Connect with us

Sepakbola

3 Fakta Menarik Jelang Duel Manchester United vs Liverpool

Published

on


Finroll.com, Jakarta — Liverpool akan menantang Manchester United pada pekan kesembilan Premier League di Stadion Old Trafford, Minggu (20/10/2019) malam. Kedua tim dalam posisi kotradiksi.

Saat ini, Liverpool sedang bercokol di puncak klasemen Premier League dengan raihan 24 poin. Sementara itu, Manchester United terpuruk di posisi ke-12 dengan raihan sembilan poin.

Pada laga ini, Ole Gunnar Solskjaer akan coba membuktikan diri kepada publik Old Trafford bahwa dirinya masih mampu menahkodai tim Setan Merah atau tidak. Sementara itu, kemenangan di Old Trafford akan memantapkan posisi Liverpool di puncak klasemen sekaligus membuat klub asal Merseyside tersebut semakin dekat dengan trofi perdana Premier League sepanjang sejarah.

Menjelang laga besar ini, Manchester United dihadapkan dengan sejumlah permasalahan. Kiper andalan tim Setan Merah, David de Gea sedang mengalami cedera dan terancam absen pada laga akhir pekan ini.

Sementara itu, Liverpool tampil dengan kekuatan penuh. Allison yang mengalami cedera pada awal musim telah siap tampil pada laga panas Minggu ini.

Namun, sebelum melangkah lebih jauh, ada beberapa fakta yang perlu diperhatikan jelang duel dua klub besar Inggris tersebut. Berikut tiga fakta jelang duel Manchester United Vs Liverpool:

Performa kedua tim

Aksi Marcus Rashford melewati Mohamed Salah pada laga lanjutan Premier League yang berlangsung di stadion Old Trafford, Manchester, Minggu (24/2). Man United bermain imbang 0-0 kontra Liverpool. (AFP/Oli Scarff)

Jelang laga besar Minggu ini, kedua tim memperlihatkan performa yang timpang. Hal ini terlihat pada lima laga terakhir yang dilakoni kedua tim di semua kompetisi.

Manchester United tidak pernah menang dalam lima pertandingan terakhir. The Red Devils hanya mampu meraih tiga kali hasil imbang dan dua kali kekalahan. Kemenangan atas Rochdale di Piala Liga terjadi lewat babak adu penalti. Manchester United terakhir meraih kemenangan pada saat berhadapan dengan Astana di pentas Liga Europa. Pada lag tersebut, anak asuh Solskjaer hanya mampu unggul satu gol atas wakil dari Kazakhstan.

Sementara itu, Liverpool selalu meraih kemenangan pada lima laga terakhir di semua kompetisi. The Reds terakhir kali menerima kekalahan pada saat berhadapan dengan Napoli di Liga Champions. Pada laga tersebut, Liverpool harus mengakui dua gol tanpa balas dari Napoli.

Rekor pertemuan

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, menyalami pemain Manchester United setelah timnya kalah 1-2 pada laga pekan ke-30 Premier League, di Old Trafford, Sabtu (10/3/2018). (AFP/Oli Scarff)

Jika melihat rekor pertemuan dalam lima laga terakhir di semua kompetisi resmi, kedua tim menampilkan hasil yang berimbang. Manchester United dan Liverpool sama-sama mengemas satu kali kemenangan, sedangkan tiga laga sisa berakhir imbang.

Namun, The Reds selalu mengalami kesulitan ketika bertandang ke Old Trafford. Sejak Maret 2014, Liverpool tidak pernah menang di Old Trafford. Liverpool terakhir kali memenangkan pertandingan di Old Trafford dengan skor 0-3 pada Maret 2014. Dua gol dari laga tersebut tercipta melalui sepakan penalti dari Steven Gerrard. Sementara itu Luis Suarez mencatatkan gol terakhir pada laga tersebut.

Badai cedera Tim Setan Merah

Gelandang Barcelona, Sergio Busquets berebut bola dengan gelandang Manchester United, Paul Pogba pada leg pertama perempat final Liga Champions di Stadion Old Trafford, Rabu (10/4). Barcelona menang tipis 1-0 atas Manchester United. (Oli SCARFF / AFP)

Jelang laga seru akhir pekan ini, Manchester United harus menghadapi badai cedera dalam skuatnya. Setelah membela timnas Spanyol, David de Gea mengalami cedera pada bagian paha. Sementara itu, Paul Pogba masih belum bisa kembali meruput setelah cedera ankle yang dialaminya belum kunjung pulih. (Bola.com)

Sepakbola

Zlatan Ibrahimovic Segera Tinggalkan AC Milan, Ini Calon Klub Barunya

Published

on

By

Penyerang AC Milan, Zlatan Ibrahimovic berselebrasi dengan rekan-rekannya usai mencetak gol ke gawang Cagliari pada pertandingan Liga Serie A Italia di Sardegna Arena (11/1/2020). Ibrahimovic mencetak gol dimenit ke-64 dan merupakan gol perdananya di AC Milan musim ini. (Spada(/LaPresse via AP)

Finroll.com, Jakarta –  Zlatan Ibrahimovic dikabarkan bersiap meninggalkan klub raksasa Serie A, AC Milan. Striker berusia 38 tahun tersebut dikabarkan akan pulang kampung ke Swedia.

Seperti dilansir Football Italia, Kamis (2/7/2020), Zlatan Ibrahimovic akan pergi dari San Siro pada musim panas ini. Klub yang akan menjadi destinasinya adalah Hammarby, di Swedia.

Kontrak Zlatan di AC Milan berakhir pada akhir musim ini. Ia tak menunjukkan isyarat akan memperpanjang kontrak tersebut.

Menurut Football Italia, ia akan meninggalkan Milan pada 31 Agustus 2020. Sang striker, yang akan berusia 39 tahun pada Oktober nanti, mencetak empat gol dalam 11 laga sejak kembali ke Rossoneri pada Januari.

Beberapa waktu lalu Zlatan mengalami cedera betis dan harus menepi selama beberapa pekan. Zlatan bahkan sempat pulang ke Swedia.

Gara-gara cedera tersebut Zlatan Ibrahimovic absen pada dua laga pertama AC Milan di Serie A selepas lockdown. Tetapi, mantan pemain Barcelona dan Manchester United itu sudah kembali fit dan siap diturunkan.

Pilihan Realistis

Zlatan Ibrahimovic mengenakan jersey AC Milan saat berfoto di markas AC Milan, Italia, Kamis (2/1/2020). Ibrahimovic kembali memperkuat AC Milan. (Claudio Furlan/LaPresse via AP)

Zlatan Ibrahimovic punya alasan cukup kuat untuk pulang kampung melanjutkan karier di Hammarby. Klub tersebut tidak asing bagi Zlatan.

Ibrahimovic memiliki saham di Hammarby. Ia juga berlatih di klub tersebut pada masa lockdown karena pandemi virus corona beberapa waktu lalu.

Menghabiskan karier di Swedia yang tingkat persaingan dan tuntutannya tak sebesar di Serie A, La Liga, atau Premier, tampaknya menjadi pilihan realistis bagi Zlatan yang usianya tak muda lagi. (Bola.com)(GE)

Continue Reading

Sepakbola

Persaingan Masuk Zona Liga Champions: Manchester United Terus Mendekat, Chelsea Enggan Panik

Published

on

By

Pelatih Chelsea Frank Lampard bereaksi saat menyaksikan timnya bermain melawan West Ham United pada pertandingan Premier League di London Stadium, London, Inggris, Rabu (1/7/2020). West Ham United mengalahkan Chelsea 3-2. (Michael Regan /Pool via AP)

Finroll.com, Jakarta –  Chelsea takluk 2-3 dari West Ham United dalam lanjutan Premier League Inggris, Kamis (2/7/2020) dini hari WIB. Kekalahan itu membuat mereka hanya unggul dua poin dari Manchester United di tabel klasemen.

Chelsea dan Manchester United saat ini sedang bersaing untuk finis di zona Liga Champions. Chelsea berada di peringkat ke-4, sementara MU satu strip di bawahnya.

Meski jarak tersebut menipis, Manajer Chelsea, Frank Lampard enggan panik. “Ini soal cara pandang. Kami kecewa karena kami ingin menang, kami bergelut di sepak bola dan ada di posisi yang bagus,” kata Lampard seperti dilansir Sportskeeda.

“Tidak ada gunanya kecewa, tetapi saya harus katakan kami seharusnya menang di laga ini,” katanya menambahkan.

Chelsea bertamu ke markas West Ham pada Kamis (2/7/2020) dini hari WIB. The Blues bisa dibilang datang dengan kepercayaan diri tinggi usai menaklukkan juara bertahan Manchester City di laga sebelumnya.

Kepercayaan diri itu sempat membuahkan hasil ketika Willian membawa Chelsea unggul di menit ke-42. Namun West Ham menyamakan kedudukan jelang babak pertama berakhir lewat Toma Soucek.

West Ham lalu berbalik unggul di menit ke-51 lewat gol Michail Antonio. Chelsea sempat menyamakan kedudukan lewat Willian namun, satu menit jelang laga bubar gawang mereka kebobolan lewat Andriy Yarmolenko.

Membantu Pertahanan

Pemain Chelsea Willian mencetak gol ke gawang West Ham United pada pertandingan Premier League di London Stadium, London, Inggris, Rabu (1/7/2020). West Ham United mengalahkan Chelsea 3-2. (Michael Regan/Pool via AP)

Lampard mengatakan, masalah Chelsea dalam pertandingan melawan West Ham United ada pada kekompakan. Menurunya, para pemain lalai untuk membantu pertahanan.

“Jika kami mencoba menyerang untuk mencari gol kemenangan, maka kami juga harus bersiap untuk kembali dan bertahan. Bertahan yang lebih baik,” katanya mengakhiri. (Bola.com)(GE)

Continue Reading

Sepakbola

Chris Smalling dan Alexis Sanchez Mudik ke Manchester United usai Serie A Kelar

Published

on

By

Pemain Juventus Cristiano Ronaldo (kanan) dan pemain AS Roma Chris Smalling berebut bola pada pertandingan Coppa Italia di Turin, Italia, Rabu (22/1/2020). Juventus menggilas AS Roma 3-1 dan berhasil lolos ke semifinal. (Marco Bertorello/AFP)

Finroll.com, Jakarta –  Dua bintang Manchester United, Chris Smalling dan Alexis Sanchez telah memperpanjang kesepakatan pinjaman mereka masing-masing di AS Roma dan Inter Milan hingga akhir musim Serie A Italia.

Kompetisi Serie A baru akan berakhir pada 2 Agustus, karena penundaan pandemi virus corona. Belum dapat dipastikan apakah Smalling dan Sanchez tetap membela klubnya di lanjutan Liga Europa, yang dimulai kembali pada 10 Agustus.

Manchester United melaju ke perempat final setelah menang 5-0 di LASK di leg pertama babak 16 besar mereka.

Inter akan menghadapi Getafe dan AS Roma akan menghadapi Sevilla dalam duel sekali duel untuk mencapai perempat final pada 5-6 Agustus.

Chris Smalling tampil mengesankan bersama AS Roma. Ia amat berharap bisa dipermanenkan di sana, karena merasa tak bakal dapat jam terbang bermain yang cukup jika pulang ke Old Trafford.

Di sisi lain, Sanchez yang sepanjang musim kerap diganggu cedera telah tampil di 19 pertandingan untuk Inter yang berada di posisi ketiga klasemen sementara. Di klub tersebut juga ada dua mantan pemain United, Romelu Lukaku dan Ashley Young.

Dilirik Jose Mourinho

Pemain Inter Milan Alexis Sanchez mencetak gol ke gawang Brescia pada pertandingan Serie A di Stadion San Siro, Milan, Italia, Rabu (1/7/2020). Inter Milan menaklukkan Brescia dengan skor 6-0. (AP Photo/Luca Bruno)

Inter Milan harus segera menemukan keputusan tepat terkait masa depan Alexis Sanchez. Sang pemain dikabarkan juga masuk radar bidikan Tottenham Hotspur.

Manajer Jose Mourinho tertarik memboyongnya untuk menambah lini serang The Lilywhites. Tottenham punya opsi untuk meminjam Alexis Sanchez.

Apalagi kontrak Sanchez bersama Manchester United masih berlangsung sampai 30 Juni 2022. Setan Merah diyakini tak keberatan kembali melepas sang pemain dengan status pinjaman. (Bola.com)(GE)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending