Connect with us

Entertainment

10 Sneakers Paling Cetar di Tahun 2019

Published

on


Finroll.com – Dunia fesyen setiap tahunnya memang selalu berkembang. Seperti halnya sneakers yang selalu berubah mengikuti perkembangan zaman.

Tidak hanya sekadar menjadi pelindung kaki agar tidak lecet, model sneakers juga menjadi daya tarik tersendiri. Sneakers yang mengikuti perkembangan dan menjadi tren kekinian yang diminati oleh kaum milineal.Tahun ini ada beberapa sneakers sepatu basket yang hadir dengan harga yang sangat beragam. Bahkan, beberapa kolaborator favorit tahun 2018, akan bergabung dengan nama-nama baru.

Berikut deretan 10 sneakers terbaik paling ditunggu-tunggu di tahun 2019 dilansir dari Sneakers News.

Giannis Antetokounmpo’s Nike Greek Freak 1 signature

Sepatu ini memberi ruang bagi pecinta sepatu Greek Freak di Milwaukee. Sepatu ini dikabarkan memiliki harga yang cukup rendah, jadi tentunya ini akan menjadi incaran kaum milenial.

Virgil Abloh Off-White x Nike Air Force 1 berwarna biru

Tahun lalu, seri lain dari rilis Off-White x Nike tengah hits. Pemimpin kreatif Louis Vuitton mengungkapkan beberapa ketertarikan kepada sebuah sepatu Zoom Fly, dan sepasang sepatu biru AF1 saat ini dikabarkan akan rilis pada bulan Juni dalam ukuran pria dewasa dan anak-anak.

Nike ISPA

Desain terbaru di dalam Swoosh benar-benar menarik perhatian dengan desain eksentriknya yang dibuat khusus untuk konsumen yang berjiwa petualang. Model sepatu ini memiliki bentuk alas kaki yang dramatis. React Runner Mid dan Air Max 270 SP SOE hanyalah cita rasa desain konseptual yang telah mereka buat pada tahun 2019.

Sekuel Nike Air Max 1/97 dari Sean Wotherspoon

Tidak ada yang dikonfirmasi terkait hal ini. Tetapi pendiri Round Two telah berbagi foto sampel di Instagram-nya dan bahkan mengisyaratkan rilis lain.

Nike Air Fear Of God 1 colorways

Sebenarnya ada lebih banyak warna dari Air Fear Of God 1 seharga US$ 350 (Rp 4,9 juta) dalam karya-karya pada tahun 2019. Jerry sendiri bahkan memberikan contoh sampel paling keren yang belum dirilis, yang akhirnya mungkin dirilis ke publik.

Sacai’s layered Nike classics

Fashion week telah menjadi platform terbaru untuk debut sepatu kets. Pengusaha mode Jepang Sacai dan Nike akan merilis salah satu kolaborasi yang paling banyak dibicarakan di awal 2019 mencipatkan sepatu berlapis-lapis warn ini yang luar biasa.

Air Jordan 11 “Bred” untuk liburan 2019

Bentuk “baru” dari Air Jordan 11 sekarang menjadi norma, dan akhirnya rilis colorway populer Bred pada bulan Desember dapat melampaui pendahulu Concord dan Space Jam sebagai sepatu Nike / Jordan terlaris dalam sejarah.

Nike’s self-lacing HyperAdapt Basketball

Teknologi self-lacing akan segera menghantam lapangan bola basket. Ini karena Nike akan memulai debutnya dengan sepatu siap pakai yang dilengkapi dengan EARL, sistem Electacing Adaptive Reactive Lacing, yang memulai debutnya pada tahun 2015.

Kanye West Adidas YEEZY Basketball

Yeezy menguasai sepatu kasual dengan 350, 500, dan 700 barisan. Sekarang, sepatu ini siap melangkah dengan sepatu bola basket yang memiliki banyak panel reflektif dan detail yang mungkin menjauhkannya dari lapangan NBA.

Kolaborasi Travis Scott’s Air Jordan 1 Retro High OG

Rapper asal Houston ini mengendalikan kedua sisi permainan saat ini. Banyak kolaborasinya dengan Jordan Brand, yang mencakup Air Jordan 1 dengan logo Swoosh terbalik dan earthy yang serupa mengambil Air Jordan 6 dan Air Jordan XXXIII yang akan membangkitkan banyak gebrakan di 2019.

Advertisement Valbury

Entertainment

Serial Lepasan Baru dari Star Trek : Strange New Worlds

Published

on

Sumber : future of the force

Finroll – Jakarta, Waralaba serial Star Trek akan semakin luas. Kanal televisi CBS mengumumkan akan membuat serial lepasan baru dari waralaba fiksi ilmiah tersebut.

Serial lepas tersebut diberi tajuk Star Trek: Strange New Worlds. CBS mengatakan serial itu mengandung cerita yang lebih optimis dan berkelanjutan.

Serial ini akan berlatar tempat kapal Enterprise sebelum dipimpin oleh Kapten James T. Kirk. Enterprise merupakan kapal paling terkenal dalam jagat Star Trek.

Star Trek: Strange New Worlds akan dibintangi sejumlah aktor yang sudah pernah tampil dalam Star Trek: Discovery. Di antaranya Anson Mount (sebagai Christopher Pike), Rebecca Romijn (Number One) dan Ethan Peck (Spock).

Kreator sekaligus eksekutif produser, Akiva Goldsman, mengatakan akan membuat serial akan terasa seperti serial Star Trek zaman dulu.

“Kami akan coba mengingatkan kembali beberapa nilai klasik Star Trek, seperti optimis dan cerita yang berkelanjutan,” kata Goldsman kepada Variety.

Ia melanjutkan, “Jelas kami akan mengambil untuk dari karakter dan cerita yang natural. Tapi saya rasa plot akan lebih tertutup dari pada Discovery dan Picard.”

Hingga kini, tercatat ada tiga serial terkait Star Trek, Discovery yang tayang sejak 2017, lalu Short Treks yang dimulai pada 2018, dan Picard yang dimulai pada 2020.

Star Trek: Picard sendiri berpusat pada kisah Jean-Luc Picard dan berlatar pada abad ke-24, atau 18 tahun setelah kejadian di Star Trek: Nemesis (2002).

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Entertainment

Mulai Hari Ini, Film Konser Taylor Swift Akan Tersedia Di Layanan Streaming Disney+

Published

on

Finroll – Jakarta, Film konser Taylor Swift yang bertajuk City of Lover akan tersedia di layanan streaming Disney+ mulai hari ini, Senin (18/5).

“Kami berjanji kalian tidak akan ada yang seperti konser City of Lover Taylor Swift! Streaming 18 Mei untuk waktu terbatas di Disney Plus,” demikian pernyataan Disney= melalui Twitter.

Film konser tersebut dapat dinikmati di layanan streaming sehari setelah ditayangkan di stasiun televisi Amerika Serikat, ABC.

Direkam pada September lalu, film ini mengabadikan penampilan Swift membawakan lagu-lagu dalam album terbaru, Lover, di hadapan para penonton dari 37 negara yang diterbangkan ke teater L’olympia di Paris.

Dalam konser intim tersebut, Swift membawakan sederet lagu andalan dari album barunya, seperti The Man, Me!, dan You Need to Calm Down.

Selain itu, Swift juga menampilkan sejumlah lagu dari album-album sebelumnya, seperti Blank Space, I Knew You Were Trouble, Love Story, Red, Style, dan Shake It Off.

“Acara musik tersebut memberikan akses lebih kepada penggemar untuk melihat momen di balik layar dengan Swift dan menandai satu-satunya konser dia tahun ini, setelah tur Lover Fest dibatalkan karena pandemi Covid-19,” demikian deskripsi penayangan film tersebut.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Entertainment

Akhir Pekan Ini, Pentas Musikal Beta Maluku Tayang Streaming

Published

on

Finroll – Jakarta, Pentas musikal Beta Maluku, Nyanyian Damai untuk Indonesia bakal diputar secara streaming pada akhir pekan ini.

Rekaman pentas besutan tim kreatif Indonesia Kita yang terdiri dari Butet Kartaredjasa, Agus Noor, dan almarhum Djaduk Ferianto ini akan ditayangkan pada Sabtu (16/5) dan Minggu (17/5) pukul 14.00 WIB.

Pertunjukan ini juga menggandeng almarhum Glenn Fredly sebagai sutradara sekaligus tim kreatif untuk menampilkan gambaran sejarah yang tumbuh di masyarakat Maluku melalui pengolahan musik.

Renitasari Adrian selaku Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation mengatakan bahwa salah pihaknya menayangkan kembali pementasan itu karena antusiasme yang tinggi atas lakon tersebut.

“Pentas Indonesia Kita menampilkan kesenian dan kebudayaan yang menjadi jalan bagi terbangunnya semangat saling menghargai keberagaman,” ujar Renitasari dalam siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com.

“Pertunjukan yang ditayangkan kembali ini semoga dapat menjadi salah satu pengobat rindu bagi pencinta almarhum Glenn Fredly dan refleksi cinta warga Maluku kepada Indonesia melalui nyanyian-nyanyian serta kebudayaan yang tumbuh di masyarakat Maluku.”

Pertunjukan musikal Beta Maluku, Nyanyian Damai untuk Indonesia ini tidak sekadar bicara tentang Maluku, tapi juga Indonesia.

Melalui lagu-lagu dari khasanah Maluku, mulai dari lagu-lagu tradisional yang menggambarkan sejarah awal manusia Maluku hingga tembang populer dan kontemporer, pentas musikal ini memunculkan semangat untuk terus mengupayakan perdamaian.

Beta Maluku, Nyanyian Damai untuk Indonesia ini menampilkan para seniman Maluku, seperti Bing Leiwakabessy, Zeth Lekatompessy, Bob Tutupoli, Barry Likumahuwa, dan komedian yang populer di Maluku, Julius Bernhard Makatita alias Om Koko.

Selain itu, ada juga kelompok Haunesa Etnika dan Rence Alfons, Maluku Hiphop Community, Mariony Saherlawan, Muhammad Irfan dan Bengkel Sastra Maluku, Paduan Suara Effata, dan puluhan penari.

Pementasan ini bercerita tentang perbincangan Om Koko, Om Zeth, dan lainnya di warung kopi. Obrolan tidak sekadar lawakan, tapi lebih sarat akan filosofi-filosofi Maluku yang patut direnungkan.

Sebut saja ucapan Om Koko, “Jang lain kuku lain, tapi lain keku lain.”

Ungkapan ini bermakna “jangan saling menjatuhkan, tapi saling membantu satu sama lain.”

Glenn Fredly pun turut menyemarakkan parodi kedua. Ia berperan sebagai unsur generasi muda yang meminta hak waris dari esensi budaya bernama Pela Gandong.

Salah satu anggota tim kreatif Indonesia Kita, Butet Kertaredjasa, mengatakan bahwa mereka ingin mengedepankan semangat untuk saling memahami rasa dan selera yang akhirnya bisa menjadi pintu masuk dialog kebudayaan.

“Melalui kesenian dan kebudayaan itulah, gagasan dan ide-ide tentang Indonesia sebagai ‘rumah bersama’ yang terus diupayakan dan didialogkan agar Indonesia menjadi rumah yang toleran dan penuh semangat kebersamaan, saling menghormati dan menghargai,” tutur Butet.

Ia kemudian berkata, “Saya harap #NontonTeaterDiRumahAja dapat menjadi alternatif hiburan bagi masyarakat Indonesia yang dapat meningkatkan kecintaan kepada budaya dan keanekaragaman.”

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending