Connect with us

Traveling

4 Wisata Sejarah Bengkulu yang Perlu Dikunjungi

Published

on


Buat Anda yang gemar melancong ke tempat-tempat sejarah, Bengkulu bisa jadi alternatif pilihan Anda. Selain terkenal dengan bunga bangkai Amorphophallus titanum, Bengkulu juga punya ragam wisata sejarah, kelas nasional bahkan internasional.

Obyek-obyek wisata sejarah di Bengkulu sangat potensial dan menarik hati. Sejarah bukan berarti menjadi hal yang harus dilupakan, Anda bisa berwisata sembari mengenal cerita masa lampau di beberapa tempat di Bengkulu ini.

Berikut empat destinasi wisata sejarah di Bengkulu.

Benteng Marlborough

Selama 140 tahun menjajah, Inggris membangun benteng yang disebut terbesar di Asia Tenggara ini guna mengamankan perdagangan rempah-rempah dan kepentingan politik selama di Bengkulu.

Menurut catatan sejarah, benteng Marlborough Bengkulu dibangun pada tahun 1714 sampai dengan 1719 oleh Kerajaan Inggris Raya ketika era pemerintahan Gubernur Jenderal Joseph Collet. Lokasinya berada di tepi Samudera Hindia menghadap ke selatan.

Rumah Bung Karno

Disinilah tempat presiden pertama Indonesia diasingkan, di sebuah rumah di Kelurahan Anggut, Kecamatan Ratu Samban, Bengkulu. Bung Karno diasingkan ke Bengkulu pada 1938-1942, setelah dipindah dari Ende, Flores. Sebuah rumah bergaya lama yang dulunya milik saudagar Tionghoa bernama Tjang Tjeng Kwat itu, kini telah menjelma menjadi wisata sejarah.

Anda bisa menelusuri sejarahnya dari barang-barangnya yang masih terjaga apik, mulai dari kasur, meja dan kursi, hingga sepeda onthelnya. Rumah ini menjadi saksi bisu, romansa kisah cinta segitiga Bung Karno, Ibu Inggit Garnasih dan Ibu Fatmawati.

Rumah Ibu Fatmawati

Rumah ini berbentuk layaknya rumah panggung khas Bengkulu dengan sentuhan ukiran khas Melayu.

Ukurannya tidak terlalu besar, hanya terdiri dari beranda, ruang tamu, dua kamar tidur dan sebuah kamar mandi.

Di ruang tamu terpajang foto-foto Fatmawati bersama Bung Karno dan anak-anak mereka. Di sini juga masih terdapat alat-alat peninggalan Fatmawati, salah satunya mesin jahit yang dipakai menjahit Sang Saka Merah Putih dari dua helai selendang.

Makam Inggris Jitra

Kompleks makam keluarga Inggris ini tidak begitu jauh dari Benteng Marlborough maupun Lapangan Merdeka, tepatnya di Kelurahan Jitra, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu. Menurut Plt Bupati Bengkulu Rohidin Mersyah, makam ini masih ada kaitannya dengan Benteng Marlborough.

Menurut catatan sejarah, makam Inggris Bengkulu sudah ada sejak tahun 1775. Pengelolaannya di bawah Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi. Dulunya, ada lebih dari 100 nisan di sini, namun, sekarang tinggal tersisa 53 nisan saja karena adanya pembangunan di sekitar kompleks makam.

Traveling

Pantai Liman Menjadi Tujuan Baru Wisata Bahari di Kupang

Published

on

Finroll – Jakarta, Bertambah lagi satu objek wisata bahari di Nusa Tenggara Timur, yakni Pantai Liman yang berada di Pulau Semau, Kabupaten Kupang.

Pantai Liman saat ini sudah dilengkapi dengan 16 kamar homestay yang disediakan untuk pengunjung, kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT Wayan Darmawa.

“Selain homestay, di Pantai Liman juga sudah disediakan cottage dan rumah makan yang dibangun dalam rangka pembenahan aspek akomodasi pada destinasi wisata unggulan baru,” katanya, seperti yang dikutip dari Antara pada Rabu (1/7).

Ia menjelaskan pembangunan fasilitas akomodasi di kawasan pantai berpasir putih ini sudah diselesaikan dan akan diresmikan pemerintah provinsi pada 3 Juli 2020 mendatang.

Wayan Darmawa mengatakan, pihaknya juga sedang menjajaki desa-desa di sekitar objek wisata tersebut untuk penambahan rumah inap.

“Karena kalau dengan yang ada sekarang maka wisatawan yang datang 200 orang, misalnya maka akomodasi masih perlu diperbanyak,” ujarnya.

Pantai Liman merupakan salah satu dari tujuh destinasi unggulan baru yang dibangun dengan pendekatan berbasis masyarakat (tourism estate) melalui dukungan APBD provinsi.

Enam destinasi lainnya yaitu Mulut Seribu di Kabupaten Rote Ndao, Fatumnasi di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Wolwal di Kabupaten Alor, Koanara di Kabupaten Ende, Praimadita di Kabupaten Sumba Timur dan Lamalera di Kabupaten Lembata.

“Tujuh kawasan wisata unggulan baru ini yang untuk tahap awal betul-betul didorong terutama kelengkapan aspek akomodasinya,” katanya.

Wayan Darmawa menambahkan destinasi wisata Pantai Liman merupakan lokasi kedua yang akan diresmikan pemerintah provinsi pada masa pandemi COVID-19 ini, setelah sebelumnya dilakukan di Mulut Seribu Kabupaten Rote Ndao pada 15 Juni lalu.

“Fasilitas akomodasi ini sangat penting dilengkapi ke depan sehingga wisatawan yang mau berkunjung juga ada kepastian nginapnya di mana dan makan minumnya di mana,” pungkasnya.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Traveling

Dibuka 7 Juli 2020 Jalur Pendakian Gunung Rinjani

Published

on

Finroll – Jakarta, Jalur pendakian Gunung Rinjani dibuka lagi mulai 7 Juli 2020. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19 selama pendakian Gunung Rinjani.

“Rinjani ini risikonya rendah, tetapi tetap hati-hati, protokol COVID-19 ini harus selalu diterapkan,” kata Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Sitti Rohmi Djalilah di Lombok Timur, dikutip Antara Minggu.

Ia mengatakan tantangan semua pihak kali ini adalah memastikan para pendaki dan warga sekitar disiplin menjalankan protokol pencegahan COVID-19.

“Kita akan hidup dengan selalu mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak bila beraktivitas di luar rumah sampai vaksin virus (penyebab) COVID-19 ini ditemukan,” katanya.

“Ini kesempatan kita untuk melakukan perbaikan-perbaikan ke depan dan tidak hanya menjadi tempat wisata, akan tapi ini akan menjadi pusat edukasi, pusat pemberdayaan masyarakat, sehingga keberadaan Rinjani ini bisa terasa manfaatnya bagi NTB dan Indonesia,” Rohmi menambahkan.

Wakil Gubernur juga mengemukakan perlunya membahas saran untuk mengizinkan pendakian Gunung Rinjani melalui satu pintu serta membangun jalur khusus pengendara kuda dan sepeda untuk memudahkan pembawa barang.

Di samping itu, dia menekankan pentingnya pengelolaan sampah di pintu-pintu masuk Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

“Kuncinya di pintu masuk. Ini harus betul-betul kita perhatikan. Rinjani ini tumpuan hidup kita dan sumber air kita. Jadi antara pariwisata dan kelestarian ini harus betul betul kita jaga,” katanya.

“Semoga tanggal 7 Juli, pada saat dibuka, sudah bisa siap dari hulu ke hilir, dari orang naik hingga pulang itu betul-betul diperhatikan dengan sebaik baiknya. Mudah mudahan dengan dibukanya Sembalun ini memberikan semangat bagi kita,” katanya.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wiratno mengatakan bahwa pembukaan Taman Nasional Gunung Rinjani untuk umum akan dilakukan secara bertahap.

“Ini kita buka secara bertahap, 10 persen dulu dan kita evaluasi setiap minggu, tentu yang kita dahulukan ini domestik,” katanya.

“Ibu Menteri membentuk tim kendali dari pusat dengan kepala kepala balai. Sehingga tiap minggu kita akan evaluasi, sehingga apabila ada terjadi atau positif (COVID-19) maka kita akan langsung tindak atau tutup. Ini uji coba kita bersama. Bapak Presiden juga memastikan kita membuka pariwisata secara bertahap dan memperhatikan protokol COVID-19,” katanya.

Sementara itu, Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menyatakan akan menyampaikan sosialisasi mengenai pembukaan kembali Taman Nasional Gunung Rinjani serta penerapan protokol pencegahan COVID-19 dalam kegiatan di taman nasional kepada para pelaku usaha.

“Kami akan meminta dan memantau semua pihak tetap menerapkan protokol dengan maksimal dan berkomitmen mensosialisasikan protokol COVID-19,” katanya.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Traveling

Eiffel Kembali Dibuka, Naik Turun Menara Hanya Lewat Tangga

Published

on

Finroll – Jakarta, Menara Eiffel kembali dibuka pada hari Kamis (25/6) untuk pertama kalinya sejak Prancis memberlakukan penguncian (lockdown) demi mengurangi penyebaran virus korona pada bulan Maret, meskipun wisatawan tidak akan diizinkan ke puncak ikon kota Paris itu sampai akhir musim panas tahun ini.

Wartawan dari seluruh dunia hadir bersama sekitar 50 pengunjung, sebagian besar dari Perancis, untuk melakukan pendakian yang curam dengan tangga ke dua tingkat pertama, karena lift akan tetap ditutup demi jarak sosial.

Menara logam seberat 10 ton itu kembali buka setelah penutupan terpanjang kedua sejak Perang Dunia II.

Jumlah pengunjung akan dibatasi dan mereka yang berusia lebih dari 11 tahun wajib mengenakan masker.

Untuk memastikan bahwa pengunjung yang naik dan turun tidak berpapasan di tangga, jalur naik akan dilakukan dari pilar Timur dan jalur turun di pilar Barat.

Jumlah pengunjung per lantai juga akan dibatasi pada satu waktu kunjungan.

Pengelola juga memasang papan pengumuman protokol kesehatan, sehingga pengunjung bisa ingat soal aturan jarak sosial.

Menara Eiffel, yang selesai dibangun pada tahun 1889, dikunjungi sekitar 7 juta pengunjung setiap tahunnya.

Sekitar tiga perempat dari jumlah kunjungan tersebut berupa turis mancanegara.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending