Connect with us

Sepakbola

3 Alasan MU Akan Memiliki Musim yang Buruk di 2019-2020

Published

on


Finroll.com  – Manchester United (MU) finis di peringkat keenam Liga Inggris musim 2018-19. Tim ini sangat mengecewakan di lapangan dan membuat ribuan pendukung MU kecewa.

Manajer MU Ole Gunnar Solskjaer kini berupaya membangun kembali skuatnya untuk bisa bersaing di musim depan. Namun, sejumlah pemain penting dalam skuatnya belum berkomitmen tentang masa depannya di klub.

Salah satunya adalah Paul Pogba. Gelandang asal Prancis itu sudah mengutarakan keingginannya meninggalkan Old Trafford karena ingin mencari tantangan baru.

Sementara di bursa transfer musim panas, MU baru merekrut satu pemain. Daniel James diboyong dari Swansea City dengan nilai transfer 15 juta pound plus tiga juta pound tergantung variabel lainnya.

Absennya MU di Liga Champions musim depan membuat tim berjuluk Setan Merah ini kesulitan untuk mendatangkan pemain bintang. Situasi ini membuat prospek klub di musim depan diprediksi tidak bagus.

Berikut 3 Alasan MU akan memiliki musim yang mengecewakan di 2019-20:

3. Kurangnya Pengalaman Ole Gunnar Solskjaer

Setelah ditunjuk sebagai manajer sementara pada Desember 2018, Ole Gunnar Solskjaer menunjukkan semangat MU dalam penampilannya di dua bulan pertama. Sentuhan juru taktik asal Norwegia itu membawa MU kembali ke posisi empat besar.

Tapi, setelah itu MU kembali tampil buruk. Paul Pogba dan kawan-kawan gagal memenangkan sejumlah laga. Pengangkatan Solksjaer sebagai manajer tetap tidak memberi dampak positif.

Solskjaer yang tidak memiliki pengalaman di level tinggi membuat MU diprediksi sulit bangkit di musim 2019-20. MU saat ini membutuhkan manajer berpengalaman yang pernah mengalami situasi seperti dini di masa lalu.

2. Tidak Memiliki Sosok Pemimpin di Skuat

Pada sejumlah laga musim lalu, MU tidak mampu bangkit setelah kebobolan satu atau dua gol di awal pertandingan. Terlepas dari kemenangan bersejarah melawan Paris Saint-Germain di babak 16 besar Liga Champions.

Hal ini diakibatkan kurangnya sosok pemain yang dapat menjadi pemimpin di lapangan. Bahkan, Ashley Young yang didaulat menjadi kapten tim justru menjadi salah satu pemain terburuk pada musim palu.

Paul Pogba dan David De Gea bisa memecahkan masalah tersebut. Tetapi, masa depan kedua pemain ini masih mengambang.

Ander Herrrea telah pergi dan hanya ada sedikit individu dalam skuat MU yang memiliki pengalaman serta keterampilan guna mengangkat tim dalam situasi sulit. MU sepertinya berharap ada pemain baru yang meningkatkan aspek skuat ini.

1. Kurangnya Gaya Bermain

Manchester United (MU) telah kehilangan gaya bermainnya. Saat masih dilatih Sir Alex Ferguson, MU tampil penuh semangat lewat serangan cepat dari kedua sayap.

Kini, gaya bermain MU sangat bergantung pada serangan balik. Tapi, dalam beberapa kesempatan, MU gagal menerapkannya karena kinerja buruk bek sayap. Tidak seperti dulu, dimana MU dengan mudah menembus pertahanan lawan.

Hal ini telah memengaruhi identitas klub dan proses membangun kembali skuat MU. Gaya bermain bisa menjadi alasan utama MU akan kembali mengalami musim yang mengecewakan.

Sepakbola

Cari Suksesor Sergio Ramos, Real Madrid Incar Virgil van Dijk

Published

on

By

Real Madrid dikabarkan Sportsmole siap menebus Virgil van Dijk dari Liverpool. Nantinya, Van Dijk bakal diplot untuk menjadi suksesor Sergio Ramos.

FINROLL.COM — Ramos akan berusia 34 tahun pada 30 Maret 2020. Artinya, mantan pemain Sevilla itu sudah tidak lagi muda. Real Madrid pun harus mulai bersiap mencari penggantinya.

Sebenarnya, performa kapten Timnas Spanyol itu masih cukup bagus. Dia masih menjadi pemain yang sangat penting bagi Real Madrid, bukan hanya karena kapten, melainkan juga secara teknis.

Selain faktor usai, Sergio Ramos juga disebut mengalami kebuntuan negosiasi kontrak baru dengan Real Madrid. Faktor gaji menjadi kendala dalam proses negosiasi. Alhasil, peluang pindah sangat terbuka.

Virgil van Dijk harus diakui sebagai satu di antara bek terbaik dunia pada saat ini. Mantan pemain Southampton tersebut tampil begitu kukuh mengawal lini belakang Liverpool dan juga Timnas Belanda.

Pada 2019, Virgil van Dijk bersaing dengan Lionel Messi untuk meraih Ballon d’Or. Pemain berusia 28 tahun itu juga memberikan gelar juara Liga Champions untuk Liverpool dan mulai menatap gelar Premier League musim ini.

Dikutip dari Sportsmole, Virgil van Dijk kini masuk dalam bidikan Real Madrid. Bahkan, Los Blancos siap mengucurkan dana hingga 180 juta euro (Rp 2,7 triliun) demi menebus Van Dijk dari Liverpool pada awal musim depan.

Penerus yang Tepat

Dengan usia yang masih 28 tahun, Virgil van Dijk dianggap sebagai sosok yang tepat untuk meneruskan tugas Sergio Ramos. Dia masih bisa bermain kompetitif untuk waktu yang lama bersama Real Madrid.

Van Dijk tidak pernah absen dari 27 laga yang dimainkan Liverpool di Premier League musim ini. Dia menjadi pemain paling penting di klub dan membantu The Reds baru kebobolan 17 gol di liga.

Andai bergabung dengan Real Madrid, besar kemungkinan Virgil van Dijk akan berduet dengan Raphael Varane di lini belakang. Bek Timnas Prancis itu punya catatan yang bagus dalam kariernya.

Varane sudah memenangkan empat gelar Liga Champions bersama Real Madrid. Dia juga sudah menjadi juara Piala Dunia 2018 bersama Timnas Prancis. Varane dan Van Dijk bakal menjadi kombinasi menjanjikan bagi Real Madrid.

Sumber: Sportsmole 

Continue Reading

Sepakbola

Kevin De Bruyne Setia Bersama Manchester City meski Absen di Liga Champions

Published

on

By

Gelandang Manchester City, Kevin De Bruyne, dikabarkan The Athletic tidak akan hengkang ke klub lain. De Bruyne bakal bertahan di Man City meski nantinya absen di Liga Champions.

FINROLL.COM — Dalam dua pekan terakhir, tersiar kabar akan ada eksodus besar-besaran di Manchester City. Hal ini dikarenakan City terancam tidak bisa bermain selama dua musim di turnamen Eropa, karena melanggar aturan Financial Fair Play (FFP).

Saat ini, sejumlah pemain kunci The Citizens mulai diincar klub-klub papan atas Eropa, satu di antaranya adalah Kevin De Bruyne. Dengan kemampuan yang dimiliki, De Bruyne menjadi rebutan banyak klub pada musim panas nanti.

Seperti dilansir The Athletic gelandang Timnas Belgia itu tidak ada niatan untuk meninggalkan Manchester City. Dia diberitakan akan bertahan di Stadion Etihad.

Menurut laporan tersebut, De Bruyne masih setia bersama Manchester City. Gelandang berusia 28 tahun tersebut menilai Man City merupakan klub yang mengorbitkannya ke panggung dunia. Apalagi, dia masih terikat kontrak hingga 30 Juni 2023.

Proyek Besar Manchester City

Untuk itu, Kevin De Bruyne ogah menjadi kacang yang lupa kulitnya. Eks gelandang Chelsea itu bertekad untuk bertahan di Manchester City.

De Bruyne juga ingin bertahan di City karena proyek yang dijanjikan manajemen klub. Kebin De Bruyne menilai hukuman dua tahun yang dialami City tidak akan menghalangi proyek besar yang tengah dibangun.

Dia pun masih ingin menjadi bagian dari proyek besar tersebut. Kevin De Bruyne juga semakin bertekad untuk bertahan, setelah Pep Guardiola juga diberitakan akan melanjutkan masa baktinya di Man City musim depan.

Ada kemungkinan hukuman berat yang menimpa Manchester City itu mendapatkan keringanan. Pihak The Citizens diberitakan akan menggugat hukuman tersebut di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Sumber: The Athletic 

Continue Reading

Sepakbola

Liga Champion : Real Madrid vs Manchester City (1-2)

Published

on

By

Featured Video Play Icon
Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending