Connect with us

Nasional

6 Fakta Menarik Jembatan Holtekamp di Papua yang Diresmikan Jokowi

Published

on


Jembatan yang telah dibangun sejak 2015 itu akhirnya rampung dan akan segera diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jembatan tersebut akan menjadi ikon baru Kota Jayapura.

Meskipun begitu, jembatan tersebut sempat tertunda karena persoalan status kepemilikan lahan yang masih belum selesai. Jembatan yang menghubungkan Hamadi menuju Holtekamp sepanjang kurang lebih 1.800 meter dan lebar 17 meter ini akan segera beroperasi.

Berikut beberapa fakta-fakta uamh telah dirangkum redaksi perihal Jembatan Holtekamp Papua, Senin (28/10/2019):

1. Hampir Ganti Nama Jadi Jembatan Youtefa

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, Jembatan Holtekamp berada di atas Teluk Youtefa dan menjadi akses jalan dari Kota Jayapura menuju Distrik Muara Tami dan PLBN Skouw.

2.Jadi Ikon Jayapura

Jembatan Holtekamp karya anak bangsa menjadi ikon baru Kota Jayapura. Pasalnya, jembatan ini menyajikan desain yang mencolok dengan warna merah. Selain mencolok, jembatan ini juga memiliki desain yang kuat dengan berdiri kokoh dan menawan di atas Teluk Youtefa. Tak heran, jembatan ini dirancang bisa berdiri kokoh hingga 100 tahun ke depan.

3. Desain Jembatan Holtekamp

Jembatan Holtekamp membentang di atas Teluk Youtefa. Jembatan tersebut memiliki desain dua buah pelengkung baja berwarna merah dan terlihat megah. Selain itu, jembatan ini terdiri dari bentang utama sepanjang 433 meter. Ada pula jembatan pendekat di bagian sisi yang panjangnya 600 meter.

“Jadi karena ini memang di daerah Teluk Yuteva. Jadi sangat relevan sekali usulan nama itu. Saya akan sampaikan kepada bapak Presiden (Jokowi) kalau ini namanya diusulkan sebagai Jembatan Youtefa,” ujarnya saat meninjau Jembatan Holtekamp, Jayapura.

Basuki mengatakan, Jembatan Holtekamp bentang utama panjang 433 meter saat ini progresnya selesai (biaya pembangunan Rp946 miliar). Hanya masih ada jalan akses sepanjang 7 kilometer yang masih dalam proses pengaspalan.

4. Jembatan Terpanjang di Papua

Jembatan Holtekamp berada dipinggir pantai Holtekamp dan terletak di atas Teluk Youtefa. Jembatan ini menghubungkan Hamadi menuju Holtekamp sepanjang kurang lebih 1.800 meter dan lebar 17 meter.

Diketahui, jembatan ini pun akan memangkas waktu tempuh dari Jayapura menuju perbatasan Skouw, dari semula 2,5 jam menjadi 60 menit.

Jembatan Holtekamp karya anak bangsa menjadi ikon baru Kota Jayapura. Pasalnya, jembatan ini menyajikan desain yang mencolok dengan warna merah.

5. Manfaat Jembatan Holtekamp

Jembatan Holtekamp memiliki beberapa manfaat di antaranya sebagai solusi permasalahan kepadatan penduduk di Kota Jayapura. Kemudian, mempersingkat waktu tempuh dari Kota Jayapura menuju Distrik Muara Tami dan PLBN Skouw.

Jembatan ini juga sebagai sarana pendukung Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 yang diselenggarakan di Papua. Dan yang pasti Jembatan yang diusulkan namanya menjadi Youtefa menjadi landmark atau ikon baru Papua.

6. Biaya Pembangunan Jembatan

Pembiayaan jembatan ini merupakan kolaborasi antara pemerintah pusat melalui Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, sementara Pemerintah Provinsi Papua mendanai pembangunan jalan pendekat dari arah Holtekamp, dan Pemerintah Kota Jayapura.

Total keseluruhan biaya pembangunan mencapai Rp1,8 triliun, dengan rincian bentang utama panjangnya 433 meter status selesai (biaya pembangunan Rp946 miliar).

Jalan akses jembatan Holtekamp 9.590 progres 74,49% (Rp237 miliar). Jalan pendekat sisi. Holtekam 600 meter status selesai (Rp246 miliar).

Jembatan pendekat sisi Holtekamp 270 meter status selesai (Rp269 miliar). Jembatan pendekat sisi Holtekamp 30 meter progres 85,9% (Rp155 miliar). Jalan pendekat sisi Hamadi 320 meter progres selesai (Rp35 miliar).

Nasional

Update Corona : 1.046 Kasus, 87 Meninggal, 46 Sembuh

Published

on

Jumlah pasien positif terinfeksi Virus Corona (Covid-19) di Indonesia bertambah signifikan. Pada Jumat (27/3), angkanya mencapai 1046 kasus. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 87 orang, dengan jumlah yang sembuh 46 orang.

“Ada penambahan kasus cukup signifikan ada 153 kasus baru yang kita dapatkan,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan persnya, di gedung BNPB, Jakarta, Jumat (27/3).

“Sehingga total kasus menjadi 1046,” ia menambahkan.

Yuri melanjutkan kasus kematian akibat Covid-19 hingga saat ini mencapai 87 orang.

“Ada sembilan kematian baru sehingga totalnya menjadi 87 orang,” ungkap dia.

Selain itu, jumlah pasien Corona yang sembuh menjadi 46 orang.

“Ada 11 pasien dinyatakan sembuh sehingga total sembuh 46,” ucap Yuri.

Pada Kamis (26/3), jumlah pasien positif sebanyak 893 orang, dengan korban meninggal 78 orang, dan pasien yang sembuh 35 orang.

Yuri menyebut peningkatan kasus positif Corona ini terjadi akibat ketidakpatuhan masyarakat terhadap anjuran jaga jarak atau social distancing, baik di luar maupun di dalam rumah, hingga tidak disiplin mencuci tangan.

Continue Reading

Nasional

Peneliti Inggris: Ribuan Kasus Corona RI Tak Terdeteksi

Berdasarkan data, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia dengan persentase mencapai 11,4 persen atau 78 kematian dari 893 kasus per Kamis (26/3). Namun, angka pengetesan Covid-19 di Indonesia termasuk yang terendah di dunia.

Published

on

Peneliti Inggris menyatakan jumlah kasus Covid-19 yang tidak terdeteksi di Indonesia sebenarnya bisa mencapai puluhan ribu hingga ratusan ribu kasus. Namun, kasus-kasus infeksi virus corona SARS-COV-2 ini tidak terdeteksi karena rendahnya tingkat pengetesan oleh pemerintah.

FINROLL.COM — Hal ini diungkap peneliti Pusat Pemodelan Matematika Penyakit Menular (CMMID) London, Inggris. Mereka yang mengembangkan pemodelan matematika untuk memprediksi secara kasar kemungkinan jumlah kasus penyebaran Covid-19 di suatu negara berdasarkan jumlah kematian.

Menurut pemodelan tersebut, satu kematian yang dikonfirmasi di suatu negara seperti Indonesia, sebenarnya bisa digunakan untuk menghitung beban kasus yang sebenarnya.

Pemodelan ini mempermasalahkan soal tingginya persentase tingkat kematian Covid-19 di Indonesia. Mereka memperkirakan tingginya angka kematian ini disebabkan pemerintah kurang agresif melakukan pengetesan para terduga Covid-19.

Berdasarkan data, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia dengan persentase mencapai 11,4 persen atau 78 kematian dari 893 kasus per Kamis (26/3). Namun, angka pengetesan Covid-19 di Indonesia termasuk yang terendah di dunia.

Pekan lalu, Indonesia baru melaksanakan 1.727 tes. Jika dibandingkan dengan total penduduk, baru satu orang di tes dari 156 ribu orang. Dengan demikian, diperkirakan masih banyak penderita Covid-19 yang belum teridentifikasi. Pembelian 150 ribu alat tes dari China diharapkan bisa mempercepat identifikasi mereka yang terduga terinfeksi virus corona.

Prediksi pemodelan CMMID tergantung pada dua variabel kunci, yakni tingkat kematian dan tingkat penularan, serta mengukur berapa banyak orang yang kemungkinan akan terinfeksi oleh satu orang

Mereka lalu membandingkan tingkat kematian di Indonesia ini dengan data kematian Covid-19 WHO sebesar 3 persen (3 kematian per 100 kasus). Meski demikian, para ahli virologi dan epidemologi percaya tingkat kematian virus ini di bawah 1 persen.

Tingkat penularan Covid-19 juga diperkirakan ada di angka 2 dan 3, yang artinya tiap pasien positif, menularkan kepada dua atau tiga orang lain.

Kombinasi dua data ini, digabungkan dengan angka kematian di Indonesia, maka para ahli memperkirakan sebenarnya tingkat infeksi Covid-19 di RI sudah lebih besar.

Perkiraan konservatif, menurut pemodelan CMMID dengan tingkat kematian Covid-19 sebesar 1 persen dan tingkat penularan kepada 2 orang memprediksi telah ada 70.848 kasus virus corona baru di Indonesia.

Sementara jika angka tingkat infeksi ditingkatkan ke angka 3, maka kemungkinan terdapat 251.424 kasus di Indonesia. Di mana satu kematian Covid-19 akan menunjukkan ada 5.238 kasus di masyarakat. Nilai sebenarnya kemungkinan berada di antara keduanya.

Angka ini didapat berdasarkan data kematian Covid-19 pada Senin (23/3). Saat itu, data kematian di Indonesia masih di angka 48 orang.

Associate CMMID profesor Stefan Flasche mengatakan bahwa jumlah kasus virus corona baru akan meningkat dua kali lipat setiap tujuh hari.

“Orang akan berharap bahwa kira-kira enam kematian yang dilaporkan per hari yang Anda lihat saat ini [di Indonesia] akan meningkat menjadi 12 kematian per hari minggu depan  dan 24 kematian per hari setelahnya. [Itu akan berhenti] kecuali ada upaya besar yang bertujuan untuk menghentikan penyebaran melalui misalnya, social distancing,” katanya, seperti dikutip ABC.

Ketika ditanya kemungkinan ada 1 juta kasus di Indonesia pada akhir April, menurutnya hal itu mungkin terjadi. Kemungkinan ini berkaca dari tingginya populasi di Indonesia dengan 270 juta penduduk.

“Mungkin membuat semi-masuk akal, sebagai skenario terburuk,” tuturnya.

Profesor Niall Ferguson dari Imperial College di London, Inggris, juga mendukung perhitungan ini. Menurutnya, satu kematian menunjukkan setidaknya seribu kasus di masyarakat dengan asumsi tingkat kematian 1 persen.

“Kami kira epidemi tanpa adanya pengukuran…mungkin akan naik dua kali lipat tiap lima hari…dan hanya satu dari 100 orang yang terinfeksi akan meninggal,” tuturnya.

“Jika penderita sudah menunjukkan gejala, butuh 20 hari atau lebih hingga mereka meninggal. Sehingga angka kematian hari ini menunjukkan epidemi yang terjadi 20 hari lalu.”

“Epidemi saat itu (20 hari lalu) pasti 10 kali lebih kecil. Jika dikalikan dengan angka 100 angka kematian, maka didapat faktor pengali 1.000 kasus.”

Sebelumnya, Menteri Kesehatan memprediksi kemungkinan 700 ribu kasus di Indonesia. Namun, tidak menjelaskan kapan Indonesia akan mencapai angka ini.

Melansir News, mantan perdana menteri Australia Kevin Rudd memperingatkan bahwa situasi yang ada di Indonesia dapat memiliki konsekuensi serius bagi Australia.

“Teman dan tetangga kita Indonesia, populasi 275 juta, sekarang berada di puncak bencana virus corona yang tinggi. Ini memiliki implikasi keamanan nasional yang besar bagi Jakarta dan Canberra. Ini akan membutuhkan solidaritas dan diplomasi yang sangat terampil di masa depan,” kata Rudd. (CNN)

Continue Reading

Nasional

Update : 893 Pasien Corona RI 78 Meninggal, 35 Sembuh

Published

on

Pemerintah mengumumkan ada penambahan pasien meninggal akibat virus Corona (COVID-19) sebanyak 20 orang. Hingga hari ini, jumlah kasus positif mencapai 893 kasus, dengan jumlah kasus meninggal menjadi 78 orang.

Sementara itu, pasien yang sembuh saat ini sebanyak 35 orang.

Berikut sebaran pasien corona yang sembuh dan meninggal di beberapa wilayah:Sebaran wilayah pasien corona RI yang sembuh:

– Banten (1)
– DI Yogyakarta (1)
– DKI Jakarta (25)
– Jawa Barat (5)
– Jawa Timur (3)

Sebaran wilayah pasien corona RI yang meninggal:

– Bali (2)
– Banten (4)
– DI Yogyakarta (2)
– DKI Jakarta (46)
– Jawa Barat (11)
– Jawa Tengah (6)
– Kepulauan Riau (1)
– Jawa Timur (3)
– Sumatera Selatan (1)
– Sulawesi Selatan (1)
– Sumatera Utara (1)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending