Connect with us

Nasional

Anggota Jalasenastri CBS Pushidrosal Terdampak Banjir Terima Bantuan Sosial

Published

on


Finroll.com — Anggota Jalasenastri Cabang Berdiri Sendiri (CBS) Pushidrosal yang terdampak banjir menerima bantuan sosial dari Ketua Umum Jalasenastri Ny. Dra. Manik Sukma Adji dan Pembina Jalasenastri CBS Pushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H di Mako Pushidrosal, Ancol Timur, Jakarta Utara, Senin (27/01/2020).

Bantuan sosial tersebut secara simbolis diserahkan kepada 63 anggota Jalasenastri oleh Ketua Jalasenastri CBS Pushidrosal Ny. Tita Harjo Susmoro yang didampingi Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H selaku Pembina Jalasenastri CBS Pushidrosal.

Selain dari Ketua Umum Jalasenastri, anggota Jalasenastri CBS Pushidrosal yang terdampak banjir juga mendapat bantuan dari Kapushidrosal.

Kapushidrosal, dalam sambutannya antara lain mengatakan bahwa penyerahan bantuan sosial ini merupakan salah satu wujud perhatian dan kepedulian Ketua Umum Jalasenastri atas musibah banjir yang dialami oleh anggota Jalasenastri beserta keluarga dan pimpinan Pushidrosal.

Pada kesempatan itu, Kapushidrosal menyampaikan rasa prihatin atas kejadian ini dan berpesan agar musibah banjir beberapa waktu lalu tersebut agar tidak disikapi sebagai suatu bencana secara berlebihan. Bencana yang terjadi pada hakikatnya adalah sebagai salah satu bentuk ujian untuk diambil sebagai hikmah guna meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Semoga dengan kesabaran kita dan senantiasa bersyukur atas nikmat Allah yang lain, semoga Allah Subhanahu wata’ala akan melimpahkan rahmat dan keberkahan-Nya kepada kita semua.

Sementara itu, Ketua Jalasenastri CBS Pushidrosal Ny. Tita Harjo Susmoro menyampaikan rasa prihatin atas musibah tersebut dan dapat dijadikan sebagai pelajaran, semoga kejadian itu dapat diambil hikmahnya bagi semua dengan semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Advertisement Valbury

Nasional

58 Jemaah Umrah Pulang, 4 Orang Masih Dirawat di Arab Saudi

Published

on

By

Finroll – Jakarta, Kementerian Agama (Kemenag) mengatakan 58 orang jemaah umrah asal Indonesia yang sempat tertahan karena kebijakan karantina wilayah alias lockdown di Arab Saudi terkait virus corona (Covid-19) akan pulang hari ini, Kamis (9/4).

Konsul Haji Konsulat jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah Endang Jumali mengatakan 58 jemaah akan terbang pukul 08.35 waktu Saudi dengan menggunakan Saudia Airlines dari Bandara Internasional King Abdul Aziz.

“Semua biaya pemulangan ditanggung oleh pemerintah Arab Saudi,” kata Endang dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4) malam.

Namun, kata Endang, masih terdapat empat jemaah asal Indonesia yang tertahan di Saudi. Mereka belum bisa dipulangkan karena masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Endang menyatakan pemerintah akan menerapkan protokol kesehatan terhadap 58 jemaah umrah itu. Mereka akan menjalani pemeriksaan mulai di Saudi hingga sampai ke Tanah Air.

“Sebelum terbang, mereka akan ditransitkan terlebih dahulu oleh Muassasah Travel untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.

Saat tiba di Tanah Air, jemaah umrah itu akan diperiksa oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta. Jika ditemukan gejala, mereka akan dibawa ke rumah sakit rujukan.

Sementara jika lolos pengecekan kesehatan di Soekarno-Hatta, jemaah diminta melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah masing-masing. KKP akan meminta dinas kesehatan setempat melakukan pengawasan.

Sebelumnya, Arab Saudi memutuskan untuk menghentikan layanan umrah hingga waktu yang belum ditentukan. Kebijakan itu diambil untuk mencegah penularan virus corona yang telah masuk ke kategori pandemi.

Ribuan jemaah umrah asal Indonesia batal berangkat. Sebagian dari mereka bahkan telah berada di pesawat saat penghentian umrah diberlakukan. Sebagian lagi berhasil berangkat, tapi kemudian dipulangkan kembali.

Tak sedikit juga yang berhasil terbang dan menjalankan ibadah umrah. Namun mereka harus tertahan di Tanah Suci usai kegiatan umrah karena kebijakan karantina yang ditetapkan Saudi.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Nasional

Sepuluh Pasien Positif Corona di Semarang Sembuh

Published

on

By

Finroll – Semarang, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam menyatakan 10 pasien positif terinfeksi virus corona (Covid-19) yang dirawat di sejumlah rumah sakit (RS) di Kota Semarang, Jawa Tengah, telah sembuh

Para pasien yang sembuh itu dirawat di RS Tentara Bhakti Wira Tamtama 1 orang, RS Tugurejo 2 orang, RS Karyadi 3 orang dan RS St. Elisabeth 4 orang.

“Awalnya tadi pagi, yang dinyatakan sembuh tiga orang. Kemudian sore ini tadi, menyusul tujuh orang pasien. Kesepuluhnya ada di empat rumah sakit di Semarang,” kata Hakam, Rabu (8/4).

Dengan demikian, kata Hakam, sampai saat ini pasien positif virus corona yang berhasil sembuh di Kota Semarang menjadi 17 orang.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan tambahan 10 pasien positif virus corona yang sembuh menjadi tren positif karena berlangsung dalam kurun waktu delapan hari.

“Tentunya kita bersyukur bila semua elemen dan lapisan masyarakat bergerak, penanganan wabah Covid-19 di Semarang membuahkan hasil”, kata Hendrar.

Hendrar meminta masyarakat tetap mematuhi imbauan pemerintah untuk selalu memakai masker, menjaga kebersihan, mencuci tangan hingga tak berkerumun dan keluar rumah jika tak ada urusan penting.

“Kalau kita semua kompak, guyub, pasti kita di Semarang ini bisa memutus rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Sampai saat ini jumlah pasien positif di Semarang secara kumulatif sebanyak 61 orang. Sementara terdapat 177 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 1.358 orang dalam pemantauan (ODP). Sedangkan pasien positif corona di Jawa Tengah mencapai 140 orang.

Sementara hingga Rabu (8/4), jumlah pasien positif di Indonesia secara kumulatif mencapai 2.956. Dari jumlah itu, 240 meninggal dunia dan 222 sembuh.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Nasional

Tangani Corona, Tenaga Medis di Yogya Dikucilkan Masyarakat

Published

on

By

Finroll – Yogyakarta, Tenaga medis dianggap sebagai pahlawan karena berada di garis terdepan dalam menangani pasien yang terpapar virus corona (Covid-19). Namun, tak sedikit dari mereka mendapat stigma negatif sebagai pembawa virus di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing.

Direktur Utama Rumah Sakit (RS) Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Widodo Wiryawan mengatakan mendapat laporan beberapa perawat mendapat stigma negatif. Salah satunya, ada perawat yang tak bisa memperpanjang sewa kos.

“Ada laporan ke kami bahwa ada perawat yang tidak bisa memperpanjang kosnya,” kata Widodo kepada CNNIndonesia.com, Rabu (8/4).

Widodo mengaku pihaknya telah menyiapkan beberapa bangsal di RS untuk menjadi tempat tinggal sementara bagi para petugas medis jika mendapatkan penolakan di masyarakat.

Ia pun berharap pemerintah membantu mengubah stigma negatif masyarakat kepada para petugas medis yang menangani pasien Covid-19). Menurutnya, pemerintah perlu menjelaskan masalah ini sampai ke tingkat RT.

“Bisa dilakukan melalui teleconference, atau menggalakkan di media massa , serta membuat aturan hukum sehingga pelakunya bisa dikriminalkan, jika ada stigma,” ujarnya.

Kejadian serupa juga dialami perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yogyakarta. Direktur Utama di RSUD Yogyakarta, Ariyudi Yunita mengatakan sejumlah perawat di tempatnya sulit mencari tempat kos.

“Sementara mereka susah cari tempat kos,” kata Ariyudi.

Sebelumnya, pelaksana tugas Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Sardjito Yogyakarta, Rukmono Siswihanto menyatakan tak semua warga menolak para tenaga medis.

Namun, kata Rukmono, muncul kekhawatiran masyarakat dengan keberadaan petugas medis. Padahal, seluruh tenaga medis setelah bertugas langsung membersihkan diri.

“Petugas medis yang berkontak langsung dengan pasien, maka setelah selesai melayani harus mandi, ganti baju sehingga ketika pulang sudah memakai pakaian lainnya,” kata Rukmono.

Sementara Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, meminta masyarakat tidak memberikan stigma negatif kepada para dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya yang menangani pasien virus corona.

“Percayalah masyarakat, bahwa tenaga medis ini pada waktu pulang sudah dalam keadaan bersih,” ujarnya.

 

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending