Connect with us

Business

50 Perusahaan Ini Dinilai Kinerja Baik oleh Forbes Indonesia, Berikut Daftarnya

Published

on


Setelah melalui seleksi yang ketat, Forbes Indonesia menyerahkan penghargaan terhadap 50 perusahaan terbaik yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Mereka dinilai telah menunjukan kinerja keseluruhan yang positif dalam beberapa tahun terakhir. Pemberian penghargaan bertajuk Best of The Best menjadi yang ke-9 kalinya digelar.

“Mereka diberi peringkat berdasarkan paduan penilaian menggunakan beberapa matrics, termasuk rata-rata return on equity selama tiga tahun, pertumbuhan penjualan dalam tiga tahun, dan pertumbuhan laba tiga tahun,” kata Direktur Pelaksana Forbes Indonesia, Roger Finnie di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, dilansir dari VIVAnews.

Ia menjelaskan secara ekonomi, lingkungan bisnis di Indonesia beberapa tahun terakhir memang menunjukkan stabilitas yang kokoh. Ditopang oleh daya beli konsumen yang masih baik dan optimistis, sehingga bisnis domestik masih tangguh dan mampu mempertahankan kinerjanya.

“Perekonomian Indonesia telah terbukti mampu menjawab tantangan internal dan global dengan sangat luar biasa, menunjukkan betapa bersemangat dan tangguh bisnis lokal saat ini. Ini menandakan kekuatan kepercayaan konsumen juga,” tuturnya.

Sementara itu, 50 perusahaan yang mendapat penghargaan tersebut terbilang mampu lebih baik memanfaatkan kondisi tersebut.

“Kami mengharapkan kebijakan dan sinergi dari pemerintah yang baru dapat mendukung bisnis dan menumbuhkan ekosistem digital, untuk bertahan melawan pelambatan ekonomi global tahun ini dan tahun-tahun mendatang,” tutur dia.

Berikut Forbes Indonesia 50 Best of the Best Companies 2019 secara berurutan yakni:

1. Unilever Indonesia
2. Bukit Asam
3. lndoritel Makmur Internasional
4. Surya Citra Media
5. Pakuwon Jati
6. Japfa Comfeed Indonesia
7. Ace Hardware Indonesia
8. Bank Central Asia
9. Wijaya Karya
10. lndofood CBP Sukses Makmur
11. Bank Rakyat Indonesia
12. Charoen Pokphand Indonesia
13. Mayora lndah
14. United Tractors
15. Bank Mega
16. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul
17. Kimia Farma
18. Bank OCBC NISP
19. Bank Negara Indonesia
20. lndah Kiat Pulp & Paper
21. Kresna Graha Investama
22. PT PP
23. BFI Finance Indonesia
24. Selamat Sempuma
25. Adira Dinamika Multi Finance
26. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur
26. Sri Rejeki lsman
28. Nippon Indosari Corpindo
29. Bank Rakyat Indonesia Agroniaga
30. Duta Pertiwi
31. Enseval Putera Megatrading
32. Tunas Ridean
33. Delta Djakarta
34. Humpuss lntermoda Transportasi
35. Global Mediacom
36. BISI International
37. Siantar Top
38. Wijaya Karya Beton
39. Adhi Karya
40. Citra Marga Nusaphala Persada
41. Trimegah Sekuritas Indonesia
42. Island Concepts Indonesia
43. Mahaka Radio Integra
44. lndal Aluminium Industry
45. Jembo Cable Company
46. Wahana Ottomitra Multiartha
47. Sekar Laut
48. Ateliers Mecaniques D’lndonesia
49. Batavia Prosperindo Finance
50. Alkindo Natatama

Advertisement

Business

Berbasis Teknologi Informasi, Finmas Gelar Diskusi Fintech Lending With Purpose, Unique Case Models

Published

on

Finroll.com — Finmas, sebuah perusahaan jasa pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi gelar Diskusi TechXchange Finmas bertajuk Fintech Lending With Purpose, Unique Case Models, bertempat di Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Dalam TechXchange kali ini Finmas membahas tentang potensial target pasar para pelaku industri fintech lending. Dengan menghadirkan narasunber, Lutfia Aisya selaku Business Administration Lead di TaniFund, Wong Budi Setiawan selaku CEO Edufund, Tommy Yuwono sebagai co-founder Pintek, Annisa Fauzia merupakan Head of Communication & Business Partnership Mekar, serta Dani Lihardja, CEO Danamas, yang diwakili oleh Irma Darmastutik Brand Manager Danamas.

Rainer Emanuel, Head of PR & Corporate Communications Finmas mengatakan, kegiatan TechXchange ini dilaksanakan yang ke 6 (enam) kalinya. Ini merupakan tanggung jawab Finmas sebagai anggota Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) agar, dapat sinergi dan saling share informasi, bukan hanya antar member AFPI saja, namun juga bersama stagholder di luar,” ujar Rainer Emanuel ketika dijumpai usai diskusi TechXchange.

Dalam kegiatan ini lanjut Rainer, Finmas bukan hanya sekedar mengundang para Regulator dalam even sebelumnya, namun juga kali ini Finmas mengundang para komunitas yang kita sesuaikan dengan topik diskusinya,” tambahnya.

Diskusi yang sudah digelar ke- enam kali ini Finmas mengambil topik yang berbeda-beda. “Kalau topik sebelumnya mulai dari soal Human Capital Chalenger, soal regulasi, teknologi, namun kali ini adalah soal fintech dengan tujuan ( Fintech Lending With Purpose).

Mudah mudahan dengan adanya kegiatan ini pertama bisa membuat dunia fintech lending dapat lebih maju lagi. Sedangkan yang kedua supaya reputasi Fintech di industri ini positif dan membawa hal-hal yang progresif untuk perekonomian di Indonesia.

Kegiatan ini merupakan investasi jangka panjang Finmas yang bukan saja sebagai pemain di platfoarm tapi dengan acara TechXchange ini Finmas ingin menjadi semacam platfoam untuk top leadershif.

“Kita sebagai fasilitator untuk kepentingan bersama. Kedepan di tahun 2020 fintech juga akan menghadirkan topik yang lebih menarik, dan mengundang seluruh stageholder Fintech Landing, yang isu-isunya selalu kita gali yang baru, supaya stageholders yang kita undang juga lebih.

Untyk itu agar persiapan lebih matang dan outputnya lebih sukses maka kegiatan itu akan kita lakukan setiap 2 bulan sekali,” pungkasnya.(red)

Continue Reading

Ekonomi Global

Kabar Baik dari Barat, Trump Tunda Tarif China 15 Desember!

Published

on

Jakarta –  Presiden Amerika Serikat dikabarkan sudah menekan persetujuan yang menunda pemberlakuan tarif 15 Desember barang impor China.

“Kesepakatan tersebut dipresentasikan penasehat keuangan pada Kamis (12/12/2019),” tulis BloombergNews dalam laporannya mengutip seorang sumber anonim.

Selain menunda tarif, perjanjian itu juga berisi pembelian barang pertanian AS oleh China.

“Term-nya sudah disetujui tetapi teks secara legal belum difinalisasi,” tulis media ini lagi.

Hal yang sama juga dikabarkan Reuters.

“Perjanjian tertulis sedang proses formulasi, tetapi mereka (AS-China) sudah mencapai kesepakatan secara prinsip,” kata sumber media itu.

Setidaknya ada dua poin penting yang disetujui, yakni penangguhan tarif 15 Desember dan memotong tarif yang sudah berlaku pada barang China hingga 50%.

“Ini merupakan upaya untuk mengamankan kesepakatan perdagangan Fase I,” tulis Reuters mengutip dua orang sumber yang akrab dengan pembahasan negosiasi.

Namun sayangnya belum ada konfirmasi lebih lanjut dari Gedung Putih soal ini.

Perang dagang antara AS dan China sudah terjadi selama 17 bulan. Serangan tarif dilancarkan baik Washington maupun Beijing.

Di 15 Desember, AS akan menerapkan tarif pada US$ 160 miliar impor barang China, mulai dari barang elektronik seperti laptop, hp bahkan video game.

Sebelumnya di Oktober, keduanya sepakat melakukan perdamaian parsial dengan membuat kesepakatan Fase I.

Namun sayangnya hingga kini belum ada pertemuan resmi antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Sementara itu, Wall Street menghijau seiring dengan semakin optimisnya ending perang dagang kedua negara.

Ini muncul setelah Trump menuliskan bahwa AS dan China sudah sangat dekat dengan kata sepakat di Twitter pribadinya @realDonaldTrump.

“SANGAT dekat dengan KESEPAKATAN BESAR dengan China. Mereka menginginkannya, dan kita pun begitu!,” tulisnya.

Indeks Dow Jones naik 0,7% ke level 28.116,48. Sementara S& 500 dan Nasdaq, naik masing-masing 0,6% ke level 3.160,35 dan 8.701,82.

Continue Reading

Business

Sapuhi: Masih Banyak PPIU Yang Melanggar Perundang-Undangan

Published

on

Finroll.com — Arfi Hatim, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama (Kemenag)  membenarkan bahwa pihaknya kembali mencabut izin terhadap 3 PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) karean diaanggap telah terbukti melakukan pelanggaran perundang-undangan.

“Ketiga PPIU yang telah dicabut izinnya adalah PT. Zeinta Intan Kalimantan, PT. Yasmira Wisata Utama, dan PT. As Syirbani Mandiri Wisata. Ketiganya juga sudah dikeluarkan dari daftar PPIU Berizin di aplikasi umrah cerdas,” ungkap Arfi di Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

“Ada yang karena melakukan pelanggaran berupa peminjaman legalitas kepada Non PPIU. Ada yang tidak menyediakan tiket kepulangan, dan tidak memulangkan jemaah umrah sesuai dengan masa berlaku visa di Arab Saudi,”ujarnya.

Kepala Subdit Perizinan, Akreditasi dan Bina PPIU Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus M. Ali Zakiyudin menambahkan, selain cabut izin, Kemenag juga telah menjatuhkan sanksi peringatan tertulis kepada empat PPIU lainnya.

Sanksi ini diberikan disebabkan keempat PPIU tersebut terbukti melakukan pelanggaran berupa penundaan jadwal keberangkatan, penerbangan dengan dua kali transit atau lebih,  tidak membuatkan identitas/kartu tanda pengenal jemaah umrah sesuai ketentuan, serta operasional kantor perwakilan yang tidak sesuai ketentuan.

“Jika kesalahan yang berakibat peringatan tertulis ini terulang, maka sanksi akan ditingkatkan menjadi pembekuan. Yaitu, tidak boleh beroperasi, paling lama dua tahun,” ungkap Zaki.

Sebelumnya, Kasubdit Pengawasan Umrah Noer Aliya Fitra (Nafit), sejak awal 2019, Kemenag total telah menjatuhkan sanksi kepada 12 PPIU. Sebanyak lima PPIU dicabut izinnya. Sebelumnya, dua PPIU yang dicabut izinnya adalah PT. Joe Pentha Wisata dan PT. Bumi Minang Pertiwi. Sementara tujuh PPIU menerima sanksi peringatan tertulis.

“Penjatuhan sanksi ini menjadi pembelajaran bagi PPIU lainnya agar selalu mengikuti regulasi penyelenggaraan ibadah umrah,” tuturnya.

Menanggapi pencabutan izin sejumlah PPIU, Syam Resfiadi (Ketua Umum SAPUHI) angkat bicara. Menurut Syam, temuan pelanggaran oleh ketiga PPIU tersebut hanya segelintir bagian dari PPIU lain yang dalam prekteknya memang menyalahi aturan.

“Kalo saya melihat, seharusnya ada lebih banyak lagi PPIU lain yang dicabut izin operasinya karena pada prakteknya banyak yang menyalahi aturan yang berlaku,” ungkap Syam.lewat sambungan ponsel, (Selasa 11/12).

Disinggung terkait indikasi pencabutan izin ketiga PPIU yang dimaksudkan, CEO PT Patuna Mekar Jaya ini menambahkan, ada beberapa hal tentunya, salah satunya persaingan bisnis di industri umrah yang  belakangan kian bersaing dengan kehadiran.

“Umrah ini kan beda dari bisnis-bisnis lain karena sifatnya ibadah dengan membantu orang lain untuk menjalankan ibadah, jadi tidak sekedar mengejar keuntungan duniawi tapi juga akherat,” sambung Syam.(sumber Zonaekbis.com)

 

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Asco Global

Trending