Connect with us

Sepakbola

5 Anak Didik Sir Alex yang Masih Bertahan di MU

Published

on


Finroll.com – Setelah pensiunnya Michael Carrick pada 30 Juni 2018, saat ini hanya ada lima pemain era Sir Alex Ferguson di skuat Manchester United musim 2018-2019 ini.

Di Manchester United, Sir Alex menjadi pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola Inggris, dengan memimpin tim memenangkan 13 gelar juara liga. Pada 1999, dia menjadi pelatih pertama yang membawa tim Inggris meraih treble dari Liga Utama, Piala FA and Liga Champions UEFA. Juga menjadi satu-satunya pelatih yang memenangkan Piala FA sebanyak 5 kali.

Sir Alex juga menjadi satu-satunya pelatih yang berhasil memenangkan gelar Liga Inggris sebanyak 3 kali berturut-turut bersama tim yang sama (1998-1999, 1999-2000 and 2000-2001).

Pada 2008, dia bergabung bersama Brian Clough (Nottingham Forest) dan Bob Paisley (Liverpool) sebagai pelatih Britania yang pernah memenangkan kejuaraan Eropa sebanyak lebih dari satu kali.

Sir Alex Fergusaon resmi menyatakan pensiun sebagai pelatih United pada 9 Mei 2013. Hingga saat ini jejak karyanya masih ada, paling tidak di lima pemain yang pernah jadi anak didiknya. Siapa saja mereka.

David De Gea

Penjaga gawang asal Spanyol, David de Gea diboyong mantan Manajer Manchester United,  Sir Alex Ferguson pada musim panas 2011 dari Atletico Madrid. Sang pemain didatangkan untuk menggantikan pendahulunya, Edwin van der Sar yang pensiun pada 28 Mei 2011.

Musim pertama De Gea berjalan kurang mulus karena ia masih perlu beradaptasi dengan kultur sepak bola Inggris. Bahkan, ia sempat berpikir untuk hengkang dari Old Trafford setelah musim pertamanya.

Penampilan De Gea meningkat pada musim 2013-2014 dan ia menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang hingga saat ini.  Real Madrid  sempat nyaris mendapatkan tanda tangan san pemain pada awal musim 2015-2016, namun sang pemain tetap bertahan karena dokumen yang harus diterima telah melewati batas waktu bursa transfer.

Phil Jones

Manchester United  mendatangkan bek asal Inggris, Phil Jones dari Blackburn Rovers pada musim panas 2011 dengan banderol 16,5 juta pound. Ia langsung dipercaya sebagai starter di musim perdananya, dengan melakoni 41 penampilan di seluruh kompetisi.

Sayangnya, Jones kerap kali menderita cedera panjang hingga ia jarang diturunkan reguler sepanjang musim hingga saat ini. Ia baru turun tiga laga sejauh ini di awal musim 2018-2019, menjadi pemain cadangan bagi Chris Smalling, Eric Bailly, dan Victor Lindelof.

Chris Smalling

Sir Alex Ferguson mendatangkan Chris Smalling dari Fulham pada musim panas 2010 untuk mempersiapkan regenerasi duet Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic yang tidak muda lagi pada saat itu.

Sang pemain tampil inkosisten selama sembilan musim bersama Manchester United,  ia dianggap gagal menggantikan peran yang ditinggalkan mantan duet bek tengah tersebut.

Ashley Young

Ashley Young resmi menjadi pemain Manchester United  pada musim panas 2011 dengan nilai transfer sebesar 15-20 juta pound. Pria kelahiran asal Inggris itu merupakan pemain yang bisa bermain di berbagai posisi, baik sebagai bek sayap maupun winger.

Di bawah asuhan Sir Alex Ferguson, Young sering dimainkan sebagai winger kiri. Sedangkan saat ini sang pemain lebih sering diturunkan sebagai bek sayap dan dipercaya menjadi kapten tim dalam beberapa laga terakhir.

Antonio Valencia

Pemain asal Ekuador, Antonio Valencia ditunjuk menjadi kapten Manchester United setelah Michael Carrick pensiun pada 2017-2018. Sang pemain layak menjadi pemimpin skuat utama asuhan Jose Mourinho, mengingat 2018/19 merupakan musim yang kesepuluh baginya.

Pria berusia 33 tahun itu pun didatangkan Sir Alex Ferguson dari Wigan Athletic untuk menggantikan posisi sayap kanan yang ditinggalkan Cristiano Ronaldo ke Real Madrid  pada musim panas 2009.

bola.com

Sepakbola

Ronaldo Lebih Hebat dari Ibrahimovic di Milan vs Juventus

Published

on

By

Jakarta — Cristiano Ronaldo dan Zlatan Ibrahimovic melepaskan empat tembakan dalam laga AC Milan vs Juventus di Coppa Italia, namun sebuah gol membuktikan CR7 masih lebih tajam.

Dua bintang veteran mewarnai pertandingan semifinal Coppa Italia antara Rossoneri dan Bianconeri. Ronaldo dan Ibrahimovic sama-sama menjadi andalan untuk mencetak gol di kedua kubu.

Ibrahimovic sudah langsung mengancam gawang Juventus ketika pertandingan baru berjalan satu menit melalui sebuah sundulan.

Setelah sundulan yang melenceng dari target pada menit pertama, Ibra kemudian berupaya menuntaskan serangan dalam tiga kesempatan berbeda.

Dari empat upaya yang dilakukan, mantan pemain Juventus itu hanya mampu mencatatkan satu peluang tepat sasaran, yaitu pada menit ke-60.

Ronaldo yang baru memiliki kesempatan menembak pada menit ke-49 juga tidak mampu melepas tembakan yang apik dari skema open play.

Kecuali tendangan penalti yang melaju mulus tanpa hambatan, satu upaya Ronaldo melebar dan dua lainnya diblok.

Salah satu tembakan Ronaldo yang membentur pemain lawan menghasilkan penalti. Pada menit ke-88 sepakan voli Ronaldo dari dalam kotak penalti mengenai tangan Davide Calabria.

Selain dua mantan pemain Manchester United itu, terdapat tiga pemain lain yang juga melepas empat tembakan. Ante Rebic, Theo Hernandez, dan Paulo Dybala. Lima pemain tersebut menjadi pengoleksi peluang terbanyak. Rebic tercatat sebagai pemain paling akurat. Dari empat upaya mencetak gol, semuanya mengarah ke gawang termasuk satu gol yang dibukukan pada menit ke-61.

Duel Ronaldo vs Ibra tak bisa terjadi di leg kedua yang digelar di Turin pada 4 Maret mendatang. Sebab, Ibracadabra harus menjalani sanksi akumulasi kartu kuning. (CNN)

Continue Reading

Sepakbola

Messi Bukan Mesin Seperti Ronaldo, Tak Akan Cocok Main di Liga Inggris

Published

on

By

Striker Barcelona, Lionel Messi, merayakan gol ke gawang Granada (LLUIS GENE / AFP)

Finroll.com, Jakarta – Mantan bintang Arsenal, Emmanuel Petit, bicara perihal kemungkinan Lionel Messi bermain di luar Liga Spanyol, terutama Liga Inggris menyikapi rumor panas yang menyebut megabintang Barcelona itu berpeluang meninggalkan Camp Nou pada musim panas mendatang.

Petit menilai Lionel Messi tak akan cocok bermain di Liga Inggris. Petit memprediksi Messi akan kesulitan jika memutuskan berkiprah di Liga Inggris.

Ada beberapa pertimbangan yang menyebabkan Petit mengambil kesimpulan seperti itu, apalagi jika Cristiano Ronaldo yang jadi acuannya. Satu di antaranya, Messi dinilai tidak memiliki kondisi fisik sama seperti Ronaldo.

“Sejujurnya, saya tak yakin dia akan cocok dengan intensitas sepak bola Inggris,” kata Petit, seiring rumor Messi hijrah ke Manchester City, kepada Daily Mirror.

“Dia tak suka ditempel dan diganjal. Di Spanyol, dia dilindungi,” ucapnya.

“Akan sangat menyenangkan buat penggemar sepak bola Inggris melihatnya bermain, tapi saya tak melihat mengapa klub seperti Manchester City, contohnya, mendatangkan Messi dalam usia 32 atau 33,” lanjutnya.

“Andai City ingin membelinya, mereka semestinya mencobanya beberapa tahun lalu. Messi bukan Cristiano Ronaldo. Secara fisik, dia bukan mesin yang sama (seperti Ronaldo),” ujar pria asal Prancis itu.

“Ronaldo adalah monster, tapi di usia ke-32 tahun, Messi tinggal punya satu atau dua tahun lagi bermain di level tertinggi. Bahkan bermain bersama pemain-pemain hebat di Barcelona, dia tak akan memiliki kecepatan atau kemampuan dribbling yang sama lagi,” tutur Petit.

Di sisi lain, pelatih Manchester City, Pep Guardiola, berharap agar Lionel Messi bertahan di Barcelona.

“Messi itu pemain Barcelona. Dia akan bertahan di sana. Itu permohonan saya. Saya tak akan bicara soal pemain di klub lain. Saya pikir dia akan mengakhiri kariernya di sana,” kata Pep.(bola.com)

Sumber: As

Continue Reading

Sepakbola

Real Madrid Intip Peluang Dapatkan Raheem Sterling

Published

on

By

Gelandang Manchester United, Nemanja Matic, berebut bola dengan penyerang Manchester City, Raheem Sterling, pada laga Piala Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Rabu (8/1/2020). Manchester United kalah 1-3 dari Manchester City. (AP/Jon Super)

Finroll.com, Jakarta – Real Madrid punya target baru pada musim panas nanti, yakni mendatangkan Raheem Sterling dari Manchester City.

Sterling bisa dikatakan sebagai salah satu winger terbaik di Premier League saat ini. Pemain Timnas Inggris ini berkembang dengan pesat setelah ditangani oleh Pep Guardiola di Etihad Stadium.

Kontribusi Sterling memang tidak main-main. Musim ini, ia membuat 20 gol dan enam assist untuk The Citizens dalam semua kompetisi. The Telegraph mengabarkan, Real Madrid tertarik setelah melihat statistik ciamik Sterling.

Menurut laporan tersebut, sosok Sterling dipersiapkan untuk menjadi pengganti Gareth Bale di skuat El Real. Pemain asal Wales itu diyakini akan hengkang di musim panas nanti. Ia ingin pergi setelah sering berselisih paham dengan sang manajer, Zinedine Zidane.

Real Madrid butuh pemain sayap yang teruji untuk memperkuat tim mereka dan Sterling dianggap mumpuni untuk posisi tersebut.

Kans Besar

Logo Real Madrid (Ist)

enurut laporan tersebut, kans Real Madrid untuk mendatangkan Sterling cukup terbuka lebar.

Kontrak sang winger di Etihad Stadium akan berakhir pada musim panas tahun 2023. Belakangan, manajemen City tengah mencoba memperpanjang kontrak Steerling.

Namun, Sterling masih enggan memperbaharui kontraknya sehingga Real Madrid bisa mencoba membujuknya untuk pindah ke Spanyol.

Untuk mendatangkan Sterling, Real Madrid diyakini butuh mengeluarkan uang dalam jumlah besar. Los Blancos diperkirakan butuh dana sekitar 120 juta pounds untuk mengamankan jasa sang winger.

Sumber: Telegraph

Disadur dari: Bola.net (Serafin Unus Pasi, published 10/2/2020)

 

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending