sejarah dan peradaban yang terkandung dalam Hagia Sophia.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

News

54 Karyawan RRI Surabaya Positif Corona

Published

on

By

Ilustrasi. Kantor RRI Surabaya ditutup atau lockdown selama tiga pekan ke depan usai 54 karyawan dinyatakan positif corona berdasarkan hasil swab test. (iStockphoto/BlackJack3D)

Finroll.com, Jakarta – Kepala Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Surabaya Sumarlina mengonfirmasi sebanyak 54 orang karyawan positif corona (Covid-19).

Hal itu berdasarkan berdasarkan hasil swab ratusan karyawan RRI pada 26 Juni lalu dan diumumkan pada 11 Juli 2020.

“Sejak 27 juni manajemen sudah mengambil sikap dengan melakukan lockdown kepada seluruh karyawan sampai 12 Juli,” kata Sumarlina, saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Senin (13/7).

Mulanya, dia menjelaskan, lantaran hasil swab pertama tersebut tak kunjung keluar, kemudian pihaknya pun kembali melakukan swab ke dua pada 6 Juli, hasilnya langsung diterima keesokan hari, dan dinyatakan seluruh pegawai RRI 100 persen negatif corona.

“Sehingga lockdown rencana dicabut 13 Juli, akan kembali operasional optimal,” ujarnya.

Namun, pada 11 Juli mendadak hasil swab pertama keluar, dan disebutkan bahwa sebanyak 54 pegawai RRI positif corona.

“Tanggal 11 Kami baru menerima kabar hasil swab pertama dengan terkonfirmasi sejumlah 54 pegawai positif. Akhirnya lockdown tetap diperpanjang 2-3 minggu ke depan,” ujarnya.

Sumarlina enggan menyampaikan mengapa hasil swab pertama tersebut baru keluar begitu lama. Ia hanya menyebutkan swab tersebut difasilitasi oleh Pemerintah Kota Surabaya.

“Swab dilakukan atas dukungan atau bantuan Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kesehatan Kota Surabaya,” ujarnya.

Kini 54 karyawan yang dinyatakan positif pada swab tersebut akan kembali menjalani swab ke tiga di salah satu rumah sakit di Surabaya.

“Hari ini karyawan yang dinyatakan positif di swab pertama dan sudah dinyatakan negatif pada swab ke dua, melakukan swab ulang yang ke 3,” ujarnya.

Kini, sejak 27 Juni lalu seluruh produksi di Kantor RRI Surabaya dihentikan total hingga 2-3 pekan ke depan. Hal itu, kata dia, sebagaimana ketentuan yang telah ditetapkan.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

International

Kapal Perang AS Meledak, 21 Orang Luka-luka

Published

on

By

Ledakan dan kebakaran kapal USS Bonhomme Richard di Pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di San Diego. (AP/Lt. John J. Mike)

Finroll.com, Jakarta – Sedikitnya 21 orang terluka akibat ledakan dan kebakaran di atas kapal USS Bonhomme Richard di Pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di San Diego. Insiden itu terjadi ada Minggu 12/7 waktu setempat.

“Tujuh belas Pelaut dan empat warga sipil sedang dirawat karena cedera yang tidak mengancam jiwa di rumah sakit setempat,” kata Angkatan Laut AS dalam sebuah pernyataan.

Letnan Commander Patricia Kreuzberger mengatakan para pelaut di USS Bonhomme Richard mengalami luka ringan akibat kebakaran dan telah dilarikan ke rumah sakit.
Dilansir dari CNN, Pasukan Angkatan Laut Pasifik AS pada Minggu sore menulis di Twitter bahwa semua kru telah meninggalkan kapal.

Salah seorang petugas pemadam kebakaran San Diego (SDFD), Mónica Muñoz, mengatakan petugas pemadam kebakaran menembakkan tiga alarm di kapal pada Minggu pagi. Beberapa agensi berbeda juga dilaporkan ikut membantu memadamkan kobaran api.

“Federal Fire mengerahkan kru mereka di atas kapal bersama kru pemadam kebakaran Angkatan Laut AS dari tepi pantai untuk melawan api guna menemukan titik api dan memadamkannya,” kata Kepala Divisi Federal Fire San Diego, Rob Bondurant, dalam sebuah pernyataan.

Hingga kini belum jelas apa yang menjadi penyebab kebakaran. Namun seorang pejabat pertahanan menyebut laporan awal menunjukkan kebakaran dimulai di dek sumur (the well deck). Dek sumur merupakan tempat keluar-masuknya kapal pendarat kecil dari perut kapal. Dia juga mengatakan bahwa Menteri Pertahanan Mark Esper telah diberitahu tentang insiden tersebut.

Menurut Angkatan Laut AS, USS Bonhomme Richard adalah kapal serbu ambifi. Ketika kebakaran terjadi, ada 160 orang di dalamnya dan saat ini kapal yang memiliki seribu awak itu tengah menjalani perawatan.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending