Connect with us

Sports

5 Pemain Bola Top Dunia yang Jatuh Ke Pelukan Wanita Lebih Tua

Published

on


Finroll.com, Jakarta – Pesepak bola dunia juga manusia. Di balik kemampuannya menggocek si kulit bundar di lapangan, mereka juga memiliki kehidupan pribadi.

Terkadang, kehidupan pribadi pesepak bola top dunia tersebut lebih menarik dikulik-kulik ketimbang skill dan kemampuannya di lapangan. Misalnya saja kisah cinta mereka.

Beberapa waktu lalu, pencinta sepak bola dunia dikejutkan dengan kisah cinta Mauro Icardi dengan Wanda Nara. Mulanya, Wanda adalah istri dari pesepak bola Argentina, Maxi Lopez.

Hubungan Wanda dengan Lopez bahkan telah dikaruniai dengan tiga orang anak. Sayang, tikung menikung pun terjadi dan menyebabkan pernikahan Wanda dan Lopez harus kandas di tengah jalan.

Mantan pemain Inter Milan, Mauro Icardi, disebut menjadi orang ketiga dari hubugan Wanda dan Lopez. Telenovela kisah cinta Icardi dan Wanda masih terus berlanjut.

Maxi Lopez sempat mengeluh sulit menghubungi anaknya lantaran Wanda membatasi pertemuannya dengan sang anak. Namun, itu baru secuil kisah menarik dari perjalanan cinta pesepak bola top Eropa.

Sejumlah kisah menarik lainnya juga datang dari beberapa pesepak bola dunia. Misalnya saja beberapa pesepak bola top Eropa yang jatuh ke pelukan wanita yang lebih tua.

Nah, jika Anda penasaran dengan sederet pesepak bola top dunia yang memutuskan menikahi perempuan yang lebih tua, berikut Bola.com telah merangkumnya.

1. Gerrad Pique dan Shakira

Salah satu kisah cinta beda usia yang cukup menyita perhatian adalah hubungan antara bek andalan Barcelona, Gerard Pique, dengan penyanyi cantik asal Kolombia, Shakira. Hubungan cinta keduanya terendus media sejak perhelatan Piala Dunia 2010.

Saat ini, Shakira telah berusia 42 tahun dan Pique baru berusia 32 tahun. Perbedaan usia yang terpaut 10 tahun ternyata tak menghalangi kemesraan mereka.

2. Cesc Fabregas dan Daniella Semaan

Cesc Fabregas juga memiliki kekasih yang usianya lebuh tua. Dia adalah model cantik asal Lebanon bernama Daniella Semaan.

Daniella merupakan janda dari konglomerat asal Inggris bernama Elie Taktouk. Meski usia keduanya terpaut 11 tahun, Fabregas dan Daniella tampak bahagia dengan kehidupan mereka sebagai sepasang kekasih.

3. Zlatan Ibrahimovic dan Helena Seger

Sama seperti Fabregas dan Daniella, Zlatan Ibrahimovic dan isterinya, Helena Seger, juga terpaut usia hingga 11 tahun. Meski demikian, pernikahan keduanya jarang diterpa kabar tidak sedap.

Zlatan bahkan dikenal sebagai sosok setia bagi Helena Seger. Bagaimana tidak, Zlatan menjalin hubungan dengan Helena sejak usianya masih 20 tahun.

4. Henrikh Mkhitaryan dan Jude Cisse

Usia Henrikh Mkhitaryan dan Jude Cisse hanya terpaut lima tahun. Keduanya menjalin hubungan sejak Mkhirtaryan memperkuat Borussia Dortmund di Bundesliga.

Bahkan, saat pemain asal Armenia ini memperkuat Arsenal, Jude Cisse masih setia menemaninya. Sakadar informasi, Jude Cisse adalag mantan istri pesepak bola asal Prancis bernama Djibril Cisse.

5. Sergio Ramos dan Pilar Rubio

Kapten Real Madrid, Sergio Ramos, kini berusia 33 tahun. Sementara isterinya, Pilar Rubio, sudh berusia 41 tahun.

Itu berarti, usia keduanya terpaut delapan tahun. Bisa dibilang, lapangan hijau adalah saksi bisu cinta Ramos dan Rubio.

Rubio yang berprofesi sebagai presenter olahraga kerap bersinggungan dengan Ramos. Setelah lama menjali hubungan, keduanya memutuskan menikah pada tanggal 15 Juni 2019.

Advertisement

Sepakbola

Main Kamis Sore, Simak Preview Timnas U-23 Indonesia Vs Laos

Published

on

By

Timnas U-23 Indonesia akan menghadapi Laos pada laga terakhir penyisihan grup B SEA Games 2019 di Stadion Imus, Filipina, Kamis, 5 Desember 2019. Pertandingan akan berlangsung mulai 15.00 WIB dengan disiarkan TVRI dan RCTI.

Indonesia siap menghadapi ini. Para pemain bertekad untuk berjuang keras demi mendapatkan kemenangan sekaligus mengamankan tiket ke babak semifinal.

Peluang Indonesia ke semifinal kembali terbuka lebar setelah sukses mengalahkan Bruneri Darussalam dengan kemenangan besar 8-0. Hasil itu menempatkan tim polesan Indra Sjafri ke peringkat dua klasemen dengan nilai 6, unggul selisih gol dari Thailand yang turun ke posisi ketiga. Vietnam di puncak klasemen dengan nilai 12.

Setelah melawan Brunei, para pemain Indonesia hanya menjalani latihan ringan dengan tujuan pemulihan kondisi fisik dan stamina. Anggota tim berlatih di taman Pusat Kebudayaan Filipina yang berada di depan hotel tempat penginapan tim pada Rabu sore.

“Pemain sudah recovery, tidak ada yang cedera dan siap tampil. Kita akan menentukan sendiri nasib kita untuk melangkah ke semifinal,” kata Indra Sjafri.

Menurut dia, pemain diminta tetap respek kepada Laos dengan tidak memandang remeh kekuatan mereka.

Indra Sjafri menilai, persaingan di grup B memang sangat ketat. Selain Indonesia, Vietnam dan Thailand masih berpeluang lolos ke semifinal. Karena itu, dia meminta kepada pemain untuk tidak banyak membuat kesalahan dan fokus pada permainan taktik dan strategi yang sudah dia siapkan.

Striker Indonesia, Osvaldo Haay, juga mengaku sangat siap untuk melawan Laos. “Kemenangan atas Brunei seperti memberi kita energi baru. Mudah-mudahan kami juga bisa tampil lebih bagus dan memenangkan pertandingan lawan Laos,” kata Osvaldo, yang pada laga melawan Brunei mencetak tiga gol, seperti dikutip laman PSSI.

Hal senada juga diungkapkan Evan Dimas. Menurut Evan, semua pemain harus bermain tenang dan fokus pada taktik dan strategi tim. “Laos mungkin akan bermain bertahan,” ujarnya.

Timnas U-23 Indonesia akan lolos bila mampu mengalahkan Laos dan di laga lainnya, Thailand gagal mengalahkan Vietam. Bila Thailand juga menang, maka tiga tim akan melakukan hitung-hitungan selisih gol.

Saat ini, dua tiket semifinal SEA Games 2019 sudah direbut Myanmar dan Kamboja dari Grup A.

Continue Reading

Raket & Golf

Final SEA Games 2019: Anthony Ginting Bawa Indonesia Kembali Unggul atas Malaysia

Published

on

By

Anthony Sinisuka Ginting menjadi penentu kemenangan tim beregu putra Indonesia setelah mengalahkan Sitthikom Thammasin 21-14, 21-13 di Multinlupa Sport Center, Senin (2/12/2019). (PBSI)

Finroll.com, Jakarta – Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting membawa Indonesia unggul 2-1 atas Malaysia pada final bulutangkis beregu putra SEA Games 2019 di Multinlupa Sports Center, Rabu (4/12/2019).

Anthony harus susah payah menundukkan tunggal kedua Malaysia, Soong Joo Ven, dengan skor 13-21, 21-15, dan 21-18. Kedua pemain empat tahun tidak pernah bertemu.

BACA JUGA : 

Pada awal gim pertama, Anthony Tertinggal 2-6. Joo Ven yang ditangani pelatih asal Indonesia, Hendrawan, tampil percaya diri dan unggul 11-6.

Sempat mengejar setelah interval pertama, Anthony semakin tertinggal jauh setelah gagal mengembalikan drop shot Joo Ven. Soong Joo Ven unggul 15-9. Joo Ven akhirnya merebut gim pertama dengan skor 21-13.

Setelah tertekan pada gim pertama, Anthony tampil lebih baik pada gim kedua. Anthony memastikan pertarungan hingga gim ketiga setelah menang dengan skor 21-15.

Pada gim ketiga, pertandingan kembali berjalan ketat. Pada poin-poin kritis, Anthony justru tertahan di angka 18. Anthony mencapai game point, namun lawan juga tak menyerah, skor 21-17.

Soong Joo Ven gagal melakukan servis, sehingga Anthony Ginting merebut gim ketiga.

Dengan demikian, Indonesia untuk sementara unggul 2-1 atas Malaysia pada final beregu putra SEA Games 2019.

Hasil Sementara

Ganda putra Indonesia, Fajar Rian / Muhammad Rian, mengembalikan kok saat melawan Aaron Chia / Soh Wooi Yik pada final beregu SEA Games 2019 di Multinlupa Sport Center, Rabu (4/12). Fajar / Rian kalah 17-21 dan 13-21. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Jonatan Christie Vs Lee Zii Jia (21-9, 21-17)

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto Vs Aaron Chia Teng Fong/Soh Wooi Yik (17-21, 13-21)

Anthony Sinisuka Ginting Vs Soong Joo Ven (13-21, 21-15, dan 21-18)

(bola.com)

Continue Reading

Sepakbola

3 Psywar Jose Mourinho untuk Manchester United Jelang Lawatan ke Old Trafford

Published

on

By

Manajer Manchester United asal Portugal, Jose Mourinho. (AFP/Oli Scarff)

Finroll.com, Jakarta – Manajer baru Tottenham Hotspur, Jose Mourinho, mengirim pesan kepada manajemen, penggemar, dan staf pelatih Manchester United. Pesan tersebut disampaikan Moruinho jelang laga tandang Tottenham ke Old Trafford pada Kamis (5/12/2019).

Pekan ke-15 kompetisi Premier League musim 2019/20 bakal menyajikan drama yang menarik. Untuk pertama kalinya sejak satu tahun terakhir, Jose Mourinho akan kembali ke Old Trafford.

BACA JUGA : 

Namun kali ini, status Jose Mourinho telah berubah menjadi manajer Tottenham Hotspur. Drama kembalinya Mourinho ke markas besar Manchester United itu menjadi bahasan menarik belakangan ini.

Football London, Selasa (3/12/2019, mengklaim laga tersebut bakal jadi pertandingan emosional bagi pelatih asal Portugal tersebut. Mourinho disebut ingin kembali unjuk gigi.

Apalagi performanya bersama Tottenham Hotspur cukup meyakinkan dalam tiga laga terakhir. Kesempatan Mourinho untuk unjuk penampilan di Old Trafford juga terbilang besar.

Manchester United yang tampil tak sesuai harapan belakangan ini, membuat Mourinho cukup percaya diri untuk merengkuh kemenangan keempatnya sebagai manajer Spurs.

Terbaru, Jose Moruinho mengirim psywar atau perang urat syaraf kepada manajemen, penggemar, dan staf Manchester United sebelum jelang pertandingan. Apa saja psywar yang disampaikan Jose Mourinho kepada Manchester United? Berikut Bola.com telah merangkumnya.

1. Jose Mourinho Semakin Percaya Diri

Pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho merayakan gol yang dicetak Harry Kane ke gawang Olympiakos pada pertandingan Grup B Liga Champions di Stadion Tottenham Hotspur di London utara (26/11/2019). Tottenham menang telak 4-2 atas Olympiakos. (AP Photo/Matt Dunham)

Satu tahun yang lalu Jose Mourinho dipecat manajemen Manchester United menyusul performa buruknya bersama Setan Merah. Namun bersama Tottenham Hotspur, Jose Mourinho kembali percaya diri.

Dalam wawancaranya bersama Football London, pelatih berjuluk The Special One itu yakin mampu meraih kemenangan atas mantan klubnya itu.

“Saya ingin melupakan pemecatan itu. Saya lebih suka fokus pada klub raksasa yang saya tangani saat ini. Kepada manajemen klub, saya ingin mengatakan satu hal bahwa saya hanya ingin kemenangan,” ujar Jose Mourinho.

2. Ingin Balas Dendam

Jose Mourinho, manajer Tottenham Hotspur saat laga kontra West Ham (23/11/2019). (AFP/Adrian Dennis)

Jose Mourinho tidak mengatakan secara langsung tentang misi balas dendamnya kepada manajemen ataupun suporter Manchester United. Namun dari pernyataan yang dilontarkan beberapa waktu lalu, tersirat ada misi besar yang diusung dalam lawatannya ke Old Trafford pada Kamis (5/12/2019) mendatang.

“Mengenai hubungan saya dengah United? Anda tahu apa yang telah mereka lakukan kepada saya. Saya pikir, mereka juga akan menebak apa yang bisa saya berikan untuk mereka,” kata Jose Mourinho.

3. Tak Berharap Empati Berlebih dari Fans

Jose Mourinho. (AFP/Paul Ellis)

Masih melansir dari sumber yang sama, Jose Mourinho juga memberi peringatan kepada suporter Manchester United yang masih mencintainya. Mourinho berharap agar fans tidak terlalu memberikan empati yang berlebihan kepadannya.

Menurut Mourinho, empati fans Manchester United itu bisa saja membuat manajemen klub Tottenham Hotspur tidak terlalu merasa senang. “Tentu akan ada empati untuk Saya. Itu tidak masalah, namun kadang-kadang, empati tersebut bisa membuat manajemen klub saya saat ini tidak senang,” tambah Jose Mourinho.(bola.com)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Asco Global

Trending