Connect with us

Business

12 Persen Ekspor RI Terancam, Disebabkan dicoret dari Negara Berkembang

Published

on


Kemenko Perekonomian menyebut kebijakan AS mencabut status RI sebagai negara maju ancam 12 persen ekspor nasional. (CNN Indonesia/Wella Andany)

FINROLL – Jakarta, Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian menyebut keputusan Amerika Serikat (AS) mencabut status Indonesia sebagai negara berkembang di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) bakal berdampak pada kinerja ekspor dalam negeri. Pasalnya, pencabutan tersebut bisa berdampak pada pemberian fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) atau keringanan bea masuk impor dari AS.

Dikhawatirkan, pencabutan tersebut bisa menghilangkan fasilitas GSP yang telah diterima Indonesia dari AS. Dan kalau kekhawatiran tersebut benar terjadi, ekspor Indonesia ke AS berpotensi tertekan.

Apalagi, nilai ekspor Indonesia ke AS cukup besar. Data BPS pada sepanjang 2018 lalu, nilai ekspor RI ke AS mencapai US$18,439 miliar atau setara Rp253,674 triliun (kurs Rp13.757 per dolar AS). Nilai tersebut mencapai 12,9 persen dari total ekspor Indonesia.

“Keputusan US itu terkait fasilitas perdagangan. Konsekuensinya masalah GSP dan sebagainya. Indonesia keluar dari itu (negara berkembang), ada konsekuensi dari fasilitas. Pasti ada pengaruh, kan 12,9 persen ekspor RI ke AS,” kata Susiwijono, di Jakarta, Senin (24/2).

Susiwijono mengatakan dampak ekspor tersebut berpotensi memperparah defisit neraca dagang antara AS dengan Indonesia. Untuk meredam dampak tersebut, pemerintah telah mempersiapkan beberapa langkah.

Sayangnya, ia tak menjelaskan detil apa saja yang bakal dilakukan pemerintah. Ia hanya mengaku, pihak Kementerian Perdagangan kini sedang mengkaji cara untuk menanggulangi defisit tersebut.

“Teman-teman (Kementerian) Perdagangan sedang menghitung semuanya, karena pasti berpengaruh ke GSP,” pungkasnya.

Sebelumnya, AS mencabut status negara berkembang Indonesia di WTO. Pencabutan status ini berpotensi membuat RI kehilangan fasilitas perdagangan ekspor dan impor yang umumnya diterima oleh negara-negara berkembang.

Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal Hastiadi menyebut pencabutan status negara berkembang membuat Indonesia berpotensi tidak menerima fasilitas Official Development Assistance (ODA) yang merupakan alternatif pembiayaan dari pihak eksternal untuk melaksanakan pembangunan sosial dan ekonomi.

Padahal, melalui ODA sebuah negara berkembang tidak hanya mendapat pendanaan dari pihak eksternal melainkan juga memperoleh bunga rendah dalam berutang.

Fithra melanjutkan, dampak terburuknya akan muncul terhadap perdagangan, karena Indonesia akan menjadi subjek pengenaan tarif lebih tinggi akibat tidak mendapat fasilitas sebagai negara berkembang.

“Apalagi kita sekarang sudah menerima fasilitas pengurangan bea masuk Generalized System of Preferences (GSP) pasti ini juga akan berakhir dengan perubahan status ini,” tutur dia.

Sumber : CNN Indonesia

Advertisement Valbury

Keuangan

Jelang New Normal, OJK Sebut Restrukturisasi Kredit Melandai

Published

on

Finroll – Jakarta, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat permintaan restrukturisasi kredit melandai seiring pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menuju fase normal baru (new normal).

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK  Heru Kristiyana mengungkapkan total restrukturisasi disalurkan perbankan tercacat sebesar Rp695,34 triliun hingga 22 Juni 2020. Rinciannya, restrukturisasi kepada UMKM sebesar Rp 307,8 triliun dan non-UMKM sekitar Rp387,52 triliun.

“Di minggu-minggu terakhir ini, kami lihat bahwa permintaan restrukturisasi kredit itu mulai melandai, artinya para debitur dengan agak dilontarkannya PSBB itu sudah mulai percaya diri,” ujarnya dalam diskusi virtual Mendorong Pemulihan Ekonomi Melalui Perbankan, Kamis (2/7).

Penurunan permintaan restrukturisasi kredit tersebut juga tercermin dari banyaknya pemohon yang membatalkan restrukturisasi kredit karena bisa memenuhi kewajibannya.



Menurut Heru hal tersebut memberikan sinyal bahwa PSBB telah menggerakkan kembali roda perekonomian. “Itu artinya pelonggaran PSBB kan memberikan nilai positif,” imbuhnya.

Lantaran itu pula lah, kata Heru, perbankan kian optimistis bahwa kredit akan tetap tumbuh positif bahkan mencapai 4 persen.

“Kami juga mendapati data bahwa perbankan kita itu masih optimistis kreditnya untuk tetap bisa tumbuh positif bahkan mencapai 4 persen. Nah ini kan bagus sekali. Jadi kita optimistis memandang perbankan kita ke depan dalam menghadapi covid-19 ini,” pungkas Heru.

 

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Business

Mulai Hari Ini, Kereta dari Jakarta ke Surabaya Beroperasi Lagi

Published

on

Finroll – Jakarta, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI membuka kembali operasional kereta api (KA) dengan rute perjalanan dari Jakarta ke Surabaya mulai hari ini, Jumat (3/7). Penumpang bisa menggunakan KA Turangga dengan rute Stasiun Gambir-Bandung-Surabaya Gubeng dan KA Kertajaya dengan rute Stasiun Pasar Senen-Surabaya Pasarturi.

“Perjalanan KA Turangga dan KA Kertajaya hanya beroperasi setiap akhir pekan, yaitu pada tanggal 3, 4, 5, 10, 11,12, 17,18, 19, 24, 25, 26, 30 dan 31 Juli 2020,” ungkap Kepala Humas KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa dalam keterangan resmi, Kamis (2/7).

Bersamaan dengan pengoperasian KA Turangga, Stasiun Gambir resmi dibuka lagi untuk pelayanan penumpang KA jarak jauh setelah sebelumnya sempat ditutup akibat pandemi virus corona atau covid-19. Secara total ada lima KA yang dioperasikan oleh KAI.

Pertama, KA Turangga dengan keberangkatan setiap pukul 14.00 WIB. Kedua, KA Kertajaya dengan keberangkatan di Stasiun Pasar Senen pukul 14.10 WIB dan Bekasi pukul 14.40 WIB.

Ketiga, KA Bengawan dengan rute Pasarsenen-Cirebon Prujakan-Purwosari. Jam keberangkatannya dari Stasiun Pasar Senen pada pukul 06.30 WIB dan Bekasi 06.54 WIB.



Keempat, KA Tegal Ekspress dengan rute Pasarsenen-Cirebon Prujakan-Tegal. Berangkat setiap pukul 07.40 WIB dari Stasiun Pasar Senen, Bekasi 08.05 WIB, dan Cikampek pukul 08.56 WIB.

Kelima, KA 322 Serayu dengan rute Pasarsenen-Kiaracondong-Purwokerto. Keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen pukul 09.15 WIB, Bekasi pukul 09.47 WIB, Karawang pukul 10.21 WIB, dan Cikampek pukul 10.42 WIB.

Eva mengatakan pembukaan operasional seluruh KA ini mengacu pada Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 No 9 Tahun 2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19.

Kemudian juga mengacu pada Surat Edaran Ditjenka Kemenhub No 14 Tahun 2020 tentang Pedoman dan Petunjuk Teknis Pengendalian Transportasi Perkeretaapian dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru untuk Mencegah Penyebaran Covid-19.

“Pengoperasian kembali KA reguler ini tentunya akan tetap diikuti dengan protokol pencegahan penyebaran covid-19 yang diterapkan pada masa adaptasi kebiasaan baru,” katanya.

Pada tahap awal, sambungnya, KAI hanya menjual tiket maksimal 70 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia pada KA. Tujuannya, untuk menjaga jarak antar penumpang selama dalam perjalanan.

Khusus bagi penumpang dengan usia di atas 50 tahun, petugas akan melakukan pengaturan tempat duduk sehingga dalam perjalanan tidak berdekatan dengan penumpang lain. Untuk melakukan perjalanan KA Jarak Jauh, calon penumpang diharuskan melengkapi beberapa syarat yang tertuang dalam Surat Edaran Gugus Tugas Covid-19 No 9 Tahun 2020.

Berkas persyaratan tersebut harus ditunjukkan kepada petugas pada saat melakukan boarding, jika membeli tiket melalui sistem online seperti KAI Access, Web KAI, dan mitra penjualan tiket resmi KAI lainnya. Namun, jika membeli tiket melalui loket go show dengan ketentuan tiga jam sebelum keberangkatan KA di Stasiun Pasar Senen dan Gambir, maka berkas persyaratan akan melalui proses pengecekan di awal oleh petugas loket sebelum transaksi tiket dilakukan.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Business

Akibat Corona, Produsen Zara Tutup 1.200 Gerai

Published

on

Finroll – Jakarta, Perusahaan mode yang menaungi label fesyen Zara, Inditex, akan menutup 1.200 gerainya di seluruh dunia. Penutupan toko ritel tersebut disebabkan penurunan penjualan akibat pandemi covid-19.

Mengutip Antara, Kamis (2/7), Inditex telah mengungkapkan rencana penutupan 3.785 gerai secara global sejak Maret lalu.

Tiga bulan kemudian, perusahaan asal Spanyol ini merilis pernyataan resmi yang menjelaskan rencananya meningkatkan penjualan secara online. Sebagai konsekuensinya, Inditex bakal menutup sebagian gerainya.

“Perusahaan telah memutuskan untuk membuat provisi sebesar 308 juta euro terkait dengan pelaksanaan rencana untuk meningkatkan toko online dan lebih lanjut mengintegrasikannya dengan toko ritel,” kata Inditex dalam pernyataanya.

Dari 7.412 toko ritel besar di seluruh dunia, Inditex berencana mempertahankan 6.900 gerai. Namun, perusahaan akan membuka 450 toko baru yang dilengkapi dengan teknologi penjualan daring.

Pandemi covid-19 membuat penjualan perseroan anjlok selama kuartal I 2020. Imbasnya, perusahaan mengalami rugi bersih hingga 409 juta euro. Namun, penjualan daring Inditex meningkat hingga 50 persen.

Selama periode Februari-April, penjualan Inditex turun hingga 44 persen. Pembatasan sosial membuat 88 persen gerai Inditex tutup.

Untuk diketahui, perusahaan fesyen ini mengoperasikan lebih dari 7.000 gerai di seluruh dunia. Selain Zara, Inditex juga menaungi merek lain seperti Zara Home, Massimo Dutti, Bershka, Pull and Bear, dan Oysho.

 

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending