Connect with us

Traveling

5 Tempat di Jogja yang Wajib Masuk Daftar Backpaker

Published

on


Finroll.com – Kamu yang senang backpacking pasti berusaha mengatur pengeluaran seketat mungkin saat berlibur. Bukan hanya dapat hotel di Jogja saja, tetapi juga daftar tempat wisata murah meriah. Hal seperti ini mungkin banget kamu dapatkan saat berpetualang di Jogja.

Jogja memang terkenal sebagai destinasi wisata yang ramah di kantong backpacker. Hampir semua tempat wisata di sini punya harga tiket masuk terjangkau. Kamu tinggal mengatur jenis transportasi yang ingin dipakai. Bus Trans Jogja bisa jadi pilihan selain berjalan kaki. Kalau kamu berencana menjelajahi pantai-pantai indah di Gunung Kidul, menyewa motor boleh dicoba. Tarif sewanya mulai Rp50.000 per hari, belum termasuk BBM.

Nah, berikut ini 5 rekomendasi tempat wisata murah meriah di Jogja yang cocok untuk backpacker.

Taman Bunga Matahari Pantai Samas
Bukan Pantai Samas yang jadi tujuan kamu, tetapi Taman Bunga Matahari yang berjarak sekitar 5 menit dari pantai ini. Di sini kamu bakal menjumpai hamparan bunga matahari yang tengah berkembang begitu cantiknya. Kamu bisa ber-selfie ria dengan latar bunga menawan ini. Persis seperti di komik-komik! Kamu cukup bayar Rp20.000 untuk menikmatinya, sudah termasuk tiket masuk Pantai Samas, Kebun Bunga Matahari, dan Wisata Petik Bunga.

Hutan Pinus Imogiri
Dari Pantai Samas, kamu bisa mengarahkan kendaraan ke Jalan Imogiri Timur, tepatnya di daerah Mangunan. Di sini kamu dapat mengunjungi Hutan Pinus Imogiri. Ya, di tengah teriknya panas Jogja, deretan pohon pinus di kawasan hutan ini mampu menyejukkan suasana. Kamu bisa sekadar duduk-duduk santai menikmati udara yang adem atau berfoto dengan latar pohon pinus nan instagenic. Untuk masuk ke Hutan Pinus Imogiri, kamu cukup membayar biaya parkir motor saja.

Curug Luweng Sampang
Hari berikutnya, kamu bisa menjelajahi kawasan Gunung Kidul dengan motor. Pertama, datanglah ke Curug Luweng Sampang untuk menikmati tebing batu dramatis yang membingkai sebuah air terjun dan kolam berair jernih. Berada di Desa Sampang, Gedangsari, tempat wisata ini masih tersembunyi dan tiket masuknya gratis! Kamu bisa melalui rute Jalan Jogja-Solo dan mengarahkan kendaraan ke kecamatan Ganti Warno.

Pantai Jogan
Alternatif lainnya, kamu bisa mampir ke Pantai Jogan. Di sini kamu bakal menemukan dua atraksi alam sekaligus, yakni pantai dan air terjun. Ya, aliran air terjun itu langsung jatuh dari tebing ke laut! Kamu dapat mengarahkan kendaraan ke daerah Tepus, Gunung Kidul. Meski letaknya dekat Pantai Siung, banyak orang melewatkan pantai memesona ini. Padahal, harga tiket masuk Rp3.000 dan parkir Rp2.000 sangat terjangkau untuk menikmati pantai tersembunyi dengan panorama memukau.

Malioboro
Sudah lelah menjelajahi wisata alam Jogja, sekarang waktunya bersantai di Malioboro. Kamu juga nggak perlu modal banyak, cukup lihat-lihat saja sambil menyusuri ruas jalan yang terbentang sejauh 2 km ini. Urusan berburu oleh-oleh, tinggal mampir ke Pasar Beringharjo yang berada di ujung selatan Malioboro. Kamu juga bisa menikmati santapan kuliner lokal menarik di area pasar. Lalu, lanjutkan perjalanan ke Titik Nol Kilometer Jogja untuk menghabiskan sore santai di Jogja.

Traveling

Mulai Dibuka Pantai di Bali, Maksimal 75 Orang per Titik

Published

on

Finroll – Jakarta, Pemerintah Provinsi Bali memulai rileksasi pembatasan perjalanan era normal baru (new normal) di Pulau Dewata untuk warga lokal per Kamis (9/7) yang disertai dengan protokol kesehatan ketat demi mencegah gelombang kedua virus corona.

Sebanyak 13 titik pantai di kawasan Sanur ikut dibuka pada hari ini, namun pengunjung dibatasi maksimal hanya 75 orang per pantai.

“Kami beri contoh Pantai Bali Beach misalnya, masuk 75 orang setelah itu langsung ditutup. Nanti kalau ada yang keluar baru ditambah sesuai jumlah yang keluar,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, di Denpasar pada Kamis (9/7).

Ia mengatakan, pembatasan kunjungan ini berdasarkan panjang garis pantai.

Diperkirakan panjang garis pantai di pesisir Sanur, Denpasar yakni tiga kilometer.

Tiap akses masuk pantai dijaga petugas keamanan. Mereka juga bertugas mengatur jumlah pengunjung yang masuk.

“Diasumsikan pantai ini menampung 1.000 hingga 1.500 orang. Karena melihat daya tampung ini maka dibatasi 75 per pantai, agar pengunjung bisa jaga jarak,” jelas Dewa Rai.

Sementara itu, Gubernur Bali, I Wayan Koster, mengatakan tahap pertama rileksasi pembatasan perjalanan di Pulau Dewata pada hari ini bertepatan dengan hari baik seusai keyakinan Hindu, yaitu Wrespati Umanis Sinta.

Bupati dan wali kota se-Bali bersama Pangdam serta Kapolda telah bersepakat terkait pelaksanaan tatanan kehidupan era baru ini.

Ia berharap tahap pertama pembukaan Bali berjalan lancar.

Gubernur meminta dukungan dari semua pihak dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah gelombang kedua Covid-19 terjadi di Bali.

“Saya harap masyarakat Bali dengan baik melaksanakan aktivitas sesuai dengan protokol tatanan kehidupan era normal baru. Tentu saya berharap semua komponen masyarakat melaksanakannya dengan tertib,” ujar Koster.

Hingga Kamis (9/7), Bali memiliki 1.971 kasus virus corona, dengan 25 kasus kematian dan 1.079 kasus kesembuhan.

Sementara itu secara keseluruhan, Indonesia memiliki 70.736 kasus virus corona, dengan 3.417 kasus kematian dan 32.651 kasus kesembuhan.

Total kasus virus corona di Indonesia pada hari ini bertambah 1.853 dari hari sebelumnya.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Traveling

UNESCO Menobatkan Kaldera Toba Sebagai Taman Bumi Dunia

Published

on

Finroll – Jakarta, Kaldera Toba ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark (Taman Bumi Dunia) pada Sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Prancis, Selasa (2/7).

Sebelum Kaldera Toba, Indonesia telah memiliki empat situs UNESCO Global Geopark lainnya, yakni, Batur, Cileteuh, Gunung Sewu, dan Rinjani.

Kaldera Toba berhasil masuk daftar UNESCO setelah dinilai dan diputuskan oleh UNESCO Global Geoparks Council pada Konferensi Internasional UNESCO Global Geoparks ke-IV di Lombok, Indonesia, pada 31 Agustus-2 September 2019.

Pemerintah Indonesia telah berhasil meyakinkan UNESCO bahwa Kaldera Toba memiliki kaitan geologis dan warisan tradisi yang tinggi dengan masyarakat lokal khususnya dalam hal budaya dan keanekaragaman hayati.

Dalam konteks inilah, negara anggota UNESCO mendukung Kaldera Toba dilestarikan dan dilindungi sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark.

Penetapan Kaldera Toba sebagai UNESCO Global Geopark memberikan kesempatan pengembangan perekonomian dan pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

“Melalui penetapan ini, Indonesia dapat mengembangkan geopark Kaldera Toba melalui jaringan Global Geoparks Network dan Asia Pacific Geoparks Network khususnya dalam kaitan pemberdayaan masyarakat lokal,” tutur Duta Besar RI untuk UNESCO, Arrmanatha Nasir, melalui keterangan tertulisnya, Rabu (8/7).

“Terbuka juga peluang bagi masyarakat setempat untuk promosi budaya, produk lokal serta penciptaan lapangan pekerjaan yang lebih luas,” lanjutnya.

Penetapan Kaldera Toba sebagai UNESCO Global Geopark, merupakan proses panjang dari upaya bersama berbagai pemangku kepentingan baik pemerintah Pusat dan daerah maupun masyarakat setempat yang tinggal di kawasan danau Toba.

“Proses persiapan untuk mendapatkan pengakuan UNESCO bagi Kaldera Toba, menunjukkan komitmen tinggi dan kerja sama yang baik dari semua pihak di Indonesia sejak awal proses, dari pengumpulan data, menyelenggarakan berbagai workshop, penyusunan dan negosiasi dokumen nominasi untuk diajukan ke UNESCO,” kata Arrmanatha.

Kaldera Toba, Provinsi Sumatera Utara terbentuk dari ledakan super vulkanik 74.000 tahun lalu. Dasar kaldera tersebut dipenuhi dengan air dan menjadi danau terbesar di Indonesia.

Keindahan Kaldera Toba dan kekayaan budaya yang dimiliki menjadikan Danau Toba sebagai salah satu tujuan wisata andalan Indonesia yang masuk dalam daftar 10 Bali Baru.

Selain Kaldera Toba, Indonesia juga memiliki banyak kekayaan alam dan budaya yang masuk dalam daftar UNESCO, antara lain 10 warisan budaya tak benda, 9 situs warisan budaya dan alam, serta 16 cagar biosfer.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Traveling

Buka Kawasan Zona I, Candi Borobudur Siapkan Pemandu Untuk Turis

Published

on

By

Finroll, Jakarta – Candi Borobudur dibuka kembali pada kawasan Zona I untuk kunjungan wisatawan mulai Selasa (7/7), setelah penutupan tempat wisata pada 15 Maret 2020 lalu untuk mengantisipasi lonjakan infeksi virus Covid-19.

Pengunjung hanya bisa menyaksikan kemegahan candi Buddha terbesar di dunia saja dari area halaman, serta pengunjung belum diperbolehkan untuk naik ke Candi Borobudur.

Kepala Balai Konservasi Borobudur (BKB) Tri Hartono mengatakan, pengunjung masih dilarang untuk naik ke Candi Borobudur karena lorong-lorong di sana terbilang sempit yang menyebabkan sulitnya menjalankan protokol jarak sosial.

“Oleh karena itu kami juga meminta harus ada pemandu untuk menjelaskan mengenai Candi Borobudur ini, meskipun pengunjung hanya di halaman paling tidak bisa menggambarkan situasi sebenarnya atau ceriita relief Candi Borobudur,” ungkap Tri, seperti yang dikutip dari Antara pada Rabu (8/7).

Pengunjung yang akan naik ke Zona I hanya dapat berjumlah maksimal 20 orang dan harus dipandu oleh seorang pemandu yang bertarif Rp 100 ribu per kelompok.

“Alhamdulillah hari ini Zona I sudah dibuka sehingga kami bisa menyaksikan kemegahan Candi Borobudur dari dekat dan bisa berfoto bersama teman-teman meskipun tidak bisa naik candi,” tutur Asrul engunjung asal Tegal.

Sebagian besar pengunjung mengatakan untuk tarif Rp 100 ribu tidak akan tergolong berat jika dibagi setiap anggota kelompok misalnya 20 orang dan masing-masing membayar Rp 5.000.

Pembukaan tempat wisata ini berdasarkan surat dari Bupati Magelang 1 Juli 2020 mengenai izin penyelenggaraan kegiatan/usaha, BKB membuka zona I Candi Borobudur untuk kunjungan wisata.

“Pembukaan di Zona I karena masyarakat perlu mengenal lebih dalam tentang Candi Borobudur ini, tetapi karena kondisi pandemi COVID-19 maka protokol kesehatan tetap dilakukan, antara lain harus pakai masker, pengukuran suhu badan, tidak boleh berkerumun, menyiapkan tempat cuci tangan, dan jaga jarak,” kata Tri.

Pembukaan tersebut tetap mematuhi surat keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tentang panduan teknis pencegahan dan pengendalian COVID-19, serta instruksi Bupati Magelang tentang pedoman persiapan menuju tatanan normal baru produktif dan aman COVID-19 di Kabupaten Magelang beserta peraturan pelaksanaannya.

Source : CNN | Foto : Diadona|GoogleSearch

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending