Connect with us

International

Angkatan Bersenjata Iran Sindir Militer AS di Timur Tengah Terlemah Dalam Sejarah

Published

on


Angkatan Bersenjata Iran Sindir Militer AS di Timur Tengah Terlemah Dalam Sejarah

Finroll.com – Pejabat tinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meledek Amerika Serikat (AS) dengan menyebut kehadiran militer Washington di Timur Tengah berada pada posisi terlemah dalam sejarah. Ledekan ini dilontarkan wakil komandan IRGC Laksamana Muda Ali Fadavi.

Presiden AS Donald Trump telah memperketat sanksi ekonomi terhadap Iran setelah ia menarik Washington dari kesepakatan nuklir Iran 2015. Pemerintahannya mengatakan telah menumpuk militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Trump menuduh militer negara para Mullah itu telah mengancam pasukan dan kepentingan AS di Timur Tengah. Namun, Teheran menggambarkan pengerahan militer Washington sebagai “perang psikologis” dan “permainan politik”.

“Orang-orang Amerika telah hadir di wilayah itu sejak 1833 dan mereka sekarang berada pada posisi terlemah dalam sejarah di Asia Barat,” kata Fadavi, seperti dikutip kantor berita Fars yang dilansir Reuters, Senin (27/5/2019).

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan Teheran akan mempertahankan diri terhadap agresi militer atau ekonomi dan menyerukan negara-negara Eropa untuk berbuat lebih banyak guna mempertahankan kesepakatan nuklir yang ditandatangani negaranya dengan mereka.

Berbicara dalam konferensi pers di Baghdad dengan Menteri Luar Negeri Irak Mohamed Ali al-Hakim pada hari Minggu, Zarif mengatakan negaranya ingin membangun hubungan yang seimbang dengan tetangga-tetangga Teluk Arab. Kedua diplomat itu mengusulkan penandatanganan pakta non-agresi.

Al-Hakim mengatakan Irak bersedia bertindak sebagai perantara antara Iran dan AS. Dia tidak percaya bahwa “blokade ekonomi” terhadap Teheran akan membuahkan hasil.

“Kami mengatakan dengan sangat jelas dan jujur ​​bahwa kami menentang tindakan sepihak yang diambil oleh Amerika Serikat. Kami berdiri dengan Republik Islam Iran dalam posisinya,” kata al-Hakim.

“Kami berusaha membantu dan menjadi mediator,” kata al-Hakim. Menurutnya, Baghdad akan bekerja untuk mencapai solusi yang memuaskan. Al-hakim juga menekankan bahwa Irak menentang langkah-langkah sepihak yang diambil oleh Washington.

Warga Iran merupakan bagian dari jutaan umat Syiah dari seluruh dunia yang datang ke Irak setiap tahun untuk mengunjungi banyak tempat suci Syiah. Daya beli mereka telah merosot setelah Trump menerapkan kembali sanksi Washington terhadap Teheran.

“Sanksi terhadap saudara Iran (kami) tidak efektif dan kami berdiri di sisinya,” kata al-Hakim.

Berbicara tentang meningkatnya ketegangan dengan AS, Zarif mengatakan Iran akan mampu menghadapi perang, entah itu perang ekonomi atau militer.

Presiden Irak Barham Salih telah berdiskusi dengan Zarif tentang perlunya mencegah semua perang atau eskalasi. Kunjungan Zarif ke Irak terjadi ketika AS memutuskan akan mengerahkan 1.500 tentara tambahan ke Timur Tengah.

AS sejauh ini telah mengerahkan Kelompok Tempur Kapal Induk USS Abraham Lincoln dan sejumlah pesawat pengebom B-52. Pengerahan peralatan tempur itu dengan dalih Iran berencana untuk menyerang aset-aset AS di Timur Tengah, sehingga perlu dicegah. (Sindo)

International

Pelaku Penembakan di Masjid Selandia Baru Disidang Agustus

Published

on

Finroll – Jakarta, Dokumen pengadilan Selandia Baru menyatakan pelaku penembakan dan pembunuhan 51 jamaah muslim dalam masjid tahun lalu, Brenton Tarrant akan mulai di sidang bulan depan.

Ekstremis sayap kanan Brenton Tarrant sebenarnya akan disidang pada Maret atas pembunuhan 51 orang, 40 percobaan pembunuhan dan satu terorisme. Namun, pada saat itu, pemerintah sedang menerapkan kebijakan lockdown demi mempersempit penyebaran virus corona.

Karena kebijakan itu, korban dan keluarga korban yang selamat tidak dapat datang ke pengadilan untuk menyaksikan proses persidangan Tarrant. Karena kondisi itu, hakim Pengadilan Tinggi Cameron Mander mengatakan membuka jalan bagi Tarrant untuk dihukum pada 24 Agustus.

“Sekarang, dengan tidak adanya penularan virus COVID-19 di Selandia Baru, pengadilan kami telah kembali ke operasi normal, sidang akan kembali digelar,” kata Mander dalam menit peradilan yang dirilis Jumat seperti dikutip dari AFP, Jumat (3/7).



“Publik dan, yang terpenting, para korban dan keluarga mereka yang tinggal di Selandia Baru dapat menghadiri acara pengadilan.”

Selandia Baru tidak memiliki hukuman mati. Tetapi Tarrant, mantan instruktur olahraga dari kota negara Australia, Grafton, menghadapi ancaman bakal menghabiskan sisa hidupnya di balik jeruji besi.

Tarrant mempersenjatai diri dengan gudang senjata semi-otomatis dan menyerang dua masjid di Selandia Baru. Masjid pertama Al Noor . Kedua, masjid yang berlokasi di Linwood.

Korbannya semua Muslim dan termasuk anak-anak, wanita dan orang tua. Dalam sebuah manifesto yang diposting online sebelum pembunuhan, Tarrant mengatakan dia pindah ke Selandia Baru dengan tujuan khusus; melakukan kekejaman terhadap Muslim.

Tindakannya mendorong Selandia Baru untuk memperketat undang-undang senjata dan meningkatkan upaya untuk mengekang ekstremisme online.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

International

Iran Akui Terjadi Kecelakaan di Situs Utama Nuklir

Published

on

By

Finroll – Jakarta, Sebuah kecelakaan dilaporkan terjadi di fasilitas pengayaan uranium Natanz di Provinsi Isfahan yang menjadi situs nuklir utama Iran pada Kamis (2/7).

Kerusakaan sempat dilaporkan terjadi akibat kecelakaan tersebut. Namun, tak lama, juru bicara Organisasi Energi Atom Iran, Behrouz Kamalvandi, menuturkan insiden itu tidak merusak situs nuklir tersebut.

Ia juga mengatakan tidak ada korban dalam kecelakaan itu dan pihak berwenang tengah menyelidiki penyebab terjadinya insiden.

“Kecelakaan terjadi pada Kamis pagi dan merusak sebuah gudang yang sedang dibangun di ruang terbuka di situs Natanz di pusat Iran,” kata Kamalvandi seperti dikutip AFP.

Kamalvandi menuturkan fasilitas nuklir itu sampai saat ini tidak aktif dan tidak ada risiko polusi radioaktif akibat kecelakaan.

Ia tidak memberikan rincian tentang kronologi dan kecelakaan yang dilaporkan.

Insiden ini terjadi sepekan setelah sebuah ledakan dahsyat mengguncang ibu kota Teheran pada Jumat pekan lalu. Ledakan yang menewaskan 13 orang tersebut diduga berasal dari sebuah situs rudal dan terowongan bawah tanah tersembunyi yang terletak di timur pegunungan ibu kota.

Dugaan itu diungkapkan oleh para analis berdasarkan sejumlah foto satelit.

Foto satelit menunjukkan area sekitar 20 kilometer dari timur pusat Teheran dipenuhi semak belukar yang hangus sepanjang ratusan meter. Semak belukar itu sebelumnya tidak pernah terlihat dari satelit, bahkan dari foto satelit yang sama dan diambil beberapa pekan sebelum ledakan terjadi.

Namun, pemerintah Iran mengatakan ledakan tersebut hanya berasal dari tangki gas industri di sebuah daerah di dekat pangkalan militer Parchin. Menurut analis area tangki gas itu berada di dekat fasilitas rudal Khojir Iran.

Iran memang mengumumkan rencananya melanjutkan program pengayaan uranium dan pengembangan senjata rudalnya pada Mei 2019, setelah AS menarik diri dari perjanjian nuklir 205 dan kembali menjatuhkan serangkaian sanksi terhadap negara di Timur Tengah itu.

Padahal, selama ini Iran dinilai patuh pada perjanjian nuklir 2015, di mana Teheran menghentikan segala bentuk pengembangan senjata rudal dan nuklirnya dengan imbalan penghapusan sanksi serta bantuan ekonomi dari negara Barat.

 

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

International

Perusahaan China Pakai Jaminan Emas Palsu untuk Pinjam Uang

Published

on

By

Finroll – Jakarta, Sebuah perusahaan pengolahan emas yang bermarkas di Wuhan, China, Kingold Jewelry Inc., dilaporkan menipu sejumlah perusahaan untuk mendapatkan pinjaman dengan jaminan emas batangan palsu.

Seperti dilansir Sputnik News, Kamis (2/7), perusahaan itu dilaporkan terlibat dalam kasus penipuan untuk mendapatkan pinjaman senilai US$2.8 miliar (sekitar Rp40.3 triliun) dalam beberapa tahun ke belakang. Perusahaan itu memang khusus menangani pembuatan perhiasan dan distribusi emas sejak 2002.

Skandal itu terungkap sejak Februari lalu. Saat itu salah satu perusahaan yang meminjamkan uang kepada Kingold, Dongguan Trust Co. Ltd., hendak mencairkan emas yang dijadikan agunan untuk menutupi utang. Setelah diteliti, ternyata emas yang dijadikan jaminan hanya batangan perunggu yang disepuh.

Kingold dilaporkan menjadi perusahaan pengolah emas dan pembuat perhiasan terbesar di Provinsi Hubei. Mereka juga tercatat di bursa saham NASDAQ, New York.

Dalam kurun waktu lima tahun, Kingold meminjam uang dari 14 perusahaan China lain. Saat itu mereka mengajukan agunan dengan total 83 ton emas batangan.

Kasus itu saat ini diusut oleh aparat penegak hukum China. Namun, Direktur Kingold, Jia Zhihong, membantah emas yang mereka jadikan agunan dilaporkan palsu.

“Bagaimana bisa emas itu palsu kalau perusahaan pendanaan setuju untuk menjadikannya jaminan?,” kata Jia.

Menurut Jia, perusahaannya sudah menyatakan kepada sejumlah perusahaan finansial bahwa emas batangan yang mereka jadikan agunan memiliki tingkat kemurnian yang rendah. Salah satu nama perusahaan yang dia sebutkan adalah Minsheng Trust, yang juga turut menjadi korban penipuan.

Minsheng dan Dongguan saat ini mengajukan gugatan perdata kepada Kingold atas kerugian yang harus mereka tanggung. Kingold juga didepak dari keanggotaan Bursa Emas Shanghai.

Menurut laporan Fox News, Kingold menggunakan uang pinjaman itu untuk terjun ke dalam bisnis properti di China. Selain itu, mereka juga membeli perusahaan Tri-Rind yang menguasi sejumlah besar lahan di Wuhan dan Shenzen.

Sejumlah pakar memperkirakan aparat keamanan enggan mengusut kasus ini karena latar belakang Jia yang merupakan mantan perwira tinggi Angkatan Darat China. Mereka menduga karena pertalian itulah maka tidak ada pihak yang berani menyentuh Kingold.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending