Connect with us

Sepakbola

5 Fakta Brandon Williams, Youngster Manchester United yang Dijuluki The Next Denis Irwin

Published

on


Aksi pemain Manchester United, Brandon Williams (kiri), pada laga kontra Brighton di Old Trafford, Minggu (10/11/2019). (AFP/Oli Scarff)

Finroll.com, Jakarta – Pemain muda Brandon Williams tampil impresif saat Manchester United mengalahkan Brighton & Hove Albion 3-1 di Old Trafford, Minggu (10/11/2019). Dia pun digadang-gandang bakal menjadi pemain andalan di sektor bek kiri Manchester United.

Brandon Williams diturunkan sebagai starter pada laga tersebut. Ini menjadi momen pertama dia diturunkan sebagai starter di Premier League.

BACA JUGA :

Kepercayaan yang diberikan sang manajer, Ole Gunnar Solskjaer, dibayar tuntas oleh pemain berusia 19 tahun tersebut. Dia bermain moncer sejak menit pertama dan baru ditarik keluar pada menit ke-90+1.

Dilansir dari Twitter Squawka Football, Williams mecatatkan 88 persen umpan akurat, 4 kali tekel, 2 kali melepaskan umpan silang, satu kali menciptakan peluang dll. Penampilan apik tersebut membuat Brandon Williams banjir pujian.

Bahkan, Solskjaer tak menyembunyikan kekaguman atas performa Williams. Dia mengakui akan sangat sulit mengabaikan sang pemain pada laga-laga berikutnya.

“Dia tak melalukan kesalahan sejak masuk ke lapangan. Tentu saja, akan sangat sulit bagi saya meninggalkannya (pada laga-laga berikutnya,” kata Solskjaer, seperti dilansir Metro.

“Dia sangat-sangat membuat saya terkesan. Saya harus mengatakan itu. Dia akan sulit ditinggalkan,” imbuh Solskjaer tentang Brandon Williams.

Seperti apa latar belakang Brandon Williams? Berikut ini Bola.com merangkum tujuh fakta menarik tentang sosok bek kiri harapan masa depan Manchester United tersebut.

1. Bersinar di Akademi Manchester United

Pemain Manchester United, Brandon Williams berebut bola udara dengan pemain AZ Alkmaar, Dani de Wit pada lanjutan pertandingangrup L Liga Europa di stadion ADO Den Haag, Belanda (3/10/2019). MU bermain imbang 0-0 atas AZ Alkmaar. (AP Photo/Peter Dejong)

Dia merupakan full back yang mampu bermain di sektor kanan maupun kiri. Namun, di akademi Manchester United dia terus dipoles menempati posisi bek kiri.

Dia berperan penting saat Setan Merah memenangi gelar Premier League North pada April 2018 dan langsung dihanjar kontrak profesional pada bulan yang sama.

Setelah tampil memikat di UEFA Youth League, pemain berusia 19 tahun tersebut terus bekerja keras mengasah skill menyerangnya.

Pada musim lalu, Williams beberapa kali dipercaya menjadi kapten pada pertandingan Manchester United U-18. Dia menunjukkan skill menyerangnya dengan mencetak tiga gol.

Williams sudah berada di Manchester United hampir selama 10 tahun.

2. Fan Manchester United

Pemain Manchester United, Brandon Williams, berebut bola dengan pemain Chelsea, Billy Gilmour, pada laga Piala Liga Inggris 2019 di Stadion Anfield, Rabu (30/10). Manchester United menang 2-1 atas Chelsea. (AP/Ian Walton)

Saat meneken kontrak profesionalnya pada 2018, Brandon Williams mengaku selalu bermimpi bermain untuk tim utama. Dia mengklaim sejak dulu merupakan fan Setan Merah.

“Saya tumbuh di sekitar Manchester dan selalu mendukung United. Saya selalu mencintai klub ini. Saya berada di sini sejak berusia 7 tahun, jadi sudah lebih dari 10 tahun,” kata Williams, di situs resmi klub.

“Ambisi jangka panjang saya adalah bertahan di klub ini dan melaju sejauh mungkin. Semoga, suatu saat nanti, saya bisa masuk tim utama dan bermain reguler,” imbuh dia.

3. Digadang-gadang Jadi The Next Denis Irwin

Pemain Manchester United, James Garner, Mason Greenwood, Brandon Williams dan Tahith Chong tiba menghadiri latihan tim di stade St Princes des Princes di Paris, Prancis (5/3). (AP Photo/Michel Euler)

Penampilan apik Brandon Williams membuat fans mulai berharap sang pemain bisa menjadi the next Denis Irwin. Sama seperti Williams, Irwin merupakan legenda MU yang menempati pos bek kiri.

Dia menjadi tulang punggung MU pada medio 1990-2002. Pemain Irlandia tersebut bermain 440 kali untuk Red Devills sepanjang karier gemilangnya di Old Trafford.

Meskipun andalannya merupakan kaki kanan, Williams dinilai mahir berperan sebagai bek kiri, sama seperti Denis Irwin.

4. Promosi ke Tim Utama karena Badai Cedera

Pemain Chelsea, Reece James berebut bola dengan bek Manchester United, Brandon Williams dalam babak keempat Carabao Cup di Stamford Bridge, Rabu (30/10/2019). MU melaju ke perempat final Carabao Cup setelah membekuk Chelsea 2-1. (AP/Ian Walton)

Brandon Williams bisa dibilang mendapat berkah dari badai cedera yang menimpa Manchester United. Dia dipromosikan ke tim utama oleh Ole Gunnar Solskjaer setelah Luke Shaw cedera.

MU memang masih punya Ashley Young dan Marcos Rojo. Namun, kedua pemain sering bermain tak konsisten. Kondisi itu membuat Solskjaer berjudi mempromosikan Williams. Sejauh ini, perjudian Solskjaer cukup berhasil.

5. Debut Senior

Williams mencetak empat gol dalam 23 pertandingan untuk Manchester United U-18 pada musim lalu. Dia kemudian dipromosikan ke U-23.

Setelah tampil apik pada awal-awal musim baru, Williams akhirnya menjalani laga debut di tim senior pada ajang Carabao Cup kontra Rochdale bulan lalu. (bola.com)

Sepakbola

Real Madrid Mulai Goyah, Ada Apa Los Blancos?

Published

on

By

Bek Real Madrid, Marcelo, melepaskan tendangan ke gawang Levante pada laga La Liga di Stadion Ciutat de Valencia, Sabtu (22/2/2020). Levante menang 1-0 atas Real Madrid. (AP/Alberto Saiz)

Finroll.com, Jakarta – Langkah Real Madrid mulai goyah, musim mereka terancam berubah jadi bencana. Zinedine Zidane harus segera memperbaiki performa tim menjelang laga-laga penting sepekan ke depan, yang bisa menentukan nasib mereka di sisa musim ini.

Teranyar, Minggu (23/2/2020), Los Blancos menelan kekalahan pahit 0-1 dari Levante pada laga lanjutan La Liga. Hasil ini buruk, ditambah dengan hasil imbang 2-2 dengan Celta Vigo sepekan sebelumnya.

Hanya dalam dua pertandingan ini, Madrid kehilangan 5 poin dan kehilangan puncak klasemen sementara. Lalu, pekan ini mereka harus menjamu Manchester City (27/2/2020) di Liga Champions, dan Barcelona di La Liga (2/3/2020).

Los Blancos pernah merangkai laju tak terkalahkan sampai 20 pertandingan, tapi kekuatan mereka tidak terletak pada jumlah gol. Musim ini, Madrid tidak bisa mencetak gol sebanyak yang diperlukan.

Zidane memahami masalah utama ini. Karim Benzema tidak lagi setajam dahulu, karena itulah dia selalu dibantu pemain-pemain kreatif seperti Marcelo, Toni Kroos, Luka Modric, Eden Hazard, dan Isco.

Taktik ini jadi andalan Zidane, Benzema butuh dukungan. Zidane sebenarnya tidak bisa berbuat banyak, sebab pemain-pemain seperti itulah yang dimiliki Madrid musim ini.

Mereka tidak punya Lionel Messi, tidak punya Robert Lewandowski, apalagi Erling Haaland.

Tanpa Insting Pembunuh

Penyerang Real Madrid, Karim Benzema dan sang pelatih, Zinedine Zidane. (AFP/GABRIEL BOUYS)

Real Madrid punya banyak bintang, banyak pemain top yang bisa menyuguhkan permainan indah. Namun, pada akhirnya Madrid kekurangan insting pembunuh yang dibutuhkan untuk menuntaskan peluang.

Artinya, dari sudut pandang tertentu, dapat dikatakan bahwa Madrid tidak bermain baik sebab sepak bola selalu soal mencetak gol lebih banyak. Pada akhirnya, meski permainan mereka apik, tanpa gol berarti tidak bisa menang.

Madrid masih belum bisa menemukan pengganti Cristiano Ronaldo, yang bisa mencetak gol secara reguler dari laga ke laga. Gareth Bale mengecewakan, Hazard cedera panjang, Benzema mulai menurun.

Masalah Madrid yang tidak bisa menjebol gawang lawan ini menuntun pada satu pertanyaan besar: Bisakah mereka bersaing di La Liga dan Liga Champions musim ini?

Kekalahan dari Levante kemarin menyakitkan, tapi tidak memberikan jawaban pasti. Mardrid sedang memasuki pekan penting yang mungkin bisa menjawab pertanyaan di atas.

Hasil pertandingan kontra Man City dan Barcelona bisa menentukan musim El Real.(bola.com)

Sumber asli: Marca

Disadur dari: Bola.net (Richard Andreas, Published 24/2/2020)

Continue Reading

Sepakbola

Jumpa Napoli, Barcelona dalam Kondisi Pincang

Published

on

By

Pemain Barcelona, Lionel Messi dan Frenkie de Jong, terlihat lemas saat Valencia berhasil mencetak gol ke gawang Barcelona. Valencia menang 2-0 atas Barcelona di Mestalla, dalam laga jornada 21 La Liga, Sabtu (25/1/2020). (Jose Jordan/AFP)

Finroll.com, Jakarta – Barcelona akan bersua Napoli pada laga leg pertama 16 besar Liga Champions, di Stadio San Paolo, Selasa (25/2/2020). Melakoni duel tersebut, Barca dalam kondisi pincang.

Los Cules tidak akan diperkuat dua pilar penting di lini depan, Luis Suarez dan Ousmane Dembele. Suarez diperkirakan absen hingga Mei 2020 akibat dihantam cedera lutut.

Di sisi lain, Dembele tidak dapat membela Blaugrana hingga akhir musim ini. Winger Timnas Prancis itu harus menepi sampai Agustus mendatang, karena tengah dibekap cedera otot paha.

Situasi tersebut membuat Barcelona mengalami krisis di lini serang. Pasalnya, El Barca hanya memiliki Lionel Messi, Ansu Fati, dan Antoine Griezmann untuk menghuni pos di sektor serang.

Meski begitu, Blaugrana mendapatkan restu dari Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) untuk membeli pemain di luar bursa transfer. Barcelona memutuskan untuk menggaet Martin Braithwaite dari Leganes pada 20 Februari 2020.

Sayangnya, Braithwaite tetap tidak bisa tampil di Liga Champions. Sebab, pemain berusia 28 tahun tersebut tak terdaftar dalam skuat El Barca di turnamen elite antarklub Eropa tersebut.

Selain lini serang, Barcelona juga mengalami masalah di sektor pertahanan. Pelatih Los Cules, Quique Setien, tidak dapat memainkan dua fullback, Jordi Alba dan Sergi Robert.

Alba dihantam cedera hamstring dan harus absen hingga Maret 2020. Di sisi lain, Roberto mengalami cedera adduktor serta bakal menepi tiga sampai empat pekan ke depan.

Untuk mengisi kekosongan tersebut, Quique Setien memasukkan nama pemain dari La Masia, yakni Sergio Akieme (bek kiri), Ronald Araujo (bek tengah), dan Alex Collado (gelandang).

Berikut ini adalah daftar 20 pemain Barcelona yang akan tampil pada pertandingan kontra Napoli.

Daftar Pemain:

Para pemain Barcelona merayakan gol yang dicetak Lionel Messi ke gawang Granada pada laga La Liga di Stadion Camp Nou, Barcelona, Minggu (19/1). Barcelona menang 1-0 atas Granada. (AFP/Lluis Gene)

Kiper: Marc-Andre ter Stegen, Inaki Pena, Neto

Bek: Nelson Semedo, Gerard Pique, Ronald Araujo, Sergio Akieme, Clement Lenglet, Samuel Umtiti, Junior Firpo

Gelandang: Ivan Rakitic, Sergio Busquets, Arthur, Frenkie De Jong, Arturo Vidal, Riqui Puig, Alex Collado

Penyerang: Lioel Messi, Antoine Griezmann, Ansu Fati

Sumber: Barcelona

(bola.com)

Continue Reading

Sepakbola

Bruno Fernandes Gemilang, Manchester United Bungkam Watford

Published

on

By

Gelandang Manchester United, Bruno Fernandes, tampil gemilang saat bersua Watford pada laga pekan ke-27 Premier League. Fernandes sukses mencetak satu gol dan assist, sekaligus membantu MU menang 3-0.

FINROLL.COM — Berkat hasil ini, The Red Devils naik ke peringkat lima klasemen klasemen sementara Premier League dengan nilai 41. Adapun Watford menempati posisi 19 dengan koleksi 24 poin.

Menjamu Watford di Old Trafford, Minggu (23/2/2020) malam WIB, Manchester United tampil menekan sejak bola digulirkan. Mason Greenwood nyaris membobol gawang Watford pada menit ke-10. Namun, bola hasil tembakan kaki kiri Greenwood bisa digagalkan kiper.

Masuk menit ke-23, giliran Daniel James yang menebar ancaman ke gawang The Hornets. Akan tetapi, bola hasil tembakan James yang memanfaatkan umpan dari Mason Greenwood mampu dihalau penjaga gawang Watford, Ben Foster.

Tim tamu coba mencetak gol ke gawang The Red Devils pada menit ke-30. Sayangnya, upaya Abdoulaye Doucoure untuk membawa Watford memimpin dapat dihentikan David de Gea.

Pada menit ke-42, Manchester United akhirnya unggul lebih dulu berkat eksekusi penalti Bruno Fernandes. Hadiah sepakan 12 pas itu didapat MU setelah Ben Foster menjegal Fernandes di kotak terlarang.

Bola hasil tendangan 12 pas Bruno Fernandes ke pojok kanan bawah melesat mulus masuk ke gawang Watford. Sampai jeda, skor 1-0 untuk keunggulan Manchester United tetap bertahan.

Babak Kedua

Masuk paruh kedua, MU mendapat perlawanan dari Watford. Gawang Tim Setan Merah pun kebobolan pada menit ke-52 lewat aksi Troy Deeney. Namun, gol Deeney dianulir oleh VAR, karena bek Watford, Craig Dawson, terlihat handball terlebih dulu.

Anthony Martial berhasil menggandakan keunggulan Manchester United ketika laga berjalan 58 menit. Bola hasil sepakan kaki kanan Martial tak mampu dihentikan Ben Foster.

Pada menit ke-75, giliran Mason Greenwood yang menjaringkan bola ke gawang Watford. Umpan dari Bruno Fernandes mampu dituntaskan Greenwood menjadi gol dengan tendangan kaki kiri.

Sampai laga berakhir, skor 3-0 untuk kemenangan Manchester United tetap bertahan.

Susunan pemain:

Manchester United (4-2-3-1): 1-David de Gea; 29-Aaron Wan-Bissaka, 5-Harry Maguire, 2-Victor Lindelof, 23-Luke Shaw; 17-Fred (39-Scott McTominay 79′), 31-Nemanja Matic; 26-Mason Greenwood (44-Tahith Chong 80′), 18-Bruno Fernandes, 21-Daniel James; 9-Anthony Martial (25-Odion Ighalo 80′).

Manajer: Ole Gunnar Solskjaer (Norwegia)

Watford (4-2-3-1): 26-Ben Foster; 4-Craig Dawson, 15-Craig Cathcart, 27-Christian Kabasele, 11-Adam Masina; 19-Will Hughes, 29-Etienne Capoue; 37-Roberto Pereyra (23-Ismaila Sarr 69′), 16-Abdoulaye Doucoure (8-Tom Cleverley 80′), 7-Gerard Deulofeu; 9-Troy Deeney (10-Danny Welbeck 76′).

Manajer: Nigel Pearson (Inggris)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending