Connect with us

Sepakbola

10 Pemain Bergaji Tertinggi di Liga Inggris

Published

on


Mohamed Salah siap korbankan mimpi Liga Champions demi Liga Premier

Finroll.com –  Kompetisi Liga Inggris 2019/2020 sudah mulai bergulir, memasuki pekan keempat. Kompetisi kali ini kembali menghadirkan persaingan sengit yang jadi panggung bagi para pemain bintang untuk unjuk kecemerlangan. Para pemain itu umumnya mendapat gaji yang tinggi.

Berikut 10 pemain Liga Inggris dengan gaji tertinggi per tahun:

1. Kevin De Bruyne
(gaji 16,7 juta pound sterling atau sekitar Rp 291,9 miliar)

Pada Januari tahun lalu, De Bruyne menandatangani kontrak baru dengan Manchester City yang berlaku hingga 2023. Kontrak itu menjadikannya bintang dengan bayaran tertinggi di Liga Premier Inggris. Gelandang Belgia itu menjadi andalan dalam skema permainan Pep Guardiola. Ia baru saja memastikan diri sebagai tercepat dalam membuat 50 assist hanya dalam 123 pertandingan. Capaian itu mengalahkan Mesut Ozil yang sebelumnya berhasil mencetak rekor yang sama dengan 141 pertandingan.

2. Alexis Sanchez
(16,4 juta pound sterling atau sekitar Rp 286,6 miliar)

Bersama Manchester United, Alexis Sanchez mendapatkan penghasilan yang besar untuk performa yang tidak terlalu baik. Dilansir dari The Sun, gaji pemain Cile ini mencapai 16,4 juta poundsterling atau sekitar Rp 286,6 Miliar. Pendapatan tinggi itu kerap jadi sorotan karena dinilai tidak sebanding dengan sumbangan dia untuk Tim Setan Merah. Ia hanya mencetak lima gol dalam 45 tampilan di MU. Kini ia disebut-sebut akan dilepas.

3. Paul Pogba
(15,1 juta pound sterling atau sekitar Rp 263,9 Miliar)

Gelandang Manchester United ini menikmati pendapatan sebesar 15,1 juta poundsterling atau sekitar Rp 263,9 Miliar. Performanya masih terus naik turun: kerap sangat cemerlang, tapi tak jarang mengundang kritik. Ia baru saja mengalami hujan kritik, bahkan pelecehan rasial, setelah gagal mencetak gol dari tendangan penalti saat Manchester United ditahan Wolverhampton Wanderers 1-1. 20 Agustus 2019. Pogba, yang sempat menyatakan ingin hengkang, mengaku bahwa itu hanya akan membuatnya semakin bertambah kuat.

4. Mesut Ozil
(14 juta pound sterling atau sekitar Rp 244,7 Miliar)

Mesut Ozil termasuk pemain yang menikmati gaji besar di Liga Primer Inggris. Bersama Arsenal, Ozil berhasil mengantongi pendapatan sebesar 14 juta pound sterling atau sekitar Rp 244,7 Miliar. Sempat dikabarkan akan mencari peruntungan di klub baru, Ozil nayatanya masih tetap berada di klub London itu/ Ia kemungkinan baru akan berganti kostum pada musim depan.

5. Anthony Martial
(13 juta pound sterling atau sekitar Rp 227,2 Miliar)

Bersama Manchester United, Anthony Martial hidup makmur dengan gaji sebesar 13 juta pound sterling atau sekitar Rp 227,2 Miliar. Penyerang asal Perancis itu dikabarkan sedang disiapkan oleh pelatih Ole Gunnar Solskjaer sebagai andalan utama lini depan MU, berduet dengan Marcus Rashford. keduanya diharapkan menjelma jadi duet maut penerus Andy Cole dan Dwight Yorke yang pernah mengantarkan Manchester United meraih treble pada 1999.

6. Marcus Rashford
(12 juta pound sterling atau sekitar Rp 209,7 miliar)

Marcus Rashford juga mendapat gaji tinggi dari Manchester United. Ia hanya kalah satu juta pound sterling dari rekan duetnya, Marcus Rashford. Pemain ini sudah kenyang dengan sanjung dan kritik sebagai bintang MU. Ia baru saja mengalami pelecehan rasis di media sosial setelah gagal melakukan tendangan penalti saat MU dikalahkan Crystal Palace 1-2 pada pertandingan Liga Inggris di Old Trafford, Sabtu, 24 Agustus 2019 WIB.

7. Mohamed Salah
(10,4 juta pound sterling atau sekitar Rp 181,7 miliar)

Tampilan apik bersama Liverpool membuatnya bisa menikmati gaji yang tinggi. The Reds membayarnya 10,4 juta poundsterling atau sekitar Rp 181,7 miliar pre tahun. Dengan ketenaran dan gaji tinggi, tak membuatnya jadi sombong. Banyak cerita soal kerendahan hati pemain asal Mesir ini. Pada 15 Agustus lalu, misalnya, Salah berhenti dan kembali ketika tahu penggemar berusia 11 tahun yang berusaha mengejar mobilnya terluka lantaran menabrak tiang lampu jalan. Ia menghibur penggemarnya itu dengan mengajak berfoto bersama.

8. David De Gea
(10,4 juta pound sterling atau sekitar Rp 181,7 miliar)

Penjaga Gawang Manchester United David De Gea memiliki gaji yang sama dengan Mohamed Salah dan Hary Kane yaitu sebesar 10,4 juta pound sterling atau sekitar Rp 181,7 miliar. Saat ini ia sedang melakukan perpanjangan kontrak. De Gea dikabarkan meminta bayaran sebesar 350 ribu pound sterling per pekan, sama seperti yang diterima oleh Alexis Sanchez. Namun Manchester United keberatan sehingga perpanjangan kontraknya, yang akan segera habis pada 2020 mendatang, masih tertunda.

9. Hary Kane
(10,4 juta pound sterling atau sekitar Rp 181,7 miliar)

Harry Kane adalah pemain kunci Tottenham Hotspur. Tak heran bila klub itu pun memberinya gaji tertinggi, yakni 10,4 juta pound sterling atau sekitar Rp 181,7 miliar. Musim ini, ia berharap membawa klubnya juara setelah datangnya sejumlah pemain baru yang bisa menambah daya gedor tim. Musim lalu, mereka berhasil jadi runner-up Liga Champions.

10. Alexandre Lacazette
(9,5 juta pounds terling atau sekitar Rp 166 miliar)

Ia adalah salah satu pemain adalan lini depan Arsenal. Menikmati gaji sebesar 9,5 juta pound sterling atau sekitar Rp 166 miliar, Alexandre Lacazette menjadi pasangan duet sempurna bagi Pierre-Emerick Aubameyang. Pada musim lalu, kedua penyerang itu tampil menyengat dan berhasil memberi rentetan gol untuk The Gunners di semua kompetisi. Pada kompetisi Liga Inggris, Aubameyang mencatatkan 22 gol. Walhasil, pemain berusia 29 tahun itu meraih trofi sepatu emas atau pencetak gol terbanyak bersama duet Liverpool, Mohamed Salah dan Sadio Mane. Adapun Lacazette mampu mengoleksi 13 gol.

Sepakbola

Presiden UEFA Yakin Liverpool Bakal Juara Liga Inggris

Published

on

By

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, meyakini Liverpool bakal menjadi juara Liga Inggris di tengah ketidakpastian penyelenggaraan kompetisi lantaran pandemi virus corona.

FINROLL.COM — Ceferin menyatakan Liverpool tidak mungkin gagal menjadi juara Liga Inggris musim ini jika pertandingan kembali dilanjutkan atau seandainya liga disetop.

“Jika Premier League diteruskan, Liverpool pasti bakal menjadi peraih gelar. Secara teori semua belum berakhir, tetapi secara praktik Liverpool di ambang juara. Jika pertandingan tidak dapat dilanjutkan, masih ada cara untuk memastikan hasil final, untuk menyatakan juara,” ujar pria asal Slovenia tersebut.

“Dan saya tidak dapat membayangkan, tidak dapat melihat ada skenario yang menyatakan kelak juaranya bukan Liverpool. Saya mengerti fan akan sangat kecewa jika itu terjadi di stadion yang kosong atau di kantor pengelola liga, tetapi saya percaya mereka akan mendapat gelar juara,” sambung Ceferin dalam wawancara dengan EkipaSN dikutip dari Express.

Presiden UEFA Percaya Liverpool Bakal Juara Liga InggrisLiverpool memiliki keunggulan mutlak atas pesaing-pesaing di Liga Inggris. (AP Photo/Jon Super)

UEFA sebelumnya menyatakan liga sepak bola di Eropa harus memastikan gelar juara musim ini demi kepentingan kompetisi level kontinental pada musim depan, baik Liga Champions atau Liga Europa.

Liga Inggris sampai saat ini masih belum memastikan kejelasan cara mengakhiri musim. Ada keinginan liga berlanjut tanpa penonton, sementara terdapat pula suara yang berharap kompetisi disetop.

Liverpool untuk sementara menempati peringkat pertama Liga Inggris dengan 82 poin, unggul 25 poin dari Manchester City yang menempati peringkat kedua.
Presiden UEFA Percaya Liverpool Bakal Juara Liga Inggris

Sebagian besar dari peserta Liga Inggris musim ini menyisakan sembilan pertandingan lagi, namun ada juga yang memiliki 10 laga tersisa seperti Manchester City dan Sheffield United.

Jika Liverpool menjadi juara, maka akan menjadi gelar Liga Inggris pertama di era Premier League. Kali terakhir The Reds menjadi kampiun adalah pada tahun 1990. (nva/sry)

Continue Reading

Sepakbola

Kejutan, Eric Cantona Bakal Memperkuat Manchester United Lagi

Published

on

By

Eric Cantona dibeli MU dari Leeds United dengan harga 1,2 juta poundsterling. King Cantona sukses mencetak 82 gol untuk United dalam jangka waktu lima musim. (Bola.com/Istimewa)

Finroll.com, Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari Old Trafford. Manajemen Manchester United sedang menimbang Eric Cantona sebagai duta besar baru bagi Setan Merah.

Mirror merilis, kapasitas Eric Cantona menjadi satu di antara poin positif yang membuat jajaran manajemen Manchester United kepincut. Selain itu, Cantona memiliki aura positif, setidaknya dari sisi nama besar.

Jika terpilih, Eric Cantona akan bergabung dengan beberapa nama besar yang sudah menjadi duta besar Manchester United. Beberapa nama tenar tersebut antara lain Bryan Robson dan Denis Irwin. Duo tersebut selalu berkeliling dunia dengan beragam aktivitas, termasuk beberapa kali berkunjung ke Indonesia.

Bagi Manchester United, Eric Cantona juga memiliki fungsi lain, terutama bagi kalangan pesepak bola muda The Red Devils. Karakter keras dan pejuang tak kenal kompromi, plus kreatif, bisa memberi tambahan energi.

Satu di antara cara yang sudah pernah dipilih manajemen Manchester United adalah menghadirkan para legenda tersebut di lokasi latihan Carrington. Eric Cantona bisa menceritakan beragam momen penting bersama Manchester United, terutama ketika mereka berhadapan dengan sisi mental.

Anggapan Publik

5. Eric Cantona (Leeds dan Manchester United) – 70 gol. (AFP/Gerry Penny)

Publik menganggap Cantona sebagai rekrutan terbaik Sir Alex Ferguson. Cantona membawa Manchester United mengangkat trofi perdana Premier League, dan menjadi bagian penting dalam perjalanan sukses kubu The Theatre of Dreams.

Bersama Manchester United, Eric Cantona meraih beberapa gelar bergengsi, seperti 4 kali trofi Premier League, Charity Shield (3) dan Piala FA (2). Selain itu, Eric Cantona terkenal sebagai mentor para pemain muda, terutama dari Class of ’92, yang notabene menjadi satu di antara generasi yang dianggap tersukses sepanjang sejarah Manchester United.

Sumber : Mirror, Premier League

(bola.com)

Continue Reading

Sepakbola

Paul Pogba Kembali Dirayu Balik ke Juventus

Published

on

By

Gelandang Manchester United, Paul Pogba. (AFP/Paul Ellis)

Finroll.com, Jakarta – Masa depan gelandang Manchester United, Paul Pogba, kembali menjadi bahan spekulasi meskipun berbagai kompetisi liga domestik di Eropa dihentikan sementara karena pandemi virus corona baru (COVID-19). Mantan bintang Juventus, Claudio Marchisio, bahkan ikut merayu Pogba supaya kembali ke Turin.

Paul Pogba lagi-lagi dikabarkan akan meninggalkan Old Trafford pada akhir musim ini. Namun, ada juga spekulasi pemain Prancis itu berniat meneken kontrak baru dengan Setan Merah.

Pogba masih terikat kontrak di Manchester United hingga 2020. Klub punya opsi memperpanjang kontrak satu tahun lagi. Meksipun demikian, rumor yang mengaitkan Pogba dengan kepindahan ke Real Madrid atau Juventus tak kunjung berhenti.

Marchisio pernah bermain Pogba saat di Juventus. Sang gelandang bahkan pernah menyarankan Pogba supaya pindah ke Spanyol dibanding ke Inggris pada 2016.

Paul Pogba mengalami fase naik-turun kariernya sejak kembali ke Manchester United. Tetapi, Marchisio yakin Pogba masih bisa berkontribusi besar jika kembali ke Juventus.

“Saya pernah bilang keputusannya pindah ke Manchester itu salah. Saya bilang jika dia ingin perubahan, sebaiknya memilih pindah ke Spanyol,” kata mantan gelandang Juventus itu kepada Tuttusport, seperti dilansir Manchester Evening News, Kamis (19/3/2020).

Pujian untuk Paul Pogba

Gelandang Manchester United, Paul Pogba. (AFP/Oli Scarff)

“Kembalinya Pogba akan sangat positif, Paul bisa bangkit di lingkungan yang disukainya dan bisa sangat memanjakannya. Dia bisa memberikan banyak hal untuk Juventus, yang membutuhkan seseorang seperti dirinya di lini tengah. Dia pemain yang sangat profesional,” kata Marchisio.

Tak diragukan lagi Pogba bakal menjadi suntikan positif bagi lini tengah klub mana pun. Meski demikian, Marchisio mengatakan saat ini Juventus tak butuh banyak perubahan.

“Belakangan ini tak ada gelandang yang hengkang, ini tentang perputaran saja. Hari ini Juventus punya elemen terbaik di lini serang dan pertahanan, tapi juga luar biasa di sektor lini tengah. Sayangnya, lini tersebut kurang beruntung karena cedera pemain,” imbuh Marchisio.

Sumber: Manchester Evening News

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending