Connect with us

Nasional

5 Proyek Bandara Raksasa RI, Ada yang Bisa Lewati Changi

Published

on


Indonesia dalam beberapa tahun belakangan gencar membangun infrastruktur bandar udara. Presiden Joko Widodo beralasan, pembangunan bandara di seluruh penjuru Indonesia akan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

PT Angkasa Pura II juga mengalokasikan belanja modal senilai Rp11 triliun pada 2019. Berikut bandara-bandara megah yang ada di Indonesia dihimpun oleh redaksi :

1. Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau Bandara Kertajati
Bandara Kertajati yang terletak di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, digadang menjadi bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang. Setelah mangkrak di tahun 2003, akhirnya pemerintah mengebut pembangunannya pada 2014. Bandara dengan luas sekitar 1.800 hektare (ha) ini akan melayani penerbangan ke Denpasar, Surabaya, Ujung Pandang, Balikpapan dan Medan. Termasuk embarkasi penumpang haji dari Jawa Barat.

Bandara yang dibangun dengan nilai proyek Rp2,6 triliun ini akan dapat memfasilitasi hingga 5,6 juta penumpang untuk tahun pertama. Pada tahun berikutnya, bandara diperkirakan akan mampu menampung hingga 18 juta penumpang. Bandara juga dilengkapi dengan ruang tunggu ekslusif dengan miniature Ka’bah. Landasan pacu (runway) berukuran 2.500×60 meter dan akan diperpanjang menjadi 3.000×60 meter sehingga bisa melayani 800 pergerakan pesawat berbadan besar.

PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) selaku pengelola berencana membangun asrama haji embarkasi Jabar seluas 17 ha dengan kapasitas 1.200 orang. BIJB juga akan membangun apartemen empat tower berkapasitas 1.000 kamar. Seluruh proyek dikerjakan akhir tahun 2018.

Bandara ini sebelumnya diresmikan Presiden Joko Widodo pada 24 Mei 2018. Adapun penerbangan sipil perdana di bandara itu dilakukan 8 Juni 2018.

2. Bandara Kediri
Bandara Kediri, Jawa Timur, merupakan bandara yang dibangun oleh perusahaan rokok PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dengan luas sekitar 500 hektare (ha). Per Juli tahun lalu GGRM telah membebaskan lahan seluas 400 ha. Hingga tahun lalu, perusahaan mengaku sudah menghabiskan dana sekitar Rp1 triliun. Diprekirakan investasi pembangunan bandara ini memakan biaya senilai Rp1-10 triliun.

Bandara Kediri masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), dipertegas dalam Peraturan Presiden (Perpres) No 3/2018 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Pembangunannya akan dibangun dengan skala internasional dengan panjang landasan pacunya juga akan disesuaikan dengan kebutuhan maskapai internasional.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya membeberkan landas pacu bandara ini akan dibangun dengan panjang 3.000 meter dengan pembangunan tahap awal sekitar 2.400 meter. Kendati demikian, belum diketahui kapan pelaksanaan pembangunan bandara akan dilakukan.

3. Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) atau Bandara Kulon Progo
Bandara yang akan dibangun di atas lahan seluas 587 hektar ini digadang bakal menjadi satu di antara bandara terbesar dan termegah di Indonesia. Data PT Angkasa Pura I, NYIA pada tahap pertama pembangunannya (2020-2030) akan memiliki terminal seluas 130 ribu meter persegi dengan kapasitas hingga 15 juta penumpang per tahun.

Adapun panjang runway akan dibangun dengan panjang 3.200 meter dan lebar 45 meter. Nantinya, pada pengembangan tahap II (2031-2041) terminal akan dikembangkan menjadi 195 ribu meter persegi hingga mampu menampung 20 juta penumpang per tahun. Runway pun akan diperanjang hingga 3.600 meter dan lebar 45 meter dengan apron yang bisa diparkiri 45 peswat. Bandara juga akan dijadikan kawasan logistic, kawasan industry, serta kawasan wisata dalam satu kawasan ekonomi terpadu. Konektivitas antar kota dihubungan dengan jalan nasional dan juga jalur kereta api.

4. Bandara Baru di Bali Utara
Pembangunan bandara baru di Bali Utara ini diharapkan akan mampu mengembangkan pariwisata di Bali bagian utara. Bandara yang akan dibangun di Kubutambahan, Buleleng, ini rencananya akan mulai dibangun tahun ini. Diharapkan pembangunan bandara ini akan melengkapi fasilitas di Bandara I Gusti Ngurah Rai yang hanya terdiri dari satu runway.

Akhir tahun lalu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melongok area calon bandara. Rencananya bandara bakal melayani low cost carrier (LCC). Budi menyebut lokasi pembangunan bandara baru bakal ditetapkan usai uji kelayakan. Dari tiga lokasi Grogak, Celukan Bawang, dan Kubutambahan disebut paling ideal untuk pembangunan bandara baru.

Rencananya runway bandara bakal dibangun sepanjang 3.000×45 meter. Kapasitas bandara Bali Utara diprediksi bakal lebih besar dibanding Bandara I Gusti Ngurah Rai karena dibangun di atas lahan seluas 300-400 hektar.

5. Pengembangan Bandara Soekarno-Hatta II
PT Angkasa Pura II mulai mengembangkan masterplan pembangunan Bandara Soekarno-Hatta II. Direktur Utama PT AP II Muhammad Awaluddin sempat mengatakan sembari akan membangun Terminal 4 di kawasan bandara, selanjutnya pihaknya akan mengembangkan Bandara Soekarno Hatta II untuk menunjang pertumbuhan pergerakan penumpang dan pesawat.

Rencananya, Bandara Soekarno Hatta II akan diperluas ke arah Timur bandara yang ada saat ini. Hal ini menyusul kekhawatiran jumlah penumpang yang akan melonjak jelang tahun 2025 mencapai 100 juta penumpang. Bandara Soekarno-Hatta II akan dibangun di atas lahan seluas 2.000 ha.

Di sisi lain, pembangunan Terminal 4 kini sedang disiapkan. Rencananya proyek ini akan menelan anggaran sebesar Rp11 triliun. Pembangunannya baru akan dimulai tahun 2020. Adapun lahan terminal 4 berdiri di atas lahan bekas Cengkareng Glof Club. Luas Terminal 4 390 ribu meter persegi atau hampir sama dengan luas lahan Terminal 3.

Terminal 4 akan memiliki kapasitas 40 juta penumpang per tahun. Kapasitas sebesar itu akan menjadikan terminal ini sebagai terminal penumpang pesawat terluas di Indonesia.

Lebih lanjut, ketika Terminal 4 nanti dioperasikan maka kapasitas Bandara Soekarno-Hatta menjadi 110 juta penumpang per tahun. Adapun saat ini bandara tersebut sudah beroperasi dengan Terminal 1, 2, dan 3.

Dengan kapasitas 110 juta penumpang pada 2025, maka Soekarno-Hatta akan menjadi bandara terluas di ASEAN pada tahun itu.

Adapun kapasitas Bandara Changi di Singapura pada 2019 diperkirakan akan mencapai 85 juta penumpang per tahun usai pembukaan Jewel Changi Airport dan ekspansi Terminal 1, seperti dikutip dari siaran pers perseroan tertanggal 23 Januari 2018.

Dikutip dari Nikkei Asian Review, Changi memiliki rencana pengembangan bandara hingga berkapasitas 150 juta penumpang tapi baru pada 2030.

CNBCIndonesia
Advertisement

Nasional

Panglima TNI Terima Audiensi Ketua KPU

Published

on

 

Panglima TNI Terima Audiensi Ketua KPU

Panglima TNI, Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P., didampingi Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M., Aster Panglima TNI Mayjen TNI George Elnadus Supit, S.Sos. dan Waka Babinkum TNI Brigjen TNI Dr. Wahyu Wibowo, S.H., M.H., menerima audiensi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia Arief Budiman, bertempat di Subden Mabes TNI, Jalan Merdeka Barat No. 2 Jakarta Pusat, Kamis (14/11/2019).

Pada pertemuan tersebut, Ketua KPU didampingi oleh anggota KPU Pramono Ubaid Tanthowi, Kepala Biro Perencanaan dan Data Sumariyandono, Kepala Bagian Monitoring dan Evaluasi Darmanto, Kepala Biro Teknis Nur Syarifah dan Kepala Biro Logistik Purwoto Ruslan.

Dalam audiensinya kepada Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Ketua KPU Arief Budiman menyampaikan laporan hasil pelaksanaan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019 serta persiapan menjelang Pilkada serentak 2020.

“Komisi Pemilihan Umum menyampaikan  apresiasi dan ucapan terima kasih kepada TNI terkait pengamanan dan bantuan distribusi logistik Pemilu di seluruh Indonesia, khususnya daerah terpencil yang dilaksanakan selama pelaksanaan Pemilu sehingga Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden dapat berjalan aman, lancar, damai dan sukses,” ungkapnya.

Ketua KPU juga menyampaikan bahwa tren partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 mengalami kenaikan sangat signifikan dibandingkan dengan beberapa Pemilu sebelumnya.

“Pemilu 1999 sampai dengan Pemilu 2014 tren itu grafiknya cenderung menurun walaupun di Pemilu 2014 mengalami kenaikan yang tidak terlalu besar, tapi di 2019 kita mengalami kenaikan dibandingkan Pemilu 2014,” terangnya.

Menurut Arief Budiman, selama pelaksanaan Pemilu 2019 terdapat beberapa catatan yang menjadi poin-poin penting, seperti pelaksanaan seluruh tahapan yang sudah berjalan dengan baik.

“Beberapa catatan penting pada pelaksanaan Pemilu 2019 misalnya jumlah kandidat perempuan dalam Pemilu 2019 itu mengalami kenaikan, bukan hanya jumlah kandidat perempuannya tapi keterpilihannya itu juga mengalami kenaikan,” tuturnya.

Selain menyampaikan laporan kepada Panglima TNI, Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia telah menyampaikan laporan kepada Presiden RI. “KPU juga berencana menyampaikan laporan hasil Pemilu kepada Polri, DPR, MPR, DPD, serta mitra kerja KPU seperti Kementerian terkait,” ucap Arief Budiman.

“Laporan ini sangat penting dan  perlu kami sampaikan sebagai bahan bagi para pihak untuk mengevaluasi, memberi masukan, memberi catatan sekaligus menentukan ke depan langkah kita supaya Pemilu dan Demokrasi kita menjadi semakin baik,” tutupnya.

Menanggapi audiensi Ketua KPU, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa pihaknya akan menyiapkan personel dan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) untuk perbantuan kepada Polri dan KPU dalam pengamanan dan pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020 di 270 daerah yang terdiri dari sembilan Provinsi, 37 Kota dan 224 Kabupaten.

“Potensi kerawanan dalam Pilkada terdapat pada aspek penyelenggaraan, aspek kontestasi dan aspek partisipasi, sehingga diperlukan pengamanan untuk mengantisipasi potensi kerawanan pelaksanaan Pilkada 2020,” katanya.(red)

Continue Reading

Nasional

Survei: DPR Jadi Institusi Paling tidak Dipercaya Publik

Published

on

By

Hasil riset yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA mendapati rendahnya kepercayaan publik terhadap Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Berdasarkan survei yang dilakukan terhadap berbagai lembaga negara, DPR menjadi instutusi yang paling tidak dipercaya publik.

“Banyaknya kasus penangkapan anggota DPR dan DPD oleh KPK karena kasus korupsi meningkatkan sentimen negatif publik,” kata peneliti LSI Adjie Alfarabi di Jakarta, Rabu (14/11).

Mengacu pada hasil survei itu, ketidakpercayaan publik terhadap DPR juga cenderung naik. Pada Juli 2018 sebesar 25,5 persen masyarakat tidak percaya lembaga negara itu bekerja untuk rakyat. Angka itu kemudian meningkat menjadi 28,4 persen pada September 2019.

Berdasarkan survei itu juga, 65 persen masyarakat pada Juli 2018 masih percaya terhadap DPR bekerja untuk rakyat. Angka itu lantas merosot pada September 2019 menjadi 63,5 persen publik percaya akan kinerja wakil rakyat itu di parlemen.

Sementara itu, TNI menjadi institusi yang paling dipercaya publik dengan tingkatan persentase sebesar 89 pada September 2019. Nilai itu turun sekitar satu persen dari 90,4 persen publik percaya TNI bekerja untuk rakyat pada survei Juli 2018.

Lembaga-lembaga lainnya semisal eksekutif, Polri, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mendapatkan tingkat diatas 70 persen setelah Pilpres. Meskipun setiap lembaga negara itu juga mengalami penurunan dari survei yang dilkukan sebelum Pilpres 2019 dilaksanakan.

“Melemahnya kepercayaan akan menyebabkan kelemahan pada legitimasi lembaga negara dan kebijakan yang akan diambil karena ketika ada ketidakpercayaan itu akan mengganggu demokrasi kita ke depan,” kata Adjie

Continue Reading

Nasional

Kata Kepala Staf Kepresidenan Soal Andika Perkasa Jadi Wakil Panglima TNI

Published

on

By

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjawab kabar soal Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal (KSAD) Andika Perkasa akan menjadi calon kuat Wakil Panglima TNI.

Menurut Moeldoko, Panglima TNI lah yang paling tahu sosok wakil yang dibutuhkan. “Jadi, panglima yang melihat, bukan gua. Beliau yang tahu, jangan spekulasi dulu,” ujar bekas Panglima TNI ini Kompleks Parlemen, Senayan pada Rabu, 13 November 2019.

Yang jelas, kata Moeldoko, Wakil Panglima ini sangat dibutuhkan. Dasar pertimbangan emprisnya, jabatan wakil panglima pernah ada. Sementara pertimbangan operasionalnya, panglima sering melakukan perjalanan ke luar negeri meninjau pasukan yang bertugas di luar. Sehingga, Panglima sering meninggal tempat.

“Kalau mau minta digantikan kepala staf angkatan, harus membuat surat perintah. Nah, kalau ada panglima dan wakil panglima, itu dalam satu kotak. Sehingga, kalau panglima enggak ada, otomatis wakil panglima itu eks selaku panglima,” ujar dia.

Wakil Panglima TNI nanti akan tetap berpangkat jenderal bintang empat. Beredar kabar, Panglima telah menyerahkan nama calon wakilnya kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Namun, Moeldoko mengaku tidak mengetahui ihwal hal tersebut. “Enggak ngerti aku, itu urusan panglima itu,” ujar dia.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Asco Global

Trending