Connect with us
[adrotate group="1"]

International

Absurd, China Akan Ciptakan Hujan Buatan Terbesar

Published

on


Absurd, China Akan Ciptakan Hujan Buatan Terbesar

Finroll.com – China lagi-lagi akan membuat sesuatu hal yang tak bisa diterima oleh akal sehat. Belum lama dikabarkan akan ciptakan matahari buatan dan bulan, maka kali ini negeri tirai bambu tersebut ingin membuat Hujan.

Seperti dilansir laman VIVA yang juga mengutip ABC, Senin, 26/11, Melalui proyek Tianhe Project senilai US$19 juta, China ingin menciptakan eksperimen hujan buatan terbesar di dunia. Proyek ini bukan sekadar menghadirkan hujan buatan tapi ingin membawa hujan buatan untuk menolong daerah yang kering.

Ilmuwan China ingin menciptakan hujan buatan terbesar di dunia dengan mengalihkan uap air di atas lembah Sungai Yangtze dan memindahkannya menuju area kering di negara tersebut.

proyek ini sejatinya sudah diinisiasi pada 2015. Kala itu ilmuwan dari Universitas Tsinghua dan Universitas Qinghai, China, mengajukan proyek hujan dan cuaca buatan dengan membangun koridor udara buatan. Koridor ini berfungsi membawa uap air.

Namun belakangan, ilmuwan realistis dan mengubah metodenya. Hujan dan cuaca buatan direkayasa dengan menggunakan satelit dan roket. Jadi satelit dan roket difungsikan untuk memantau keberadaan dan gerakan uap air dan kemudian mengarahkannya kembali untuk menciptakan hujan.

Teknisnya, nanti enam satelit milik Shanghai Academy of Spaceflight Technology akan dioperasikan pada 2022 untuk mengamankan uap air di atas sungai terbesar di Asia tersebut. Selanjutnya satelit itu akan memantau distribusi uap air di udara.

Jika proyek ini sukses, maka bisa mengubah 5 miliar meter kubik air tiap tahun dan dikirimkan ke area kering di China.

Advertisement Valbury

International

AS Siapkan 60 Jet Tempur Serang Jarak Jauh China

Published

on

Foto: Sebuah F / A-18E Super Hornet mendarat di dek penerbangan USS Ronald Reagan (CVN 76), USS Nimitz (CVN 68) di Laut Cina Selatan, Senin (5/7/2020). (Mass Communication Specialist 2nd Class Samantha Jetzer/U.S. Navy via AP)

FINROLL.COM – Sebuah lembaga think tank berbasis di Beijing, mendeteksi aktivitas udara yang tak biasa dari pesawat tempur Amerika Serikat (AS) di Laut China Selatan.

Bahkan, sebagaimana dimuat South China Morning Post (SCMP), ada 60 pesawat tempur AS melakukan penerbangan pengintaian jarak dekat ke China pada September 2020 lalu.

Sebanyak 41 pesawat terbang di atas Laut China Selatan yang disengketakan China dengan sejumlah negara ASEAN. Sedangkan enam pesawat terbang di atas Laut China Timur dan 13 di Laut Kuning.

“Laut China Selatan masih menjadi fokus utama AS, tetapi yang tak kalah penting adalah aktivitas di kawasan Laut Kuning mengalami peningkatan yang nyata jika dibandingkan dengan aktivitas dua bulan lalu,” kata laporan South China Sea Strategic Situation Probing Initiative (SCSPI), dikutip Rabu (14/10/2020).

Lembaga ini mengindikasikan bahwa AS tengah mempersiapkan serangan jarak jauh di masa depan terhadap ‘sasaran’ di LCS. Apalagi, AS mengirimkan kapal tanker bahan bakar pangkalan AS di Guam dan bukan dari pangkalan udara Kadena di Jepang.

Padahal operasi semacam itu sangat tidak ekonomis dan efisien. Lembaga itu juga mengklaim pesawat tempur AS terkadang menyamar sebagai pesawat sipil dan tidak menyalakan transponder.

[Pesawat itu] membuat dirinya menyerupai pesawat Filipina, sebelum kembali ke nomor aslinya setelah menyelesaikan misinya,” kata SCSPI seraya berujar pesawat AS mengubah kode identifikasi saat terbang.

Sebelumnya China memang bersitegang dengan sejumlah negara di Laut China Selatan, termasuk Malaysia, Filipina, Brunei, Vietnam dan Taiwan. Ini membuat AS masuk ke konflik dengan klaim menjunjung kebebasan navigasi dan melindungi mitra.

Namun sayangnya belum ada komentar lebih lanjut dari Angkatan Laut AS soal ini. AS-China bersitegang di banyak hal termasuk perdagangan dan teknologi serta corona dan Hong Kong. (cnbc indonesia)

Continue Reading

International

FinCEN Files! Skandal Uang Kotor Dunia Rp 28 Ribu T

Published

on

FinCEN Files yang berisi sekumpulan dokumen penting nan rahasia di dunia perbankan dan keuangan bocor ke publik. Dokumen itu berisi 2.500 lembar halaman, sebagian besar adalah file yang dikirim bank-bank ke otoritas Amerika Serikat (AS) antara tahun 2000 sampai 2017.

FINROLL.COM – Di dalamnya terdapat skandal”penggelapan dana hingga pengemplangan pajak dari lembaga keuangan besar dunia. Terdapat penjelasan soal bagaimana beberapa bank terbesar di dunia mengizinkan kriminal mentransaksikan “uang kotor” ke seluruh dunia dan nilainya mencapai sekitar US$ 2 triliun atau sekitar RP 28.000 triliun.

“File yang bocor adalah wawasan tentang apa yang bank ketahui tentang arus besar uang kotor di seluruh dunia,” kata Fergus Shiel dari Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ) dikutip dari BBC International, Senin (21/9/2020).

Shiel menambahkan bahwa transaksi US$ 2 triliun yang dijelaskan dalam beberapa file hanyalah sebagian kecil dari laporan aktivitas mencurigakan (suspicious activity reports/SAR) yang diajukan selama periode tersebut.

Selain transaksi itu, ada juga data yang membahas soal bagaimana oligarki Rusia telah menggunakan bank untuk menghindari sanksi yang seharusnya menghentikan mereka memasukkan uang mereka ke Barat.

“Dokumen-dokumen ini adalah beberapa rahasia sistem perbankan internasional yang paling dijaga ketat … Bank menggunakannya untuk melaporkan perilaku yang mencurigakan, tetapi itu bukan bukti perbuatan salah atau kejahatan,” tulis BBC.

Secara rinci, dokumen-dokumen tersebut di dapat melalui foto oleh Buzzfeed News. Ini kemudian dibagikan dengan grup yang berisi jurnalis investigasi dari seluruh dunia. Para jurnalis itu mendistribusikannya ke 108 organisasi berita di 88 negara.

FinCEN sendiri merupakan akronim dari Jaringan Investigasi Kejahatan Keuangan AS. Mereka berisi orang-orang di Departemen Keuangan AS yang bertugas untuk memerangi kejahatan keuangan. Biasanya, setiap ada masalah transaksi ditemukan, yang dilakukan dalam dolar AS, akan dikirim ke FinCEN, mencakup transaksi dengan dolar yang terjadi di luar AS.

Menurut laporan, salah satu yang terlibat skandal adalah HSBC. Bank tersebut telah mengizinkan penipu untuk memindahkan jutaan dolar uang curian di seluruh dunia, bahkan setelah mengetahui dari penyelidik AS bahwa skema tersebut adalah penipuan.

JP Morgan mengizinkan sebuah perusahaan untuk memindahkan lebih dari US$ 1 miliar melalui rekening London tanpa mengetahui siapa yang memilikinya. Bank kemudian menemukan bahwa perusahaan itu mungkin dimiliki oleh mafia dalam daftar 10 Orang Paling Dicari FBI.

Ada juga laporan soal salah satu rekan terdekat Presiden Rusia Vladimir Putin yang menggunakan Barclays Bank di London untuk menghindari sanksi yang ditujukan untuk menghentikannya menggunakan layanan keuangan di Barat. Sebagian uang tunai digunakan untuk membeli karya seni.

Selain itu, Bank sentral Uni Emirat Arab juga dilaporkan gagal menindaklanjuti peringatan tentang perusahaan lokal yang membantu Iran menghindari sanksi. Bank-bank AS juga dikatakan terlibat pencucian uang Korea Utara (Korut).

Dalam laporan itu, Deutsche Bank juga disebut memindahkan uang kotor pencucian uang untuk kejahatan terorganisir, teroris dan pengedar narkoba. Sementara Standard Chartered memindahkan uang tunai untuk Arab Bank selama lebih dari satu dekade setelah rekening klien di bank Yordania digunakan untuk mendanai terorisme.

Continue Reading

International

Langit Laut China Selatan ‘Dipenuhi’ Jet Tempur AS

Published

on

FINROLL.COM — Kapal induk Amerika Serikat (AS) USS Ronald Reagan mengerahkan pesawat udara untuk melindungi wilayah maritim sekutu negeri itu di perairan Laut China Selatan. Ini merupakan serangkaian operasi pertahanan udara maritim yang dilakukan sejak Agustus lalu.

“Satu-satunya kapal induk US Navy, USS Ronald Reagan, dikerahkan untuk melakukan operasi penerbangan saat beroperasi di Laut Filipina dan menyediakan pasukan siap tempur yang melindungi dan membela AS, dan kepentingan maritim sekutu serta mitra di wilayah tersebut,” cuit akun @USNavy pada Senin (7/9/2020), menambahkan tagar #FreeAndOpenIndoPacific.

Sejumlah gambar juga ditunjukan Twitter resmi angkatan laut AS itu. Beberapa pesawat terlihat bersiap terbang di langit Laut China Selatan.

Sebelumnya, masuknya Reagan ke Laut China Selatan terjadi pada saat ketegangan antara Washington dan Beijing meningkat. Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan menolak hampir semua klaim maritim China di laut.

Penolakan tersebut bertujuan untuk melindungi sekutu dan mitra, serta melakukan pendekatan kooperatif untuk stabilitas regional dan kebebasan laut di sana.

China sendiri mengklaim secara sepihak hampir seluruh wilayah Laut China Selatan. Dengan konsep sembilan garis putus-putus (nine-dash line), China memang dilaporkan mengklaim 80% wilayah perairan ini.

Akibatnya, China bersitegang dengan sejumlah negara seperti Vietnam, Malaysia, Filipina dan Brunei. Wilayah ini sendiri merupakan jalur perdagangan dengan nilai mencapai US$ 3 triliun per tahun.

Ini yang menjadi alasan AS masuk ke kawasan sengketa tersebut. AS mengajak sejumlah sekutu seperti Australia dengan klaim menjaga kebebasan navigasi Indo Pasifik.

USS Ronald Reagan sendiri berbasis di Jepang. Kapal ini berada di Laut China Selatan pada pertengahan Juli, ketika melakukan operasi dengan kapal induk AS lain USS Nimitz.

Sementara itu, di saat bersamaan China kembali mengintensifkan latihan militer di Pulau Bohai. Bahkan China mengeluarkan senjata baru yakni pesawat tempur KJ-500.

Menurut laporan media pemerintah, Global Times, KJ-500 yang pertama kali terlihat di latar belakang sebuah foto yang baru-baru ini diterbitkan oleh China Military Online, dilengkapi dengan probe yang memungkinkan pesawat menerima pengisian bahan bakar di udara. Selain itu, pesawat juga diklaim mampu terbang lebih lama dan lebih kuat.

Sumber Berita : CNBC INDONESIA

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending