Connect with us

Sepakbola

4 Masalah yang Bisa Bikin Juventus Gagal Total Musim Ini

Published

on


Striker Juventus, Cristiano Ronaldo, tampak kecewa usai ditaklukkan Hellas Verona pada laga Serie A di Stadion Marc'Antonio Bentegodi, Sabtu (8/2/2020). Juventus kalah 1-2 dari Hellas Verona. (AFP/Marco Bertorello)

Finroll.com, Jakarta – Perjalanan Juventus mengarungi musim 2019-2020 bisa dibilang tak mudah. Di pentas Serie A, posisi Bianconeri di puncak klasemen masih rawan tergusur.

Padahal dalam beberapa musim terakhir, Juventus menjadi raja di kasta tertinggi sepak bola Italia tersebut. Klub yang bermarkas di Allianz Stadium itu berhasil meraih scudetto dalam delapan musim terakhir.

Namun, pada musim ini perjuangan Juventus di Serie A tak semudah musim-musim sebelumnya. Dua klub Serie A lainnya, Lazio dan Inter Milan, terus menempel ketat di papan klasemen sementara.

Saat ini, klub pemiliki theme song ‘Storia Di Un Grande Amore‘ itu hanya unggul satu poin atas Lazio yang berada di urutan kedua. Bukan tidak mungkin Lazio akan menyodok ke puncak klasemen jika Juventus sewaktu-waktu terpeleset.

Jika Juventus tak segera berbenah, harapan meraih gelar domestik dan Liga Champions bisa lepas. Ada beberapa masalah yang bisa membuat laju Nyonya Tua terhambat atau bahkan gagal total.

1. Penampilan Buruk Melawan Tim Kecil

Striker Juventus, Cristiano Ronaldo, tampak kecewa usai gagal mencetak gol ke gawang Hellas Verona pada laga Serie A di Stadion Marc’Antonio Bentegodi, Sabtu (8/2/2020). Juventus kalah 1-2 dari Hellas Verona. (AFP/Marco Bertorello)

Juventus kerap kesulitan saat bersua klub-klub kecil. Bahkan, saat berhadapan dengan Hellas Verona Binaconeri secara mengejutkan takluk dengan skor 1-2.

Gol cantik Cristiano Ronaldo tak bisa menutupi performa buruk Nyonya Tua. Tak hanya Hellas Verona, Juventus memberikan poin pada Lecce dan Sassuolo.

Penampilan buruk saat bersua klub kecil bisa dibilang jarang ditemui pada masa kepelatihan Massimiliano Allegri selama lima musim di klub.

2. Torehan Gol Cristiano Ronaldo dan Pemain Lain Beda Jauh

Megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo, mencetak gol sundulan dalam laga lanjutan Serie A melawan Sampdoria di Stadio Comunale Luigi Ferraris, Rabu (18/12/2019). Dalam laga ini, Ronaldo mampu melompat setinggi 2,56 meter untuk mencetak gol kedua Juventus lewat kepala. (Marco BERTORELLO/AFP)

Cristiano Ronaldo merupakan mesin gol Juventus musim ini. Ronaldo sudah mencetak 24 gol dari 29 pertandingan di semua ajang sepanjang musim ini.

Dari 24 gol tersebut, 20 di antaranya ia cetak di ajang Serie A musim ini. Menariknya, pemain yang bulan ini genap berusia 35 tahun itu mencetak gol dalam 11 pertandingan secara beruntun.

Raihan Ronaldo tersebut sangat jomplang dengan dua penyerang lainnya, Paulo Dybala dan Gonzalo Higuain. Dybala dan Higuain masing-masing baru mengemas enam dan lima gol di Serie A.

Jika Ronaldo absen, Juventus praktis hanya mengandalkan Dybala dan Higuain. Pasalnya, Nyonya Tua sudah melepas Mario Mandzukic pada Desember lalu.

3. Beberapa Pemain Belum Memberi Dampak Besar

Para pemain Juventus merayakan gol yang dicetak oleh Aaron Ramsey ke gawang Verona pada laga Serie A di Stadion Juventus, Sabtu (21/9/2019). Juventus menang 2-1 atas Verona. (AP/Alessandro Di Marco)

Dua petinggi Juventus, Pavel Nedved dan Fabio Paratici, pantas mendapat pujian karena berhasil mendatangkan pemain hebat dalam beberapa musim terakhir.

Pada musim panas lalu, Nyonya Tua sukses mendapat dua nama besar, Aaron Ramsey dan Adrien Rabiot dengan status bebas transfer. Selain itu, Bianconeri memboyong bek yang musim lalu tampil apik bersama Ajax Amsterdam, Matthijs de Ligt.

Untuk memboyong pemain asal Belanda tersebut, Juventus harus menggelontorkan 75 juta euro (Rp1,11 triliun). Meski dianggap memiliki nama besar, ketiga pemain tersebut kesulitan beradaptasi pada awal musim.

Pemain-pemain lain seperti Danilo dan Gonzalo Higuain dianggap belum menunjukkan dampak signifikan. Kondisi tersebut semakin parah karena dua pemain lain, Douglas Costa dan Sami Khedira mengalami cedera.

4. Sarriball Tak Berjalan Mulus di Juventus

Pelatih Juventus, Maurizio Sarri memberi semangat pemainnya saat bertanding melawan Atletico Madrid pada pertandingan Grup D Liga Champions di stadion Allianz di Turin, Italia (26/11/2019). Juventus menang tipis atas Atletico Madrid 1-0. (AP Photo/Antonio Calanni)

Sarriball merupakan gaya permainan yang diterapkan Maurizio Sarri. Gaya sepak bola tersebut melibatkan dominasi total dan kontrol bola.

Sarri menerapkan gaya permainan tersebut dengan baik saat menukangi Napoli. Namun, gaya tersebut tampaknya tak bekerja dengan baik di Juventus.

Hal itu dibuktikan dengan menurunnya kinerja permainan sejak ditinggal Massimiliano Allegri. Pada era Allegri, Bianconeri mengawali permainan dengan sangat baik.

Hal itu pun sebanding dengan hasil akhir berupa kemenangan. Sementara, bersama Sarri harus berjuang keras saat menghadapi klub-klub yang musim lalu mudah dikalahkan.

Banyak yang beranggapan, para pemain Juventus tak memiliki fisik yang cukup baik untuk menerapkan gaya Sarriball. Mungkin Sarri harus mengganti skemanya untuk kembali meningkatkan performa anak asuhnya.(bola.com)

Sumber: Ronaldo.com

Sepakbola

Presiden UEFA Yakin Liverpool Bakal Juara Liga Inggris

Published

on

By

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, meyakini Liverpool bakal menjadi juara Liga Inggris di tengah ketidakpastian penyelenggaraan kompetisi lantaran pandemi virus corona.

FINROLL.COM — Ceferin menyatakan Liverpool tidak mungkin gagal menjadi juara Liga Inggris musim ini jika pertandingan kembali dilanjutkan atau seandainya liga disetop.

“Jika Premier League diteruskan, Liverpool pasti bakal menjadi peraih gelar. Secara teori semua belum berakhir, tetapi secara praktik Liverpool di ambang juara. Jika pertandingan tidak dapat dilanjutkan, masih ada cara untuk memastikan hasil final, untuk menyatakan juara,” ujar pria asal Slovenia tersebut.

“Dan saya tidak dapat membayangkan, tidak dapat melihat ada skenario yang menyatakan kelak juaranya bukan Liverpool. Saya mengerti fan akan sangat kecewa jika itu terjadi di stadion yang kosong atau di kantor pengelola liga, tetapi saya percaya mereka akan mendapat gelar juara,” sambung Ceferin dalam wawancara dengan EkipaSN dikutip dari Express.

Presiden UEFA Percaya Liverpool Bakal Juara Liga InggrisLiverpool memiliki keunggulan mutlak atas pesaing-pesaing di Liga Inggris. (AP Photo/Jon Super)

UEFA sebelumnya menyatakan liga sepak bola di Eropa harus memastikan gelar juara musim ini demi kepentingan kompetisi level kontinental pada musim depan, baik Liga Champions atau Liga Europa.

Liga Inggris sampai saat ini masih belum memastikan kejelasan cara mengakhiri musim. Ada keinginan liga berlanjut tanpa penonton, sementara terdapat pula suara yang berharap kompetisi disetop.

Liverpool untuk sementara menempati peringkat pertama Liga Inggris dengan 82 poin, unggul 25 poin dari Manchester City yang menempati peringkat kedua.
Presiden UEFA Percaya Liverpool Bakal Juara Liga Inggris

Sebagian besar dari peserta Liga Inggris musim ini menyisakan sembilan pertandingan lagi, namun ada juga yang memiliki 10 laga tersisa seperti Manchester City dan Sheffield United.

Jika Liverpool menjadi juara, maka akan menjadi gelar Liga Inggris pertama di era Premier League. Kali terakhir The Reds menjadi kampiun adalah pada tahun 1990. (nva/sry)

Continue Reading

Sepakbola

Kejutan, Eric Cantona Bakal Memperkuat Manchester United Lagi

Published

on

By

Eric Cantona dibeli MU dari Leeds United dengan harga 1,2 juta poundsterling. King Cantona sukses mencetak 82 gol untuk United dalam jangka waktu lima musim. (Bola.com/Istimewa)

Finroll.com, Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari Old Trafford. Manajemen Manchester United sedang menimbang Eric Cantona sebagai duta besar baru bagi Setan Merah.

Mirror merilis, kapasitas Eric Cantona menjadi satu di antara poin positif yang membuat jajaran manajemen Manchester United kepincut. Selain itu, Cantona memiliki aura positif, setidaknya dari sisi nama besar.

Jika terpilih, Eric Cantona akan bergabung dengan beberapa nama besar yang sudah menjadi duta besar Manchester United. Beberapa nama tenar tersebut antara lain Bryan Robson dan Denis Irwin. Duo tersebut selalu berkeliling dunia dengan beragam aktivitas, termasuk beberapa kali berkunjung ke Indonesia.

Bagi Manchester United, Eric Cantona juga memiliki fungsi lain, terutama bagi kalangan pesepak bola muda The Red Devils. Karakter keras dan pejuang tak kenal kompromi, plus kreatif, bisa memberi tambahan energi.

Satu di antara cara yang sudah pernah dipilih manajemen Manchester United adalah menghadirkan para legenda tersebut di lokasi latihan Carrington. Eric Cantona bisa menceritakan beragam momen penting bersama Manchester United, terutama ketika mereka berhadapan dengan sisi mental.

Anggapan Publik

5. Eric Cantona (Leeds dan Manchester United) – 70 gol. (AFP/Gerry Penny)

Publik menganggap Cantona sebagai rekrutan terbaik Sir Alex Ferguson. Cantona membawa Manchester United mengangkat trofi perdana Premier League, dan menjadi bagian penting dalam perjalanan sukses kubu The Theatre of Dreams.

Bersama Manchester United, Eric Cantona meraih beberapa gelar bergengsi, seperti 4 kali trofi Premier League, Charity Shield (3) dan Piala FA (2). Selain itu, Eric Cantona terkenal sebagai mentor para pemain muda, terutama dari Class of ’92, yang notabene menjadi satu di antara generasi yang dianggap tersukses sepanjang sejarah Manchester United.

Sumber : Mirror, Premier League

(bola.com)

Continue Reading

Sepakbola

Paul Pogba Kembali Dirayu Balik ke Juventus

Published

on

By

Gelandang Manchester United, Paul Pogba. (AFP/Paul Ellis)

Finroll.com, Jakarta – Masa depan gelandang Manchester United, Paul Pogba, kembali menjadi bahan spekulasi meskipun berbagai kompetisi liga domestik di Eropa dihentikan sementara karena pandemi virus corona baru (COVID-19). Mantan bintang Juventus, Claudio Marchisio, bahkan ikut merayu Pogba supaya kembali ke Turin.

Paul Pogba lagi-lagi dikabarkan akan meninggalkan Old Trafford pada akhir musim ini. Namun, ada juga spekulasi pemain Prancis itu berniat meneken kontrak baru dengan Setan Merah.

Pogba masih terikat kontrak di Manchester United hingga 2020. Klub punya opsi memperpanjang kontrak satu tahun lagi. Meksipun demikian, rumor yang mengaitkan Pogba dengan kepindahan ke Real Madrid atau Juventus tak kunjung berhenti.

Marchisio pernah bermain Pogba saat di Juventus. Sang gelandang bahkan pernah menyarankan Pogba supaya pindah ke Spanyol dibanding ke Inggris pada 2016.

Paul Pogba mengalami fase naik-turun kariernya sejak kembali ke Manchester United. Tetapi, Marchisio yakin Pogba masih bisa berkontribusi besar jika kembali ke Juventus.

“Saya pernah bilang keputusannya pindah ke Manchester itu salah. Saya bilang jika dia ingin perubahan, sebaiknya memilih pindah ke Spanyol,” kata mantan gelandang Juventus itu kepada Tuttusport, seperti dilansir Manchester Evening News, Kamis (19/3/2020).

Pujian untuk Paul Pogba

Gelandang Manchester United, Paul Pogba. (AFP/Oli Scarff)

“Kembalinya Pogba akan sangat positif, Paul bisa bangkit di lingkungan yang disukainya dan bisa sangat memanjakannya. Dia bisa memberikan banyak hal untuk Juventus, yang membutuhkan seseorang seperti dirinya di lini tengah. Dia pemain yang sangat profesional,” kata Marchisio.

Tak diragukan lagi Pogba bakal menjadi suntikan positif bagi lini tengah klub mana pun. Meski demikian, Marchisio mengatakan saat ini Juventus tak butuh banyak perubahan.

“Belakangan ini tak ada gelandang yang hengkang, ini tentang perputaran saja. Hari ini Juventus punya elemen terbaik di lini serang dan pertahanan, tapi juga luar biasa di sektor lini tengah. Sayangnya, lini tersebut kurang beruntung karena cedera pemain,” imbuh Marchisio.

Sumber: Manchester Evening News

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending