Connect with us

Sepakbola

Alasan Nuno Santo Terlempar dari Daftar Kandidat Manajer Arsenal

Published

on


Pelatih Wolverhampton Wanderers, Nuno Espirito Santo, melakukan selebrasi usai menaklukkan Manchester United pada laga Piala FA 2019 di Stadion Molineux, Sabtu (16/3). Wolverhampton menang 2-1 atas Manchester United. (AP/Rui Vieira)

Finroll.com, Jakarta –  Teka-teki manajer baru Arsenal usai mendepak Unai Emery memasuki babak baru. Tim asal London Utara itu kabarnya tidak akan mengejar tanda tangan Nuno Espirito.

Arsenal tengah berburu manajer baru sejak akhir pekan lalu. Mereka mencari sosok yang akan menggantikan Unai Emery yang sudah diberhentikan oleh manajemen The Gunners.

BACA JUGA : 

Sejumlah nama manajer top sudah dikaitkan dengan tim asal London Utara tersebut. Salah satunya adalah Nuno Espirito Santo yang disebut-sebut menjadi kandidat kuat untuk jabatan tersebut.

The Times melansir bahwa rumor itu tidaklah benar. Arsenal disebut tidak mempertimbangkan pelatih asal Portugal itu sebagai manajer baru mereka.

Pertimbangan utama Arsenal tidak mengejar Nuno adalah karena filosofi permainan sang pelatih yang berbeda dengan Arsenal.

Musim ini Santo memang membuat Wolverhampton tampil apik di Premier League. Ia kerap memainkan taktik-taktik pragmatis demi mengamankan poin bagi timnya.

Manajemen Arsenal diberitakan tidak menyukai filosofi pragmatis seperti itu, karena identitas Arsenal sebagai tim penyerang. Untuk itu mereka memutuskan tidak mendekati Santo dalam waktu dekat ini.

Pertahankan Ljungberg

Manajer Caretaker Arsenal Freddie Ljungberg. (AP Photo/Matt Dunham)

Laporan yang sama juga mengklaim bahwa manajemen Arsenal nampaknya akan bertahan dengan Ljungberg hingga akhir musim nanti.

Mereka menyadari bahwa saat ini tidak banyak opsi bagus yang tersedia untuk kursi pelatih mereka. Untuk itu mereka tidak mau terlalu tergesa-gesa menunjuk manajer anyar.

Sembari proses pencarian manajer ini berlanjut, Ljungberg yang dipercaya menjadi caretaker Arsenal akan terus menjalankan tugasnya hingga akhir musim nanti atau hingga saat manajer baru itu terpilih.

Debut Ljungberg sebagai pelatih interim Arsenal berakhir dengan hasil yang kurang memuaskan.

Mereka hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Norwich City pada akhir pekan kemarin.(bola.com)

 

Sumber asli: The Times

Sepakbola

Arsenal Curi Poin di Markas Chelsea, Mikel Arteta Puji Reaksi The Gunners

Published

on

By

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, menyapa suporter usai dikalahkan Chelsea pada laga Premier League di Stadion Emirates, London, Minggu (29/12). Arsenal kalah 1-2 dari Chelsea. (AFP/Adrian Dennis)

Finroll.com, Jakarta –  Arsenal berhasil mencuri satu poin saat tampil di markas Chelsea, Stamford Bridge, dalam laga pekan ke-24 Premier League, Rabu (22/1/2020) dini hari WIB. Melihat timnya bermain imbang 2-2 dengan The Blues, manajer Arsenal, Mikel Arteta, mengaku puas melihat reaksi yang diperlihatkan para pemainnya, terutama karena berhasil mengejar ketinggalan dengan jumlah pemain yang lebih sedikit.

Arsenal memang harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-26. David Luiz yang melanggar Tammy Abraham di kotak penalti harus mendapatkan kartu merah. Chelsea pun membuka keunggulan melalui eksekusi penalti Jorginho.

Namun, The Gunners memberikan respons yang bagus. Kalah jumlah poin, Arsenal tak mau menyerah dan mencetak gol penyeimbang kedudukan lewat Gabriel Martinelli pada menit ke-63.

Meski Chelsea sempat kembali unggul lewat gol Cesar Azpilicueta pada menit ke-84, Arsenal mampu kembali menyamakan kedudukan melalui gol Hector Bellerin pada menit ke-87 yang memaksa pertandingan berakhir imbang 2-2.

Melihat proses jalannya pertandingan hingga timnya meraih satu poin di kandang lawan, manajer Arsenal, Mikel Arteta, merasa sangat gembira dengan reaksi yang diperlihatkan The Gunners. Arteta melihat para pemainnya mampu memperlihatkan semangat yang bagus dan saling mendukung satu sama lain di dalam lapangan.

“Waktu akan membuktikan apakah ini sebuah batu lompatan, tapi setidaknya saya melihat sebuah reaksi. Saya meminta para pemain untuk tidak pernah menyerah. Kami harus tetap bermain dengan semangat yang sudah kami perlihatkan dalam setiap pertandingan. Saya bangga dengan bagaimana mereka bereaksi,” ujar Mikel Arteta seperti dilansir BBC Sports.

“Mereka melangkah maju, jika seorang rekan setim melakukan kesalahan, mereka harus memberikan dukungan. Pada akhirnya, ini menjadi sebuah hal yang baik. Saya sangat bangga dengan reaksi ini. Untuk menghadapi lawan seperti ini di stadion ini, saya merasakan nilainya. Cara mereka bermain, dengan semangat yang telah mereka perlihatkan, itu luar biasa,” lanjut manajer Arsenal itu.

Menuju Arah yang Lebih Baik

Mikel Arteta menyebut skuat Arsenal telah melakukan apa yang selalu dimintanya, yaitu memberikan penampilan terbaik dalam setiap harinya. Bahkan para pemain telah memperlihatkan perkembangan yang baik dalam pertandingan kali ini.

“Saya tidak berada di sini beberapa pekan lalu, tapi kemudian saya meminta mereka untuk mencoba memberikan yang terbaik setiap hari,” ujar Arteta.

“Ini sangat penting bagi pengembangan. Kami dalam proses dan menuju ke arah yang benar. Namun, saya rasa malam ini istimewa bagi semua orang,” lanjutnya.

Sementara itu, Mikel Arteta juga memuji sosok Martinelli yang berhasil bermain bagus dan mencetak gol pertama Arsenal dalam laga ini.

“Ia seorang pemain muda yang hebat. Ia masuk ke dalam kotak penalti. Ia menghadapi Cesar Azpilicueta yang merupakan satu dari beberapa bek terbaik di liga ini dan itu tidak mudah,” ujarnya.

Sumber: BBC Sports

Hasil Pertandingan Premier League, Rabu (22/1/2020) dini hari WIB

Bournemouth 3-1 Brighton

  • (Harry Wilson 36′, Pascal Gross 41′, Callum Wilson 74′ | Aaron Moy 81′)

Aston Villa 2-1 Watford

  • (Douglas Luiz 68′, Tyron Mings 90’+5 | Troy Deeney 38′)

Everton 2-2 Newcastle United

  • (Moise Kean 30′, Dominic Calvert-Lewin 54′, Florian Lejeune 90’+4, 90’+5)

Sheffield United 0-1 Manchester City

  • (Sergio Aguero 73′)

Crystal Palace 0-2 Southampton

  • (Nathan Redmon 22′, Stuart Armstrong 48′)

Chelsea 2-2 Arsenal

  • (Jorginho 28′-pen, Cesar Azpilicueta 84′ | Gabriel Martinelli 63′, Hector Bellerin 87′)

(bola.com)

Continue Reading

Sepakbola

Gara-gara Kartu Merah, David Luiz Dapat Julukan Agen Chelsea

Published

on

By

Striker Chelsea, Tammy Abraham berebut bola dengan bek Arsenal, David Luiz pada lanjutan pertandingan Liga Inggris di Stamford Bridge, Selasa (21/1/2020). Chelsea gagal memetik hasil maksimal usai ditahan Arsenal dengan skor 2-2. (AP Photo/Matt Dunham)

Finroll.com, Jakarta – Arsenal terpaksa tampil dengan 10 pemain saat menghadapi Chelsea di Stamford Bridge pada laga lanjutan Premier League, Rabu (22/1/2020) dini hari WIB. Beruntung, Meriam London berhasil membawa pulang satu angka dari lawatan tersebut.

Arsenal kehilangan satu amunisi pada menit ke-26. David Luiz diusir keluar lapangan setelah diganjar kartu merah karena berusaha menggagalkan peluang gol Tammy Abraham.

Shkrodan Mustafi menjadi biang kerok di balik kartu merah yang didapat mantan pemain Chelsea tersebut. Ia melakukan kesalahan saat melakukan back pass ke Bernd Leno.

Sepakan Mustafi terlalu pelan dan malah direbut Tammy Abraham. Pemain berpaspor Inggris itu kemudian melewati adangan Leno, namun saat akan menendang dijatuhkan Luiz.

Wasit Stuart Attwell tanpa ragu menunjuk titik putih dan memberikan kartu merah langsung kepada David Luiz.

Sontak aksi tersebut menjadi bahan perbincangan netizen di media sosial. Fans Chelsea gembira dan menjuluki David Luiz sebagai mata-mata. Berikut Bola.com melampirkan cuitan kocak netizen terkait kartu merah David Luiz.

1. Agen Luiz

“Agen Luiz, sekali biru tetap biru”

2. Tidak Sanggup Melihat Chelsea Kalah

3. Tugas Agen Luiz

“Agen Luiz melakukan apa yang dia harus lakukan, fairplay!”

4. Agen Khusus Luiz

“Agen khusus Luiz bekerja lebih untuk kami. Penggemar Chelsea mencemoohnya adalah bagian dari rencana”

5. Jika Luiz ke Ruang Ganti Chelsea

“David Luiz pergi ke Ruang Ganti Chelsea setelah babak pertama”

(bola.com)

Continue Reading

Sepakbola

3 Pemain PSM yang Bisa Jadi Pembeda saat Melawan Lalenok United

Published

on

By

Logo PSM Makassar. (Bola.com/Dody Iryawan)

Finroll.com, Jakarta – PSM Makassar memulai kiprahnya musim ini dengan menghadapi klub Timor Leste, Lalenok United pada babak play-off Piala AFC 2020 di Stadion I Wayan Dipta Gianyar, Rabu (22/1/2020).

Status sebagai semifinalis Piala AFC Zona Asean musim lalu membuat PSM lebih diunggulkan pada laga ini. PSM punya materi pemain yang mayoritas berpengalaman di level Asia.

Sosok pelatih Bojan Hodak yang pernah menangani Timnas Malaysia U-19 juga menjadi nilai plus buat PSM. Tapi, Hodak harus bekerja keras untuk meningkatkan kemampuan timnya. Terutama lini belakang dan depan yang mengalami perubahan signifikan.

Di lini belakang, hanya Hasim Kipuw yang bisa dimainkan saat menghadapi Lalenok. Abdul Rahman dan Asnawi Mangkualam yang tak dibawa ke Bali karena kendala kebugaran.

Padahal, PSM sudah melepas Aaron Evans, Beny Wahyudi, Taufik Hidayat plus kiper Rivky Mokodompit yang kerap jadi langganan starter PSM musim lalu.

Begitu pun di depan. Tak ada lagi nama Amido Balde, M. Rahmat dan Zulham Zamrun. PSM juga tak bisa memainkan Ezra Walian di Piala AFC 2020 karena kendala status kewarganegaraan.

Beruntung, PSM masih menyimpan deretan gelandang yang bisa jadi penyeimbang sekaligus pembeda tim. Kembalinya Wiljan Pluim yang pulih dari cedera engkel membuat serangan PSM lebih variatif.

Dengan pola 4-4-2 yang menjadi andalan Hodak, maka peran Pluim bakal lebih sentral di lapangan tengah.

Lalu, siapa yang bakal jadi pemain kunci PSM Makassar untuk mengalahkan Lalenok?

1. Zulkifli Syukur (Belakang)

Pemain Mitra Kukar, Zulkifli Syukur melakukan pendinginan usai latihan jelang laga semi final Piala Presiden 2015 melawan Persib di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Kaltim, Sabtu (3/10/2015). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Tahun ini, usia Zulkifli Syukur sudah 36 tahun. Masuk kategori senja buat pesepak bola. Tapi, pelatih PSM Makassar, Bojan Hodak butuh peran Zulkifli di lapangan.

Bukan saja sebagai pembimbing yuniornya, umpan-umpan terukur eks bek tim nasional ini diharapkan bisa memanjakan Giancarlo Rodriquez, striker anyar PSM yang bertubuh tinggi besar.

Absennya Asnawi Mangkualam yang baru menjalani umrah membuat Hodak lebih memilih Zulkifli dibandingkan Wasyiat Hasbullah atau Hasim Kipuw. Nama terakhir kemungkinan besar diplot sebagai stoper berduet dengan bek baru PSM, Hussein El Dor.

2. Wiljan Pluim (tengah)

Gelandang PSM Makassar, Wiljan Pluim, menyentuh bola dengan tangan saat melawan Persija Jakarta pada laga Liga 1 2019 di SUGBK, Jakarta, Rabu (28/8). Kedua tim bermain imbang 0-0. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Musim lalu, Wiljan Pluim kurang bersinar bersama PSM Makassar. Cedera engkel yang terus membayanginya membuat Pluim memutuskan pulang ke Belanda saat Liga 1 masih berjalan. Kini, Pluim telah kembali.

Setelah mengamati aksi Pluim dalam latihan, pelatih PSM, Bojan Hodak tanpa sungkan menyebut Pluim sebagai pemain pembeda di PSM.

Hodak pun sudah menyiapkan strategi khusus untuk memaksimalkan kemampuan Pluim yang dikenal dengan gocekan dan umpan terukurnya.

Hodak meminta Pluim jangan terlalu banyak ‘bergerak’ di lapangan. Mantan pelatih Timnas Malaysia U-19 ini pun meminta pemain lain sebagai ‘pelayan’ Pluim.

3. Giancarlo Rodriquez

Laga versus Lalenok adalah pertandingan perdana Giancarlo Rodrigues bersama PSM Makassar. Striker yang musim lalu memperkuat PKNP di Liga Super Malaysia ini direkrut untuk menggantikan peran Amido Balde yang hengkang ke Ho Chi Minh City FC (Vietnam).

Meski belum teruji di PSM, suporter PSM sangat berharap pada striker dengan tinggi badan 195 cm ini.

Dalam sesi latihan, Giancarlo berkali-kali membuat gol dengan memanfaatkan kelebihannya dalam hal postur. Meski bertubuh tinggi, Giancarlo juga memiliki kecepatan. Layaknya pemain asal Brasil, Giancarlo juga memiliki skill yang baik.(bola.com)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Asco Global

Trending