Connect with us

Science & Technology

Ahli Ungkap Pengaruh Suhu Panas Terhadap Covid-19 di RI

Published

on


Finroll – Jakarta, Peneliti mikrobiologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sugiyono Saputra menyatakan temperatur atau suhu dan kelembaban udara dapat mempengaruhi penyebaran virus corona SARS-CoV-2.

Menurutnya, analisis sebuah studi mengatakan ketahanan virus Covid-19 semakin berkurang dalam temperatur atau suhu panas dan kelembaban tinggi.

“Memang ada beberapa studi yang menyatakan bahwa temperatur dan kelembaban udara dapat mempengaruhi penyebaran Covid-19. Pernyataan tersebut merupakan hasil analisis dari jumlah penderita Covid-19 di berbagai negara yang dikaitkan dengan kondisi lingkungan setempat,” ujar Sugiyono kepada CNNIndonesia.com, Senin (6/4).

Sugiyono menuturkan secara umum kasus Covid-19 saat ini terkonsentrasi di belahan bumi utara yang sedang mengalami musim dingin dengan temperatur di bawah 18 derajat celcius dan kelembaban kurang dari dari 9 g/m3.

Sehingga, dia berkata muncul dugaan bahwa virus corona baru tidak akan bertahan lama di daerah tropis yang memiliki suhu panas dan kelembapan tinggi.

Sugiyono juga mengatakan dalam studi menyebutkan ketahanan virus yang menurun akibat temperatur dan kelembaban yang tinggi secara otomatis membuat penyebaran diprediksi akan semakin melambat. Dia berkata situasi itu membuat Covid-19 seperti virus flu musiman yang umumnya berakhir ketika musim panas tiba.

Lebih lanjut, Sugiyono mengatakan virus yang sudah masuk ke dalam tubuh tidak akan terpengaruh dengan temperatur dan kelembaban lingkungan. Dia mengatakan temperatur dan kelembaban tinggi hanya menurunkan ketahanan virus di luar tubuh.

“Ketika virus sudah di dalam tubuh dan ditularkan secara cepat lewat kontak langsung, faktor tersebut bisa saja tidak berpengaruh,” ujarnya.

Lihat juga: Ahli Kuak Soal Penularan Corona dari Jenazah Positif Covid-19
Di sisi lain, Sugiyono menyampaikan ruangan tertutup dan sirkulasi udara yang tidak baik dapat memperparah penyebaran virus Covid-19.

Faktor demografi pasien, kapasitas penanganan pasien, penanggulangan, dan karakteristik virus itu sendiri, yang mungkin sudah bisa beradaptasi dengan suhu yang lebih panas mempengaruhi ketahanan virus corona baru tersebut.

“Dari bukti sejauh ini, virus Covid-19 dapat ditularkan di semua area, termasuk daerah dengan cuaca panas dan lembab. Yang pasti, setelah ditetapkan pandemi oleh WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), Covid-19 bisa menyerang siapapun dan di mana pun, tidak memandang ras maupun letak geografisnya,” ujar Sugiyono.

Penanggulangan Ketat Sugiyono menuturkan semua pihak harus tetap intensif melakukan pencegahan penularan Covid-19. Dia tidak ingin meningkatnya temperatur di Indonesia membuat upaya penanggulangan pandemi tidak lagi dilakukan dengan baik.

“Bukan berarti pula kita akhirnya beranggapan bahwa di daerah tropis, seperti di Indonesia di mana suhu dan kelembapannya tinggi, SARS-CoV-2 tidak akan menyebar separah di China dan beberapa negara Eropa,” ujar Sugiyono.

Dia menambahkan mitigasi Covid-19 harus dilakukan semaksimal mungkin hingga proses transmisi dapat diminimalkan atau dihentikan.

“Kita juga harus tetap waspada dan tetap mempraktikkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), kebersihan lingkungan, serta membatasi interaksi sosial atau kerumunan,” ujarnya.

“Walaupun demikian, semoga saja prediksi itu benar sehingga pandemi ini pun akan cepat berakhir,” pungkas Sugiyono.

 

Sumber : CNN Indonesia

Science & Technology

Meski Cuaca Buruk NASA Siap Luncurkan Roket ke Luar Angkasa

Published

on

Finroll – Jakarta, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) bersiap meluncurkan misi Demo-2 pada Sabtu (30/5) pukul 19.22 GMT atau pada Minggu (31/5) 02.22 WIB. Akan tetapi, prakiraan cuaca masih menunjukkan kondisi yang tak mendukung peluncuran.

Peluncuran perdana manusia dengan menggunakan pesawat ruang angkasa SpaceX bernama Crew Dragon ini sempat ditunda pada Kamis lalu akibat cuaca buruk.

Di sisi lain, prakiraan cuaca pada Sabtu tidak terlalu bagus. Ahli meteorologi berasumsi kondisi cuaca akan menunda peluncuran Crew Dragon. 50 persen kemungkinan cuaca akan mengganggu peluncuran.

Dilansir dari Space, jendela peluncuran SpaceX berikutnya adalah pada Minggu (31 Mei) yang juga memiliki prakiraan cuaca buruk. Sebesar 40 persen kemungkinan cuaca akan mengganggu peluncuran.

“Kami memiliki terlalu banyak listrik di atmosfer. Tantangannya bukan bahwa kita berada di badai petir atau semacamnya. Tantangannya adalah peluncuran sebenarnya dapat memicu petir. Faktanya, roket itu sendiri bisa menjadi petir,” kata Kepala NASA Jim Bridenstine.

Dilansir dari Space, jendela peluncuran SpaceX berikutnya adalah pada Minggu (31 Mei) yang juga memiliki prakiraan cuaca buruk. Sebesar 40 persen kemungkinan cuaca akan mengganggu peluncuran.

“Kami memiliki terlalu banyak listrik di atmosfer. Tantangannya bukan bahwa kita berada di badai petir atau semacamnya. Tantangannya adalah peluncuran sebenarnya dapat memicu petir. Faktanya, roket itu sendiri bisa menjadi petir,” kata Kepala NASA Jim Bridenstine.

Dilansir dari BBC, Crew Dragon akan meluncur ke Stasiun Antariksa Internasional (ISS) dan menandai pertama kalinya Amerika Serikat meluncurkan astronaut ke ISS sejak 2011 silam.

Oleh karena itu, misi ini akan menjadi fokus besar pemerintahan Donald Trump. Ini juga akan menjadi kesempatan pertama bahwa NASA telah menggunakan perusahaan swasta untuk mengangkut salah satu krunya ke orbit.

“Kami akan meluncurkan ketika kami siap. Saya akan memberi tahu Anda, Presiden (Donald Trump) dan Wakil Presiden (Mike Pence) bangga dengan tim NASA dan tim SpaceX karena melakukan keputusan yang tepat untuk alasan yang tepat [penundaan peluncuran pada Kamis],” kata Bridenstine.

Upaya peluncuran pertama dibatalkan sekitar 16 menit sebelum waktu peluncuran yang ditentukan. Ada banyak aktivitas listrik di udara sepanjang hari, dan pengendali darat menyimpulkan bahwa tidak bijaksana untuk melanjutkan peluncuran.

Pada saat penundaan, Doug Hurley dan Bob Behnken duduk di kapsul Dragon mereka di atas roket Falcon. Selain sisi cuaca, para insinyur tidak menemukan masalah teknis. Pesawat dan roket dalam kondisi sempurna untuk melakukan peluncuran.

Peluncuran pada Sabtu akan mengikuti rutinitas yang persis sama. Bridenstine juga menegaskan kembali bahwa keselamatan kedua astronaut Hurley dan Behnken adalah prioritas tertinggi tim dalam membuat keputusan. Bridenstine mengatakan prosedur hari Kamis masih berharga untuk dianggap sebagai gladi resik.

“Kami telah melakukan gladi resik. Kami belum pernah melakukan gladi resik.Jadi ya, ada peluang belajar di sana. Kami selalu mengumpulkan data,” kata Bridenstine.

Jika peluncuran berlangsung, astronaut Doug Hurley dan Bob Behnken akan terbang selama 19 jam ke ISS. Mereka akan menggunakan waktu itu untuk mencoba sistem di atas kapsul Dragon, termasuk melakukan penerbangan manual.

Kedua astronaut akan tinggal di ISS selama satu hingga empat bulan sebelum kembali ke Bumi.

SpaceX, yang dikepalai oleh Elon Musk memiliki kontrak US$2,6 miliar dengan NASA untuk menyediakan enam penerbangan awak ke stasiun ruang angkasa.

Sumber : CNN Indonesia

 

 

Continue Reading

Science & Technology

Tahun Ini Xiaomi Kembangkan 6G dan Berhenti Buat HP 4G

Published

on

Finroll – Jakarta, Xiaomi menyebut akan mulai melakukan penelitian 6G, mengembangkan satelit internet, dan berhenti membuat handphone (hp) 4G pada akhir tahun ini.

Menurut CEO dan pendiri Xiaomi Lei Jun, penghentian produksi ponsel 4G itu hanya akan berlaku di China. Sebab, saat ini hampir semua ponsel yang meluncur di China sudah bisa menggunakan 5G.

Namun, ia tak memberikan detil lebih lanjut soal pengembangan 6G. Tidak juga dijelaskan soal pengembangan internet satelit.

Xiaomi juga sudah meluncurkan ponsel 5G termurah lewat Redmi 10X yang dilego Rp3,6 juta saja (US$250). Menariknya, dengan rentang harga itu, ponsel ini juga sudah menggunakan layar AMOLED.

Redmi 10X ini menggunakan chipset Mediatek Dimensity 820 yang digadang-gadang mampu menyaingi performa chipset hp flagship tahun lalu.

Hal ini diungkap Lei Jun dalam wawancara terbaru dengan kantor berita China. Menurutnya, 5G bakal merevolusi industri dengan penerapan konferensi dengan resolusi 4K dan 8K. Selain itu tren lainnya adalah gim cloud (streaming gim).

Sehingga, perusahaan itu akan memastikan ketersediaan ponsel 5G bagi pengguna mereka untuk menyesuaikan diri atas tren ini.

Ia juga mengungkap sejumlah kesulitan yang membelit perusahaannya ketika pandemi Covid-19 melanda. Menurutnya, pandemi ini menyebabkan rantai pasokan mereka terhambat, seperti dilaporkan GizChina.

Sehingga mereka harus memberi subsidi hingga 250 juta yuan untuk meningkatkan produksi smartphone 5G mereka. Pasalnya pandemi ini menguras stok ponsel 5G di gudang, seperti ditulis Gizmo China.

Untuk memulihkan situasi ini, perusahan akan menghentikan produksi ponsel 4G mereka di China. Sehingga, pabrik mereka di China akan memiliki sumber daya yang cukup untuk memproduksi ponsel 5G.

Perusahaan juga akan fokus membuat perangkat mobile dan teknologi AIoT (artificial intellegence of things). Xiaomi juga akan bekerjasama dengan pemerintah China untuk membangun sistem peringatan dini yang mumpuni.

Perusahaan itu juga akan mengerjakan sistem layanan publik lainnya. Semuanya akan dibuat berkat kemampuan 5G.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Science & Technology

Layaknya X-Ray Ponsel China Tarik Filter Bisa Tembus Pandang

Published

on

Finroll – Jakarta, Perusahaan ponsel China OnePlus mengumumkan menarik filter Autumn pada perangkat OnePlus 8 Pro karena muncul kabar fitur mampu mendukung kamera bisa tembus pandang material plastik dan baju. Hal ini tak biasa pada ponsel kebanyakan dan dianggap sebagian konsumen di China melanggar privasi.

Kamera OnePlus 8 Pro bisa tembus pandang mendadak ramai diperbincangkan karena bisa menembus material plastik layaknya X-Ray.

Salah satu penggiat gawai Unbox Therapy pun sempat mengunggah video review One Plus 8 Pro di akun Youtube-nya. Di dalam video itu, ia mengunggah foto saat ia memasukkan kotak iPhone ke dalam baju lalu foto diubah menggunakan filter Autumn.

Alhasil, setelah diposisikan pada filter Autumn, bagian depan kotak iPhone terlihat samar-samar. Ia juga mencoba menerawang ‘jeroan’ remote tv dan joystick gim konsel, dan hasilnya samar-samar terlihat bagian dalam komponen tersebut.

Permohonan maaf disampaikan perusahaan di akun Weibo. Perusahaan menyatakan akan mengkaji ulang masalah privasi yang dialamatkan pada filter baru mereka.

“Baru-baru ini, ada banyak diskusi di Internet soal kemampuan filter kamera Autumn OnePlus yang telah memunculkan keprihatinan terkait masalah privasi bagi para pengguna kami. Kami mohon maaf,” tulis OnePlus seperti diunggah di akun Weibo resmi perusahaan seperti dikutip Android Police.

Perusahaan berdalih bahwa saat merencanakan pembuatan filter Autumn, OnePlus berusaha untuk memahami karakteristik cahaya inframerah demi memberikan tekstur dan gaya fotografi yang unik bagi para pengguna mereka.

Namun karena banyak umpan balik negatif yang diterima, perusahaan menegaskan kembali akan meniadakan filter Autumn untuk sementara waktu melalui pembaruan perangkat lunak ponsel.

Meskipun mendapat sejumlah kecaman dari beberapa pengguna, perusahaan tetap melakukan pembelaan bahwa masih ada pengguna yang menyukai filter Autumn dengan mengunggah foto-foto menggunakan filter itu ke platform media sosial.

“Saat ini, ada juga deskripsi tentang kemampuan perspektif filter lensa yang tidak sesuai dengan fakta. Kami juga akan mengambil hukum untuk gambar-gambar palsu di Weibo,” tegas perusahaan.

Usai memperbaiki masalah privasi dan kemampuan filter Autumn, perusahaan memastikan akan meluncurkan kembali dan menunggu keputusan dari tim OnePlus Global, seperti dikutip Gizmo China.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending