Connect with us

News

Anggaran Rp 100 Miliar Disiapkan Untuk Kembang biak Populasi Komodo

Published

on


Anggaran Rp 100 Miliar Disiapkan Untuk Kembang biak Populasi Komodo

Finroll.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor B Laiskodat menyediakan anggaran Rp 100 miliar untuk pengembangbiakan populasi hewan purbakala Komodo (Veranus Komodoensis) di Pulau Komodo. Populasi komodo yang makin sedilkit membuat pemerintah harus mencari cara melestarikannya.

“Kami benahi semuanya. Mulai dari pengembangbiakan Komodo serta alam di pulau itu,” kata Gubernur NTT kepada wartawan di Kupang, NTT, Selasa (12/2). Hal ini disampaikan berkaitan dengan rencana pengelolaan Pulau Komodo oleh pemerintah pusat, sekaligus melakukan pembenahan di Pulau Komodo yang menjadi ikon provinsi berbasis kepulauan itu.

Orang nomor satu di NTT itu mengatakan bahwa pembenahan di kawasan Pulau Komodo itu dilakukan antara lain menjamin pasokan makanan untuk hewan langka itu, seperti kambing dan rusa. Gubernur tidak menginginkan induk Komodo kembali memangsa anaknya sendiri akibat populasi ternak yang disiapkan habis.

Tak hanya itu, dengan dana sekitar Rp 100 miliar kawasan tersebut akan ditutup untuk sementara waktu. Penutupan diharap membuat keaslian dari Komodo sebagai hewan liar bisa terlihat.

“Orang datang ke Pulau Komodo itu untuk melihat liarnya Komodo. Bukan melihat Komodo di Pulau Komodo yang malas dan hanya tidur-tiduran saja,” ujarnya.

Bahkan, kata dia, sulit menemukan Komodo dalam jumlah yang banyak saat berkunjung ke Pulau Komodo. Wisatawan harus berjalan kurang lebih satu kilometer atau lebih untuk bisa menyaksikan Komodo dalam jumlah yang banyak. Jika dibandingkan Pulau Rinca, kehidupan bebas Komodo yang selalu berkumpul dapat dilihat dengan mudah oleh wisatawan tanpa harus berjalan berkilo-kilometer.

sumber Antara

Advertisement

Peristiwa

Layanan Data Di Papua Mulai Diblokir

Published

on

Finroll.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika memutuskan memblokir layanan data telekomunikasi sementara di Papua dan Papua Barat menyusul insiden bentrok yang kembali terjadi di Fak-fak hari ini, Rabu, 21 Agustus 2019. Pelaksana tugas Kepala Biro Humas Kominfo Ferdinandus Setu mengatakan pemblokiran bakal dilakukan pada Rabu petang ini.

“(Pemblokiran) Mulai Rabu (21 Agustus) hingga suasana Papua kembali kondusif dan normal,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Rabu petang.

Kebijakan ini diambil untuk mempercepat proses pemulihan situasi. Selain itu, pemblokiran oleh kementerian juga menimbang alasan keamanan dan ketertiban.

Ferdinandus mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum serta instansi terkait. Kominfo belum dapat memastikan kapan kebijakan pemblokiran bakal dicabut.

Massa pada Rabu pagi kembali meradang setelah aksi di Manokwari dan Sorong Papua Barat kondusif. Dalam aksi protesnya hari ini, demonstran membakar kios yang berada di kawasan Pasar Fakfak dan jalan menuju pasar tersebut.

Continue Reading

Nasional

Pangkohanudnas Lakukan Kunjungan Kerja Ke Satrad 211 Tanjung Kait

Published

on

Finroll.com — Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsda TNI Imran Baidirus, S.E., didampingi Pangkosekhanudnas 1 Kolonel Pnb Zulfahmi, Pejabat Kohanudnas dan Kosekhanudnas I mengadakan Kunjungan Kerja (Kuker) ke Satrad 211 Tanjung Kait Tangerang, Rabu (21/8).

Kuker ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kesiap-siagaan Satrad 211 Tanjung Kait dengan personel yang mengawakinya dalam pengawasan dan pengamanan Wilayah Udara Nasional di wilayahnya.

Bertempat di ruang serbaguna Satrad 211 Tanjung Kait, Pangkohanudnas didampingi Pangkosekhanudnas I serta Komandan Satrad 211 Tanjung Kait Letkol Lek Rani Partono, memberikan pengarahan kepada anggota Satrad 211.

Sebagai unsur pelaksanaan operasional Kosekhanudnas I Satrad 211 Tanjung Kait memiliki tugas menyelenggarakan fungsi pembinaan kesiapan radar dan komlek dalam rangka hanud serta tugas khusus sesuai kebijaksanaan

Pangkohanudnas. Semua tugas ini, akan dapat dilaksanakan dengan baik dan optimal, apabila personel di Satrad 211 Tanjung Kait memiliki kemauan dan tekad yang sungguh-sungguh dalam melaksanakan tugas diiringi Integritas, serta Profesionalisme sebagai prajurit juga kepedulian pada lingkungan.

Artinya setiap personel Satrad 211 selain harus bersemangat dalam tugas hendaknya juga memahami dan menguasai bidang pekerjaannya masing-masing secara baik dan tanggap terhadap apa yang terjadi disekitarnya.

Pangkohanudnas juga memberi penekanan untuk menghindari pemakaian narkoba, tindakan asusila serta LGBT.

Pada bagian lain Pangkohanudnas juga mengingatkan sebagai personel yang bertugas di Satuan Radar, kalian perlu menguasai tugas kerena pekerjaan kita berhubungan erat dengan perkembangan teknologi modern.

Kembangkanlah terus kemampuan yang dimiliki, asah dengan pengetahuan terkini dengan mengikuti perkembangan, sehingga kalian benar-benar menjadi personel yang Profesional, Terampil,Trengginas dan Bermoral. “ujar Pangkohanudnas

Dalam Kukernya ke Satrad 211 Tanjung Kait, Pangkohanudnas juga memberikan kenang-kenangan berupa alat pemotong rumput dan perlengkapan olahraga dilanjutkan peninjauan ke ruang operasi, radar Thomson, komplek perumahan anggota serta asset tanah.

Demikian juga Ibu Erni Imran Baidirus sebagai Ketua Ikatan Kesejahteraan Keluarga TNI (IKKT) Pragati Wira Anggini Cabang BS V Kohanudnas beserta pengurusnya turut pula ke Satrad 211 Tanjung Kait untuk Kuker ke ranting 001 Satrad 211 Tanjung Kait antara lain ke Paud dan Posyandu.(red)

Continue Reading

Politik

Politikus PKB Rusdi Kirana Memutuskan Mundur Dari Keanggotaan Partai

Published

on

Finroll.com — Rusdi Kirana Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memutuskan mundur dari keanggotaan partai.

“Benar, saya mengundurkan diri dari anggota PKB,” kata Rusdi seperti dikutip Antara, Rabu (21/8/2019).

Sekretaris Pribadi Rusdi, Djadjuk Natsir yang sedang berada di Kuala Lumpur, Malaysia, menambahkan, bosnya sedang membuat surat pengunduran diri. “Surat pengunduran diri akan dibuat secepat mungkin dalam pekan ini,” ujarnya.

Surat pengunduran diri tersebut nantinya akan dialamatkan kepada Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar dan petinggi lainnya.

Menurut Djadjuk, Rusdi terpaksa mundur dari PKB lantaran sudah sangat sibuk menjalankan aktivitasnya saat ini sebagai Duta Besar RI untuk Malaysia.

Rusdi diketahui sebelumnya pernah menjabat Wakil Ketua Umum DPP PKB periode 2014-2019. Namun, pria kelahiran Cirebon, 17 Agustus 1963, ini memutuskan mundur dari jabatan itu.

Sebab, dia dipercaya Presiden Joko Widodo menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada 19 Januari 2015.

Setelah dilantik menjadi Wantimpres, status pengusaha yang menggagas konsep penerbangan berbiaya murah (low cost carrier) itu di PKB adalah sebagai anggota biasa.

Saat yang sama, Rusdi juga mengundurkan diri sebagai CEO Lion Air Group dan saat ini hanya sebagai founder saja.

Ia meninggalkan pucuk pimpinan perusahaan yang pada 2012 yang membawanya menjadi salah satu dari 40 orang terkaya di Indonesia. Jumlah kekayaan Rusdi tahun itu sebesar US$ 900 juta.

Pada Mei 2017, Rusdi melepaskan jabatannya sebagai anggota Wantimpres.

Presiden Jokowi menugaskannya menjadi Duta Besar RI untuk Malaysia yang berkedudukan di Kuala Lumpur.

Kepada wartawan, usai pelantikan kala itu, Rusdi terang-terangan mengungkapkan bahwa ia meminta kepada Presiden Jokowi jabatan dubes ini.

Ia memilih Malaysia karena sejak dulu ingin mengurus berbagai permasalahan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang ada di sana.

Rusdi mengatakan, kelak Kedubes Indonesia di Malaysia akan membantu TKI untuk mengembangkan diri. Dengan begitu, mereka tidak harus selamanya bekerja di negeri orang.

“Harapannya mereka kembali ke Indonesia, tidak berpikiran untuk kembali ke Malaysia. Kami berpikir bahwa mereka akan membuka UKM,” kata Rusdi.

Kariernya sebagai pengusaha di dunia penerbangan juga sempat membuat nama Rusdi digadang-gadang menjadi menteri perhubungan.

Terlebih ketika ia sempat berseteru dengan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan pada akhir 2015 terkait penutupaan Bandara Budiarto.(red)

Continue Reading
Advertisement

Trending