Connect with us

Komoditi

BKP Kementan Kampanyekan Pengurangan Food Waste

Published

on


Finroll.com — Negara-negara di dunia sepakat mengurangi food loss and waste untuk mewujudkan sustainable food system. Fokus utama yang ingin dicapai adalah memastikan ketahanan pangan dan keamanan pangan, pangan untuk kesehatan dan diet yang baik, dan efisiensi pemanfaatan sumberdaya.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Andriko Noto Susanto dalam Workshop Ketahanan Pangan yang diselenggarakan Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah (PPA) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dalam siaran pers, Minggu (22/09/2019).

Andriko megatakan, tantangan food loss and waste (kehilangan saat proses produksi dan konsumsi) di dunia cukup tinggi. Negara Arab Saudi misalnya jumlahnya mencapai 427 kg/kap/tahun, sementara di Indonesia jumlahnya 300 kg/kap/tahun. Negara-negara maju saat ini sudah berupaya lebih jauh dalam menguranginya.

“Austria misalnya sudah memiliki online platform food sharing, kerjasama dengan food bank dan kementerian terkait. Sementara di Belanda memiliki program nasional “united against food waste” untuk mengurangi waste 50% pada 2030,” jelas Andriko yang mewakili Kepala BKP.

Di Indonesia menurut Andriko, upaya pengurangan food loass and waste harus menjadi agenda bersama. Keluarga, lebih spesifik lagi ibu-ibu memiliki peran signifikan sebagai garda terdepan bagi pengurangan loss and waste karena ibu adalah pelaku utama yang memutuskan jenis masakan, selera, gizi, dan jumlah makanan yang harus di konsumsi oleh anggota keluarga.

“Jadi kampanye food waste ini mulainya harus dari ibu-ibu. Perbaikan kualitas gizi akan menentukan Ketahanan pangan tingkat keluarga, yang akhirnya akan menentukan ketahanan pangan dan gizi secara nasional,” imbuhnya

Wakil Rektor 3 UMY Suryo Pratolo, juga menyampaikan bahwa permasalahan ketahanan pangan tidak bisa lepas dari ketahanan ekonomi keluarga yang merupakan pondasi bagi terwujudnya ketahanan pangan nasional.

“Kami dari universitas mencatat bahwa masalah ekonomi keluarga harus menjadi prioritas kita semua. Ketahanan pangan keluarga akan tercipta jika ekonomi keluarga meningkat, artinya pendapatan juga harus meningkat. naiknya pendapatan akan meningkatkan akses pangan terhadap rumah tangga,” tutur Suryo

Ketua PP ‘Aisyiyah, Latifah Iskandar menyampaikan bahwa hasil Muktamar Muhammadiyah di Makassar tahun 2015 mengamanatkan agar PP ‘Aisiyah juga fokus pada peningkatan kedaulatan pangan.

Menurut Latifah, ditengah berbagai permasalahan ketahanan pangan nasional yang dihadapi dewasa ini, diperlukan strategi guna terus mendorong dan menggerakkan segenap pemangku kepentingan dan masyarakat untuk melakukan berbagai upaya dalam mendukung pembangunan pertanian dan ketahanan pangan nasional.

“Ibu-ibu ‘Aisyiyah harus berkontribusi untuk mengimplementasikan kedaulatan pangan mulai dari keluarga karena semua berawal dari sini. Pejuang-pejuang ‘Aisyiyah diharapkan menjadi ujung tombak bagi peningkatan gizi keluarga,” ujar Latifah

Diakhir acara, Andriko mengajak ibu-ibu dan pemangku kepentingan melakukan 3 hal. Pertama tingkatkan kemandirian produksi pangan; Kedua kendalikan jumlah yang makan melalui keluarga berencana, dan Ketiga mari semua makan bijak, yaitu makan secukupnya. Lebih baik nambah dari pada tersisa dan dibuang.

“Habis acara ini ibu-ibu tidak boleh menyisakan makanan di ruangan, kalau sisa bawa pulang,” ajak Andriko.

Workshop ini dihadiri pengurus MEK dan PPA, perwakilan MEK wilayah, praktisi olahan pangan, BPOM, Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, narasumber Universitas Gadjah Mada, (Prof Ali Agus) dan dari Praktisi Pemberdayaan Masyarakat (Ir. Heppy Trenggono, M.Com).

Advertisement Valbury

Komoditi

Harga Emas Terjun Bebas Jadi Rp911 Ribu per Gram

Published

on

By

Harga emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam terjun bebas turun Rp11 ribu per gram. Yakni, dari Rp924 ribu menjadi hanya Rp911 ribu per gram pada Rabu (1/4).

FINROLL.COM — Harga pembelian kembali (buyback) emas turun lebih dalam lagi mencapai Rp14 ribu per gram, yaitu dari Rp832 ribu menjadi Rp818 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp480 ribu, 2 gram Rp1,77 juta, 3 gram Rp2,63 juta, 5 gram Rp4,37 juta, 10 gram Rp8,68 juta, 25 gram Rp21,6 juta, dan 50 gram Rp43,13 juta.

Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp86,2 juta, 250 gram Rp215,25 juta, 500 gram Rp430,3 juta, dan 1 kilogram Rp860,6 juta.

Lihat juga: Rupiah Kurang Darah, Melemah ke Posisi Rp16.325
Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara, harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX ada di posisi US$1.594,5 per troy ons atau melemah 0,13 persen. Sebaliknya harga emas di perdagangan spot menguat 0,24 persen jadi US$1.580,94 per troy ons.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan prospek harga emas di pasar internasional akan kembali melemah sejalan dengan pergerakan indeks saham. Proyeksinya, harga emas bergerak turun ke rentang US$1.559 sampai US$1.615 per troy ons pada hari ini.

“Harga emas kini mengikuti pergerakan indeks saham, sementara saham masih mendapat tekanan dari peningkatan penyebaran virus corona di dunia. Indeks saham AS dan Asia ditutup melemah,” ujar Ariston kepada CNNIndonesia.com, Rabu (1/4).

Lihat juga: Laju IHSG Diproyeksi Tertekan Pelemahan Rupiah
Indeks saham AS melemah karena tertekan peningkatan kasus virus corona mencapai 14 persen dalam satu hari di New York. Pelemahan indeks saham pun berlanjut pada perdagangan pagi ini.

Indeks Dow Jones jatuh 1,84 persen, S&P 500 turun 1,6 persen, dan Nasdaq Composite minus 0,95 persen. Sementara di Asia, Nikkei 225 anjlok 1,35 persen, Hang Seng turun 0,37 persen, dan Kospi melemah 0,24 persen.

Di sisi lain, prospek pelemahan harga emas datang dari rencana rilis data ketenagakerjaan dan aktivitas manufaktur Negeri Paman Sam pada malam ini.

“Kedua data ini diperkirakan memburuk karena wabah dan ini bisa menekan lagi harga emas,” ungkapnya. (cnn/GPH)

Continue Reading

Komoditi

Emas Dunia Bisa Tembus US$ 3.000, Emas Antam Bisa Berapa?

Published

on

By

Harga emas dunia melemah di perdagangan Jumat pekan lalu (27/3/2020), kendati dalam sepekan terakhir harga emas dunia masih mencetak penguatan tajam seiring dengan permintaan emas menjadi aset aman alias safe haven.

FINROLL.COM — Pergerakan emas bagai roller coaster sepanjang Maret ini. Di awal pekan, Senin (9/3/2020), harga emas sempat melesat hingga menyentuh US$ 1.702,56/troy ons yang merupakan level tertinggi sejak Desember 2012. Namun selepas itu, emas justru terus merosot.

Data Refinitiv mencatat, di penutupan perdagangan Jumat (20/3/2020), harga emas berada di level US$ 1.497,64/troy ons, atau ambles lebih dari 12% dari level tertinggi tersebut. Adapun sepanjang pekan lalu (23-27 Maret), harga logam mulia ini kembali melesat 8% di US$ 1.617,5/troy ons.

Harga emas dunia pun diprediksi bisa melesat lagi, bukan hanya sampai US$ 2.000/troy ons, tapi bahkan bisa lebih dari itu seiring dengan ketidakpastian ekonomi akibat dampak virus corona (COVID-19) di seluruh dunia.

Di AS, bank sentralnya, yakni The Fed (Federal Reserve) akan menerapkan program pembelian aset (quantitative easing/QE) dengan nilai tanpa batas. Berapapun akan digelontorkan agar likuiditas di perekonomian AS tidak mengetat.

Tak hanya bank sentral, Pemerintah AS juga menggelontorkan stimulus fiskal dengan nilai jumbo. Jumat waktu AS, Presiden AS sudah menandatangani undang-undang stimulus senilai US$ 2 triliun. Angka tersebut dua kali lipat dari nilai perekonomian Indonesia.

Banyak analis melihat kebijakan The Fed akan membawa harga emas dunia menguat naik. Namun salah satu perusahaan trading di Asia, WingCapital Investment lebih melihat peningkatan belanja pemerintah dengan gelontoran stimulus tersebut dapat menaikkan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) akan membawa harga emas terbang tinggi.

“Secara historis kami melihat rasio utang terhadap PDB memiliki korelasi yang lebih besar dibandingkan dengan balance sheet [neraca] The Fed [terhadap harga emas],” tulis analis WingCapital yang dikutip Kitco.com.

Dengan kondisi saat ini, harga emas diprediksi akan mencapai US$ 3.000/troy ons dalam 3 tahun ke depan.

Analis tersebut melihat pada periode sebelumnya ketika emas mencapai rekor tertinggi sepanjang masa US$ 1.920/troy ons pada September 2011, reli tersebut berakhir ketika laju kenaikan rasio utang terhadap PDB AS mulai menurun.

Untuk saat ini, belanja masif pemerintah AS guna memerangi COVID-19 diprediksi akan membengkakkan defisit anggaran, hingga rasio utang terhadap PDB akan menyamai ketika perang dunia II ketika naik sebesar 30% tahun ini. Sementara itu, beberapa analis lainnya melihat rasio tersebut akan naik sekitar 10% sampai 14%.

Satu troy ons, mengacu aturan di pasar, setara dengan 31,1 gram, sehingga besaran US$ 3.000 per troy ounce dikonversi dengan membagi angka tersebut dengan 31,1 gram, hasilnya US$ 96,46 per gram. Dengan asumsi kurs rupiah Rp 16.000/US$, maka prediksi harga emas tahun ini bisa menembus Rp 1,54 juta/gram.

Terkait dengan wabah COVID-19, jumlah korban terus bertambah. Berdasarkan data Johns Hopkins CSSE hingga Ahad (29/3) sudah lebih dari 170 negara yang terpapar COVID-19, lebih dari 660.000 orang terinfeksi, dengan 30.652 orang meninggal dunia, dan lebih dari 139.000 sembuh.

AS kini menjadi negara dengan jumlah kasus COVID-19 terbanyak di dunia mengalahkan China yang merupakan asal pandemi ini. Hingga tercatat ada 122.666 kasus positif COVID-19, dengan korban meninggal lebih dari 2.000 orang dan yang sembuh lebih dari 1.000 orang.

Banyak negara menerapkan kebijakan karantina wilayah (lockdown) yang membuat aktivitas ekonomi merosot tajam. Akibatnya, perekonomian global melambat signifikan, resesi di beberapa negara bukan lagi kemungkinan, tetapi di depan mata. (CNBC/GPH)

Continue Reading

Komoditi

Emas Antam Naik Lagi, Sentuh Rp924 Ribu per Gram

Published

on

By

Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp924 ribu per gram pada Kamis (26/3) atau naik Rp5.000 dari Rp919 ribu per gram pada Selasa (24/3) pagi. Sementara harga pembelian kembali (buyback) hanya naik Rp1.000 dari Rp836 ribu menjadi Rp837 ribu per gram pada hari ini.

FINROLL.COM — Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp486,5 ribu, 2 gram Rp1,79 juta, 3 gram Rp2,67 juta, 5 gram Rp4,44 juta, 10 gram Rp8,81 juta, 25 gram Rp21,93 juta, dan 50 gram Rp43,78 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp87,5 juta, 250 gram Rp218,5 juta, 500 gram Rp436,8 juta, dan 1 kilogram Rp873,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.631,1 per troy ons atau melemah 0,2 persen. Begitu pula harga emas di perdagangan spot anjlok 0,7 persen ke US$1.605,51 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan pergerakan harga emas di pasar internasional masih dipengaruhi oleh sentimen stimulus ekonomi dari berbagai negara, khususnya Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menjanjikan bakal menggelontorkan anggaran mencapai US$2 triliun untuk mengatasi tekanan ekonomi di Negeri Paman Sam akibat penyebaran pandemi virus corona atau Covid-19.

Namun, kepastian stimulus ini masih menunggu Kongres AS. Bila disetujui, ia memastikan harga saham dan emas akan menguat.

“Sebelum persetujuan keluar, harga emas bisa tertekan ke kisaran US$1.585 per troy ons. Tapi setelah persetujuan, harga emas berpotensi menguat ke area US$1.660 per troy ons,” kata Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Di sisi lain, ia mengatakan pelaku pasar keuangan juga masih dibayangi kekhawatiran penyebaran virus corona. Apalagi, sejumlah lembaga ekonomi internasional memperkirakan corona akan menekan pertumbuhan ekonomi dunia dan sejumlah negara. (CNN/GPH)

 

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending