Connect with us

Tinju & Beladiri

3 Alasan Tony Ferguson Layak Jadi Lawan Khabib Nurmagomedov

Published

on


Finroll.com – Rencana duel berikutnya Khabib Nurmagomedov di arena UFC jadi salah satu topik yang paling dinanti. Berikut tiga alasan Tony Ferguson layak menjadi lawan selanjutnya untuk Khabib.

Ferguson adalah calon kuat lawan Khabib berikutnya. Khabib sendiri sudah pernah menyatakan bahwa Ferguson bakal jadi lawan berikut bila ia berhasil menang lawan Dustin Poirier.

Di arena UFC, segala hal bisa terjadi, bahkan bila sebuah pertandingan telah dijadwalkan. Nama Ferguson layak untuk mendapatkan kesempatan duel lawan Khabib karena ia juga punya reputasi yang bagus.

Berikut tiga alasan Tony Ferguson layak jadi lawan Khabib:

1. Ferguson Punya Rekor Mentereng

Khabib Nurmagomedov punya rekor menakjubkan lewat catatan 28 laga tak terkalahkan sepanjang kariernya sebagai petarung mixed martial arts. Sementara itu di ajang UFC, Khabib telah melalui 12 laga tanpa terkalahkan.

Ferguson juga punya catatan bertanding yang bagus. Meski menelan tiga kekalahan dalam karier MMA, satu di antaranya terjadi di ajang UFC, Ferguson tak lagi mengalami kekalahan sejak tahun 2012.

2. Ferguson Peringkat Dua di Kelas Ringan

Ferguson layak jadi lawan Khabib di laga berikutnya karena dia adalah petarung peringkat kedua dalam ranking UFC untuk kelas ringan. Setelah Khabib menuntaskan perlawanan Dustin Poirier yang sempat menjadi juara interim, maka kini giliran Ferguson yang layak mendapatkan kesempatan bertarung melawan Khabib.

Conor McGregor yang juga disebut sebagai calon lawan Khabib di laga berikutnya hanya duduk di posisi ketiga dalam daftar peringkat UFC.

3. Ferguson Punya Teknik Gulat yang Bagus

Bukan hanya sekadar peringkat UFC, ada alasan kuat yang bisa dikemukakan bahwa Ferguson adalah lawan yang paling mungkin menyulitkan Khabib. Hal itu adalah kemampuan Ferguson dalam bergulat dan adu teknik submission.

Dalam 12 kemenangan beruntun yang didapat Ferguson, enam di antaranya dilakukan lewat submission. Kelihaian Ferguson ini akan jadi daya tarik dalam duel lawan Khabib. Selama ini belum ada petarung yang mampu mengimbangi Khabib bila laga sudah berlanjut ke ground fighting.

Tinju & Beladiri

Kapusjaspermildas Saksikan Kejurnas Karate Panglima TNI Ke-VII

Published

on

Finroll.com — Kepala Pusat Jasmani dan Peraturan Militer Dasar (Kapusjaspermildas) TNI, Brigjen TNI Sapriadi, S.I.P. selaku Wakil Ketua Komite Olahraga Militer Indonesia (KOMI) menyaksikan langsung pertandingan Kejurnas Karate Piala Panglima TNI ke-VII tahun 2019 di GOR Ahmad Yani Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (15/9/2019).

Memasuki hari ketiga, Kejurnas Karate Piala Panglima TNI ke-VII menggelar kelanjutan pertandingan hari kedua Kumite Kategori TNI-Polri dan Kategori Umum kelas Junior, Cadet, dan Under-21.

Hasil pertandingan di hari ketiga terdiri dari Kelas (- 60 kg) Putra : Sertu Deni Kila (Kopassus) medali Emas, Pratu Pegix Hadi P. (Kodam VI/Mulawarman) medali Perak, Prada M. Rizky S. Koewa (Kodam XIII/Merdeka) dan Serda I Kadek Krisna (Mabes AD) masing-masing medali Perunggu.

Kumite (- 67 Kg) Putra : Sertu Maruli JL Butar-Butar (Mabes AD) medali Emas, Serda I Gede Gangga W. (Kopassus) medali Perak, Sertu Heru Ferdiana Jaya (Kodam VI/Mulawarman) dan Serda Andika Gilang Pradana (Divif 2 Kostrad) masing-masing medali Perunggu.

Kumite (- 75 Kg) Putra : Serda A.A. NGS Aprilia Pratama (Mabes AD) medali Emas, Sertu Monang Siagian (Mabes AD) medali Perak, Serda Jhoni Abdillah Sibarani (Kodiklatad) dan Prada Muhammad Junizar T. (Divif 2 Kostrad) masing-masing medali Perunggu.

Kumite (- 84 Kg) Putra :Serda Romario Setiamu (Mabes AD) medali Emas, Serda Fajar Ramadhan (Mabes AD) medali Perak, Pratu Mario Taihuttu (Paspampres) dan Serda Robby Aprilian Rona (Divif 2 Kostrad) masing-masing medali Perunggu.

Kumite (+ 84 Kg) Putra : Pratu Ridwan Columbus (Kopassus) medali Emas, Sertu Guntur Wicaksono (Mabes AD) medali Perak, Serda Muhammad Ilham (Kodiklatad) dan Serda Widodo Febrianto (Mabes AD) masing-masing medali Perunggu. Kumite (- 55 Kg) Putra : Pratu Jacob Noel (Kopassus) medali Emas, Serda Arya Permadha (Mabes AD) medali Perak, Serda M. Tegar Januar (Kodam III/Siliwangi) dan Serda Hengky Berhitu (Kopassus) masing-masing medali Perunggu.

Sedangkan untuk Kumite (- 55 Kg) Putri : Serda (K) Rizki Anindya Putri Pulungsari (Mabes AD) medali Emas, Serda POM/W Intan (Puspomal) medali Perak, Serda (K) Sharon Ferlina Rirhena (Mabes AD) dan Serda (K) Benytha Affaf Dinda X.A.H. (Divif 1 Kostrad) masing-masing medali Perunggu.

Sementara, Kata Beregu Putra :Medali Emas Mabes AD, Medali Perak Kodam IV/Diponegoro, Medali Perunggu Kodam XIV/Hasanuddin dan Kodam Jaya.

Kata Beregu Putri :Medali Emas Mabes AD, Medali Perak Puspomal, Medali Perunggu Kodam XVII/Tanjungpura dan Kopassus.

Usai pelaksanaan pertandingan, Kapusjaspermildas TNI Brigjen TNI Sapriadi, S.I.P. mengalungkan medali dan menyerahkan sertifikat kepada para karateka yang meraih juara.

Hasil sementara perolehan medali sebagai berikut : Mabes AD (10 Emas, 7 Perak, 5 Perunggu), Kopassus (3 Emas, 1 Perak, 5 Perunggu), Kodam Jaya (1 Emas, 1 Perunggu), Mabes TNI AU (1 Emas, 1 Perunggu), Puspomal (2 Perak, 2 Perunggu), Kodam XIV/Hasanuddin (1 Perak, 1 Perunggu), Kodam VI/Mulawarman (1 Perak, 1 Perunggu), Ditziad (1 Perak), Koarmada 3 (1 Perak), Kodam IV/Diponegoro (1 Perak), Divif 2 Kostrad (3 Perunggu), Polda Metro Jaya (2 Perunggu), Kodiklatad (2 Perunggu), Kodam III/Siliwangi (1 Perunggu), Kodam XII/Tanjungpura (1 Perunggu), Kodam XIII/Merdeka (1 Perunggu), Divif 1 Kostrad (1 Perunggu), Paspampres (1 Perunggu) dan dan Polda Banten (1 Perunggu).(red)

Continue Reading

Tinju & Beladiri

Di Masa Jayanya Mike Tyson Sempat Berpikir Bisa Kalahkan Dewa

Published

on

By

Finroll.com – Mike Tyson mengakui bahwa ia sempat berpikir bisa mengalahkan Dewa saat ia benar-benar berada di periode terbaik dalam kariernya sebagai petinju.

Tyson adalah fenomena besar di dunia tinju. Ia berhasil jadi juara dunia termuda di kelas berat. Keganasan dan kebrutalan Tyson di atas ring membuat namanya cepat dikenal oleh banyak orang di seluruh dunia.

“Dalam periode terbaik saya, saya berpikir bahwa saya bisa mengalahkan Dewa, namun kini saya sudah berubah.”

“Sosok seperti itu bukan lagi saya. Kini, justru saya tengah berada di masa terbaik,” ucap Tyson saat ditunjuk sebagai pembicara di depan klub Alabama American Football seperti dikutip dari ESPN.

Kalimat tersebut muncul saat Tyson mendapat pertanyaan tentang keyakinan dirinya bisa mengalahkan juara dunia tinju saat ini, Deontay Wilder bila ada di era yang sama.

Tyson lalu mengingatkan pada para pemain bahwa tiap tindakan memiliki konsekuensi dan berharap para pemain tidak mengikuti jejak dirinya.

“Tuhan mencintai saya dan itulah kesimpulan yang saya dapat. Saya sempat berpikir bahwa saya sosok tangguh yang mampu memukul jatuh orang, melakukan apa yang ingin saya lakukan.”

“Namun hidup ternyata bukan tentang itu. Jika kita tidak bisa bertanggung jawab pada diri sendiri, bagaimana kita bisa bertanggung jawab pada yang lain? Itulah inti kehidupan di dunia, bertanggung jawab. Butuh waktu sepanjang hidup bagi saya untuk mempelajari hal itu.” tutur Tyson.

Sesi bersama Tyson itu sendiri disambut antusias oleh para pemain Alabama. Mereka bertanya tentang pertarungan terfavorit dalam kariernya. Tyson lalu menjawab duel lawan James Douglas yang merupakan kekalahan perdana untuknya.

Continue Reading

Tinju & Beladiri

UFC Siapkan Penantang Kuat Buat Khabib Nurmagomedov

Published

on

By

Finroll.com – Presiden Ultimate Fighting Championship, Dana White, menyatakan Khabib Nurmagomedov baru bisa kembali naik oktagon pada September 2019 mendatang. Menurut White, itu menjadi waktu ideal bagi Nurmagomedov karena berbagai alasan.

Sanksi skorsing yang dikenakan Komisi Atlet Nevada menjadi alasan pertama. Kemudian, Nurmagomedov tak mungkin bertanding di periode Juni hingga Agustus 2019 karena masih dalam masa pemulihan usai melakoni ibadah puasa.

“Dia tak mau bertarung selama Ramadan. Itu mengapa, waktu yang paling masuk akal baginya kembali adalah pada September 2019,” kata White dilansir MMA Mania.

Nurmagomedov dipastikan bertarung dalam perebutan gelar kelas ringan, sesuai dengan divisinya. Namun, lawan yang dihadapi bisa saja dari kelas bulu.

Sebab, UFC sedang mempertimbangkan untuk mempertemukan juara kelas bulu, Max Holloway dengan The Eagles.

Opsi kedua, mempertemukan Nurmagomedov dengan petarung di divisi yang sama. Bagi UFC, petarung kelas ringan yang layak menantang Nurmagomedov adalah Dustin Poirier.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending