Connect with us

Traveling

7 Tampang Objek Wisata Boyolali yang Bikin Liburanmu Berkesan

Published

on


7 Tampang Objek Wisata Boyolali yang Bikin Liburanmu Berkesan

Finroll.com – Boyolali adalah suatu kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Tengah dengan luas 1.015,10 km2 dan memiliki populasi penduduk yang cukup padat.

Boyolali terkenal dengan sebutan kota susu, hal ini dikarenakan produk susu di Boyolali adalah yang terbesar di Jawa Tengah. Tidak hanya itu Boyolali juga terkenal dengan penghasil sayuran yang dikenal dengan kualitasnya yang bagus, khususnya di kawasan Cempago dan selo.

Selain susu dan sayuran, Boyolali juga memiliki destinasi wisata yang unik menarik untuk dikunjungi. Redaksi Finroll sudah merangkum 10 wisata Boyolali yang wajib dikunjungi bagi wisatawan domestik dan mancanegara.

1. Tracking Gunung Merbabu Jalur Selo

Gunung Merbabu terletak di jawa tengah dengan ketinggian 3.142M dpl pada puncak Kenteng Songo. Gunung Merbabu berasal dari kata “meru” yang berarti gunung dan “babu” yang berarti wanita. Gunung ini dikenal sebagai gunung tidur meskipun sebenarnya memiliki 5 buah kawah: kawah Condrodimuko, kawah Kombang, Kendang, Rebab, dan kawah Sambernyowo.

Terdapat 2 buah puncak yakni puncak Syarif (3119m) dan puncak Kenteng Songo (3142m). Puncak Gn.Merbabu dapat ditempuh dari Cunthel, Thekelan, (Kopeng / Salatiga) Wekas (Kaponan / Magelang) atau dari selo (Boyolali). Perjalanan akan sangat menarik bila Anda berangkat dari jalur Utara (Wekas, Cunthel, Thekelan) turun kembali lewat jalur selatan (Selo).

2. Candi Lawang

Boyolali juga menawarkan wisata sejarah salah satunya Candi Lawang. Candi ini merupakan peninggalan Hindu abad ke-9. Wisata Candi Lawang di Cepogo Boyolali Jawa Tengah memiliki udara yang masih alami dan sejuk sehingga pengunjung yang datang merasakan kedamaaian hati setelah melewati hari-hari yang sibuk. lokasi terletak di Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Timur, Indonesia.

3. Wisata Sapi Perah Cepogo

 

Di Cepogo, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah dekat kota Solo, terdapat agrowisata yang cukup menarik dan pantas dikunjungi, termasuk untuk tujuan edukasi. Namanya adalah Agrowisata Sapi Perah Cepogo.

source soloraya

Agrowisata ini mempunyai daya tarik yang tinggi. Lokasinya yang berada di ketinggian 800 meter di atas permukaan laut sangat cocok untuk jalan-jalan, Wisatawan bisa langsung melihat ke peternakan sapi perah, belajar bagaimana sapi perah ini dipelihara, memberi makan kepada sapi-sapi tersebut serta melihat langsung bagaimana cara memerah susu sapi dan juga bisa langsung meminum jika ingin mencoba.

4. Kampung Air Kragilan


Objek wisata ini menawarkan pesona alami sungai yang beradu dengan konsep kekinian. Lokasi Kampung Air ini tidak terlalu jauh dari pusat kota Boyolali yaitu hanya sekitar 5 km. Aliran air sungainya sangat jernih dan sejuk menjadi daya pikat tersendiri untuk mendatangi Wisata Alam Kampoeng Air ini. Air terjun alami yang berukuran kecil menambah keindahan dari Kampoeng Air.

Lokasi Terletak di Desa Watu Genuk, Kelurahan Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah.

5. Bukit Gancik

Boyolali juga tak mau ketinggalan dengan destinasi wisata yang lagi hits untuk stok instagram, salah satunya adalah kebun raya Indrokilo Boyolali dan Bukit Gancik Selo Boyolali yang memiliki view pemandangan alam menakjubkan, memiliki beberapa spot foto kece dan harga tiket masuk sangat terjangkau. Sehingga cocok bagi teman-teman memiliki kegemaran mendatangi objek wisata murah tapi berkualitas.

6. Museum R. Hamong Wardoyo

Kabupaten Boyolali memiliki museum yang direkomendasikan untuk dikunjungi oleh siapa saja. Pelajar, mahasiswa, keluarga harus menyempatkan diri mampir ke museum yang terletak di Jalan Raya Boyolali- Solo, Tegalwire, Mojosongo ini. Museum yang namanya diambil dari salah satu nama Bupati Boyolali terdahulu ini sudah menjadi ikon baru di Kota Susu. Bahkan museum itu didesain dengan inspirasi dari Museum Louvre di Paris, Prancis.

Meskipun tergolong baru, museum yang didirikan di lahan bekas Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Boyolali ini sudah mulai memiliki banyak peminat. Terbukti dari daftar isian buku tamu yang hampir tiap hari terisi oleh tanda tangan pengunjung dari berbagai wilayah. Menurut Penjaga Museum R Hamong Wardoyo, Sutrisno, hampir setiap hari baik hari libur maupun hari aktif museum mendapatkan kunjungan.

Koleksi museum pun sudah dapat dikatakan banyak meliputi sejumlah arca dan benda purbakala lain yang ditemukan di wilayah Kabupaten Boyolali. Ada juga koleksi kereta kencana, harimau sumatera, alat-alat pertanian tradisional, foto-foto bupati Boyolali terdahulu, pusaka peninggalan Paku Buwono X, serta koleksi lain yang berada di lantai satu museum.

7. Wisata Kedung Koro

Wisata Nusantara Kedung Goro Wonosegoro adalah satu diantara destinasi di boyolali yang saat ini cukup popular serta banyak diburu beberapa wisatawan

wisata ini menyuguhkan satu kolam renang alam yang diperlengkapi dengan panorama hijau pohon-pohon serta bebatuan yang membentang disepanjang sungai yang dapat membuat eksotisme alam yang begitu memanjakan mata. Dengan letaknya yang cukup terpencil bikin situasi di tempat ini cukup tenang serta dapat merelaxsasi fikiran, tidak sedikit wisatawan yang menyebutnya surga yang tersembunyi di boyolali.

Advertisement

Traveling

5 Kegiatan Wisata Seru di Garuda Wisnu Kencana Park

Published

on

By

Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang berada di kawasan GWK Cultural Park, Bukit Ungasan, Kabupaten Badung, Bali, menjadi salah satu objek wisata wajib yang dikunjungi wisatawan saat berwisata ke Bali.

Sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada September 2018, objek wisata yang memajang patung karya I Nyoman Nuarta terus menarik perhatian banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Untuk bisa masuk ke kawasan GWK Cultural Park, pengunjung dewasa dikenakan tiket seharga Rp125 ribu. Sedangkan anak-anak dan lansia dikenakan tarif tiket Rp100 ribu. Jam buka mulai pukul 08.00 – 20.00 WITA.

Berikut lima hal yang menarik yang bisa dilakukan saat berkunjung ke GWK Cultural Park:

1. Pertunjukan seni

Pengelola GWK Cultural Park telah menyediakan berbagai pertunjukan seni yang dapat disaksikan pengunjung di amfiteater yang lokasinya berada tak jauh dari pintu masuk.

Setidaknya ada tujuh jadwal pertunjukan seni yang bisa disaksikan pengunjung pada pukul 10.00 – 18.30 WITA.

Pertunjukan seni tersebut antara lain Balinese Dance, Barong Keris Dance, Garuda Wisnu Ballet, Nusantara Dance, Barong Keris Dance, Balinese Dance, dan Kecak Garuda Wisnu.

2. Naik segway

Bagi yang ingin merasakan pengalaman berbeda berkeliling GWK Cultural Park, maka bisa mencoba menyewa segway dan skutis yang disediakan di beberapa lokasi, seperti di Festival Park.

Penyewaan segway dibuka mulai dari pukul 10.00 – 18.00 WITA. Harga sewa segway dan skutis Anoa Rp60 ribu / 15 menit, sedangkan untuk skutis smart Rp80 ribu / 15 menit.

3. Tur keliling

Jika ingin menatap sudut Bali dari ketinggian, maka wajib mencoba paket tur keliling patung Garuda Wisnu Kencana.

Untuk dapat menikmati tur itu, pengunjung dikenakan biaya tambahan Rp150 ribu. Pengunjung bisa ikut tur keliling di lantai sembilan dan lantai 23 selama 45 menit.

Lantai sembilan berisi galeri tentang sejarah pendirian GWK Cultural Park, sedangkan lantai 23 merupakan lokasi yang sesuai untuk menyaksikan pemandangan di sekitar kawasan GWK Cultural Park,.

Namun selama ikut tur, pengunjung dilarang membawa telepon seluler dan kamera karena manajemen GWK sudah menyiapkan tim foto di lantai 23.

4. Berburu spot Instragram-able

Kawasan GWK Cultural Park memiliki berbagai lokasi-lokasi foto yang menarik untuk diunggah di media sosial.

Beberapa diantaranya seperti titik foto tebing batu yang terdapat di kawasan Lotus Pond dengan latar patung-patung tinggi yang sangat menarik.

Ada juga Indraloka Garden dan Plaza Kura-kura, Plaza Wisnu, hingga Plaza Garuda dengan pemandangan yang tidak kalah cantik.

Titik foto utama tentu saja berfoto dengan latar patung raksasa Garuda Wisnu Kencana yang memiliki ketinggian 120 meter.

5. Belanja cendera mata

Anda juga dapat berbelanja cendera mata untuk dibawa pulang. Lokasinya berada di Street Theater yang merupakan titik awal dan akhir kunjungan ke GWK Cultural Park.

Usai berbelanja, bisa juga makan dan minum di berbagai berbagai restoran yang berada di kawasan GWK Cultural Park.

Continue Reading

Kuliner

Restoran Ala Spanyol, Txoko Jakarta Jadi Magnet Bagi Para Pencinta Kuliner

Published

on

Finroll.com — Spanyol memiliki beragam jenis makanan daerah yang memanjakan lidah. Variasi menu hidangan yang mewah dan unik menjadi magnet bagi wisatawan untuk merapat, demi sekadar mencicipi kuliner khas Negeri Matador.

Namun, publik Tanah Air tak perlu jauh-jauh terbang ke Spanyol untuk wisata kuliner. Masyarakat bisa mengunjungi restoran ala Basque Country di selatan Ibu Kota, yakni Txoko Jakarta.

Txoko Jakarta menyajikan berbagai menu makanan Basque yang langsung dibuat dengan tangan koki ternama Spanyol, Oskar Urzelai. Dia meramu berbagai makanan jenis tapas dan pintxos dengan bahan-bahan lokal dan impor berkualitas tinggi.

Hidangannya pun dimasak menggunakan teknik tradisional dan modern. Sejumlah hidangan tapas dan pintxos seperti Beef Striploin Salad, hingga Grilled Octopus with Boletus Cream terlihat mewah berkat sentuhan Urzelai.

“Kami memahami sebagian besar kebutuhan tamu. Kami lantas menawarkan makanan Spanyol yang unik,” kata Executive Chef Txoko Jakarta, Oskar Urzelai, di Jakarta, Kamis (10/10).

Txoko Jakarta tidak hanya menyajikan makanan. Restoran yang dibuka pada Maret 2019 itu juga menghadirkan konsep ruangan artistik bergaya mediterania yang memanjakan mata.

Mural beragam warna yang dikelilingi kaca menghiasai dinding ruangan. Lampu-lampu neon dengan rona temaram memberikan nuansa sejuk dan menenangkan.

Dekorasi modern plus sentuhan klasik membuat Txoko Jakarta punya banyak spot foto yang instagramable. Para tamu pun semakin rileks menyantap hidangan karena ditemani alunan musik Negeri Matador.

Txoko Jakarta menyediakan ruangan pribadi untuk beragam acara di lantai kedua. Pengunjung pun bisa mengadakan pertemuan bisnis tertutup, pesta perpisahan, hingga acara ulang tahun sembari menikmati hidangan yang anti-mainstream.

Selain itu, Txoko Jakarta juga punya tempat penyimpanan anggur kelas dunia. Para tamu pun dapat menikmati 50 anggur pilihan dari berbagai negara, antara lain Australia, Prancis, Argentina, hingga Amerika Serikat.

“Kami memahami sebagian besar kebutuhan tamu kami. Mereka menginginkan privasi, tetapi pada saat yang sama juga menginginkan pelayanan personal dari pihak kami. Kami pun dapat memenuhi kebutuhan ini tanpa masalah sama sekali,” ujar Urzelai.

Untuk urusan harga, Txoko Jakarta menghadirkan set menu hidangan dengan banderol bervariasi. Manajemen restoran mematok harga per orang berkisar Rp220.000 saat hari kerja. Adapun pada akhir pekan sebesar Rp350.000.(red)

Continue Reading

Kuliner

Animo Masyarakat Tinggi, Chef Expo 2019 berjalan Sukses

Published

on

Finroll.com — Hari Jumat adalah dikenal sebagai hari kramat. Seluruh chef yang tergabung dalam Indonesian Chef Association (ICA) pun merasakan yang serupa. Karena Acara Chef Expo 2019 ini berakhir sama persis dengan acara tahun lalu yaitu di hari Jumat. Dan acaranya pun berakhir dengan sukses.

Presiden Indonesian Chef Association (ICA) Henry Alexie Bloem menilai penyelenggaran Chef Expo 2019 memiliki nilai promosi yang tinggi sehingga dinilai efektif untuk memperkenalkan para chef di Indonesia sekaligus mempromosikan kuliner nusantara.

Chef Henry Alexie Bloem saat puncak acara Chef Expo 2019 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Jumat (10/10) mengatakan, Chef Expo yang digelar selama tiga hari menjadi ajang rutin yang diadakan oleh ICA supaya masyarakat lebih mengenal para chef yang tergabung dalam ICA sekaligus sebagai ajang mengenalkan kembali berbagai masakan nusantara dan berbagai karya inovatif dari teman-teman yang berasal dari pelosok nusantara.

Chef Expo pun telah berakhir pada Jumat (10/10) ini. Di hari tersebut semua pengurus pusat Chef Expo Association (ICA) terlihat tersenyum lebar. Pasalnya mereka begitu puas dengan kegiatan terbesar yang mereka gelar.

Acara yang diadakan mulai dari tanggal 9 sampai 11 Oktober 2019 ini berbeda dengan acara yang pernah ada di Indonesia. Sebab, di Chef Expo yang diadakan oleh ICA ini selalu penuh dengan acara menarik dan unik.

Sejumlah acara cooking demo, baking demo dan beragam kompetisi digelar olah para chef Indonesia yang handal. Mulai dari chef Yongki Gunawan, Handry Sumanto, Vindy Lee, Axiang, Juna, Muto hingga Sisca Soewitomo turut memeriahkan acara yang sejak awal dipadati pengunjung.

Pada acara tahun Ini beragam kegiatan yang dilakukan, yakni demo masak dari para celebrity chef, pameran buku kuliner, workshop bisnis kuliner hingga perlombaan masak.

Chef expo yang sudah diselenggarakan pada tahun kedua ini lebih mengangkat kuliner tradisional Indonesia. Termasuk di dalamnya ada perlombaan masak yang memperebutkan total hadiah Rp 120 juta seperti di Black Box Competition dan lomba kelas pastry.

Perlombaan Black Box competition tahun ini menghadirkan 10 team pilihan dari Bali, Surabaya, Bandung dan Jakarta.

Juri-juri pilihan pada hari Jumat ini menentukan siapakah team terbaik yang mampu menghadirkan kreasi Indonesian Cuisine terbaik yang dikreasikan dari 35 bahan misteri di dalam Black Box Competition.

Menariknya, tahun ini dibuka kelas lomba baru yaitu Kelas Pastry yang terdiri dari kelas Kue Klasik Indonesia, Cake Decoration dan Kelas Modern Plate Up Dessert di hari pertama yang didukung penuh oleh brand ternama Blue Band.

Selain kelas Pastry, tahun ini juga dibuka kelas baru yaitu Kelas Live Cooking berbahan dasar Healthy dan Sustainable.

Total pengunjung yang hadir dalam Chef Expo 2019 berjumlah delapan ribu orang. Bahkan dari hari terakhir ini terlihat lebih ramai, mungkin karena pada hari terakhir tersebut adalah puncak rangkaian acara, termasuk pengumuman pemenang seluruh kompetisi dan pengumuman berbagai penghargaan.

Termasuk di dalamnya masih dibukanya klinik wirausaha kuliner bagi masyarakat.

Expo ini juga dipersembahkan bagi pecinta kuliner Indonesia dan yang ingin terjun langsung menjadi pelaku Horeca sangat baik.

“Ini tentunya bisa memfasilitasi masyarakat untuk bisa mendapatkan beragam informasi serta inovasi terbaru dan tentunya berkesempatan untuk bisa menjalin kerjasama dengan ICA yang diharapkan bisa lebih bersinergi dengan berbagai pihak,” ungkap Slamet Jarwanto.

Kejutan yang lain pada tahun ini juga adalah tampilnya Chef Marinka sebagai juri tamu di hari kedua serta hadirnya pakar Bakery Hadi Tuwendi dan Ibu Nilasari. Juga hadir pula founder Dapur Solo Group Ibu Swan Kumarga dalam talk show Culinary Enterpreuneur di hari ketiga.

Chef Expo 2019 juga memberikan beberapa penghargaan kepada beberapa chef yang turut mengangkat nama baik chef Indonesia dikancah nasional hingga internasional. Ada tiga orang chef yang mendapatkan penghargaan, diantaranya chef Sabil Al Rasyid ( (lifetime Achievment 2019), chef Chandra Yudasswara ( Best Chef and Restaurant 2019) dan Chef Ragil Imam Wibowo (Indonesian Chef of The Year 2019).

Berikut daftar pemenang Kompetisi Memasak di Chef Expo 2019 :
Pemenang Black Box Competition
Tim Teatro Gastronic Bali

Pemenang Kategori Live Cooking Indonesian main Course- Based Poultry
Juara Satu: Andi Pratama
Juara Dua: Bayu Prasetyo
Juara Tiga: Bagus Ardian

Pemenang Kategori Live Cooking Indonesian main Course- Based Poultry (sous chef)
Juara Satu: Eddy Santoso
Juara Dua: Tyo
Juara Tiga: Hendik Kristiono

Pemenang Kategori Live Cooking Indonesian main Course- Based Poultry (Junior)
Juara Satu: Sayid Fath Dzaki (Poltekpar Palembang)
Juara Dua: Septo Adi Prabowo (Universitas Negeri Jakarta)
Juara Tiga: M Apriansyah (Poltekpar Palembang)

Pemenang Kategori Cake Decoration Butter Cream/Sugar past
Juara Satu: Dhira
Juara Dua: Patricia
Juara Tiga: Djodi Irwanto

Pemenang Kategori Main Course berbahan dasar Healthy & Sustainable
Juara Satu : Chandra Perdana
Juara Dua: Heri Pangestu
Juara Tiga: Edy Santoso

Pemenang Kategori Live Baking Indonesian Cake Classic
Juara Satu: Leonardo
Juara Dua : Kevin
Juara Tiga: Nicholas

Pemenang Kategori Live Cooking Indonesian main Course- Based Seafood
Juara Satu: Agus Suprianto
Juara Dua : Nizar
Juara Tiga: Asep Hamdani

Pemenang Kategori Live Cooking Indonesian main Course- Based Seafood (Junior)
Juara Satu: Armando Pangestu (SMK Patria)
Juara Dua : Bimo Aryo Tejo (Poltekpar Palembang)
Juara Tiga: Budi Rahman (Universitas Negeri Jakarta)

Pemenang Kategori Live Cooking Indonesian main Course- Based Seafood (sous chef)
Juara Satu: Hendro Purwanto
Juara Dua : Sutopo
Juara Tiga: Dicky Fahiefi

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending