Connect with us

Sepakbola

Akhir Musim Paling Menarik Dalam 3 Dekade Terakhir La Liga : Periode 1993 / 1994 Jadi Milik Barcelona

Published

on


Logo dan ilustrasi Barcelona. (AFP/Pau Barrena)

Finroll.com, Jakarta – La Liga 2019 / 2020 masih berlangsung ketat. Dua tim raksasa tradisional, Real Madrid dan Barcelona menjadi kuda pacu terdepan yang bisa meraih titel Liga Spanyol musim ini.

Saat ini, Real Madrid hanya unggul satu poin dari Barcelona. Real Madrid masih bisa menjauh jika sanggup menekuk Alaves pada laga nanti malam. Pada sisi lain, perseteruan dua musuh bebuyutan tersebut bisa menjadi gambaran persaingan La Liga yang tak kalah panas dengan liga-liga lain di kawasan Eropa.

Sepanjang sejarah La Liga, ada beberapa musim yang berstatus ‘ketet’, bahkan sampai membutuhkan pekan terakhir untuk mengetahui siapa yang berjaya. Nah, jika menilik sejarah, bisa saja titel musim ini berasal dari pertarungan jornada terakhir.

Bagi para penggemar La Liga, ada beberapa momen bersejarah dan menarik, yang bisa menggambarkan pertarungan ketat hingga akhir musim. Satu di antara musim tersebut adalah 1993/1994.

Saat itu, Barcelona menjadi pihak yang paling berbahagia. Barcelona menggagalkan Real Madrid meraih gelar juara di musim 1991/1992 dan 1992/199. Tapi, pertandingan terakhir musim 1993/1994 lebih dramatis.

Drama Penalti

Deportivo La Coruna bersaing meraih gelar La Liga untuk kali pertama mereka setelah memimpin klasemen selama berbulan-bulan. Mereka butuh menang atas Valencia di kandang untuk memastikan gelar. Depor, yang gugup dalam pertandingan itu, menyia-nyiakan beberapa peluang, dan skor masih 0-0 di jeda pertandingan.

Pada area lain, tepatnya di Camp Nou, Barcelona berhasil menang 5-2 atas Sevilla. Johan Cruyff dan timnya berkumpul di pinggir lapangan untuk mendengarkan radio disaat pemain sayap Depor, Nando, dijatuhkan di kotak penalti.

Donato, yang biasa mengambil tendangan penalti, sudah diganti pemain lainnya, sehingga bek Miroslav Đukić, maju sebagai eksekutor. Sayang, tendangannya dapat dihalau kiper Valencia, José Luis González. Alhasil, Barcelona langsung melakukan selebrasi, dan itu adalah akhir musim yang pahit bagi Depor dan Đukić. (Bola.com)(GE)

Sepakbola

Ketimbang Manchester United, Federico Chiesa Pilih Gabung AC Milan

Published

on

By

Penyerang Fiorentina, Federico Chiesa (kanan) berebut bola dengan bek Inter Milan, Alessandro Bastoni pada pertandingan lanjutan Liga Serie A Italia di stadion Artemio-Franchi di Florence (15/12/2019). Inter Milan bermain imbang 1-1 atas Fiorentina. (AFP Photo/Filippo Monteforte)

Finroll.com, Jakarta – Rencana Manchester United mendapatkan tanda tangan Federico Chiesa pada bursa transfer musim panas tahun ini bakal sulit terealisasi. Pasalnya, Chiesa dikabarkan La Nazione lebih memilih AC Milan ketimbang MU.

Pemain berusia 22 tahun tersebut merupakan satu di antara bintang muda yang bersinar di Fiorentina. Sudah dua musim terakhir Federico Chiesa reguler menjadi starter di sisi sayap kanan La Viola.

Penampilan Chiesa yang menawan itu membuatnya diincar Manchester United. Tim Setan Merah tertarik menjadikan winger Timnas Italia itu sebagai bagian dari lini serang MU untuk musim depan.

La Nazione mengklaim Manchester United bakal gigit jari dalam perburuan Chiesa. Pasalnya sang winger lebih memilih untuk pindah ke AC Milan pada musim depan.

Federico Chiesa pada awalnya tertarik dengan tawaran MU. Namun, manajemen Manchester United tidak mampu memberikannya garansi jam bermain pada musim depan.

Jaminan Tampil Reguler

Sementara itu, AC Milan siap menjadikan Chiesa tampil secara reguler. Situasi tersebut membuat Federico Chiesa lebih tertarik pindah ke I Rossoneri.

Jam bermain memang menjadi kebutuhan krusial bagi Chiesa pada musim 2020/2021 mendatang. Hal ini dikarenakan Federico Chiesa menargetkan tampil di Piala Eropa 2020 bersama Timnas Italia.

Untuk itu, dia harus bermain secara reguler pada musim depan. Jika pindah ke Manchester United, peluang Chiesa menembus skuad Gli Azzurri semakin berkurang.

Selain itu, tampilnya AC Milan pada kualifikasi Liga Europa musim depan menjadi nilai lebih yang membuat Federico Chiesa tertarik berseragam Merah-Hitam.

Pihak Fiorentina diberitakan tidak keberatan melepaskan Chiesa pada musim panas nanti. Namun, sang winger dibanderol di kisaran angka 50 juta euro.

Sumber : Bola.com

Continue Reading

Sepakbola

Jadwal Live Streaming 16 Besar Liga Champions Dini Hari Nanti

Published

on

By

Logo Liga Champions (UEFA)

Finroll.com, Jakarta – Pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions akan dilanjutkan pada Minggu (9/8/2020) dini hari nanti. Laga akan disiarkan secara langsung oleh SCTV dan streaming di Vidio.

Liga Champions tertunda sejak 11 Maret akibat pandemi virus corona. UEFA kemudian memutuskan untuk merampungkan sisa pertandingan pada Agustus 2020.

UEFA memastikan seluruh jadwal Liga Champions mulai babak perempat final hingga final digelar terpusat, tepatnya di Lisbon, Portugal. Selain itu, pertandingan juga diselesaikan dengan format one-legged alias tanpa leg kedua.

Pada laga Sabtu (8/8/2020), dua tim sudah menyegel tiket perempat final, yakni Manchester City dan Lyon.

Manchester City mendepak Real Madrid dengan agregar 4-2 setelah menang 2-1 di Etihad Stadium. Sementara, Juventus mengalahkan Lyon 2-1. Namun, mereka terdepak karena kalah agresivitas gol tandang.

Pada duel dini hari nanti, Barcelona, Napoli, Chelsea, dan Bayern Munchen akan saling sikut. Sementara, Atalanta, Atletico Madrid, PSG, dan RB Leipzig sudah memastikan lolos ke babak perempat final sebelumnya.

Berikut ini jadwal perempat final Liga Champions 2019/2020.

Jadwal Pertandingan

Penyerang Bayern Munchen, Thomas Muller, duel udara dengan bek Chelsea, Antonio Rudiger, pada laga Liga Champions di Stadion Stamford Bridge, Selasa (25/2/2020). Chelsea takluk 0-3 dari Bayern Munchen. (AP/Frank Augstein)

Minggu (9/8/2020)

Bayern Munchen vs Chelsea (3-0)

Barcelona vs Napoli (agregat 1-1) siaran langsung di SCTV

Pukul 02.00 WIB.

Sumber : Bola.com

 

Continue Reading

Sepakbola

Curahan Hati Raphael Varane Setelah Jadi Biang Kerok Kegagalan Real Madrid

Published

on

By

Raphael Varane dalam duel Manchester City kontra Real Madrid pada leg kedua 16 besar Liga Champions 2019/2020 di Etihad Stadium, Sabtu (8/8/2020). (AFP/Peter Powell)

Finroll.com, Jakarta – Raphael Varane menjadi biang kerok kekalahan Real Madrid dari Manchester City pada leg kedua 16 besar Liga Champions 2019/2020 di Etihad Stadium, Sabtu (8/8/2020).

Dalam duel itu, Varane turut andil dalam dua gol Manchester City yang dicetak oleh Rahem Sterling dan Gabriel Jesus.

Akibatnya, Real Madrid tersingkir dari Liga Champions karena pada leg pertama kalah 1-2 di Santiago Bernabeu.

“Kekalahan ini milik saya, saya harus menerimanya,” kata Varane seusai pertandingan.

“Saya punya tanggung jawab. untuk kekalahan ini. Kami telah mempersiapkan dengan baik, tetapi kesalahan membuat semuanya hancur.”

“Saya sedih untuk rekan satu tim saya.”

“Mungkin kami mengambil terlalu banyak mengambil risiko pada awal laga dan membayar mahal untuk itu,” jelas Varane.

“Saya bersyukur atas dukungan rekan satu tim, itu tidak banyak terjadi pada saya dalam karier saya, di mana saya telah membuat kesalahan yang mahal.

“Ada masa di lapangan ketika Anda harus membayar dengan sangat mahal, begitulah adanya. Tidak ada penjelasan lebih lanjut,” tutup Raphael Varane.

Komentar Zidane

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, tak mau mencari kambing hitam atas kekalahan tersebut.

“Ketika Anda kalah, Anda tidak bisa bahagia,” kata Zidane dikutip dari Marca.

“Tapi kami harus bangga dengan apa yang telah kami lakukan. Kami harus memberi selamat kepada lawan karena mereka bermain bagus.”

Zidane mengakui kekalahan itu dan tak mencari kambing hitam.

“Kami tidak harus mencari alasan, kami kalah dalam kedua pertandingan, tetapi yang paling penting adalah saya bangga dengan tim ini.

Sumber : Bola.com

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending